Friday, August 5, 2011

Aku Mendengar Doanya Semalam

"Perkenalkanlah, aku adalah sang penguasa langit. Sosok yang selalu ditunggu tuk membaca sebuah pesan. Ya, sebuah pesan yang diukir dari hati seorang makhluk."

Sang dewa dewi menyentil telinga Sang Penguasa Langit.
"Aow, siapa yang sedang merintih kerinduan di daratan bumi?" Tanya Sang Penguasa langit sambil terkejut. Ia langsung membuka layar lebarnya. Dan ia tertegun pada aura menyala-nyala seorang manusia.


“Hei, Sang malam, apakah kau terlelap tidur sehingga kau tidak bisa melihatnya? Coba lihat itu di sana. Dan Ada apa gerangan dengan Sang bulan, ia sudah menenggelamkan tubuhnya. Bangunkan ia. Ayo cepat, aku mau semuanya menatap ke arah bumi. Aku heran dengan sang bumi, bukannya ia yang memberitahuku tapi malah Sang dewa-dewi khayangan sana,” seru sang penguasa langit kepada sang malam.

Sang penguasa malam tersentak karena mendengar suara yang sangat riuh dari kedalaman laut. Mereka para penghuni laut telah menggetarkan kaki mereka dan mengeluarkan suara dentuman keras, namun terdengar hening di telinga manusia. Ikan-ikan hiu meniupkan terompet, menuntun semua makhluk laut tuk berlutut dan mengangkat kedua tangannya. Itu pertanda, mereka akan segera bersiap-siap untuk bersujud.

Seluruh para penguasa jagat telah hadir berkumpul. Mereka terhanyut dalam buaian puji-pujian yang berasal dari suara seorang wanita. Tiada satu pun mengenai keluh kesah, semua bait-baitnya hanya memuja-muja Atasanku, yaitu Sang Maha Penguasa dari segala hal yang Maha.

Sang penguasa laut telah membelah samudera untuk membuka aliran lagu-lagu permohonan maaf dari segala yang kelam, sedangkan Sang malam bersama sang rembulan serta bintang-bintang membuka angkasa tuk menyanyikan kidung menghapus segala kegelapan pada wanita itu. Dan sang langit menuju pintu-pintu Singgasana tuk meneruskan pesan-pesan yang disampaikan oleh wanita itu.
Sang malaikat pun mengipaskan sayap-sayapnya tuk menghadirkan butir-butir kemilau.

Sang matahari saja berdiri di ufuk sana membantu Sang Malam tuk menerangkan kilauan cahaya. Kami semua, aku-Sang penguasa langit, Sang penguasa malam, sang penguasa siang, sang penguasa sore, sang penguasa laut,sang bulan,para makhluk malam, siang dan pagi, para bintang, para penghuni laut, para bidadari, para malaikat, Para dewa-dewi khayangan berkumpul padu di posisi masing-masing.

Kami semua pun bersimpuh sujud kepada Sang Pencipta kami dengan serentak. Dan kami semua berseru,” Ya, Wahai Sang Maha Besar, Kabulkanlah doa-doa wanita itu dan Kabulkan lah permohonan kami”.

Dari ujung sana, datanglah sebuah sinar terang menderang penuh bertahtakan kerlap-kerlip cahaya beraromakan wewangian. DIA melangkah gagah menghampiri wanita itu. DIA duduk sejajar wanita itu. DIA tatap penuh keteduhan ke arahnya. DIA usap wajah wanita itu penuh kelembutan serasa bak kapas-kapas putih yang menyentuh di pipi. Lalu DIA kecupkan kening wanita itu penuh kemesraan. Lama. Lama DIA mendaratkan bibirNYa, seolah-olah DIA enggan melepaskannya.




DIA memegang dagu sang wanita dan DIA berkata,” Kau habiskan hidupmu penuh tutur kalimat cinta KepadaKu di setiap waktumu. Kau akan memperoleh segala hal yang menjadi hakmu atas cinta dan kesetiaanmu kepada Aku”.

Lalu DIA berkata kepada Sang raja kegelapan,” Lihatlah dia, airmatanya jatuh mengalir deras, sehingga Sang penguasa laut pun tak mampu membendung karena cintanya begitu besar kepadaKU.” “ Sedangkan kau selalu saja berpaling dariKu!”, lanjut DIA. Sang raja kegelapan pun tertunduk dan tetap hatinya sinis .

(Aku terbangun dari tidurku, “ Ya Ampun, Aku masih duduk di atas sajadah ini.” Dan mimpi apa aku tadi? Seperti begitu nyata, aku melihat sosok yang besar penuh cahaya putih dan berwajah tampan. DIA bagaikan seorang Kekasih yang mencium keningku. Ah, suatu peristiwa aneh tapi begitu mententramkan hatiku. Seolah-olah aku berada dalam rongga percintaan yang tak pernah berhenti berseri dan selalu bersemi di tiap musim.)

“ Ssttt, diam! Jangan ada di antara kalian yang membocorkan hal ini kepada siapa pun! Biarkanlah dia terus menari-nari di atas bait-baitnya”, ujar Sang Maha Penguasa kepada semua makhluk yang hadir saat itu.

Dan Sang penguasa langit tersenyum bahagia, sekumpulan pesan pujian telah sampai ditanganNya dengan perasaan gembira DIA menerimanya. Suatu perasaan bergelora karena seorang wanita setia jatuh cinta kepadaNya.

Ya, aku, Sang penguasa langit, mendengar doanya semalam. Doa yang dihadiahkan oleh wanita itu kepada Kekasih Setianya.

“Setiap wanita yang selalu memanjatkan Puja Puji KebesaranNya, maka para makhluk Allah yang bukan bernama manusia, akan turut memohon KepadaNya agar setiap MUnajat yang keluar dari bibir wanita dikabulkan olehNYa.” Inilah salah satu dari 41 keistimewaan yang akan didapatkan bagi wanita yang ikhlas sepenuh hati mencintaiNYa lebih dari apapun di dunia ini.