Tuesday, February 1, 2011

Tentang Kami: Penulis Kampung Fiksi

Deasy Maria

Hai .. hai ...

Saya "si bungsu" (serasa imyuuuuut banget emang hehehe), bungsu dalam hal tulis menulis. Awalnya dunia saya adalah musik. Tapi sekarang sepertinya saya telah jatuh cinta didunia yang satu ini, apalagi sejak mengenal para perempuan ceria ini (yang namanya ada di beranda blog ini :-D ). Sedang ngotot belajar menulis. Masih mencari-cari bentuk dan karakter yang saya punya. Semoga dalam berlatih bersama ini, saya bisa menemukannya dan menghasilkan sesuatu yang bisa diambil manfaatnya.

Salam tulis...
;-)


Endah Raharjo

Menulis fiksi adalah salah satu tempat favorit ketika saya melarikan diri dari segala norma dan aturan yang memenjarakan. Bagai berwisata ke negeri yang tak pernah ada. Di negeri fiksi segala yang saya maui bisa terjadi. Kalau sedang romantis, maka saya tulis kisah manis; kalau sedang gundah, akan tercipta cerita getir; kalau sedang ingin sinis, maka tercurah kisah pahit.

Menulis fiksi sudah saya lakukan sejak kecil, ya… itu tadi, hanya untuk melarikan diri atau bersembunyi. Tulisan-tulisan itu tidak saya simpan, tercecer entah dimana. Baru setelah usia beranjak banyak, saya berani keluar dari persembunyian dan menuliskannya untuk dibaca. Terkejut juga ketika ada orang yang mengaku suka dengan tulisan-tulisan saya. Antara malu dan bangga, kira-kira begitulah rasanya.

Mulai akhir Mei hingga November 2010 saya memajang puluhan cerita di dunia maya. Rupanya cerita-cerita itu mengantarkan saya bertemu dengan banyak penulis fiksi lainnya. Di antara mereka ada Deasy, Ge, Indah, Meli, Ria, Sari dan Winda; tujuh perempuan yang saya kagumi karya-karyanya.

Kini kami berdelapan tinggal di sepetak kebun yang kami namai Kampung Fiksi. Untuk bercengkerama, mengisahkan berbagai cerita. Apa saja. Pahit, getir, lucu dan manis. Semua ada.



Gratcia Siahaya aka G (baca: Ge bukan Ji)

Hai-ho! Di sini Ge, si penulis catatan harian yang bercita-cita ingin menulis novel-novelnya sampai tuntas.

Sejauh ini sudah ada dua hasil kerja yang masih separuh jalan, alias belum tuntas, yaitu Prosa Evaluna, yang dikerjakan sejak Agustus 2010 yang lalu, yang hasil acak-acakannya sudah dikirimkan ke Sayembara Menulis Novel DKJ 2010 hanya karena merasa wajib memenuhi janji kepada diri sendiri, kemudian menyadari bahwa novel tersebut masih belum juga mencapai garis finish dan terjadi perubahan haluan cerita secara radikal hingga saat ini masih diendapkan karena belum menemukan ending yang pas.

Draft yang kedua adalah Pintu Warna Oranye, hasil kerja bulan Januari awal tahun ini (2011), yang ditekadkan harus juga selesai di tahun 2011 ini.

Jadi, dua proyek besar saya pada tahun ini adalah menuntaskan Prosa Evaluna dan Pintu Warna Oranye.

[Catatan di 13/02/2011, 01:31 subuh, setelah membereskan blog]


Indah Wd

Salam kenal semuanya, nama gua Indah, sang pencinta cerita anak2 yang berharap suatu saat nanti bisa menuliskan kisah yang bisa dinikmati oleh para pecinta cerita2 anak lainnya.

Sejauh ini gua masih kesulitan untuk mempertahankan "mood" supaya bisa bikin cerita yang lumayan panjang supaya setidaknya memenuhi kuota untuk dapat dikategorikan sebagai novel, huehehehe.. tapii.. gua penulis yang terlalu bertele2 menceritakan sesuatu sehingga cerpen yang mematok batasan 4-8 halaman maksimal itu ngga cocok juga buat gua soalnya itu paling baru buat mendeskripsikan aja, belon masuk ke "inti" cerita, kalo emang ada, ahahahaa :p

Saat ini udah berhasil menyelesaikan beberapa cerita pendek yang lumayan panjang and cerita panjang yang lumayan pendek, alias tulisan yang masuk kategori ngga jelas karena terlalu panjang untuk ukuran cerpen dan terlalu pendek untuk ukuran novel, wakakakak.. jadinya bingung sendiri dhe tulisan2 itu pada mau diapain.

