Skip to main content

Posts

Showing posts from February, 2011

Tak Terpisahkan...

picture taken from :http://www.layoutsparks.com/1/31226/darkness-awaits-night-image.html

Pertama kali aku melihatnya ketika pembantu kami membawa anak tersebut ke rumah orangtuaku. Aku sebenarnya heran mengapa orangtuaku mau saja menerima kehadiran anak itu dirumah. Tapi lama kelamaan aku merasa karena mereka kesepian. Nasib memang menentukan anak itu menjadi bagian keluarga kami selamanya. Ibunya, pembantu dirumah kami meninggal dalam tidurnya. Begitu saja tanpa diketahui sakit apa yang di deritanya dan kami tidak tahu apapun mengenai keluarganya di kampung. Aku tidak pernah tahu bagaimana orangtuaku mengusahakan proses adopsi bagi anak itu dan tidak mau tahu. Karena awalnya aku tidak pernah peduli pada kehadirannya.


Ijinkan Aku Menjadi Kekasihmu di Surga

“Hallo, berjumpa lagi kita di sini. Apa kabarmu?”

“Hehehe. Aneh, ya. Padahal kita tidak janjian, kok bisa ketemu lagi, ya?”

“Aku memang berdoa dan meminta seperti itu. Kita tidak akan terpisahkan lagi.”

“Sungguh, menyenangkan dan bahagia sekali aku bisa bertemu dengan dirimu lagi, di sini.”


“Aku juga senang bertemu tuan. Dan tuan tidak perlu lagi mengucapkan selamat ulang tahun kepadaku. Kita sudah abadi.”

“Terima kasih sudah memilihku. Di sini banyak sekali bidadari. Semuanya cantik. Dan Tuan lebih memilih aku.”

“Di sini. Dan hanya di sini fiksi menjadi nyata.”

“Semua yang kita angankan, terwujud dan tercipta dengan mudah.”

“Kita teraba. Bisa merasakan.”

“Bolehkah aku mencium keningmu?” Bisikku

“Tuan boleh menciumku, yang mana saja Tuan suka.”

“Jangan panggil aku Tuan, Sir atau Mister. Panggil aku Kekasih. Dan ijinkan aku untuk menjadi kekasihmu, selamanya.”

-oooOooo-
Sumber gambar: rocknationality.blogspot.com/201...ive.html

****

Meddy Danial

Dalam menulis saya berusaha sebisa mungkin…

Mampukah Dia Membuatku Tersenyum

Gambar diambil dari : http://www.funwhenbored.com/graphics/fantasy/

Mampukah Dia membuatku tersenyum selalu?
Achh, aku tidak berani membayangkannya
Apalagi mengharapkannya....

Sulit rasanya mempunyai ruang luas, tetapi harus disembunyikan pintu masuknya rapat-rapat. Tidak boleh terbuka lebar, tidak boleh dihuni oleh siapa pun dan tidak boleh dibongkar-pasang. Biarkan ruang itu tetap apa-adanya. Biarkan hanya pintu dan dinding saja yang berada mengitari ruang itu. Dan Biarkan ruang luas itu terpelihara dan dihuni oleh Sasa. ALasannya, karena Sasa ingin membiarkan semua rasa pada dirinya, menari tertiup angin-hanya meliuk-liuk dalam relungnya. Sasa tidak mau mencemari rasa itu dengan berbagai bakteri-bakteri 'ketakutan' dan potongan-potongan dahan patah. Salahkan Sasa bila memilih cara demikian? Sepertinya tidak juga. "Salah" menurut Sasa, jika orang lain mengintip dan menjadi tahu letak ruang luas itu. Dan Sasa tidak mau itu terjadi. Ruang luas cukup buat dirinya saja…

Tema Untuk Bulan Maret 2011

Gambar diambil dari : http://www.fromoldbooks.org/Renwick-Spenser/Calendar-03-March-q75-500x409.jpg

Bulan Februari sudah hampir berakhir. Itu tandanya harus sudah ada tema bulanan baru untuk bulan Maret. Sesuai kesepakatan, tema untuk bulan Maret ini adalah Perempuan dan Profesinya. Apa saja yang bisa masuk kategori tema tersebut? Jangan terlalu sempit menerjemahkan profesi seorang perempuan, itu yang pasti. Bahkan menyusui anaknya sendiri pun bisa dibilang profesi bagi seorang ibu, dalam artian beliau mengerjakannya dengan penuh dedikasi dan harapan imbalan dari Tuhan semata.

