Sunday, May 15, 2011

Dongeng Kakek Laut: Seperti pada Perputaran Semua Awal


Laut adalah kumpulan titik-titik air yang menghubungkan penjuru jarak dan kisah di bumi.

Kau percaya?

Aku percaya. Paling tidak, aku percaya pada apa yang dipercayai oleh kakekku.

~ - ~ - ~ - ~

Kakek Laut, demikian beliau akrab disapa oleh keluarga dan teman-temannya. Tentunya itu bukan nama asli. Nama Laut yang ditabalkan di belakang nama kakek berkaitan erat dengan sejarah hidupnya. Tentang bagaimana itu terjadi, baiklah, akan kuceritakan sebuah kisah luar biasa tentang perjalanan hidup kakek, seorang lelaki yang mungkin biasa saja bagi orang lain, meski bagiku, ia adalah sosok yang lebih dari sekedar luar biasa.

Kakek Laut adalah orang yang paling dinanti-nantikan pada setiap pertemuan keluarga. Paling tidak, bagi kami, cucu-cucunya. Jika ada di antara orang tua kami yang bertanya kemana kami ingin menghabiskan akhir pekan atau liburan, maka kami semua tanpa ragu akan menyebut rumah Kakek Laut. Bagi kami, rumah Kakek Laut yang kecil di pinggir jalan tanpa sebidang kebun pun jauh lebih menyenangkan daripada wisata pantai, kebun binatang atau taman hiburan dengan komidi putar dan permen kapas sekalipun. Sebegitu kuatnya daya tarik Kakek Laut, sehingga ia menjadi sumber inspirasi bagi kami, cucu-cucunya. Tidak ada seorang pun dari kami yang mengidolakan pahlawan-pahlawan bertopeng pembela kebenaran yang dapat terbang di langit atau seorang penyanyi bersuara melengking dengan dandanan aneh. Bagi kami, tidak ada seorang pun di dunia ini, termasuk di dalam buku cerita, yang dapat melebihi kerennya Kakek Laut!

Dengan tinggi seperti pada umumnya lelaki-lelaki di Indonesia, sosok Kakek Laut memang tidak dapat dikatakan istimewa. Rambutnya menipis dan menjadi putih sebelum waktunya, meninggalkan tak sehelai pun warna hitam di kepalanya. Di usianya yang memasuki angka enam puluh dua, Kakek Laut adalah pribadi yang masih terlihat sangat bersemangat. Aku belum pernah menemui orang yang sebegitu sering tersenyum dan tertawa seperti Kakek. Meski pernah terserang stroke ringan tiga tahun yang lalu, Kakek Laut masih -meminjam istilahnya- suka menikmati kesenangan hidup; membaca buku, menulis,memasak, memperbaiki pintu atau kursi yang rusak, sampai belajar menggunakan internet dan bermain basket dengan pemuda-pemuda penghuni kompleks perumahan sebelah.

Kakek Laut punya satu kehebatan yang membuat kami selalu betah duduk diam berlama-lama menanti kehadirannya. Keberitahu, ya. Ia sangat pintar bercerita. Bagiku, ia adalah pencerita nomor satu di seluruh dunia! Setiap kali Kakek Laut membuka mulut memulai sebuah cerita, anak-anak akan menyimak dengan tekun, memandang kagum sambil menopang dagu. Ketika bercerita, suara Kakek Laut sarat gelombang, nada suaranya naik turun sesuai emosi cerita. Kadang, suaranya menjadi pelan sedemikian rupa hingga kami harus mendekatkan telinga, menyimak dengan hati berdebar-debar. Di lain waktu, suaranya lantang membelah udara. Kakek Laut dapat melipat wajahnya, meniru senyum lebar nan manis bocah kecil yang baru menemu jalan rahasia ke negeri para kurcaci atau merupa seringai jahat serigala yang licik. Kakek Laut juga dapat meniru gerakan kura-kura, jurus cakar harimau, tarian bidadari, rekah pertama bunga mawar di pagi hari dan masih banyak lagi. Pokoknya, kehebatan Kakek Laut dalam bercerita tidak terkalahkan!

Meskipun mampu bercerita dengan kemampuan tingkat tinggi, Kakek Laut menolak disebut sebagai pendongeng. Kata Kakek, semua kisah yang diceritakannya adalah potongan-potongan kecil dari perjalanan hidup yang bermuara padanya kini. Semua kisah-kisah menakjubkan yang tidak terdapat di lembaran-lembaran berwarna buku dongeng.

Baiklah. Akan kuceritakan kepadamu kisah-kisah tersebut. Kisah tentang Kakek Laut, persis seperti yang diceritakan Kakek kepadaku.

(bersambung)

image source: here