Skip to main content

Puisi-Puisi Denni Ardianto

Angin Timur Segeralah Menuju Barat

Bertelanjang kaki kusentuh bumi.
Bertelanjang dada sambil menengadah.

Air mata ini turun tanpa ragu.
Sambil kututup mata kuresapi lantunan syair lagu.

Musik Rock bertema cinta mengangkatku diatas awan-awan.
Saat akal mewujudkan kehidupan nyata yang tak rupawan.
tak tau hatiku tersakiti tanpa perlawanan.

Entah bagaimana ini bisa terjadi.
Ku tak tahu jalani hidup ini.
Ingin ku bisikkan berharap tersadari.
“semudah itu kau putuskan cintaku,,,”

Sayang kutakmampu lagi
Sayang kuhanya berdiam memandang langit malam berharap kembali…
Haruskah ku benci syair lagu Rock n Roll komersil bertema cinta.
atau dirmu yang tak biasa lagi setia.

Berhembus angin malam dari laut timur menuju ke barat…
Semoga beban ini tak menjadi berat dan hanya sesaat.
Tak ingin ku terus menjadi sakit, sedang kutahu bagaimana berobat.

Inginku akhiri semua.
Inginku segera masuk rumah.

Berharap keteduhan hati dirimu.
Hingga menemani kematiku.

Yang tak membiarkan ku keluar:
“Bertelanjang kaki kusentuh bumi”.
“Bertelanjang dada sambil menengadah”.

Berhembuslah angin timur segeralah menuju barat sampaikan salam rinduku padanya,,,
sampaikan salam rinduku padanya,,,
sampaikan salam rinduku padanya,,,


Sunyi

Malam ini begitu indah dalam kesunyian;
Hingga tak ingin kumelewatinya begitu saja;
karena esok adalah keterlibatan dalam keramaian yang terpaksakan;

tak ingin keluar rumah untuk larut dalam pembicaraan tak subtantif;
terkadang terkesan hanya cerita pengantar tidur yang ada terhargai dengan mengangguk;
bukan seorang aristoteles atau plato sang filusuf;
hanya tak ingin beranjak dari tempat duduk;

sesekali angin bertiup pelan masuk dalam jendela;
sangat pelannn,,, seolah seseorang disana menyampaikan salam;
Mencoba menikmati Ten2Five, The Fray, Laluna, Naff & lagu-lagu pop-melow lainnya;
menambah atmosfir penuh cinta, cinta dan cinta yang dalam;

Ingin tetap terjaga apa daya raga tak mampu menyangga;
besok sudah waktunya kerja;

Memandangi langit tak berbintang;
Terhantarkan untuk menyadari sesuatu yang terabaikan tapi selalu ada dalam kehangatan;
selalu hadir dalam terang;
Tak tertembus oleh logika untuk bisa dirasakan;
"Cinta dalam ikatan batin" kusebut itu namanya sayang;
Begitu Subjektif untuk dijelaskan.


Indra

mata ini pernah melihatmu
telinga ini pernah mendengar kata-katamu
lidah ini pernah merasakanmu
hidung ini pernah mencium aroma tubuhmu
kulit ini pernah menyentuhmu
kamu sudah menjadi bagaian dari hidupku

mata ini pernah melihatmu
telinga ini pernah mendengar kata-katamu
lidah ini tidak pernah merasakanmu
hidung ini pernah mencium aroma tubuhmu
kulit ini tidak pernah menyentuhmu
kamu membuatku ingin bercinta denganmu

mata ini pernah melihatmu
telinga ini pernah mendengar kata-katamu
lidah ini tidak pernah merasakanmu
hidung ini tidak pernah mencium aroma tubuhmu
kulit ini tidak pernah menyentuhmu
kamu membuatku ingin mengenalmu

mata ini tidak pernah melihatmu
telinga ini tidak pernah mendengar kata-katamu
lidah ini tidak pernah merasakanmu
hidung ini tidak pernah mencium aroma tubuhmu
kulit ini tidak pernah menyentuhmu
kamu membuatku terdiam

tapi...
aku bisa melihat, mendengar, merasa, mencium, dan menyentuhmu dengan hatiku.
aku punya ingatan cinta denganmu "ada"/"tiada"/"tidak ada". dimanapun dan kapanpun

orang baik tidak akan pernah mendapat pujaannya.
dengan hati mereka melakukannya.


