Skip to main content

Ijinkan Aku Menjadi Kekasihmu di Surga


“Hallo, berjumpa lagi kita di sini. Apa kabarmu?”

“Hehehe. Aneh, ya. Padahal kita tidak janjian, kok bisa ketemu lagi, ya?”

“Aku memang berdoa dan meminta seperti itu. Kita tidak akan terpisahkan lagi.”

“Sungguh, menyenangkan dan bahagia sekali aku bisa bertemu dengan dirimu lagi, di sini.”


“Aku juga senang bertemu tuan. Dan tuan tidak perlu lagi mengucapkan selamat ulang tahun kepadaku. Kita sudah abadi.”

“Terima kasih sudah memilihku. Di sini banyak sekali bidadari. Semuanya cantik. Dan Tuan lebih memilih aku.”

“Di sini. Dan hanya di sini fiksi menjadi nyata.”

“Semua yang kita angankan, terwujud dan tercipta dengan mudah.”

“Kita teraba. Bisa merasakan.”

“Bolehkah aku mencium keningmu?” Bisikku

“Tuan boleh menciumku, yang mana saja Tuan suka.”

“Jangan panggil aku Tuan, Sir atau Mister. Panggil aku Kekasih. Dan ijinkan aku untuk menjadi kekasihmu, selamanya.”

-oooOooo-

Sumber gambar: rocknationality.blogspot.com/201...ive.html

****

Meddy Danial

Dalam menulis saya berusaha sebisa mungkin punya makna esoteris, tetap elegan dan kadang-kadang mengandung perlawanan; pandangan dan sikap dari ‘ada-diri’ saya. Memang agak sulit memasukkan ‘esoteris’ ke dalam semua tulisan. Tapi esoteris itu sendiri adalah ‘batin’ yang termanifestasi melalui olah kata dan olah kerja manusia menjadi sesuatu yang dalam dan bermakna. Sehingga tulisan bukan lagi hanya kumpulan kata-kata, tapi sesuatu yang memiliki jiwa atau ruh. Sesuatu yang hidup dan bergerak seperti cahaya yang menerangi; menjadi indah dan memiliki spiritualitas karena bernilai kebenaran.

Popular posts from this blog

(Berbagi Pengalaman) Prosedur Umum Menerbitkan Buku Melalui Penerbit Besar

Banyak penulis yang belum berpengalaman menerbitkan buku melalui penerbit besar mengalami kebingungan saat sudah mendapat “lampu hijau” dari penerbit. Kebingungan ini mungkin disebabkan oleh euforia karena mengetahui karyanya akan segera dibukukan dan akan dipajang di toko buku-toko buku seluruh Indonesia. Saking bingungnya, penulis akhirnya hanya bisa pasif menunggu apa selanjutnya yang akan dilakukan penerbit dengan naskahnya. Padahal masih banyak prosedur yang melibatkan penulis secara aktif, sampai buku itu terbit.

Soal bagaimana menembus penerbit, Kampung Fiksi sudah membahasnya di sini. Nah, bagaimana selanjutnya? Suatu hari penerbit menghubungi kamu via email atau telepon, mengabarkan berita yang sudah begitu lama kamu tunggu-tunggu, “Naskahnya mau kita terbitkan. Tunggu kabar selanjutnya dari kami, ya!” Woggh! Silakan merayakan kebahagiaanmu. Tapi jangan lama-lama. Mulailah mengikuti secara cermat hal-hal yang berkaitan dengan terbitnya buku kamu.

Fase selanjutnya setelah mendap…

Membuat Outline Novel

Mau belajar menulis fiksi: cerpen/novel/editing, bisa bergabung di Kelas Online KF dan belajar sesuai waktu dan kebutuhanmu. Untuk informasi lengkap silakan kirim email ke kelasonlinekf@gmail.com atau klik gambar untuk mengetahui jenis kelas yang bisa kamu ikuti. Tunggu apa lagi? Segera daftarkan dirimu!
*** Pernahkah kamu menulis novel lalu kemudian ketika sampai di tengah, kamu tiba-tiba buntu, ga tahu harus ngapain ceritanya? ga tahu tokoh ceritanya harus dibikin bagaimana? Dan karena pusing kamu berhenti menulis novel itu dan membuangnya ke tempat sampah. Sayang sekali, padahal Indonesia membutuhkan banyak penulis.  
Semua orang bisa menulis tetapi tak semua orang bisa menulis novel. Butuh kesabaran, kerja keras, latihan, dan  tentu saja komitmen. Hanya orang-orang yang bertekad kuat dan memiliki disiplin diri yang mampu menyelesaikan novelnya. Jadi kalau kamu ingin menulis novel, kumpukan tekad, komitmen, dan percaya novel kamu akan selesai. Namun tekad dan lain-lain itu tak cukup u…

Selingan Semusim: Apakah Atas Nama Cinta Semua Menjadi Halal?

Judul: Selingan Semusim
Penulis: Alaika Abdullah
Tebal: 197 halaman
Genre: Roman-erotis

Selingan Semusim adalah sebuah kisah cinta terlarang antara Novita dan Fajar Kenapa terlarang? Bukan karena perbedaan agama, ideologi atau karena tingkat sosial, melainkan karena mereka berdua sama-sama sudah menikah dan keadaan rumah tangga mereka baik-baik saja.
Kisah cinta ini dibumbui dengan adegan seksual yang diceritakan dengan eksplisit. Karena itulah novel ini memang layak disebut sebagai novel dewasa, 21 tahun ke atas.
Kisahnya sendiri berawal dari perkenalan antara Novita dan Fajar dalam sebuah acara kerja lalu berkembang menjadi sebuah affair yang ternyata berkesan bagi keduanya. Walaupun mereka kemudian berpisah karena memikirkan keutuhan keluarga masing-masing, tetapi mereka tidak saling melupakan.
Tragedi tsunami Aceh juga dimasukkan oleh penulisnya ke dalam cerita ini, dan menjadi salah satu unsur yang mengubah jalan cerita. Kalau dulu Novita adalah seorang isteri yang tidak bisa pe…