Wednesday, June 1, 2011

Puisi-Puisi Naim Ali (1)

(1) Kuberi Tahu Rahasia


lanskap dalam belahan dadaku ada randu yang kunamai dengan namamu. sengaja kutaruh di pingir sungai dan jauh membelakangi kotamu yang memang tidak begitu tua.


namun mengertilah bahwa kotamu telah dipenuhi malang jasad telanjang. hanya saja halimun terlanjur melembabi matamu dan matahari mandir menengok jendela kamarmu, pada akhirnya lumut yang menghisap rumahmu saja tak juga menahu.


selain itu, bila jemari randu itu memaksa kekokohannya roboh, sungai akan menghanyutkannya sampai hilir. kemudian hilir menuntunkan pada rampai samudera, dimana keluasannya meleburkan rona lembayung yang bercerita perihal nyata, bahwa dadaku bisa kamu belah sekarang juga.


(2) Tak Tertahan


pernah aku; kemarin hari belum bermatahari,

keluar aku setelah menguap. lalu saja.

mengalir serupa air, melintas imaji.

deras

tak tertahankan.


ini mimpi, batinku.

hilirnya merindu dalam,

tidak aku tahu kapan datang dan buyar.