Skip to main content

Puisi-puisi Ari Rian (4)

Rindu

Hujan malam membasahi kota
kota tempat ku di lahirkan
di dalam pasar,dan Musholla tua
beribu kerinduan,membasahi hati nian.

Rindu kawan
lama tak bersuara
bercerita dulu saat bersama.

Rindu kekasih
lama tak berjumpa
ingin bersama dalam hujan.

Suara hujan mengalun penuh lirik
membawa hati melayang jauh
rindu kawan,
rindu kekasih,



Diri mu Impirasi Ku

untuk mu ku menulis di setiap dinding yang pernah kita buat...
di dinding itu ku rangkai setiap baris kalimat kita pernah harapkan...
di dinding itu janji kita abadikan untuk tak di lupakan...
ya janji seorang sahabat yang tak akan lupa di pikiran ku ini...

ingat kah di waktu kita duduk di pelantaran pasar kehidupan...
kau pernah berkata pada ku...
"aku ingin jadi tanah ini,agar dirimu selalu mengijak ku saat ku berjalan...
terus menemani diri mu dalam perjalanan hidup mu.."
itu terus mengiang di telinga ku sampai detik ini...
kini ku masih di duduk sendiri,tapi tak bersama mu...
tapi bersama keinginan mu itu...

ini aku masih terus berjalan bersama mu di setiap sudut pasar ini...
kadang ku sulit untuk menerima kesendirian ini...
setiap hati ke gelisah ini diri mu hadir penuh senyuman...
di setiap senyuman mu itu semangat ku terpacu untuk berjuang...

pada saat diri dan jasad mu bersatu dengan ke inginan mu...
hati ku terasa berat melepaskan diri mu untuk pergi menemui ke inginan mu...
tapi diri mu terus tersenyum dan berkata pada ku...
"jangan menangis,malu pada diri mu,tak baik seorang lelaki menangis...
itu sudah jalan kita untuk berpisah jasad tapi jiwa kita tak akan berpisah"..
ku coba terus menahan semua itu...

kini ku mengerti dengan perpisahan kita ini...
dan kau selalu ada di hati ku untuk ku bawa ke ujung waktu ku...
beristirahat dengan tenang di tanah merah tempat yang dirimu inginkan...
dinding yang kita bagun ini akan selalu ku jaga dan ku tulis di setiap malam...
selalu untuk mu impirasi dan semangat hidup ku....


http://facebook.com/ryanpasalimapuluh



* http://www.tulisanari.phpnet.us
* http://puisipenulisawam.blogspot.com/

Popular posts from this blog

(Berbagi Pengalaman) Prosedur Umum Menerbitkan Buku Melalui Penerbit Besar

Banyak penulis yang belum berpengalaman menerbitkan buku melalui penerbit besar mengalami kebingungan saat sudah mendapat “lampu hijau” dari penerbit. Kebingungan ini mungkin disebabkan oleh euforia karena mengetahui karyanya akan segera dibukukan dan akan dipajang di toko buku-toko buku seluruh Indonesia. Saking bingungnya, penulis akhirnya hanya bisa pasif menunggu apa selanjutnya yang akan dilakukan penerbit dengan naskahnya. Padahal masih banyak prosedur yang melibatkan penulis secara aktif, sampai buku itu terbit.

Soal bagaimana menembus penerbit, Kampung Fiksi sudah membahasnya di sini. Nah, bagaimana selanjutnya? Suatu hari penerbit menghubungi kamu via email atau telepon, mengabarkan berita yang sudah begitu lama kamu tunggu-tunggu, “Naskahnya mau kita terbitkan. Tunggu kabar selanjutnya dari kami, ya!” Woggh! Silakan merayakan kebahagiaanmu. Tapi jangan lama-lama. Mulailah mengikuti secara cermat hal-hal yang berkaitan dengan terbitnya buku kamu.

Fase selanjutnya setelah mendap…

Membuat Outline Novel

Mau belajar menulis fiksi: cerpen/novel/editing, bisa bergabung di Kelas Online KF dan belajar sesuai waktu dan kebutuhanmu. Untuk informasi lengkap silakan kirim email ke kelasonlinekf@gmail.com atau klik gambar untuk mengetahui jenis kelas yang bisa kamu ikuti. Tunggu apa lagi? Segera daftarkan dirimu!
*** Pernahkah kamu menulis novel lalu kemudian ketika sampai di tengah, kamu tiba-tiba buntu, ga tahu harus ngapain ceritanya? ga tahu tokoh ceritanya harus dibikin bagaimana? Dan karena pusing kamu berhenti menulis novel itu dan membuangnya ke tempat sampah. Sayang sekali, padahal Indonesia membutuhkan banyak penulis.  
Semua orang bisa menulis tetapi tak semua orang bisa menulis novel. Butuh kesabaran, kerja keras, latihan, dan  tentu saja komitmen. Hanya orang-orang yang bertekad kuat dan memiliki disiplin diri yang mampu menyelesaikan novelnya. Jadi kalau kamu ingin menulis novel, kumpukan tekad, komitmen, dan percaya novel kamu akan selesai. Namun tekad dan lain-lain itu tak cukup u…

Selingan Semusim: Apakah Atas Nama Cinta Semua Menjadi Halal?

Judul: Selingan Semusim
Penulis: Alaika Abdullah
Tebal: 197 halaman
Genre: Roman-erotis

Selingan Semusim adalah sebuah kisah cinta terlarang antara Novita dan Fajar Kenapa terlarang? Bukan karena perbedaan agama, ideologi atau karena tingkat sosial, melainkan karena mereka berdua sama-sama sudah menikah dan keadaan rumah tangga mereka baik-baik saja.
Kisah cinta ini dibumbui dengan adegan seksual yang diceritakan dengan eksplisit. Karena itulah novel ini memang layak disebut sebagai novel dewasa, 21 tahun ke atas.
Kisahnya sendiri berawal dari perkenalan antara Novita dan Fajar dalam sebuah acara kerja lalu berkembang menjadi sebuah affair yang ternyata berkesan bagi keduanya. Walaupun mereka kemudian berpisah karena memikirkan keutuhan keluarga masing-masing, tetapi mereka tidak saling melupakan.
Tragedi tsunami Aceh juga dimasukkan oleh penulisnya ke dalam cerita ini, dan menjadi salah satu unsur yang mengubah jalan cerita. Kalau dulu Novita adalah seorang isteri yang tidak bisa pe…