Skip to main content

Posts

Featured Post

(Resensi Buku Indie) Mencintai Malam Yang Malang, Kumpulan 40 Flash Fiction Terbaik Komunitas Monday Flash Fiction

Judul: Mencintai Malam Yang Malang Penerbit: Monday Flash Fiction melalui Stiletto Indie Book Penulis: Anindita Hendra, ChocoVanila, Danis Syamra, Dian Farida Ismayama, Edmalia Rohmani, Erlinda SW, Indah Lestari, Istiadzah Rohyati, Putri Widi Saraswati, Rinrin Indrianie.
Ketika membuka buku ini pertama kali, saya tidak dapat langsung membaca cerita-cerita di dalamnya, karena merasa tertarik untuk melihat ilustrasi-ilustrasi yang ada di dalam buku ini terlebih dulu. Ilustrasi muncul sebagai halaman pembuka dan penutup sebuah cerita, dan beberapa diantaranya digambar oleh para penulis ceritanya sendiri. Diam-diam saya merasa kagum dengan kreativitas tim penyusun buku. Apalagi saat membaca satu persatu flash fiction, bahasanya rapi dan cerita-cerita di dalamnya seperti secangkir kopi pahit panas dan kental yang gurih, memikat dan mengalir lancar.


Kopi pahit?
Ya, Mencintai Malam Yang Malang, yang diambil dari judul cerita pendek tulisan Anindita Hendra, memang bukan kumpulan cerita buat …
Recent posts

Membaca dan Mereview Dongeng: The Tinderbox, Karya Hans Christian Andersen

Kotak Korek Api atau The Tinder Box, adalah salah satu dongeng Hans Christian Andersen yang paling awal. Diadaptasinya dari cerita rakyat yang beredar dengan beberapa versi di Eropa pada saat itu. Bila sudah membaca dongeng minggu lalu,  The Blue Light, maka dapat dilihat dengan jelas kesamaannya dan perbedaannya.

Yuk kita lihat beberapa perbedaan dan kesamaan serta bagaimana secara kreatif Andersen membuat dongeng ini terasa lebih humoris dibandingkan dengan cerita rakyat yang dikoleksi oleh Grimm Bersaudara.

Silahkan dibaca dulu dongengnya, sedangkan pembahasan singkat selanjutnya ada di bagian akhir tulisan ini.


The Tinderbox (Kotak Korek Api)

Seorang serdadu berbaris di jalan raya: kiri, kanan! kiri, kanan! Dia memanggul ransel di punggungnya dan pedang di pinggangnya, karena selama ini ia pergi berperang dan sekarang dia sedang dalam perjalanan pulang ke rumah. Di tengah perjalanan ia bertemu dengan penyihir tua--mukanya sangat jelek, bibir bawahnya tergantung sampai ke dadanya. …

Belajar Mempergunakan Point of View Sebagai Alat Penting Untuk Mengarahkan Plot Novel ala Agatha Christie, The ABC Murders

Pembunuhan ABC,  karangan Agatha Christie ini, sudah pernah saya baca, dulu sekali, entah berapa tahun yang lalu. Sepertinya waktu jaman SMP atau SMA, dan itu sudah sangat lama, sekitar 30 tahunan yang lalu. Tidak heran pada saat saya membaca ulang novel ini sekarang, saya sama sekali lupa siapa pembunuhnya, meskipun samar-samar saya tahu bahwa cerita ini tentang pembunuhan berantai.

MEMBAHAS POINT OF VIEW

Sebelum masuk ke dalam pembahasan tentang isi ceritanya, saya mau membahas sedikit tentang sudut pandang yang dipergunakan dengan sangat cerdik oleh Agatha Christie sebagai alat untuk mempertajam misteri dalam ceritanya. Penulis please take notes kalau sedang membaca novel semacam ini sebab banyak banget trick penulisan yang sebetulnya bisa dicuri dari sang ratu cerita detektif dan misteri ini.

