Saturday, February 19, 2011

Setia

Aku berdiri termangu disana di bawah derasnya hujan yang menyirami bumi menunggu seseorang yang hingga kini tidak kunjung datang. Oh, betapa ingin aku melihat wajahnya kembali saat ini. Seandainya ia tahu betapa aku merindukannya walau setelah semua yang ia lakukan padaku. Bahwa aku akan selalu memaafkannya untuk semua yang telah ia perbuat.



Masih jelas dalam ingatanku ketika pertama kali bertemu saat di bangku sekolah. Ia adalah murid baru pindahan dari sekolah sebelumnya. Ia memang bukan cinta dalam pandangan pertama karena terus terang saja aku merasa takut ketika pertama kali melihatnya. Ia terlihat lebih dewasa walau masih dalam pakaian seragam putih abu – abunya. Matanya menatap tajam menyapu sekeliling ruangan kelas seolah menantang siapa saja yang hendak mencari perkara dengannya. Apakah mungkin seharusnya ia berada di kelas tiga dan bukan di kelas dua bersama dengan dirinya?


*cerita lengkap dapat di baca di buku pertama kami *