Skip to main content

Aku Mendengar Doanya Semalam

"Perkenalkanlah, aku adalah sang penguasa langit. Sosok yang selalu ditunggu tuk membaca sebuah pesan. Ya, sebuah pesan yang diukir dari hati seorang makhluk."

Sang dewa dewi menyentil telinga Sang Penguasa Langit.
"Aow, siapa yang sedang merintih kerinduan di daratan bumi?" Tanya Sang Penguasa langit sambil terkejut. Ia langsung membuka layar lebarnya. Dan ia tertegun pada aura menyala-nyala seorang manusia.


“Hei, Sang malam, apakah kau terlelap tidur sehingga kau tidak bisa melihatnya? Coba lihat itu di sana. Dan Ada apa gerangan dengan Sang bulan, ia sudah menenggelamkan tubuhnya. Bangunkan ia. Ayo cepat, aku mau semuanya menatap ke arah bumi. Aku heran dengan sang bumi, bukannya ia yang memberitahuku tapi malah Sang dewa-dewi khayangan sana,” seru sang penguasa langit kepada sang malam.

Sang penguasa malam tersentak karena mendengar suara yang sangat riuh dari kedalaman laut. Mereka para penghuni laut telah menggetarkan kaki mereka dan mengeluarkan suara dentuman keras, namun terdengar hening di telinga manusia. Ikan-ikan hiu meniupkan terompet, menuntun semua makhluk laut tuk berlutut dan mengangkat kedua tangannya. Itu pertanda, mereka akan segera bersiap-siap untuk bersujud.

Seluruh para penguasa jagat telah hadir berkumpul. Mereka terhanyut dalam buaian puji-pujian yang berasal dari suara seorang wanita. Tiada satu pun mengenai keluh kesah, semua bait-baitnya hanya memuja-muja Atasanku, yaitu Sang Maha Penguasa dari segala hal yang Maha.

Sang penguasa laut telah membelah samudera untuk membuka aliran lagu-lagu permohonan maaf dari segala yang kelam, sedangkan Sang malam bersama sang rembulan serta bintang-bintang membuka angkasa tuk menyanyikan kidung menghapus segala kegelapan pada wanita itu. Dan sang langit menuju pintu-pintu Singgasana tuk meneruskan pesan-pesan yang disampaikan oleh wanita itu.
Sang malaikat pun mengipaskan sayap-sayapnya tuk menghadirkan butir-butir kemilau.

Sang matahari saja berdiri di ufuk sana membantu Sang Malam tuk menerangkan kilauan cahaya. Kami semua, aku-Sang penguasa langit, Sang penguasa malam, sang penguasa siang, sang penguasa sore, sang penguasa laut,sang bulan,para makhluk malam, siang dan pagi, para bintang, para penghuni laut, para bidadari, para malaikat, Para dewa-dewi khayangan berkumpul padu di posisi masing-masing.

Kami semua pun bersimpuh sujud kepada Sang Pencipta kami dengan serentak. Dan kami semua berseru,” Ya, Wahai Sang Maha Besar, Kabulkanlah doa-doa wanita itu dan Kabulkan lah permohonan kami”.

Dari ujung sana, datanglah sebuah sinar terang menderang penuh bertahtakan kerlap-kerlip cahaya beraromakan wewangian. DIA melangkah gagah menghampiri wanita itu. DIA duduk sejajar wanita itu. DIA tatap penuh keteduhan ke arahnya. DIA usap wajah wanita itu penuh kelembutan serasa bak kapas-kapas putih yang menyentuh di pipi. Lalu DIA kecupkan kening wanita itu penuh kemesraan. Lama. Lama DIA mendaratkan bibirNYa, seolah-olah DIA enggan melepaskannya.




DIA memegang dagu sang wanita dan DIA berkata,” Kau habiskan hidupmu penuh tutur kalimat cinta KepadaKu di setiap waktumu. Kau akan memperoleh segala hal yang menjadi hakmu atas cinta dan kesetiaanmu kepada Aku”.

Lalu DIA berkata kepada Sang raja kegelapan,” Lihatlah dia, airmatanya jatuh mengalir deras, sehingga Sang penguasa laut pun tak mampu membendung karena cintanya begitu besar kepadaKU.” “ Sedangkan kau selalu saja berpaling dariKu!”, lanjut DIA. Sang raja kegelapan pun tertunduk dan tetap hatinya sinis .

(Aku terbangun dari tidurku, “ Ya Ampun, Aku masih duduk di atas sajadah ini.” Dan mimpi apa aku tadi? Seperti begitu nyata, aku melihat sosok yang besar penuh cahaya putih dan berwajah tampan. DIA bagaikan seorang Kekasih yang mencium keningku. Ah, suatu peristiwa aneh tapi begitu mententramkan hatiku. Seolah-olah aku berada dalam rongga percintaan yang tak pernah berhenti berseri dan selalu bersemi di tiap musim.)