Menjadi penulis yang namanya terpampang di buku terus dipejeng di toko2 buku itu adalah cita2 tanpa batas waktu karena menulis sendiri adalah kegiatan yang gua suka, belum menjadi suatu kebutuhan ataupun "napas" dari kehidupan gua tapi lebih merupakan suatu kesenangan tersendiri yang bagus buat terapi jiwa sekaligus membebaskan khayalan yang selama ini melayang2 dalam alam imajinasi menjadi bersatu dalam jalinan kata, yang syukur2 bisa bermanfaat buat orang lain, tapi andai tidak sekalipun setidaknya dengan melakukannya bisa membuat gua ngerasa senang, ahahaha..

Demikian perkenalan yang singkat ngga singkat.. mari meninggalkan sesuatu yang masih tetap tertinggal lama setelah jiwa dan raga kita udah ngga ada lagi di dunia ini.

Ciaoo..

-Indah-


Meliana Indie Zhong


syalalalala..

seorang peri meluncur di atas lengkung pelangi yang berpendaran dengan warna-warni yang dipetik oleh mimpi. berlompatan antara bebungaan. menggoyangkan bulir embun di ujung dedaunan yang seperti kaca, bening dan jujur. dari balik sayapnya, peri tersebut menarik keluar aksara-aksara, menghamburkannya menjadi hujan, membadai di kampung yang seketika tergenang oleh cinta kepada fiksi.

Oh, aku jelas bukan si peri. Aku adalah Meli, si pencerita yang sering kebingungan oleh ketukan nada pada kata-katanya sendiri. Bagiku, huruf-huruf itu seperti mempunyai mantra. Mereka berloncatan begitu saja, berputararan serupa lebah yang berjumpalitan di udara. Beberapa tertangkap, meski banyak yang masih berterbangan, menanti waktu jatuh..

Aku. Si penikmat hujan yang kebanyakan bermimpi. Penatap langit. Pencinta samudera yang beranggapan kiri itu seksi. Penyapa setia pagi dan senja yang senang memetaforakan merah semangat dan hitam perjuangan. Percaya cinta. Menyukai anak-anak; yang sedang tersenyum maupun yang sedang cemberut. Seorang pejalan sunyi yang terlampau banyak berkata-kata.

Aku si penulis. Itu saja.
(yang berbahagia berbagi keajiban kata-kata bersama perempuan-perempuan ceria: Deasy, Endah, Ge, Indah, Ria, Sari dan Winda, yang fiksi-fiksinya akan melambungkan pesonamu setinggi semesta. percayalah.)

Oh ya, beberapa puisi pernah dimuat di buku keroyokan:
Amuk Gelombang (Star Indonesia Production)
Dian Sastro for President #2 Reloaded (Insist Press)


Mari mencinta dan menulis.
~Meli~


Sari Novita

Haiiii....

Saya Sari atau juga bisa dipanggil Nope.. Menulis?..Wow, itu cita-cita saya sejak kecil untuk menjadi seorang penulis terkenal..Deuileeeh, Ketinggian ngak sih tuh mimpinya, tapi biarin aja deh, namanya juga mimpi gw sendiri, jadi biar orang berkata apa.Hehehe...

Terus terang baru mencoba menulis di tahun 2010, tapi kalau menulis puisi udah lama bangetttt.
Saya mencoba untuk menulis cerpen setelah bergabung di blog kompasiana, dan Bulan January 2011 kemarin, saya mencoba untuk menulis novel...dan hasilnya..LUARRR BIASA...Meskin pun Novel saya itu belum kelarrr...Hahha...Tapi banyak yang saya dapat dari usaha menulis novel tersebut...

Akhirnya pun, saya hanya punya niat dan keyakinan besar terhadap cita dan mimpi saya. Saya terus membaca, Baca, baca, kemudian, menulis, menulis, dan menulis...

membaca. Tidak hanya buku yang saya baca, tapi membaca di sekitar saya, ekspresi wajah manusia, peristiwa, dan lain-lain deh pokoknya..Judulnya membaca, IQRA kalau kata Agama saya...

Maaf sebesar-besarnya nih, saya belum ada suatu karya yang bisa dibanggakan dan dipublikasikan ke umum. Nanti yah, tunggu saja suatu saat nanti..I Will...Insya Allah...