Novel ini adalah salah satu novel penyelidikan yang dilakukan oleh Hercule Poirot, pria Belgia kecil, botak dan berkumis tebal. Poirot memiliki sel-sel abu-abu yang sangat cerdas di otaknya s…

Membaca dan Mereview Dongeng: The Blue Light

The Blue Light atau yang saya terjemahkan sebagai Lentera Api Biru (kalau ada istilah lain yang lebih tepat, tolong diinformasikan) adalah salah satu dari cerita rakyat Jerman yang dikoleksi oleh Grimm bersaudara. Kita akan melihat beberapa kesamaannya dengan cerita yang populer sekali di seluruh dunia. Silakan ditebak setelah membaca dongeng ini. Dongeng ini tidak terikat copyright dan dapat disebarkan secara bebas, bahkan untuk tujuan komersial sekalipun. Saya terjemahkan dari terjemahan bahasa Inggris oleh John Irons yang bisa dibaca di sini.

Berikut, silakan menikmati terjemahan ala miss G di bawah ini, discroll untuk membaca selengkapnya, ya. Dan jika ada terjemahan yang dirasa kurang pas, silakan diinformasikan pada kolom komentar.

THE BLUE LIGHT (Lentera Api Biru)

Ada seorang prajurit yang selama bertahun-tahun dengan setia melayani rajanya. Tetapi ketika perang berakhir, dan prajurit itu tak dapat lagi melanjutkan pengabdiannya karena luka-luka yang dideritanya, raja berkata k…

INI DIA, 30 ALASAN MENGAPA KAMU INGIN JADI PENULIS

Ada 30 Alasan Umum Mengapa Seseorang Ingin Menjadi Penulis. Ayo Jujur, Yang Mana Alasanmu?



Kalau kita mau secara jujur mengakui alasan "kenapa saya ingin menulis atau jadi penulis" kita dapat menentukan tujuan kita dalam menulis. Berikut ini, adalah 30 alasan yang umumnya dikemukakan oleh mereka yang sudah dan ingin jadi penulis. Jika alasan-alasanmu ternyata adalah kombinasi dari beberapa alasan yang tercantum di sini, atau bahkan semuanya sekaligus, boleh-boleh saja. Yang penting, kamu harus jujur untuk mengakuinya.

Mengapa kejujuran itu untuk mengakuinya penting? Sebab, alasan-alasan ini dapat dijadikan motivasi dan menentukan tujuanmu. Misalnya, bila tujuan menulis adalah untuk memperoleh uang yang sebanyak-banyaknya, mulailah menulis tulisan yang komersil. Bila tujuan menulis adalah untuk katarsis, maka menulis diary atau memoir bisa jadi media yang tepat.

Temukan alasanmu, maka kamu akan menemukan tujuanmu!

Berikut 30 alasan yang umumnya dikemukakan:

1. Mengekspresikan…

(Wawancara Penulis) Damhuri Muhammad dan Kenangan Masa Lalu

Oleh: Nastiti Denny Tak lama lagi ajang apresiasi karya sastra yang diberi nama Kusala Literary Award (dahulu Khatulistiwa Literary Award) digelar. Sejumlah karya telah dipilih untuk menduduki 10 besar. Salah satunya adalah kumpulan cerpen berjudul Anak-Anak Masa Lalu karya Damhuri Muhammad.
Konsisten di jalur cerita pendek, Damhuri tak mengejar jumlah cerita yang ditulis dalam setahun untuk dimuat di surat kabar ataupun media yang lain, mengingat meningkatnya jumlah media yang memuat karya fiksi saat ini. Pun tak berniat hengkang dari kegemarannya mengangkat kisah-kisah dari tanah kelahirannya, Sumatera Barat. Tak hanya sarat dengan adat setempat, Damhuri terus mengangkat dan memercayai legenda dan mitos yang oleh sebagian orang telah dilupakan begitu saja. Bisa jadi, inilah yang kemudian membuat karyanya menjadi istimewa. Meski dalam waktu bersamaan, hal itu pulalah yang membuat dirinya merasa ‘ndeso’.
Dalam sebuah kesempatan, usai membaca Anak-Anak Masa Lalu, saya menjumpainya untuk m…