“ Ssttt, diam! Jangan ada di antara kalian yang membocorkan hal ini kepada siapa pun! Biarkanlah dia terus menari-nari di atas bait-baitnya”, ujar Sang Maha Penguasa kepada semua makhluk yang hadir saat itu.

Dan Sang penguasa langit tersenyum bahagia, sekumpulan pesan pujian telah sampai ditanganNya dengan perasaan gembira DIA menerimanya. Suatu perasaan bergelora karena seorang wanita setia jatuh cinta kepadaNya.

Ya, aku, Sang penguasa langit, mendengar doanya semalam. Doa yang dihadiahkan oleh wanita itu kepada Kekasih Setianya.

“Setiap wanita yang selalu memanjatkan Puja Puji KebesaranNya, maka para makhluk Allah yang bukan bernama manusia, akan turut memohon KepadaNya agar setiap MUnajat yang keluar dari bibir wanita dikabulkan olehNYa.” Inilah salah satu dari 41 keistimewaan yang akan didapatkan bagi wanita yang ikhlas sepenuh hati mencintaiNYa lebih dari apapun di dunia ini.

Popular posts from this blog

(Berbagi Pengalaman) Prosedur Umum Menerbitkan Buku Melalui Penerbit Besar

Banyak penulis yang belum berpengalaman menerbitkan buku melalui penerbit besar mengalami kebingungan saat sudah mendapat “lampu hijau” dari penerbit. Kebingungan ini mungkin disebabkan oleh euforia karena mengetahui karyanya akan segera dibukukan dan akan dipajang di toko buku-toko buku seluruh Indonesia. Saking bingungnya, penulis akhirnya hanya bisa pasif menunggu apa selanjutnya yang akan dilakukan penerbit dengan naskahnya. Padahal masih banyak prosedur yang melibatkan penulis secara aktif, sampai buku itu terbit.

Soal bagaimana menembus penerbit, Kampung Fiksi sudah membahasnya di sini. Nah, bagaimana selanjutnya? Suatu hari penerbit menghubungi kamu via email atau telepon, mengabarkan berita yang sudah begitu lama kamu tunggu-tunggu, “Naskahnya mau kita terbitkan. Tunggu kabar selanjutnya dari kami, ya!” Woggh! Silakan merayakan kebahagiaanmu. Tapi jangan lama-lama. Mulailah mengikuti secara cermat hal-hal yang berkaitan dengan terbitnya buku kamu.

Fase selanjutnya setelah mendap…

Membuat Outline Novel

Mau belajar menulis fiksi: cerpen/novel/editing, bisa bergabung di Kelas Online KF dan belajar sesuai waktu dan kebutuhanmu. Untuk informasi lengkap silakan kirim email ke kelasonlinekf@gmail.com atau klik gambar untuk mengetahui jenis kelas yang bisa kamu ikuti. Tunggu apa lagi? Segera daftarkan dirimu!
*** Pernahkah kamu menulis novel lalu kemudian ketika sampai di tengah, kamu tiba-tiba buntu, ga tahu harus ngapain ceritanya? ga tahu tokoh ceritanya harus dibikin bagaimana? Dan karena pusing kamu berhenti menulis novel itu dan membuangnya ke tempat sampah. Sayang sekali, padahal Indonesia membutuhkan banyak penulis.  
Semua orang bisa menulis tetapi tak semua orang bisa menulis novel. Butuh kesabaran, kerja keras, latihan, dan  tentu saja komitmen. Hanya orang-orang yang bertekad kuat dan memiliki disiplin diri yang mampu menyelesaikan novelnya. Jadi kalau kamu ingin menulis novel, kumpukan tekad, komitmen, dan percaya novel kamu akan selesai. Namun tekad dan lain-lain itu tak cukup u…

Selingan Semusim: Apakah Atas Nama Cinta Semua Menjadi Halal?

Judul: Selingan Semusim
Penulis: Alaika Abdullah
Tebal: 197 halaman
Genre: Roman-erotis

Selingan Semusim adalah sebuah kisah cinta terlarang antara Novita dan Fajar Kenapa terlarang? Bukan karena perbedaan agama, ideologi atau karena tingkat sosial, melainkan karena mereka berdua sama-sama sudah menikah dan keadaan rumah tangga mereka baik-baik saja.
Kisah cinta ini dibumbui dengan adegan seksual yang diceritakan dengan eksplisit. Karena itulah novel ini memang layak disebut sebagai novel dewasa, 21 tahun ke atas.
Kisahnya sendiri berawal dari perkenalan antara Novita dan Fajar dalam sebuah acara kerja lalu berkembang menjadi sebuah affair yang ternyata berkesan bagi keduanya. Walaupun mereka kemudian berpisah karena memikirkan keutuhan keluarga masing-masing, tetapi mereka tidak saling melupakan.
Tragedi tsunami Aceh juga dimasukkan oleh penulisnya ke dalam cerita ini, dan menjadi salah satu unsur yang mengubah jalan cerita. Kalau dulu Novita adalah seorang isteri yang tidak bisa pe…