Skip to main content

Ratatouille : It's More Than (Just About) Rats

Gambar diambil dari sini
Topic starter : Rabu, 17 Agustus 2011 (7:37 pm)

Rada basi ya kalo baru ngebahas "Ratatouille" sekarang ini, haha, karena nih film khan booming bangets sekian tahun yang lalu!

As for me, Ratatouille itu adalah salah satu film animasi terbaik, tidak hanya dari segi gambarnya yang cute tapi juga dari jalinan ceritanya yang mantaps! Setara bagusnya ama "Finding Nemo" ama "Up".

Kenapa gua mutusin buat ngebahas film yang satu ini? Karenaa.. gua baru nonton ulang film ini beberapa malam yang lalu dan selesai nonton, gua masih bisa bergumam kalo nih film masih sama bagusnya seperti ketika pertama kali gua menontonnya, haha.. jarang2 khan tuh :p

Anywayy.. ada beberapa quotes dari nih film yang menurut gua mantaps and gua mo share ke kalian, baik dari yang berhasil gua catat selama nonton filmnya maupun dari hasil browsing di internet.


"If you focus on what you left behind, you might not be able to see what lies ahead" -> kalimat ini dikatakan oleh 'hantu'nya Gusteau ketika Remy yang terpisah dari keluarganya itu hanya menunggu dan terus menunggu salah satu dari keluarga maupun temannya datang menjemputnya.

Huff.. quote yang satu ini bener bangets khan, seringkali kita itu merasa susaaaah untuk melepaskan apa yang ada di belakang sehingga boro2 bisa melihat kebaikan di masa mendatang, untuk nengok aja rasanya malas, haha..

Akhirnya gua menyadari kenapa mata itu diletakkan di bagian depan wajah, dan bukan di bagian belakang, kanan ataupun kiri, dan juga bukan selalu menatap ke atas dan ke bawah.

Mau tau kenapa?

Karenaa.. kita itu memang harusnya fokus akan apa yang ada di depan, karena apa yang ada di belakang udah berlalu dan tidak ada yang bisa kita lakukan untuk mengubahnya.

Kenapa juga bukan di kanan atau kiri? Itu artinyaa.. jangan kebanyakan ngurusin urusan orang lain, wakakakakak :p Fokus ke diri sendiri, karena hanya diri kita sendiri yang kita bisa perbaiki untuk menjadi lebih baik, sementara untuk orang2 lain, kita bisa ngomong sampai bagaimana berbusa sekalipun, keputusan akhir tetap di tangan mereka apakah mereka mau berubah atau ngga, dan ngga ada gunanya memaksakan ataupun menjadi jengkel ketika mereka ngga mau berubah.

Lalu kenapa ngga di menatap ke atas ataupun ke bawah tiap saat? Artinyaa.. ngga perlulah selalu menatap penuh kerinduan pada bulan yang jauh dari jangkauan ataupun memandang penuh rasa pongah pada mereka yang menurut pandangan mata kita ada di 'bawah', tapii.. be grateful akan apa yang ada di tangan.

Oww.. ada satu lagi contoh yang bagus sehubungan ama quote di atas yaitu tentang spion di kendaraan bermotor, haha.. tau khan yang namanya spion itu memang perlu ada, tapi ukurannya kecil tohh? Spion itu untuk melihat yang ada di belakang..

Mari kita umpamakan yang ada di belakang itu adalah masa laluu.. Sekarang mari bayangkan kita sedang berkendara.. laluu fokus kita itu terus menerus hanya memperhatikan kaca spion aja, maka it doesn't take a genius to predict what comes next, iya khan? :p

Bolehlah sesekali menengok apa yang ada di belakang karena biar gimana khan kita ini kaga amnesia githu lhoo.. tapii, kalo terus menerus ngeliatnya ke belakang mulu, jangan heran kalo nanti terjadi 'tabrakan'!

Lanjuutt ke quote berikutnya..

"Not everyone can become a great artist but a great artist can come from anywhere." -> Ini kalo ngga salah diucapin ama Anton Ego pas dia nulisin review terakhirnya dia abis makan Ratatouille bikinan Remy.

Menurut gua, quote yang satu ini menarik, kenapa? Karenaa.. bener bangets khan.. sama seperti mottonya si Gusteau "anyone can cook", yupp.. memang benar setiap orang itu bisa memasak tapii.. belon tentu hasil masakannya enak, ahahaha :p

Sama seperti Remy yang ngga pernah mendapat pelatihan masak secara formal, tapi it's in him, dia berani bereksplorasi dengan beragam bahan makanan dan menghasilkan hidangan yang bikin lidah berdecak ketika menyantapnya.

Ada lagi hal yang menarik dari dialog antara Remy dengan bokapnya yang kurang lebih seperti ini..

~.*.~

Bokapnya Remy : This is the way things are. You can't change nature.

Remy : Change is nature, Dad. The part that we can influence. And it starts when we decide.

Bokapnya Remy : Where are you going?

Remy : With luck, forward.

~.*.~

Hohoho.. part yang satu ini juga menurut gua menarik karena mau tidak mau emang harus diakui bahwa perubahan itu adalah sesuatu yang pasti, betapapun besarnya keinginan kita agar sesuatu itu sama persis seperti sebelumnya, perubahan itu tetap sesuatu yang ngga bisa dihindari. Karenanya yang membedakan adalah sikap kita terhadap perubahan, apakah kita akan menghabiskan waktu untuk terus melawannya atau memanfaatkannya untuk bergerak ke arah yang lebih baik?