Bersama Kampung FIksi ini, Mari kita bersama-sama belajar dan mewujudkan Impian kita.

Salam Hangat,

Sari Novita


Winda Krisnadefa

Orang-orang kenal aku sebagai Emak Gaul. Padahal itu bisa-bisanya aku aja kasih-kasih predikat gaul ke diri sendiri. Tau kenapa? Karena kenyataannya aku nggak pernah keluar rumah alias nggak gaul! Wuahahaha...

Tapi gara-gara suka nulis-nulis di blog sana-sini, dan narsis nggak kira-kira, maka jadilah si WK menjelma menjadi Emak Gaul yang nggak gaul blas! Wkwkwkwk....
Mulai suka nulis sebenarnya sejak kecil, tapi kayanya itu nggak bisa dibilang nulis, melainkan latihan memperindah tulisan tangan melalui puisi anak-anak. Hihihihi....

Mulai intens menulis sejak kenalan sama yang namanya blog tahun 2008. Lalu kenalan sama salah satu penulis di Kampung Fiksi ini yang namanya G. Maka kegilaan makin menjadi. Cerpen sekali seminggu ternyata tidak cukup buat saya. Masih disambi dengan sok-sok nulis novel segala. Padahal nggak punya pengalaman apa-apa dalam dunia pernovelan selain membacanya. Tapi seperti kata G yang suka ngutip quote-quote keren para penulis besar itu : Kalau ada buku yang ingin kamu baca dan buku itu belum ada, maka kamu yang harus menulis buku itu! Ehehehe, bener nggak ya gitu kutipannya? Pokoknya saya setuju sekali!

Oh ya, selain dua anak dan satu suami, menulis memang sekarang ini sudah jadi bagian hidup saya. Sehari nggak nulis itu kayak sore tanpa teh manis hangat. Sehari nggak nulis itu kayak mandi nggak pake sabun. Sehari nggak nulis itu kayak masak nggak pake kompor. Wkwkwkwk..pokoknya gitu deh! Mohon maaf saya emang lemah banget maen-maen metafora. Hihihihi...

Di antara delapan penulis tetap di Kampung Fiksi ini, mungkin saya adalah yang paling nggak tahu malu karena paling rajin ikut lomba nulis sana-sini. Hahahaa..Sampai sekarang belum pernah menang, tapi alhamdulillah, nyenggol-nyenggol jadi semifinalis sih udah ngerasain. Hihiiiy! Gara-gara ikut lomba juga sekarang ini saya lagi deg-degan nungguin dua buah buku kumpulan cerpen yang akan memuat cerpen saya di dalamnya. Tapi entah kapan itu akan terbit. Mohon bersabar (*ngomong sama diri sendiri*)

Nanti saya akan cerita-cerita lebih banyak lagi soal lomba-lomba itu, ya! Trust me, semuanya seru dan menyenangkan! So, I welcome you here with warm hug! Selamat datang di Kampung Fiksi! Dimana kata bukanlah pagar melainkan angin yang bertiup bebas ke segala arah! :)

PS: Yang mau mengenalku lebih jauh, mampir ke sini ya... :)


RIA TUMIMOMOR
Hai semua :) Gue Ria yang udah mulai blogging sejak tahun 2003 dan berharap (terus) agar suatu hari ada yang jatuh cinta sama tulisan gue dan membukukannya. Ternyata masih belum kesampean juga hingga sekarang.

Masalahnya adalah gue bukan tipe penulis yang konsisten dalam mempertahankan mood menulis. Serta susah mencari kata-kata untuk mendeskripsikan sesuatu dan lebih senang menuangkannya dalam percakapan. Sejauh ini sih gue udah beternak blog disana dan disini. Serta menyelesaikan cerita novel yang kepanjangan yang judulnya Korea Love Story. Sudah juga menyelesaikan karya non-fiksi yang berjudul Diary on The Bus dan keduanya telah sukses ditolak oleh penerbit.

Kok masih gak kapok juga menulis? Karena ada begitu banyak cerita dari kehidupan sehari-hari yang bisa dituangkan menjadi fiksi. Suatu kepuasan bagi gue ketika melihat orang membacanya dan berkata,"Iya! Gue juga mengalami hal ini!" Rasanya seneng melihat orang lain menikmatinya juga :)

Yah, segitu aja ya perkenalan dari gue dan sering-seringlah mampir ke rumah kami di sini. Atau mau melihat kehidupan para penumpang di bus bisa juga mampir ke sini ya :)

Have fun di rumah kami :)