Wednesday, October 12, 2011

Cerita Pendek: Beberapa Tips

Menulis cerita pendek (cerpen) artinya meluncurkan cerita di tengah-tengah suatu kejadian tertentu yang menjadi fokus cerita tersebut.

Sebuah cerita pendek yang bagus adalah yang mampu merebut perhatian pembaca sejak paragraf awal. Mengingat sifat cerita pendek itu sendiri sesuai dengan namanya: sebuah tulisan yang pendek, dibatasi, maka penulis harus mampu 'menghemat' karakter-karakter dan babak-babak kejadian dengan memusatkan rangkaian cerita seputaran satu konflik saja. Konflik inilah yang harus mampu dirangkai dan diolah sedemikian rupa sehingga menuju pada sebuah kejutan sebelum sampai pada akhir cerita yang tidak mudah diduga.

Nggak heran kalo ada cerpen yang membekas di hati pembaca dan ada juga cerpen yang malahan mampu membuat pembacanya bertanya-tanya 'apa sih maksudnya?'.

Jelasnya, gue nggak mau (lagi) menjadi penulis cerpen yang membuat pembacanya menaikkan alis tinggi-tinggi sembari ngedumel: 'maksud lu?' Haha, nggak enak banget itu, baik untuk yang nulis maupun untuk yang baca.

Karena itu, sejak sekarang ini ada beberapa hal yang harus gue ingat baik-baik saat gue menulis cerpen. Pengen tau apa aja? Silahkeun:

1. Tema yang jelas! Mau mengisahkan tentang apa sih cerita yang sedang gue tulis ini? Apa sih yang tersirat dari setiap kata dan kalimat yang tersurat? Kalo gue mampu memadukan dengan tepat kedua hal tersebut, cerita yang gue tulis akan meninggalkan kesan dan pesan yang jelas bagi yang membacanya.

2. Cerpen yang efektif itu menceritakan sebuah kejadian dalam kurun waktu yang singkat tetapi dapat menggambarkannya dengan sempurna. Biasanya juga, kejadian yang diceritakan adalah sebuah kejadian yang merupakan titik balik kehidupan si tokoh. Kejadian 'penting' tersebut mengilustrasikan tema cerita.

3. Membatasi jumlah tokoh. Ini penting banget. Kalau menciptakan terlalu banyak tokoh pasti akan kebingungan sendiri dan membingungkan bagi pembaca sebab tiap-tiap tokoh biasanya memberikan 'warna' baru bagi cerita yang akhirnya bisa saja melunturkan tema cerita. Pilih tokoh-tokoh secukupnya saja, sehingga bisa lebih efektif mengilustrasikan tema yang diusung.

4. Hemat kata dan kalimat! Hoho, ini penting banget untuk cerpen. Pergunakan hanya kata dan kalimat yang tepat, yang pas untuk jalan cerita. Jangan tergiur dengan kata-kata atau kalimat-kalimat yang pada akhirnya tidak ada gunanya dalam cerita. Hapus semua kata atau kalimat yang tidak ada gunanya bagi kesempurnaan jalan cerita.

5.FOKUS! Yap, penting banget untuk fokus pada tema yang sempit, jangan lari-lari ke sana ke sini sehingga nggak jelas lagi apa tema dari cerita yang sedang gue tulis tersebut. Kadang-kadang memang rasanya asyik untuk melenceng dari jalur utama, tetapi dalam menulis sebuah cerita 'pendek' si penulis HARUS fokus hanya pada tema utama dan satu konflik saja, agar cerpen tersebut tidak melebar kemana-mana sehingga lebih mirip awal dari sebuah novel atau bahkan cerita tanpa juntrungan.

Gimana menurut kalian? Ada yang mau berbagi?

Sent from BlackBerry® on 3