Tuesday, August 2, 2011

Percaya

Aku hanya mampu mendengar dengan hati mencelos ketika dokter menyampaikan vonisnya setelah mengucapkan kata, "Maaf," jika anakku tidak bisa bertahan malam ini maka kecil kemungkinannya untuk sembuh.

Tidak, tidak…! Jerit hatiku. Setengah mati aku berusaha menahan suara ini agar tidak keluar melengking dari tenggorokanku dan membuat keributan. Pasti ada sesuatu yang bisa dilakukan, pasti ada! Harus ada! Aku tidak bisa membiarkan anak yang telah kutunggu selama 10 tahun, lepas dariku.

Apa yang akan terjadi jika dia meninggal? Aku telah mengalami masa-masa nyaris kehilangan suami ketika kami belum dianugerahi buah hati. Laki-laki itu hampir lupa pada sumpah setia sehidup semati yang diucapkannya dalam pernikahan kudus kami karena hasutan keluarganya yang bertubi-tubi.



*Untuk versi lengkap silahkan ke sini *