Bentuk tulisan bisa berbentuk prosa, puisi atau artikel lainnya. Walaupun ini Kampung Fiksi tapi tidak menutup kemungkinan untuk menayangkan tulisan non-fiksi yang sesuai dengan tema bulanan. Berikut beberapa contoh sub-tema yang bisa diangkat:

1. Perempuan dan pekerjaannya di luar rumah

2. Konflik batin ibu yang bekerja di luar rumah.

3. Pilihan antara bekerja di rumah dan di luar rumah.

4. Stereotype pandanga…

Kepada Lelaki yang Mencintai Biru

Adakah cinta yang lebih cinta daripada cinta laut kepada biru? Pernah, di suatu masa yang seperti berasal dari waktu yang tenggelam, kau bertanya kepadaku, di suatu senja yang gemilang dalam warna tembaga, di tepi laut yang deburnya menemu ritmis dengan debar di dadaku yang muda. Kau menatap tepat ke dalam bulir mataku. Oh, padanya aku seumpama berenang-renang di samudera, menyelami jutaan riak-riak yang di tiap ujungnya terkait sekerlip kristal pelangi oleh timpa matahari. Cintamu yang maha kepada laut adalah kesemestaan yang seperti lingkaran, menauti setiap awal dan titik yang menadahi takdir.
Seperti itu pula aku mencintaimu.
Apabila cinta adalah laut, kuyakinkan engkau adalah biru. Meski itu berarti kau akan menggariskan rentang waktu di lenganmu dan menumbuknya menjadi ungu. Sebab demikian dashyat cinta itu meredamu dalam lenggang yang menunggu. Dan kau, seperti di suatu saat dimana masa adalah dimensi yang saling menghilangkan, menemukan ketukan jantungmu di putaran ombak yang m…

Empat Perempuan

Episode 1: Supir Eyang


Iroh mengendap-endap lewat pintu samping dan pelan-pelan membuka daun jendela kamar pavilyun yang setengah tertutup.

“Sssssttttt….” Lehernya dijulurkan ke dalam jendela sambil tangan kirinya menyibak gorden hijau lumut. “Non.” Iroh berbisik. Berulang-ulang.

“Iroh! Ngapain kamu di situ? Pakai bisik-bisik segala!” Gadis remaja yang dipanggil itu menyingkap lebar-lebar tirai jendela dan melotot ke arah Iroh. “Ada apa? Berisik!”

“Ada cowok, Non. Cowok macho!” Iroh masih berbisik-bisik sambil menyeringai. Dua jempol tangannya diacungkan ke atas. Dadanya dibusungkan.

Seperti Cinta Dalam “Ada Apa dengan Cinta”

Masih ingat kan kamu, pada salah satu adegan di dalam film “Ada Apa Dengan Cinta” (AAdC). Adegan saat Cinta menutup mukanya dengan kedua tangannya sambil sesenggukan, ketika sedang berada di dalam aula tertutup untuk olah raga basket. Cinta mulai menangis ketika teman-temannya bertanya, “Apakah kamu mencintai Rangga?”

Cinta tidak bisa menjawab. Dia malah sesenggukan sambil menutup mukanya. Dia berjuang sekuat tenaga agar air matanya tidak tumpah. Agar ia tetap bisa menyembunyikan rasa cintanya kepada Rangga di depan teman-temannya dan agar ia tidak diolok-olok oleh teman-temannya.

Rasa cinta yang hadir, tumbuh dan bersemi. Rasa cinta yang mulai dia rasakan bukan lagi sebagai getar-getar perlahan. Tapi cinta yang sudah seperti suara guruh yang meledak-ledak dan menyambar-nyambar, dan yang akhirnya harus dimuntahkan menjadi hujan yang menjatuhi bumi meskipun sebenarnya belum waktunya untuk hujan menurut hukum alam. Seolah Tuhan ikut terpesona pada gelombang-gelombang rindu dan cinta da…

Tepat Ketika Bibirnya Mengecup Hangat Tepi Keningku

Aku tahu dia tidak menyukai senja. Dia selalu melewatkan senja begitu saja, dengan asyik membaca koran atau memejamkan mata tanpa pernah mau menyaksikan matahari kalah dan digantikan dengan malam. Dia bersikukuh bahwa senja tidak pernah ada. Tidak ada itu yang namanya masa transisi, katanya selalu begitu, yang ada hanya revolusi, sambil mencium tepi keningku dan melangkah masuk ke kamar kami. Empat puluh tahun masa kebersamaan. Dia selalu setia, setia mengecupku ketika bangun pagi dan selalu menunjukkan bahwa dia terpesona kepadaku. Entah apa yang membuatnya terpesona, aku tak pernah tahu, dan dia tak pernah mempersoalkan apakah aku tahu atau tak tahu.

