Skip to main content

Cerita Pendek: Beberapa Tips

Menulis cerita pendek (cerpen) artinya meluncurkan cerita di tengah-tengah suatu kejadian tertentu yang menjadi fokus cerita tersebut.

Sebuah cerita pendek yang bagus adalah yang mampu merebut perhatian pembaca sejak paragraf awal. Mengingat sifat cerita pendek itu sendiri sesuai dengan namanya: sebuah tulisan yang pendek, dibatasi, maka penulis harus mampu 'menghemat' karakter-karakter dan babak-babak kejadian dengan memusatkan rangkaian cerita seputaran satu konflik saja. Konflik inilah yang harus mampu dirangkai dan diolah sedemikian rupa sehingga menuju pada sebuah kejutan sebelum sampai pada akhir cerita yang tidak mudah diduga.

Nggak heran kalo ada cerpen yang membekas di hati pembaca dan ada juga cerpen yang malahan mampu membuat pembacanya bertanya-tanya 'apa sih maksudnya?'.

Jelasnya, gue nggak mau (lagi) menjadi penulis cerpen yang membuat pembacanya menaikkan alis tinggi-tinggi sembari ngedumel: 'maksud lu?' Haha, nggak enak banget itu, baik untuk yang nulis maupun untuk yang baca.

Karena itu, sejak sekarang ini ada beberapa hal yang harus gue ingat baik-baik saat gue menulis cerpen. Pengen tau apa aja? Silahkeun:

1. Tema yang jelas! Mau mengisahkan tentang apa sih cerita yang sedang gue tulis ini? Apa sih yang tersirat dari setiap kata dan kalimat yang tersurat? Kalo gue mampu memadukan dengan tepat kedua hal tersebut, cerita yang gue tulis akan meninggalkan kesan dan pesan yang jelas bagi yang membacanya.

2. Cerpen yang efektif itu menceritakan sebuah kejadian dalam kurun waktu yang singkat tetapi dapat menggambarkannya dengan sempurna. Biasanya juga, kejadian yang diceritakan adalah sebuah kejadian yang merupakan titik balik kehidupan si tokoh. Kejadian 'penting' tersebut mengilustrasikan tema cerita.

3. Membatasi jumlah tokoh. Ini penting banget. Kalau menciptakan terlalu banyak tokoh pasti akan kebingungan sendiri dan membingungkan bagi pembaca sebab tiap-tiap tokoh biasanya memberikan 'warna' baru bagi cerita yang akhirnya bisa saja melunturkan tema cerita. Pilih tokoh-tokoh secukupnya saja, sehingga bisa lebih efektif mengilustrasikan tema yang diusung.

4. Hemat kata dan kalimat! Hoho, ini penting banget untuk cerpen. Pergunakan hanya kata dan kalimat yang tepat, yang pas untuk jalan cerita. Jangan tergiur dengan kata-kata atau kalimat-kalimat yang pada akhirnya tidak ada gunanya dalam cerita. Hapus semua kata atau kalimat yang tidak ada gunanya bagi kesempurnaan jalan cerita.

5.FOKUS! Yap, penting banget untuk fokus pada tema yang sempit, jangan lari-lari ke sana ke sini sehingga nggak jelas lagi apa tema dari cerita yang sedang gue tulis tersebut. Kadang-kadang memang rasanya asyik untuk melenceng dari jalur utama, tetapi dalam menulis sebuah cerita 'pendek' si penulis HARUS fokus hanya pada tema utama dan satu konflik saja, agar cerpen tersebut tidak melebar kemana-mana sehingga lebih mirip awal dari sebuah novel atau bahkan cerita tanpa juntrungan.

Gimana menurut kalian? Ada yang mau berbagi?

Sent from BlackBerry® on 3

Popular posts from this blog

(Berbagi Pengalaman) Prosedur Umum Menerbitkan Buku Melalui Penerbit Besar

Banyak penulis yang belum berpengalaman menerbitkan buku melalui penerbit besar mengalami kebingungan saat sudah mendapat “lampu hijau” dari penerbit. Kebingungan ini mungkin disebabkan oleh euforia karenamengetahui karyanya akan segera dibukukan dan akan dipajang di toko buku-toko buku seluruh Indonesia. Saking bingungnya, penulis akhirnya hanya bisa pasif menunggu apa selanjutnya yang akan dilakukan penerbit dengan naskahnya. Padahal masih banyak prosedur yang melibatkan penulis secara aktif, sampai buku itu terbit.

Soal bagaimana menembus penerbit, Kampung Fiksi sudah membahasnya di sini. Nah, bagaimana selanjutnya? Suatu hari penerbit menghubungi kamu via email atau telepon, mengabarkan berita yang sudah begitu lama kamu tunggu-tunggu, “Naskahnya mau kita terbitkan. Tunggu kabar selanjutnya dari kami, ya!” Woggh! Silakan merayakan kebahagiaanmu. Tapi jangan lama-lama. Mulailah mengikuti secara cermat hal-hal yang berkaitan dengan terbitnya buku kamu.

Fase selanjutnya setelah mendap…

Membuat Outline Novel

Mau belajar menulis fiksi: cerpen/novel/editing, bisa bergabung di Kelas Online KF dan belajar sesuai waktu dan kebutuhanmu. Untuk informasi lengkap silakan kirim email ke kelasonlinekf@gmail.com atau klik gambar untuk mengetahui jenis kelas yang bisa kamu ikuti. Tunggu apa lagi? Segera daftarkan dirimu!
***Pernahkah kamu menulis novel lalu kemudian ketika sampai di tengah, kamu tiba-tiba buntu, ga tahu harus ngapain ceritanya? ga tahu tokoh ceritanya harus dibikin bagaimana? Dan karena pusing kamu berhenti menulis novel itu dan membuangnya ke tempat sampah. Sayang sekali, padahal Indonesia membutuhkan banyak penulis.  
Semua orang bisa menulis tetapi tak semua orang bisa menulis novel. Butuh kesabaran, kerja keras, latihan, dan  tentu saja komitmen. Hanya orang-orang yang bertekad kuat dan memiliki disiplin diri yang mampu menyelesaikan novelnya. Jadi kalau kamu ingin menulis novel, kumpukan tekad, komitmen, dan percaya novel kamu akan selesai. Namun tekad dan lain-lain itu tak cukup u…

Selingan Semusim: Apakah Atas Nama Cinta Semua Menjadi Halal?

Judul: Selingan Semusim
Penulis: Alaika Abdullah
Tebal: 197 halaman
Genre: Roman-erotis

Selingan Semusim adalah sebuah kisah cinta terlarang antara Novita dan Fajar Kenapa terlarang? Bukan karena perbedaan agama, ideologi atau karena tingkat sosial, melainkan karena mereka berdua sama-sama sudah menikah dan keadaan rumah tangga mereka baik-baik saja.
Kisah cinta ini dibumbui dengan adegan seksual yang diceritakan dengan eksplisit. Karena itulah novel ini memang layak disebut sebagai novel dewasa, 21 tahun ke atas.
Kisahnya sendiri berawal dari perkenalan antara Novita dan Fajar dalam sebuah acara kerja lalu berkembang menjadi sebuah affair yang ternyata berkesan bagi keduanya. Walaupun mereka kemudian berpisah karena memikirkan keutuhan keluarga masing-masing, tetapi mereka tidak saling melupakan.
Tragedi tsunami Aceh juga dimasukkan oleh penulisnya ke dalam cerita ini, dan menjadi salah satu unsur yang mengubah jalan cerita. Kalau dulu Novita adalah seorang isteri yang tidak bisa pe…