Skip to main content

Puisi-puisi Prima Wan

Aku Ingin Surgamu


oleh Prima Wan pada 31 Januari 2011 jam 22:03


Aku Ingin Surgamu

Ketika kekuatan dikerahkan untuk melahirkan...

Ketika Jiwa dipertaruhkan untuk melahirkan...

tubuh yang lelah saat membesarkan...



Aku Ingin Surgamu

Tempat mencurahkan segala isi hati

Tempat bersandar saat terbuai

Tak Pernah Jenuh dan Mengeluh



Aku Ingin Surgamu

Berbakti ku sepenuh hati...

kepada sosok pelindung diri

kepada figur penenang jiwa

***

Gelora Rindu


Oleh Prima Wan · 14 Mei 2011


Sempurna....

Malam ini begitu Sempurna

Sesempurna pertemuan Cinta

dalam satu desah bergelora



Sempurna

Malam ini terasa amat sempurna

Bergairah tak hirau suhu

yang memuncak menyatu dalam dingin



Sempurna

Sekali lagi kukatakan

Ketika perjumpaan melewati perpisahan sementara,

Dalam balutan rindu yang menggelegar....


***


Lepas Rindu
oleh Prima Wan pada 14 Mei 2011 jam 0:41


Satu persatu budak belian itu terbebas

dari yang terkungkung menjadi terlepas

tersenyum lepas bisa bernafas

dan lega perasaan menghujam dada



Bersorak anak bertemu ibu

dimana ayah tidak lah tahu

Rindu yang terbelenggu

terlepas bebas seperti budak belian itu



Malam pertemukanlah

kepada mimpi bawa ku bertamu

ke ruang temu yang meraja

hingga terpuas hati yang berselubung rindu


***

FB : Prima. Wan
email : patriarka31@gmail.com
dari kumpulan puisi untuk ayah, ibu, istri dan anakku (koleksi pribadi)

Popular posts from this blog

(Berbagi Pengalaman) Prosedur Umum Menerbitkan Buku Melalui Penerbit Besar

Banyak penulis yang belum berpengalaman menerbitkan buku melalui penerbit besar mengalami kebingungan saat sudah mendapat “lampu hijau” dari penerbit. Kebingungan ini mungkin disebabkan oleh euforia karena mengetahui karyanya akan segera dibukukan dan akan dipajang di toko buku-toko buku seluruh Indonesia. Saking bingungnya, penulis akhirnya hanya bisa pasif menunggu apa selanjutnya yang akan dilakukan penerbit dengan naskahnya. Padahal masih banyak prosedur yang melibatkan penulis secara aktif, sampai buku itu terbit.

Soal bagaimana menembus penerbit, Kampung Fiksi sudah membahasnya di sini. Nah, bagaimana selanjutnya? Suatu hari penerbit menghubungi kamu via email atau telepon, mengabarkan berita yang sudah begitu lama kamu tunggu-tunggu, “Naskahnya mau kita terbitkan. Tunggu kabar selanjutnya dari kami, ya!” Woggh! Silakan merayakan kebahagiaanmu. Tapi jangan lama-lama. Mulailah mengikuti secara cermat hal-hal yang berkaitan dengan terbitnya buku kamu.

Fase selanjutnya setelah mendap…

Membuat Outline Novel

Mau belajar menulis fiksi: cerpen/novel/editing, bisa bergabung di Kelas Online KF dan belajar sesuai waktu dan kebutuhanmu. Untuk informasi lengkap silakan kirim email ke kelasonlinekf@gmail.com atau klik gambar untuk mengetahui jenis kelas yang bisa kamu ikuti. Tunggu apa lagi? Segera daftarkan dirimu!
*** Pernahkah kamu menulis novel lalu kemudian ketika sampai di tengah, kamu tiba-tiba buntu, ga tahu harus ngapain ceritanya? ga tahu tokoh ceritanya harus dibikin bagaimana? Dan karena pusing kamu berhenti menulis novel itu dan membuangnya ke tempat sampah. Sayang sekali, padahal Indonesia membutuhkan banyak penulis.  
Semua orang bisa menulis tetapi tak semua orang bisa menulis novel. Butuh kesabaran, kerja keras, latihan, dan  tentu saja komitmen. Hanya orang-orang yang bertekad kuat dan memiliki disiplin diri yang mampu menyelesaikan novelnya. Jadi kalau kamu ingin menulis novel, kumpukan tekad, komitmen, dan percaya novel kamu akan selesai. Namun tekad dan lain-lain itu tak cukup u…

Selingan Semusim: Apakah Atas Nama Cinta Semua Menjadi Halal?

Judul: Selingan Semusim
Penulis: Alaika Abdullah
Tebal: 197 halaman
Genre: Roman-erotis

Selingan Semusim adalah sebuah kisah cinta terlarang antara Novita dan Fajar Kenapa terlarang? Bukan karena perbedaan agama, ideologi atau karena tingkat sosial, melainkan karena mereka berdua sama-sama sudah menikah dan keadaan rumah tangga mereka baik-baik saja.
Kisah cinta ini dibumbui dengan adegan seksual yang diceritakan dengan eksplisit. Karena itulah novel ini memang layak disebut sebagai novel dewasa, 21 tahun ke atas.
Kisahnya sendiri berawal dari perkenalan antara Novita dan Fajar dalam sebuah acara kerja lalu berkembang menjadi sebuah affair yang ternyata berkesan bagi keduanya. Walaupun mereka kemudian berpisah karena memikirkan keutuhan keluarga masing-masing, tetapi mereka tidak saling melupakan.
Tragedi tsunami Aceh juga dimasukkan oleh penulisnya ke dalam cerita ini, dan menjadi salah satu unsur yang mengubah jalan cerita. Kalau dulu Novita adalah seorang isteri yang tidak bisa pe…