Setia

Aku berdiri termangu disana di bawah derasnya hujan yang menyirami bumi menunggu seseorang yang hingga kini tidak kunjung datang. Oh, betapa ingin aku melihat wajahnya kembali saat ini. Seandainya ia tahu betapa aku merindukannya walau setelah semua yang ia lakukan padaku. Bahwa aku akan selalu memaafkannya untuk semua yang telah ia perbuat.

Falling in Love Again

Gambar diambil dari : http://fc01.deviantart.net/fs21/f/2007/234/e/4/Falling_in_Love_by_Irulana.jpg

Kamu tahu, aku saat ini sedang jatuh cinta.

Ya, aku jatuh cinta lagi.

Tak percaya rasanya aku akan kembali merasakan ini setelah patah hati berkepanjangan.

Aku sempat menutup pintu hatiku karena takut terluka lagi akan penolakan serta pengkhianatan.

Oh, sungguh, hatiku tidak sanggup lagi tersakiti.

Namun sejak beberapa minggu ini, kuncup-kuncup cinta mulai bermekaran dalam hatiku tanpa sepenuhnya kusadari hingga akhirnya merekah sempurna menggetarkan jiwa barulah aku bisa merasakannya.

Oh, sungguh, luar biasa sekali rasanya.


Anak

“Mama nggak pernah mau mengekang sebenarnya, Vinka! Mama hanya berusaha memberikan kamu arahan supaya kamu tidak salah jalan. Kamu sudah besar, sudah lima belas tahun. Anak gadis seumurmu harus berhati-hati dalam pergaulan! Kamu mau sekolahmu berantakan karena kamu keasyikan main dengan teman-temanmu itu? Atau kamu mau kalau kamu sampai hamil di luar nikah karena pergaulan bebas? Kamu tidak Mama besarkan dengan sembarangan! Semua Mama sediakan untuk kamu demi masa depanmu! Jangan sia-siakan itu! Mama nggak ijinkan kamu pergi ke pesta ulang tahun Dara malam minggu nanti. Titik! Dan tolong pikirkan lagi untuk masuk ke jurusan IPA itu, karena itu yang paling cocok dengan prestasimu selama ini.”

“Mama tahu kalau aku paham maksud Mama, kan? Apakah ada tanda-tanda kalau aku sudah mulai salah jalan selama ini? Selain aku asyik main dengan teman-temanku? Ada yang lain? Apa nilai di sekolahku jelek dan mengecewakan? Apa aku mulai suka keluar dengan teman laki-laki atau punya pacar? Apa Mama su…

For Valentine? Something's Gotta Give, gals :)

Apa ya tontonan yang asik buat Valentine Day? Biasanya sih gue nonton NOTTING HILL…yang IMHO adalah film paling romantic sedunia. 
Tapi menonton film NOTTING HILL sekarang kok bikin gue stress ya… hahahah… Jadinya gue beralih ke film yang direkomendasikan habis sama Indah yaitu Something’s Gotta Give dan sepertinya ini juga bakal jadi film favorit gue karena gak terlalu membawa kita ke awang – awang. Yah, kecuali bagian cerita bahwa si tokoh utama kaya raya sampai bisa punya rumah pantai mewah di Hampton dan bisa jalan – jalan ke Paris.


Film ini dimulai dengan kagetnya Erica Barry (Diane Keaton) penulis cerita panggung terkenal dan saudaranya Zoe (Frances McDormand) menemukan seorang pria asing di rumahnya yang ternyata adalah kekasih puterinya Marin (Amanda Peet).
Pria yang berusia 60-an itu adalah Harry Sanborn (Jack Nicholson) seorang produser music kaya raya dan terkenal karena tetap melajang hingga saat ini. Harry terkenal akan kebiasaannya mengencani wanita – wanita muda dan malam …

Aku dan Bayu

Aku dan Bayu memang sudah terkenal sejak lama. Di seantero SMP, siapa yang tidak kenal Dani dan Bayu, dua sahabat yang paling bandel, paling usil, dan paling kompak.

Meskipun tidak duduk sebangku, tapi setiap waktu istirahat, kami pasti menghabiskannya bersama. Menjahili teman-teman sekelas, berkeliling sekolahan sambil bercerita dan tertawa-tawa.

Walau sering jahil, tetapi tidak membuat kami dibenci teman-teman lain. Mereka sepertinya menikmati keramaian dan kegaduhan bila kami sedang beraksi. Satu-satunya orang yang tidak suka dengan keramaian ini hanyalah Bu Wati, wali kelas kami. Karena bisa dipastikan bila ada keonaran, Bu Watilah yang menjadi sorotan satu sekolahan, murid-murinya yang menjadi biang kerok.....

