Skip to main content

Puisi-puisi Sigit Prabowo

Bagaimana jika dia tidak datang?

Ketika itu ia menjanjikan datang lagi untuk menyapaku
Menyapa dengan rintiknya yang lembut
Menyapa dengan wanginya yang khas
Menyapa dengan suara tetesannya menyentuh bumi
Dan sang gadis penunggu hujan masih berada di sana, di beranda rumah itu
Selalu menungu sang hujan menyapanya kembali
Untuk menceritakan kisah persahabatan dan percintaan
Ah, semakin kelam dan dingin
Tetapi dia masih belum datang
Sang bulan dan bintang bersinar cerah seolah pongah
Mengejek gadis penunggu hujan yang terus menanti
Lalu, bagaimana jika ia ingkar janji?
Tidak menyapa sang gadis lagi?
Ah, tidak mungkin ia ingkar janji....
Dia pasti akan kembali menyapa....
Dan pasti....

(by: Sigit Prabowo)

*
Menunggu senja

Kulangkahkan sepasang kaki telanjang ini
Melintasi tajamnya karang di sepanjang pantai itu
Melewati licinnya lumut-lumut hijau yang berserakan
Kuhempaskan tubuh rapuh inidi pasir coklat yang tidak lagi indah
Hanya sekedar melepas lelah
Hanya sekedar mengumpulkan tenaga
Kulayangkan pandangan ke cakrawala dunia yang mulai kemerahan
Kusapu pandanganku tanpa ingin terlewatkan sedikitpun warna indahmu
Kunikmati setiap inci pemandangan ini
Hanya untuk mengenangmu
Entah berapa senja aku menunggu di sini
Menantikan seseorang yang entah di mana
Entah mengapa pula aku masih di sini
Menunggu seseorang yang tidak pasti
Mungkin pula dia sudah beranak dengan juragan kapal itu
Atau mungkin pula dia tenggelam ditelan gulungan ombak itu
Atau mungkin dia sudah sukses di kota
Entah mengapa aku masih menunggu....
Entahlah, aku hanya menunggu...bertemankan senja....

(by : Sigit Prabowo)

Popular posts from this blog

(Berbagi Pengalaman) Prosedur Umum Menerbitkan Buku Melalui Penerbit Besar

Banyak penulis yang belum berpengalaman menerbitkan buku melalui penerbit besar mengalami kebingungan saat sudah mendapat “lampu hijau” dari penerbit. Kebingungan ini mungkin disebabkan oleh euforia karena mengetahui karyanya akan segera dibukukan dan akan dipajang di toko buku-toko buku seluruh Indonesia. Saking bingungnya, penulis akhirnya hanya bisa pasif menunggu apa selanjutnya yang akan dilakukan penerbit dengan naskahnya. Padahal masih banyak prosedur yang melibatkan penulis secara aktif, sampai buku itu terbit.

Soal bagaimana menembus penerbit, Kampung Fiksi sudah membahasnya di sini. Nah, bagaimana selanjutnya? Suatu hari penerbit menghubungi kamu via email atau telepon, mengabarkan berita yang sudah begitu lama kamu tunggu-tunggu, “Naskahnya mau kita terbitkan. Tunggu kabar selanjutnya dari kami, ya!” Woggh! Silakan merayakan kebahagiaanmu. Tapi jangan lama-lama. Mulailah mengikuti secara cermat hal-hal yang berkaitan dengan terbitnya buku kamu.

Fase selanjutnya setelah mendap…

Membuat Outline Novel

Mau belajar menulis fiksi: cerpen/novel/editing, bisa bergabung di Kelas Online KF dan belajar sesuai waktu dan kebutuhanmu. Untuk informasi lengkap silakan kirim email ke kelasonlinekf@gmail.com atau klik gambar untuk mengetahui jenis kelas yang bisa kamu ikuti. Tunggu apa lagi? Segera daftarkan dirimu!
*** Pernahkah kamu menulis novel lalu kemudian ketika sampai di tengah, kamu tiba-tiba buntu, ga tahu harus ngapain ceritanya? ga tahu tokoh ceritanya harus dibikin bagaimana? Dan karena pusing kamu berhenti menulis novel itu dan membuangnya ke tempat sampah. Sayang sekali, padahal Indonesia membutuhkan banyak penulis.  
Semua orang bisa menulis tetapi tak semua orang bisa menulis novel. Butuh kesabaran, kerja keras, latihan, dan  tentu saja komitmen. Hanya orang-orang yang bertekad kuat dan memiliki disiplin diri yang mampu menyelesaikan novelnya. Jadi kalau kamu ingin menulis novel, kumpukan tekad, komitmen, dan percaya novel kamu akan selesai. Namun tekad dan lain-lain itu tak cukup u…

Selingan Semusim: Apakah Atas Nama Cinta Semua Menjadi Halal?

Judul: Selingan Semusim
Penulis: Alaika Abdullah
Tebal: 197 halaman
Genre: Roman-erotis

Selingan Semusim adalah sebuah kisah cinta terlarang antara Novita dan Fajar Kenapa terlarang? Bukan karena perbedaan agama, ideologi atau karena tingkat sosial, melainkan karena mereka berdua sama-sama sudah menikah dan keadaan rumah tangga mereka baik-baik saja.
Kisah cinta ini dibumbui dengan adegan seksual yang diceritakan dengan eksplisit. Karena itulah novel ini memang layak disebut sebagai novel dewasa, 21 tahun ke atas.
Kisahnya sendiri berawal dari perkenalan antara Novita dan Fajar dalam sebuah acara kerja lalu berkembang menjadi sebuah affair yang ternyata berkesan bagi keduanya. Walaupun mereka kemudian berpisah karena memikirkan keutuhan keluarga masing-masing, tetapi mereka tidak saling melupakan.
Tragedi tsunami Aceh juga dimasukkan oleh penulisnya ke dalam cerita ini, dan menjadi salah satu unsur yang mengubah jalan cerita. Kalau dulu Novita adalah seorang isteri yang tidak bisa pe…