Skip to main content

Puisi Ragil Koentjorodjati (1)

Perempuan Penunggu Hujan


Suatu malam menjelang subuh, perempuan penunggu hujan, luluh lantak letih layu dipelukan gerimis pagi buta.. Ia tidak membasuh mukanya. Ia membiarkan rinai menelanjanginya. Hanya jika di pagi buta, ia menyerahkan ketelanjangan pada lelaki tanpa nama. Lelaki yang hidup di musim kemarau pada tahun-tahun yang hilang dari ingatannya.

Bertahun Liris lirik lagu lunglai terkulai. Nada-nada di nadinya tanpa dentang dan denting. Hanya jika hujan tiba, irama kembali menggema. Menggelora di tiap detik detak jantungnya. Menyalai kembali api di mata lentik nyaris mati mati-matian menjaga api di tengah hujan  untuk lelaki tanpa nama. Yang bertahun hidup di ingatannya.

Ia tidak mengenal kemarau. Karena kemarau adalah dirinya. Resap tandas di tiap hentakan nafas. Hancur lebur bersama bilur yang tak sempat dikubur. Seringkali ia bertanya,"Luka mana lebih luka tercipta dari lelaki yang hilang ditelan hujan kala engkau sedang bermesraan." Sejak itu, ia menjadi penunggu hujan. Pagi siang petang malam, ia menunggu hujan.

Malam itu belum larut. Ketika kabut turun dari pucuk dedaunan, gerimis semu menyentakkannya. Bergegas ia merias jiwa raga untuk lelaki tanpa nama. Tekad bulat melipat layar dan menghentikan perjalanan mentautkan diri dengan lelaki tanpa nama. Bersama selamanya dalam hujan.

Di gerimis semu sesaat itu, kubisikkan padanya,"Jangan pernah mencintai pengembara karena ia selalu akan meninggalkanmu dalam hujan.

Popular posts from this blog

(Berbagi Pengalaman) Prosedur Umum Menerbitkan Buku Melalui Penerbit Besar

Banyak penulis yang belum berpengalaman menerbitkan buku melalui penerbit besar mengalami kebingungan saat sudah mendapat “lampu hijau” dari penerbit. Kebingungan ini mungkin disebabkan oleh euforia karena mengetahui karyanya akan segera dibukukan dan akan dipajang di toko buku-toko buku seluruh Indonesia. Saking bingungnya, penulis akhirnya hanya bisa pasif menunggu apa selanjutnya yang akan dilakukan penerbit dengan naskahnya. Padahal masih banyak prosedur yang melibatkan penulis secara aktif, sampai buku itu terbit.

Soal bagaimana menembus penerbit, Kampung Fiksi sudah membahasnya di sini. Nah, bagaimana selanjutnya? Suatu hari penerbit menghubungi kamu via email atau telepon, mengabarkan berita yang sudah begitu lama kamu tunggu-tunggu, “Naskahnya mau kita terbitkan. Tunggu kabar selanjutnya dari kami, ya!” Woggh! Silakan merayakan kebahagiaanmu. Tapi jangan lama-lama. Mulailah mengikuti secara cermat hal-hal yang berkaitan dengan terbitnya buku kamu.

Fase selanjutnya setelah mendap…

Membuat Outline Novel

Mau belajar menulis fiksi: cerpen/novel/editing, bisa bergabung di Kelas Online KF dan belajar sesuai waktu dan kebutuhanmu. Untuk informasi lengkap silakan kirim email ke kelasonlinekf@gmail.com atau klik gambar untuk mengetahui jenis kelas yang bisa kamu ikuti. Tunggu apa lagi? Segera daftarkan dirimu!
*** Pernahkah kamu menulis novel lalu kemudian ketika sampai di tengah, kamu tiba-tiba buntu, ga tahu harus ngapain ceritanya? ga tahu tokoh ceritanya harus dibikin bagaimana? Dan karena pusing kamu berhenti menulis novel itu dan membuangnya ke tempat sampah. Sayang sekali, padahal Indonesia membutuhkan banyak penulis.  
Semua orang bisa menulis tetapi tak semua orang bisa menulis novel. Butuh kesabaran, kerja keras, latihan, dan  tentu saja komitmen. Hanya orang-orang yang bertekad kuat dan memiliki disiplin diri yang mampu menyelesaikan novelnya. Jadi kalau kamu ingin menulis novel, kumpukan tekad, komitmen, dan percaya novel kamu akan selesai. Namun tekad dan lain-lain itu tak cukup u…

Selingan Semusim: Apakah Atas Nama Cinta Semua Menjadi Halal?

Judul: Selingan Semusim
Penulis: Alaika Abdullah
Tebal: 197 halaman
Genre: Roman-erotis

Selingan Semusim adalah sebuah kisah cinta terlarang antara Novita dan Fajar Kenapa terlarang? Bukan karena perbedaan agama, ideologi atau karena tingkat sosial, melainkan karena mereka berdua sama-sama sudah menikah dan keadaan rumah tangga mereka baik-baik saja.
Kisah cinta ini dibumbui dengan adegan seksual yang diceritakan dengan eksplisit. Karena itulah novel ini memang layak disebut sebagai novel dewasa, 21 tahun ke atas.
Kisahnya sendiri berawal dari perkenalan antara Novita dan Fajar dalam sebuah acara kerja lalu berkembang menjadi sebuah affair yang ternyata berkesan bagi keduanya. Walaupun mereka kemudian berpisah karena memikirkan keutuhan keluarga masing-masing, tetapi mereka tidak saling melupakan.
Tragedi tsunami Aceh juga dimasukkan oleh penulisnya ke dalam cerita ini, dan menjadi salah satu unsur yang mengubah jalan cerita. Kalau dulu Novita adalah seorang isteri yang tidak bisa pe…