>>> Cerita selanjutnya dapat dibaca pada buku Kumcer: 24, Senarai dari Kampung Fiksi, yang akan segera terbit. Nantikan segera ;-)  <<<
-oOo-

Sumber gambar: rudi-hardiansyah.blogspot.com

Pulang

Andai tatap mata bisa membunuh maka aku pasti telah mati ribuan kali. Andai cercaan mampu mendera tubuhku seperti cemeti maka robek-robeklah kulitku pasti. Namun aku tetap tegak dan baik-baik saja karena aku kuat sekaligus liat. Dengan segenap tenaga aku berusaha mengabaikan tatapan mata yang menusuk dan cercaan yang pedih meskipun aku sering takut dan gelisah.

Seperti pagi itu, aku mencoba meredakan kegelisahanku dengan menyiangi tanaman.

“Kamu pulang nggak Lebaran ini, Niek?” tanya Rita sambil membersihkan lumpur kering dari sela-sela jeruji roda motor gedenya. Suaranya yang berat tidak menyiratkan emosi. Baginya tidak penting apakah Lebaran ini aku mau pulang untuk menengok keluargaku atau tidak walaupun tiap tahun dia selalu menanyakan hal yang sama. Tangannya yang maskulin dengan lincah menggosok-gosok tiap batang jeruji.

Tema Bulan Februari @Kampung Fiksi

Gambar diambil dari : http://www.rpls.ws/pnews/PN2008/012508.htm

Tema menulis untuk bulan Februari adalah tentang Romans, Cinta dan Kasih Sayang, dapat dipilih juga dari salah satu ide sbb:

1. Menulis kisah romans dari sejarah, misalnya Antonio dan Cleopatra, Roro Mendut dan Bandung Bondowoso, dlsbnya.

2. Kisah dongeng semacam Cinderela atau Puteri Salju.

3. Kisah persahabatan yang menginspirasi.

4. Kasih antara orangtua dan anak.

5. Kasih sayang antara binatang peliharaan dan pemiliknya.

6. Kasih sayang antara suami/isteri, kekasih.

7. Menuliskan tentang apa arti kasih sayang/cinta serta kebiasaan-kebiasaan yang berbeda dalam berbagai kebudayaan untuk mengekspresikan cinta.

8. Mengapa chocolate dan mawar merah dianggap sebagai perlambang cinta.

9. Benarkah cinta tidak harus memiliki? Mengapa benar atau mengapa tidak benar.

10. Kisah cinta paling berkesan yang pernah dibaca, ditonton atau berdasarkan pengalaman orang lain atau pengalaman pribadi.

Selamat menulis!

Kampung Fiksi

Blog ini masih dalam tahap pembenahan. Terima kasih sudah mengunjungi blog Kampung Fiksi.



Selamat Datang di Kampung Fiksi

Kampung Fiksi adalah semesta kecil menulis bagi kami, para penari kata. Bagi kami, paragraf-paragraf yang dilahirkan oleh kata-kata adalah mantra yang melambungkan imajinasi. Ia dapat saja berupa bait-bait puisi yang menari-nari dalam rima dan diksi, prosa yang tersusun dari narasi yang berasal dari hati, pun cerita-cerita tentang perihal hidup dan waktu, yang deru dalam pengisahan, pendek dan panjang.

Tentang Kami: Penulis Kampung Fiksi

Deasy Maria

Hai .. hai ...

Saya "si bungsu" (serasa imyuuuuut banget emang hehehe), bungsu dalam hal tulis menulis. Awalnya dunia saya adalah musik. Tapi sekarang sepertinya saya telah jatuh cinta didunia yang satu ini, apalagi sejak mengenal para perempuan ceria ini (yang namanya ada di beranda blog ini :-D ). Sedang ngotot belajar menulis. Masih mencari-cari bentuk dan karakter yang saya punya. Semoga dalam berlatih bersama ini, saya bisa menemukannya dan menghasilkan sesuatu yang bisa diambil manfaatnya.

Salam tulis...
;-)


Endah Raharjo

Menulis fiksi adalah salah satu tempat favorit ketika saya melarikan diri dari segala norma dan aturan yang memenjarakan. Bagai berwisata ke negeri yang tak pernah ada. Di negeri fiksi segala yang saya maui bisa terjadi. Kalau sedang romantis, maka saya tulis kisah manis; kalau sedang gundah, akan tercipta cerita getir; kalau sedang ingin sinis, maka tercurah kisah pahit.

Menulis fiksi sudah saya lakukan sejak kecil, ya… itu tadi, hanya…