Skip to main content

Puisi-Puisi Yustus “Oijoon” Maturbongs

Cinta dan pengharapan di bawah hujan

Oleh : Yustus “Oijoon” Maturbongs

Langkah kakinya bergerak gemulai
Seolah tak mau kalah dengan rintik hujan yang menari
Padahal percikan air sempat membasahi
Betisnya yang aduhai

Perempuan berpayung merah muda
aku mengintipnya dibalik jendela kaca
berusaha mereka-reka
di senja ini siapakah kau jelita?

Ia berhenti sejenak dan memutar payungnya
Senyumnya meredam amarah hujan
Tatapannya mengalihkan dunia
Aku penasaran

Lalu dari balik kabut dan keramaian
Mendekatlah lelaki berpayung hitam berjalan perlahan
Berdua mengumbar kemesraan
Berciuman di bawah hujan

Perempuan berpayung merah muda dan laki-laki berpayung hitam
Aku harus mengucapkan terima kasih pada kalian
Karena senja itu hatiku sedang kelam
Dan kemesraan kalian seolah pengharapan

Aku tak kenal kalian
Kalian pun tak melihat aku
Tapi alam dan Tuhan sedang mengirim pesan
Kalau cinta menyapa kita saat itu

Langit boleh pekat
Hujan selalu deras
Tapi pengharapan kan selalu mendekat
Bagi mereka yang tak putus asa dan berusaha keras


Maritje

Oleh : Yustus “Oijoon” Maturbongs

/1/ Subuh

Hanya kabut

Dingin membalut

Kulitnya yang keriput


/2/ Maritje

Tua renta

Bertahan hidup menyusuri Boulevard

Pisang goreng dalam keranjang


/3/ Hujan

Menghunjam bumi

Di awal juni

Boulevard subuh ini

Popular posts from this blog

(Berbagi Pengalaman) Prosedur Umum Menerbitkan Buku Melalui Penerbit Besar

Banyak penulis yang belum berpengalaman menerbitkan buku melalui penerbit besar mengalami kebingungan saat sudah mendapat “lampu hijau” dari penerbit. Kebingungan ini mungkin disebabkan oleh euforia karena mengetahui karyanya akan segera dibukukan dan akan dipajang di toko buku-toko buku seluruh Indonesia. Saking bingungnya, penulis akhirnya hanya bisa pasif menunggu apa selanjutnya yang akan dilakukan penerbit dengan naskahnya. Padahal masih banyak prosedur yang melibatkan penulis secara aktif, sampai buku itu terbit.

Soal bagaimana menembus penerbit, Kampung Fiksi sudah membahasnya di sini. Nah, bagaimana selanjutnya? Suatu hari penerbit menghubungi kamu via email atau telepon, mengabarkan berita yang sudah begitu lama kamu tunggu-tunggu, “Naskahnya mau kita terbitkan. Tunggu kabar selanjutnya dari kami, ya!” Woggh! Silakan merayakan kebahagiaanmu. Tapi jangan lama-lama. Mulailah mengikuti secara cermat hal-hal yang berkaitan dengan terbitnya buku kamu.

Fase selanjutnya setelah mendap…

Membuat Outline Novel

Mau belajar menulis fiksi: cerpen/novel/editing, bisa bergabung di Kelas Online KF dan belajar sesuai waktu dan kebutuhanmu. Untuk informasi lengkap silakan kirim email ke kelasonlinekf@gmail.com atau klik gambar untuk mengetahui jenis kelas yang bisa kamu ikuti. Tunggu apa lagi? Segera daftarkan dirimu!
*** Pernahkah kamu menulis novel lalu kemudian ketika sampai di tengah, kamu tiba-tiba buntu, ga tahu harus ngapain ceritanya? ga tahu tokoh ceritanya harus dibikin bagaimana? Dan karena pusing kamu berhenti menulis novel itu dan membuangnya ke tempat sampah. Sayang sekali, padahal Indonesia membutuhkan banyak penulis.  
Semua orang bisa menulis tetapi tak semua orang bisa menulis novel. Butuh kesabaran, kerja keras, latihan, dan  tentu saja komitmen. Hanya orang-orang yang bertekad kuat dan memiliki disiplin diri yang mampu menyelesaikan novelnya. Jadi kalau kamu ingin menulis novel, kumpukan tekad, komitmen, dan percaya novel kamu akan selesai. Namun tekad dan lain-lain itu tak cukup u…

Selingan Semusim: Apakah Atas Nama Cinta Semua Menjadi Halal?

Judul: Selingan Semusim
Penulis: Alaika Abdullah
Tebal: 197 halaman
Genre: Roman-erotis

Selingan Semusim adalah sebuah kisah cinta terlarang antara Novita dan Fajar Kenapa terlarang? Bukan karena perbedaan agama, ideologi atau karena tingkat sosial, melainkan karena mereka berdua sama-sama sudah menikah dan keadaan rumah tangga mereka baik-baik saja.
Kisah cinta ini dibumbui dengan adegan seksual yang diceritakan dengan eksplisit. Karena itulah novel ini memang layak disebut sebagai novel dewasa, 21 tahun ke atas.
Kisahnya sendiri berawal dari perkenalan antara Novita dan Fajar dalam sebuah acara kerja lalu berkembang menjadi sebuah affair yang ternyata berkesan bagi keduanya. Walaupun mereka kemudian berpisah karena memikirkan keutuhan keluarga masing-masing, tetapi mereka tidak saling melupakan.
Tragedi tsunami Aceh juga dimasukkan oleh penulisnya ke dalam cerita ini, dan menjadi salah satu unsur yang mengubah jalan cerita. Kalau dulu Novita adalah seorang isteri yang tidak bisa pe…