Thursday, June 2, 2011

Pagi Baru di Rumahku

 Celoteh balita seolah musik rancak berirama mars, mengajak bunda siap siaga, berbaris rapi memulai hari.

Bagai selembar kertas kosong beraroma pinus, pagi baru siap dihiasi untaian kata, atau dilukisi warna pelangi, atau dibiarkan bersih tak terisi.

Tinggal pilih yang disukai.

Di rumahku, pagi baru disambut oleh wangi teh hitam pegunungan Dieng yang diseduh di atas tungku.
Tangan terampil menuangnya dari poci, sepenuh hati.
Uapnya berkejaran, menari-nari di atas cangkir putih, mengawali sederet mimpi untuk dirangkai sepanjang hari.

***