Dan kalimat terakhirnya si Remy juga mantaps ketika ditanya ama bokapnya dia mo ke mana, si Remy menjawab, "With luck, forward."

Forward! Bukan backwards, ahahaha..

Gua sekarang ini mikirnya kalo hidup itu memang selalu berjalan ke depan, apa yang udah ditinggalkan di belakang itu ngga akan bisa 'dijalani' lagi..

Life is always about moving forward walau terkadang dalam menjalaninya kita mungkin akan mengambil langkah mundur sih, atau memutar, tapi ya tetap aja sebenernya kita sedang bergerak maju, karena masa lalu akan selalu ada di belakang, sama halnya kemaren itu tidak akan pernah bisa ada dalam posisi setelah hari ini atau besok.

Nahh.. dengan adanya berbagai macam hal yang bisa dipelajari dari nonton "Ratatouille" ini maka gua rasa tepat ketika gua mengatakan bahwa "Ratatouille" itu lebih dari sekedar film tentang tikus ;)

Psstt.. gua jadi pengen donks nyobain ratatouille itu rasanya kaya gimana siihh? Ada yang mo bikinin? :q Ahahaha..

Until my next review.. ciaoo..

Topic ended : Rabu, 17 Agustus 2011 (9:55 pm)

-Indah-

Popular posts from this blog

(Berbagi Pengalaman) Prosedur Umum Menerbitkan Buku Melalui Penerbit Besar

Banyak penulis yang belum berpengalaman menerbitkan buku melalui penerbit besar mengalami kebingungan saat sudah mendapat “lampu hijau” dari penerbit. Kebingungan ini mungkin disebabkan oleh euforia karena mengetahui karyanya akan segera dibukukan dan akan dipajang di toko buku-toko buku seluruh Indonesia. Saking bingungnya, penulis akhirnya hanya bisa pasif menunggu apa selanjutnya yang akan dilakukan penerbit dengan naskahnya. Padahal masih banyak prosedur yang melibatkan penulis secara aktif, sampai buku itu terbit.

Soal bagaimana menembus penerbit, Kampung Fiksi sudah membahasnya di sini. Nah, bagaimana selanjutnya? Suatu hari penerbit menghubungi kamu via email atau telepon, mengabarkan berita yang sudah begitu lama kamu tunggu-tunggu, “Naskahnya mau kita terbitkan. Tunggu kabar selanjutnya dari kami, ya!” Woggh! Silakan merayakan kebahagiaanmu. Tapi jangan lama-lama. Mulailah mengikuti secara cermat hal-hal yang berkaitan dengan terbitnya buku kamu.

Fase selanjutnya setelah mendap…

Membuat Outline Novel

Mau belajar menulis fiksi: cerpen/novel/editing, bisa bergabung di Kelas Online KF dan belajar sesuai waktu dan kebutuhanmu. Untuk informasi lengkap silakan kirim email ke kelasonlinekf@gmail.com atau klik gambar untuk mengetahui jenis kelas yang bisa kamu ikuti. Tunggu apa lagi? Segera daftarkan dirimu!
*** Pernahkah kamu menulis novel lalu kemudian ketika sampai di tengah, kamu tiba-tiba buntu, ga tahu harus ngapain ceritanya? ga tahu tokoh ceritanya harus dibikin bagaimana? Dan karena pusing kamu berhenti menulis novel itu dan membuangnya ke tempat sampah. Sayang sekali, padahal Indonesia membutuhkan banyak penulis.  
Semua orang bisa menulis tetapi tak semua orang bisa menulis novel. Butuh kesabaran, kerja keras, latihan, dan  tentu saja komitmen. Hanya orang-orang yang bertekad kuat dan memiliki disiplin diri yang mampu menyelesaikan novelnya. Jadi kalau kamu ingin menulis novel, kumpukan tekad, komitmen, dan percaya novel kamu akan selesai. Namun tekad dan lain-lain itu tak cukup u…

Selingan Semusim: Apakah Atas Nama Cinta Semua Menjadi Halal?

Judul: Selingan Semusim
Penulis: Alaika Abdullah
Tebal: 197 halaman
Genre: Roman-erotis

Selingan Semusim adalah sebuah kisah cinta terlarang antara Novita dan Fajar Kenapa terlarang? Bukan karena perbedaan agama, ideologi atau karena tingkat sosial, melainkan karena mereka berdua sama-sama sudah menikah dan keadaan rumah tangga mereka baik-baik saja.
Kisah cinta ini dibumbui dengan adegan seksual yang diceritakan dengan eksplisit. Karena itulah novel ini memang layak disebut sebagai novel dewasa, 21 tahun ke atas.
Kisahnya sendiri berawal dari perkenalan antara Novita dan Fajar dalam sebuah acara kerja lalu berkembang menjadi sebuah affair yang ternyata berkesan bagi keduanya. Walaupun mereka kemudian berpisah karena memikirkan keutuhan keluarga masing-masing, tetapi mereka tidak saling melupakan.
Tragedi tsunami Aceh juga dimasukkan oleh penulisnya ke dalam cerita ini, dan menjadi salah satu unsur yang mengubah jalan cerita. Kalau dulu Novita adalah seorang isteri yang tidak bisa pe…