Raga Sempurna

Dalam tanah terlahirlah jiwa dan calon raga sempurna
Tumbuh mengikuti cahaya kehidupan
Tidak ada reinkarnasi
Hidup hanya sekali
Benih lepas dari induknya tumbuh bebas lepas meneruskan tugas kehidupan
Induk takrela melepas cinta hati,
Apa daya molekul dalam raga tak kembali sempurna,
Waktu tak berhenti dan tak berjalan mundur
Takdir telah melepaskannya
Usai sudah tugas induk membuahi benihnya yang sudah matang semoga membawa harapan tak berujung
Akar yang menancap kuat bumi menyangga raga keindahan
Batang berduri kuat siap menusuk nafsu bodoh penggoda mahkota
Ya...!! mahkota yang cantik ketika embun membawa cahaya dalam air yang menetes di setiap sudut mahkota, kelak .
Banyak calon raga-raga sempurna yang menunggu takdir dari tuhan bukan penghancur raga
Hidup tak selamanya indah,
berjuang menggapai harapan dari sang pencinta hati
Entah ia milik siapa... kemanapun angin berhembus membawa benih-benih kehidupan
mungkin ia masih yakin, bahwa takdir ada di tangan Tuhan
dan itulah pilihan yang terbaik
Bunga itu adalah kamu.

Sekenario Tuhan

Cinta tumbuh dan berkembang
Waktu yang terus berjalan mengikuti hukum Tuhan
Terasa hilangnya waktu ketika jiwa yang tak berotak dan raga yang membusuk
Entah sekenario Tuhan apa lagi selanjutnya.
Cinta dari anugerah Tuhan berjalan seiring dengan waktu
Yang tak rela melepas penghuni hati.
logika mencari jalan baru
Salah satu karena cinta
Proyek bernilai besar konstruksinya.
Dunia memang tak selamanya indah
Lemah tak berdaya mengganti sekenario,
Tuhan berkata lain.
Semoga pilihan yang tepat
Dan akhirnya aku mendapatkan kamu.

Energi Cinta

Bekal yang tak terlupakan dan selalu ada dalam setiap nafas kehidupan
Mengarungi pasang surut laut
Melebarkan layar menjulang tinggi menyentuh badan awan biru
Mengharap datangnya angin kencang, penghempas kapal ke tujuan
kesepian aku, di tengah samudra tak berujung
Aku seperti burung migrasi tua yang dikejar musim
Yang tak mungkin mengikuti air tak lagi beku.
Berjuang untuk hidup dan menikmati sinar kehidupan
Berharap energi masih konsisten menempati raga yang terkikis
Berharap aku membantu, dan bidadari turun membawa kabar baik.
Cukup meskipun hanya, Menemani dan membisu
Bulan tesenyum terang menyinari bumi dalam selimut tebal
Bintang memberikan arti kehidupan
Perjalan ini adalah perjalanan cinta seorang berstrategi yang butuh kerja sama,
dijalankan untuk bertahan hidup dalam ekpedisi kehidupan
Kebersamaan seikat, mengikat hubungan diantara dua insan
Cinta berkolaborasi dalam jiwa manusia
Jiwa yang bersatu dengan raga.
Hanya pilihan tepat lah dapat menempati ruang dan waktu.
Tanpa harus menunggu waktu yang kian habis.

Kemarin

Melamun jauh tak kunjung raga datang
Jiwa hanya berimajinasi yang ga’ mungkin kesampaian
Muncul sosok bodoh akan cinta barusan kemarin mengajukan M.O.U
M.O.U yang masih dalam Fit and proper test
Sudah waktunya meramaikan hati untuk dimasuki energi hidup
Berfikir panjang, berharap untuk menumbuhkan benih-benih kehidupan
Pelampiasan perjuangan yang konsisten menancap kuat di otak,
Jika, tanpa analisis panjang siapa nanti yang dirugikan.
Kasihan....sungguh kasihan.......
Bayangkan Jiwa dan raga berkorban, tapi tak’ tahu apa kehendak objek yang terus memikat hati
Mungkin ini adalah intimidasi layaknya budak atau apa!
Otak dan perasaan bekerja termotivasi hasrat untuk bertemu tapi apa daya indra pun tak mampu sampai disana.
Terimakasih Tuhan telah Kau ciptakan kenyatan Imajinasi yang tak nyata..

