Skip to main content

Puisi-puisi Nanda Sayogi Yogisvara (1)

MAAFKAN AKU IBU


Ibu….
Maafkan langkah liarku yang keluar dari lingkaranmu
Lingkaran yang telah membuatmu memeras keringat
Sampai habis
Dan darahlah yang keluar dari pori-pori kulit keringmu 
Ibu….
Sungguh ku tak pernah berniat melukis kegelisahan
Menari dalam deritamu
Memberimu kado kegagalan
Sebuah lingkaran kesia-siaan 
Ibu…
Izinkan aku menghapus lingkaran kosong yang pernah ku buat dari tulang-tulangmu
Izinkan aku membuat lingkaran baru yang di terangi cahaya
Sinarnya menerangi taman hatiku
Sinarnya menerangi langkahku
Kehangatannya begitu nikmat
Mencairkan harapanku yang dibekukan  lingkaran kosong 


By: Nanda Yogisvara

Kangen


Terlalu sulit memejamkan mata
Waktu hati merindukan sebuah lagu
Mengiringi hidupku

Sekuntum bunga yang menghiasi hari
Seberkas cahaya yang menyinari langkah
Sebuah cinta yang yang mengisi hati

Begitu indah
Hingga sampai saat ini
Dan di akhir cerita hidupku
Ku masih merindumu
Selalu...


By: Nanda Yogisvara

LABIL 

Kenapa kaki-kaki ku?
Ku terombang-ambing dalam arus yang berubah-ubah
Beterbangan kesana kemari
Ditiup angin dari segala arah 
Tak dapatkah engkau bertahan?
Dalam satu pilihan hidup yang bulat
Menyongsong cahaya terang
Menatap hari yang cerah
Masih saja aku bingung
Labil
Dan mengambang
Tentang pilihan di ujung jalan 
Aku gagal menata waktu yang sangat mahal
Sia-sia tapak-tapak langkah yang hilang
Kaki-kaki yang berada di persimpangan 

By: Nanda Yogisvara 
 

Popular posts from this blog

(Berbagi Pengalaman) Prosedur Umum Menerbitkan Buku Melalui Penerbit Besar

Banyak penulis yang belum berpengalaman menerbitkan buku melalui penerbit besar mengalami kebingungan saat sudah mendapat “lampu hijau” dari penerbit. Kebingungan ini mungkin disebabkan oleh euforia karena mengetahui karyanya akan segera dibukukan dan akan dipajang di toko buku-toko buku seluruh Indonesia. Saking bingungnya, penulis akhirnya hanya bisa pasif menunggu apa selanjutnya yang akan dilakukan penerbit dengan naskahnya. Padahal masih banyak prosedur yang melibatkan penulis secara aktif, sampai buku itu terbit.

Soal bagaimana menembus penerbit, Kampung Fiksi sudah membahasnya di sini. Nah, bagaimana selanjutnya? Suatu hari penerbit menghubungi kamu via email atau telepon, mengabarkan berita yang sudah begitu lama kamu tunggu-tunggu, “Naskahnya mau kita terbitkan. Tunggu kabar selanjutnya dari kami, ya!” Woggh! Silakan merayakan kebahagiaanmu. Tapi jangan lama-lama. Mulailah mengikuti secara cermat hal-hal yang berkaitan dengan terbitnya buku kamu.

Fase selanjutnya setelah mendap…

Membuat Outline Novel

Mau belajar menulis fiksi: cerpen/novel/editing, bisa bergabung di Kelas Online KF dan belajar sesuai waktu dan kebutuhanmu. Untuk informasi lengkap silakan kirim email ke kelasonlinekf@gmail.com atau klik gambar untuk mengetahui jenis kelas yang bisa kamu ikuti. Tunggu apa lagi? Segera daftarkan dirimu!
*** Pernahkah kamu menulis novel lalu kemudian ketika sampai di tengah, kamu tiba-tiba buntu, ga tahu harus ngapain ceritanya? ga tahu tokoh ceritanya harus dibikin bagaimana? Dan karena pusing kamu berhenti menulis novel itu dan membuangnya ke tempat sampah. Sayang sekali, padahal Indonesia membutuhkan banyak penulis.  
Semua orang bisa menulis tetapi tak semua orang bisa menulis novel. Butuh kesabaran, kerja keras, latihan, dan  tentu saja komitmen. Hanya orang-orang yang bertekad kuat dan memiliki disiplin diri yang mampu menyelesaikan novelnya. Jadi kalau kamu ingin menulis novel, kumpukan tekad, komitmen, dan percaya novel kamu akan selesai. Namun tekad dan lain-lain itu tak cukup u…

Selingan Semusim: Apakah Atas Nama Cinta Semua Menjadi Halal?

Judul: Selingan Semusim
Penulis: Alaika Abdullah
Tebal: 197 halaman
Genre: Roman-erotis

Selingan Semusim adalah sebuah kisah cinta terlarang antara Novita dan Fajar Kenapa terlarang? Bukan karena perbedaan agama, ideologi atau karena tingkat sosial, melainkan karena mereka berdua sama-sama sudah menikah dan keadaan rumah tangga mereka baik-baik saja.
Kisah cinta ini dibumbui dengan adegan seksual yang diceritakan dengan eksplisit. Karena itulah novel ini memang layak disebut sebagai novel dewasa, 21 tahun ke atas.
Kisahnya sendiri berawal dari perkenalan antara Novita dan Fajar dalam sebuah acara kerja lalu berkembang menjadi sebuah affair yang ternyata berkesan bagi keduanya. Walaupun mereka kemudian berpisah karena memikirkan keutuhan keluarga masing-masing, tetapi mereka tidak saling melupakan.
Tragedi tsunami Aceh juga dimasukkan oleh penulisnya ke dalam cerita ini, dan menjadi salah satu unsur yang mengubah jalan cerita. Kalau dulu Novita adalah seorang isteri yang tidak bisa pe…