Skip to main content

Puisi-puisi Indra Wisudha (3)

Pergi Kerja

Di Pondok Indah musim gugur:
dedaun jatuh satu-satu,
reranting patah buru-buru.

Jakarta, 24 Juni 2009


Oksigen

: kau

Dari setiap nafas yang kautarikhembuskan aku sempilkan harapan. Menjadi partikel oksigen yang mengendap di jantungmu, tinggal, dan tak mau pergi.

Temani kau sampai nanti.

Bandung, 14 Juni 2009


Memilih Engkau

Ketika hujan mendinginkan malam,
menyapu jelaga kota ke telaga, aku
memilih engkau. Sebentuk pribadi
yang serpih tak sempurna.

Maukah engkau berjalan di sampingku,
meniadakan lapar dahaga,
menyuburkan Cinta ke sejatinya?

Engkau jiwa yang cantik meski tubuh
dan hatimu merongsok karena cinta
berhuruf kecil dari lelaki yang terkucil.

Aku memilih untuk mencintai engkau.
Tiada hendak menguasai.

Bandung, 13 Juni 2009

Peluk

Rapatkan dadamu ke dadaku biar keluh
yang jenuh itu meluruh, angin boleh saja merenggutmu
dari hangat, tetapi, di sinilah hangat itu ada.

Kurapatkan dadaku ke dadamu biar hangat
yang nyengat itu tak minggat, dia boleh saja merenggutmu
dari tubuhku, tetapi, di sinilah hatimu tinggal.

Bogor, 11 Juni 2009

Tak Ada Murung yang Pantas

: I.P.Z.

Hari-harimu kau larung dalam murung
seperti sesaji yang enggan dihanyut laut
seperti jajan pasar yang dirusak berebut.

Tapi, kau bukan sesaji yang pasrah
kau perempuan dari planet entah
yang tak gampang menyerah
apalagi laku kalah.

Adakah adil dalam sistem keji ini?
Kerja keras tak selamanya menetas
kerja penjilat cari jalan pintas
- contradictio interminis.

Tak ada murung yang pantas bagi wajahmu
ketika anak-anakmu adalah harapan
ketika kawan-kawanmu bergenggaman.

Jakarta, Juni 2009

Popular posts from this blog

(Berbagi Pengalaman) Prosedur Umum Menerbitkan Buku Melalui Penerbit Besar

Banyak penulis yang belum berpengalaman menerbitkan buku melalui penerbit besar mengalami kebingungan saat sudah mendapat “lampu hijau” dari penerbit. Kebingungan ini mungkin disebabkan oleh euforia karena mengetahui karyanya akan segera dibukukan dan akan dipajang di toko buku-toko buku seluruh Indonesia. Saking bingungnya, penulis akhirnya hanya bisa pasif menunggu apa selanjutnya yang akan dilakukan penerbit dengan naskahnya. Padahal masih banyak prosedur yang melibatkan penulis secara aktif, sampai buku itu terbit.

Soal bagaimana menembus penerbit, Kampung Fiksi sudah membahasnya di sini. Nah, bagaimana selanjutnya? Suatu hari penerbit menghubungi kamu via email atau telepon, mengabarkan berita yang sudah begitu lama kamu tunggu-tunggu, “Naskahnya mau kita terbitkan. Tunggu kabar selanjutnya dari kami, ya!” Woggh! Silakan merayakan kebahagiaanmu. Tapi jangan lama-lama. Mulailah mengikuti secara cermat hal-hal yang berkaitan dengan terbitnya buku kamu.

Fase selanjutnya setelah mendap…

Membuat Outline Novel

Mau belajar menulis fiksi: cerpen/novel/editing, bisa bergabung di Kelas Online KF dan belajar sesuai waktu dan kebutuhanmu. Untuk informasi lengkap silakan kirim email ke kelasonlinekf@gmail.com atau klik gambar untuk mengetahui jenis kelas yang bisa kamu ikuti. Tunggu apa lagi? Segera daftarkan dirimu!
*** Pernahkah kamu menulis novel lalu kemudian ketika sampai di tengah, kamu tiba-tiba buntu, ga tahu harus ngapain ceritanya? ga tahu tokoh ceritanya harus dibikin bagaimana? Dan karena pusing kamu berhenti menulis novel itu dan membuangnya ke tempat sampah. Sayang sekali, padahal Indonesia membutuhkan banyak penulis.  
Semua orang bisa menulis tetapi tak semua orang bisa menulis novel. Butuh kesabaran, kerja keras, latihan, dan  tentu saja komitmen. Hanya orang-orang yang bertekad kuat dan memiliki disiplin diri yang mampu menyelesaikan novelnya. Jadi kalau kamu ingin menulis novel, kumpukan tekad, komitmen, dan percaya novel kamu akan selesai. Namun tekad dan lain-lain itu tak cukup u…

Selingan Semusim: Apakah Atas Nama Cinta Semua Menjadi Halal?

Judul: Selingan Semusim
Penulis: Alaika Abdullah
Tebal: 197 halaman
Genre: Roman-erotis

Selingan Semusim adalah sebuah kisah cinta terlarang antara Novita dan Fajar Kenapa terlarang? Bukan karena perbedaan agama, ideologi atau karena tingkat sosial, melainkan karena mereka berdua sama-sama sudah menikah dan keadaan rumah tangga mereka baik-baik saja.
Kisah cinta ini dibumbui dengan adegan seksual yang diceritakan dengan eksplisit. Karena itulah novel ini memang layak disebut sebagai novel dewasa, 21 tahun ke atas.
Kisahnya sendiri berawal dari perkenalan antara Novita dan Fajar dalam sebuah acara kerja lalu berkembang menjadi sebuah affair yang ternyata berkesan bagi keduanya. Walaupun mereka kemudian berpisah karena memikirkan keutuhan keluarga masing-masing, tetapi mereka tidak saling melupakan.
Tragedi tsunami Aceh juga dimasukkan oleh penulisnya ke dalam cerita ini, dan menjadi salah satu unsur yang mengubah jalan cerita. Kalau dulu Novita adalah seorang isteri yang tidak bisa pe…