Syukur

Bahagia aku, hidup ini berbunga-bunga, hilang kecemasan
Harapan baru tumbuh dan berkembang
Pujaan hati akhirnya setia menunggu
Meratapi masa depan yang idealis
Ku gapai harapan
Masalah yang aku pikirkan kini takkan pernah menikam hatiku dengan pedang kepedihan,
Apakah hanya sampai itu ?
Tidak, seribu masalah tetap mengikuti nafas kehidupanku
Virus takkan hilang sampai ada anti-virus yang mengikuti perkembanagan per second
Kepedihan yang harus dijalankan bersama-sama
Meskipun terombang-ambing oleh badai petaka penghancur alam semesta
Terima kasih yaa Tuhan.........
Bersyukur aku bertemu dengan ciptaan-Mu ini.

Popular posts from this blog

(Berbagi Pengalaman) Prosedur Umum Menerbitkan Buku Melalui Penerbit Besar

Banyak penulis yang belum berpengalaman menerbitkan buku melalui penerbit besar mengalami kebingungan saat sudah mendapat “lampu hijau” dari penerbit. Kebingungan ini mungkin disebabkan oleh euforia karena mengetahui karyanya akan segera dibukukan dan akan dipajang di toko buku-toko buku seluruh Indonesia. Saking bingungnya, penulis akhirnya hanya bisa pasif menunggu apa selanjutnya yang akan dilakukan penerbit dengan naskahnya. Padahal masih banyak prosedur yang melibatkan penulis secara aktif, sampai buku itu terbit.

Soal bagaimana menembus penerbit, Kampung Fiksi sudah membahasnya di sini. Nah, bagaimana selanjutnya? Suatu hari penerbit menghubungi kamu via email atau telepon, mengabarkan berita yang sudah begitu lama kamu tunggu-tunggu, “Naskahnya mau kita terbitkan. Tunggu kabar selanjutnya dari kami, ya!” Woggh! Silakan merayakan kebahagiaanmu. Tapi jangan lama-lama. Mulailah mengikuti secara cermat hal-hal yang berkaitan dengan terbitnya buku kamu.

Fase selanjutnya setelah mendap…

Membuat Outline Novel

Mau belajar menulis fiksi: cerpen/novel/editing, bisa bergabung di Kelas Online KF dan belajar sesuai waktu dan kebutuhanmu. Untuk informasi lengkap silakan kirim email ke kelasonlinekf@gmail.com atau klik gambar untuk mengetahui jenis kelas yang bisa kamu ikuti. Tunggu apa lagi? Segera daftarkan dirimu!
*** Pernahkah kamu menulis novel lalu kemudian ketika sampai di tengah, kamu tiba-tiba buntu, ga tahu harus ngapain ceritanya? ga tahu tokoh ceritanya harus dibikin bagaimana? Dan karena pusing kamu berhenti menulis novel itu dan membuangnya ke tempat sampah. Sayang sekali, padahal Indonesia membutuhkan banyak penulis.  
Semua orang bisa menulis tetapi tak semua orang bisa menulis novel. Butuh kesabaran, kerja keras, latihan, dan  tentu saja komitmen. Hanya orang-orang yang bertekad kuat dan memiliki disiplin diri yang mampu menyelesaikan novelnya. Jadi kalau kamu ingin menulis novel, kumpukan tekad, komitmen, dan percaya novel kamu akan selesai. Namun tekad dan lain-lain itu tak cukup u…

Selingan Semusim: Apakah Atas Nama Cinta Semua Menjadi Halal?

Judul: Selingan Semusim
Penulis: Alaika Abdullah
Tebal: 197 halaman
Genre: Roman-erotis

Selingan Semusim adalah sebuah kisah cinta terlarang antara Novita dan Fajar Kenapa terlarang? Bukan karena perbedaan agama, ideologi atau karena tingkat sosial, melainkan karena mereka berdua sama-sama sudah menikah dan keadaan rumah tangga mereka baik-baik saja.
Kisah cinta ini dibumbui dengan adegan seksual yang diceritakan dengan eksplisit. Karena itulah novel ini memang layak disebut sebagai novel dewasa, 21 tahun ke atas.
Kisahnya sendiri berawal dari perkenalan antara Novita dan Fajar dalam sebuah acara kerja lalu berkembang menjadi sebuah affair yang ternyata berkesan bagi keduanya. Walaupun mereka kemudian berpisah karena memikirkan keutuhan keluarga masing-masing, tetapi mereka tidak saling melupakan.
Tragedi tsunami Aceh juga dimasukkan oleh penulisnya ke dalam cerita ini, dan menjadi salah satu unsur yang mengubah jalan cerita. Kalau dulu Novita adalah seorang isteri yang tidak bisa pe…