Skip to main content

Puisi-puisi El Hida (5)

Bingkai Hujan
Mengukir bingkai akan kenang dan perjumpaan
Ada yang asing dari tatapan malam kala itu
Langit tampak gundah, Bu, dan aku kian menggigil
Gemawan beriring dari hati menuju matamu
Aku melupa sebuah riwayat yang kau tulis di keningku
Angin semakin tajam, Bu, jantungku ditusukinya
Terjatuh ragaku di antara ombak dan gelombang
Kurasakan letih memenjarakan setiap sabdamu
Aku tak mampu bangun, Bu, matahari menimbuniku
Rembulan lalu jatuh di ujung bulu matamu
Membasahi setiap hela nafas dalam rindu
Ingin sekali kupeluki engkau, Bu, harapku kian membungkuk
Fajar mencekal mimpi saat aku kehilangan lelap
Terbangun dari setiap rintik yang menidurkan gelisah
Aku masih telanjang, Bu, kurasakan tali pusarku masih terikat di rahimmu
Isakan hujan terdengar begitu nyaring
Lututku kian tak bisa kuluruskan dengan masa yang tak henti mengadzaniku
Asaku melepuh, Bu, aku ingin terbaring abadi di jiwamu
El Hida 09062011             

***

PELACUR HUJAN

aku melacur untuk kesekian kali

membiarkan hujan menggerayangi setiap jengkal raga

hingga dia hamili perihku

aku rela



tak ada lagi malam dan siang

masa terlihat kembar dengan hati yang berkepingan

pun engkau hanya tabu

dan setiap rintik dari kemaluan langit itu

menjadi engkau dan kepahitan jiwa



setubuhi aku, wahai engkau jelmaan awan

banjirkan manimu di rahimku

jangan ragu



el hida 03062011
 

Popular posts from this blog

(Berbagi Pengalaman) Prosedur Umum Menerbitkan Buku Melalui Penerbit Besar

Banyak penulis yang belum berpengalaman menerbitkan buku melalui penerbit besar mengalami kebingungan saat sudah mendapat “lampu hijau” dari penerbit. Kebingungan ini mungkin disebabkan oleh euforia karena mengetahui karyanya akan segera dibukukan dan akan dipajang di toko buku-toko buku seluruh Indonesia. Saking bingungnya, penulis akhirnya hanya bisa pasif menunggu apa selanjutnya yang akan dilakukan penerbit dengan naskahnya. Padahal masih banyak prosedur yang melibatkan penulis secara aktif, sampai buku itu terbit.

Soal bagaimana menembus penerbit, Kampung Fiksi sudah membahasnya di sini. Nah, bagaimana selanjutnya? Suatu hari penerbit menghubungi kamu via email atau telepon, mengabarkan berita yang sudah begitu lama kamu tunggu-tunggu, “Naskahnya mau kita terbitkan. Tunggu kabar selanjutnya dari kami, ya!” Woggh! Silakan merayakan kebahagiaanmu. Tapi jangan lama-lama. Mulailah mengikuti secara cermat hal-hal yang berkaitan dengan terbitnya buku kamu.

Fase selanjutnya setelah mendap…

Membuat Outline Novel

Mau belajar menulis fiksi: cerpen/novel/editing, bisa bergabung di Kelas Online KF dan belajar sesuai waktu dan kebutuhanmu. Untuk informasi lengkap silakan kirim email ke kelasonlinekf@gmail.com atau klik gambar untuk mengetahui jenis kelas yang bisa kamu ikuti. Tunggu apa lagi? Segera daftarkan dirimu!
*** Pernahkah kamu menulis novel lalu kemudian ketika sampai di tengah, kamu tiba-tiba buntu, ga tahu harus ngapain ceritanya? ga tahu tokoh ceritanya harus dibikin bagaimana? Dan karena pusing kamu berhenti menulis novel itu dan membuangnya ke tempat sampah. Sayang sekali, padahal Indonesia membutuhkan banyak penulis.  
Semua orang bisa menulis tetapi tak semua orang bisa menulis novel. Butuh kesabaran, kerja keras, latihan, dan  tentu saja komitmen. Hanya orang-orang yang bertekad kuat dan memiliki disiplin diri yang mampu menyelesaikan novelnya. Jadi kalau kamu ingin menulis novel, kumpukan tekad, komitmen, dan percaya novel kamu akan selesai. Namun tekad dan lain-lain itu tak cukup u…

Selingan Semusim: Apakah Atas Nama Cinta Semua Menjadi Halal?

Judul: Selingan Semusim
Penulis: Alaika Abdullah
Tebal: 197 halaman
Genre: Roman-erotis

Selingan Semusim adalah sebuah kisah cinta terlarang antara Novita dan Fajar Kenapa terlarang? Bukan karena perbedaan agama, ideologi atau karena tingkat sosial, melainkan karena mereka berdua sama-sama sudah menikah dan keadaan rumah tangga mereka baik-baik saja.
Kisah cinta ini dibumbui dengan adegan seksual yang diceritakan dengan eksplisit. Karena itulah novel ini memang layak disebut sebagai novel dewasa, 21 tahun ke atas.
Kisahnya sendiri berawal dari perkenalan antara Novita dan Fajar dalam sebuah acara kerja lalu berkembang menjadi sebuah affair yang ternyata berkesan bagi keduanya. Walaupun mereka kemudian berpisah karena memikirkan keutuhan keluarga masing-masing, tetapi mereka tidak saling melupakan.
Tragedi tsunami Aceh juga dimasukkan oleh penulisnya ke dalam cerita ini, dan menjadi salah satu unsur yang mengubah jalan cerita. Kalau dulu Novita adalah seorang isteri yang tidak bisa pe…