Tuesday, May 31, 2011

Tema Bulan Juni: PUISI SETIAP HARI

tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan juni
dirahasiakannya rintik rindunya kepada pohon berbunga itu

tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya yang ragu-ragu di jalan itu

tak ada yang lebih arif dari hujan bulan juni
dibiarkannya yang tak terucapkan diserap akar pohon bunga itu



Hujan Bulan Juni
Sapardi Djoko Damono (1994)

*****

Ada apa di bulan Juni di Kampung Fiksi? Adalah diksi. Kata-kata yang seperti hujan di bulan Juni, jatuh merinai di antara fiksi yang menari-nari di imajinasi. Pecahlah sunyi. Pecahlah puisi. Menjadi bait-bait yang berlompatan antara majas dan konfiguratif. Puisi-puisi bulan Juni di Kampung Fiksi.

Kampung Fiksi, seperti bebunga musim semi yang mencintai hujan, menanti kiriman puisi dari kawan-kawan.

Satu >> Tema bebas. Sebebas imajinasi. Selepas kemana kata-kata membawamu.

Dua >> Puisi bukan Matematika yang menghitung jumlah kata. Panjang dan singkat adalah pilihan.

Tiga >> Satu, dua dan tiga. Mari tarikan kata-katamu menjadi antara lain puisi, prosa liris, sajak, pantun atau bahkan haiku.

Empat >> Setiap hari adalah puisi. Puisi-puisi di bulan Juni bisa jadi adalah tiga puluh puisi yang berkisah di Kampung Fiksi.

Lima >> Puisi-puisi di bulan Juni di Kampung Fiksi akan mewujud BUKU antologi puisi yang akan diterbitkan oleh Kampung Fiksi Publisher. Ah, kapan lagi puisi menjadi senarai diksi di Kampung Fiksi kalau bukan di bulan Juni ini?

Maka kawan,

Tuliskan sajakmu! Simfonikan prosamu! Tarikan puisimu! Serukan haikumu!

Kami menanti kiriman puisimu di kampungfiksi@gmail.com


Salam puisi,
Kampung Fiksi
(Meli aka Bunglon Tosca)