Wednesday, June 1, 2011

Puisi Budi Van Boil (1)

Gadis kecil berlompat-lompatan, tawanya renyah mengundang ceriaku yang sedari tadi beku.

Rona merah terganti cerah, mendung di atas padang ilalang berganti awan-awan putih berhias pelangi.

Kupu-kupu nampak menari-nari, gadis kecil menggoda hati, kedamaian hujan merajut kesejukan, diantara bulir-bulir biasan cahayanya yang tinggalkan sembab.

Gadis kecilku menawarkan surga di pelupuk mataku, lewat kecerian yang riang.

Duri-duri di jalan tersibak kelakar lugu, pilu-pilu ombak dihati, menyingkap makna rindunya haru yang terbelenggu.

Ah...

Surgaku tak tersembunyikan lagi, karena gadis kecilku telah melemparkan neraka dengan senyum dan tawanya.