Wednesday, June 15, 2011

Puisi-puisi Dudi Irawan (4)

Catatan kecil dibalik jeruji



Kawan,

Kutuliskan pada ingatan di akhir pekan

Tentang jalan-jalan yang tak pernah kita lewati

Tentang hujan airmata yang menggenangi



Kita berlari-lari

Menantang terik pagi

Kurus jemari memecah karang-karang mimpi

Meski perih tak terperi



Kawan,

Sebelum hari engkau bungkam dengan belati

mainkanlah sejenak lagu tanpa notasi

karena aku kan merindukanmu

juga nada-nada sendumu

dibalik jeruji besi…




Muara



Langkah telah bermuara

Diberanda senja engkau menyulam cerita

Tentang secangkir kopi tanpa gula

Atau asap tembakau dari cigaratte bermerek murah



Renta seumpama phobia

Bergelayut pada bahu

Lalu hinggap pada pundak yang tak lagi perkasa

Mendongengkan kisah –kisah

Yang kau catatkan pada buku setebal satu halaman saja…



Riak telah bermuara

Ditepiannya hijau dedaunan luruh

Ranting-ranting patah terseret pasrah

Jiwa yang rapuh menangis tersedu-sedu



Sebelum menutup mata

Sebelum candu menguap dalam paru-paru

Engkau katakan pada cahaya

Waktumu telah tiba dimuara..