Skip to main content

Dhira Si Pemberani

Sehubungan dengan salah satu pembahasan workshop Kampung Fiksi mengenai e-publishing, maka kami memutuskan untuk berbincang-bincang sedikit dengan Dhiratara Widhya Co-Founder & Chief Publishing Officer dari PT. Evolitera.

Kalau melihat sepintas penampilannya yang serius, kami tidak menyangka ternyata Dhira adalah cewek yang juga hobi bercanda., Terlihat dari sedikit cerita mengenai dirinya yang bersedia ia bagi bersama kami. Dhiratara, atau yang akrab dipanggil Dhira, lahir di Jakarta, 12 Februari 1989. Ia mengaku sempat menjadi kesayangan guru-guru, kecuali guru agama, di SMA Negeri 14 Jakarta. Tidak kami minta penjelasan ya kenapa  ada perkecualian itu. Ia menyelesaikan 4 tahun kuliah yang baginya amat menyenangkan di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, jurusan manajemen, dan lulus pada Agustus 2010.

Dhira bisa dikatakan sebagai kutu buku asli 100% karena bukan hanya senang membaca segala hal yang bisa dibaca sejak kecil, seperti buku tapi juga melahap bacaan berupa brosur obat. Pengarang favoritnya adalah Dan Brown, Anton Chekhov, Haruki Murakami, dan Leila S. Chudori. Karena kecintaannya membaca, di sela-sela waktu kuliah Dhira mencoba merintis usaha menjadi distributor buku. Motivasinya tentu saja supaya bisa membaca buku dengan gratis. Motivasi itulah juga yang membawanya di suatu sore di tahun 2008 di kantin pinggir danau FEUI menyetujui ajakan Eduardus - CEO Evolitera untuk mendirikan Evolitera, sebuah website penerbitan digital, sejak Februari 2010 hingga sekarang.

Mulai penasaran? Yuk kita mulai saja dengan liputan interview yang telah berlangsung live via Twitter Kamis tgl 3 November 2011 lalu.

Sebelum Evolitera, Dhira adl distributor buku. Bagaimana mengatur waktu bekerja sembari kuliah? 
Bisnis distributor buku saya biasanya saya lakuin sblm jam kuliah (siang) & sore pulang kuliah Aktivitasnya biasanya mengantarkan barang ke toko, lalu antar invoice, minggu depannya ambil tagihan. Dgn sequence kegiatan distribusi yang seperti itu, gak terlalu menyita waktu kuliah. Lainnya bisa via telephone atau email

Bagaimana awalnya Evoliera terbentuk?
Cikal-bakal Evolitera di tahun 2008. Suatu sore senior saya Eduardus Christmas mengajak saya untuk bertemu dan ngobrol di kantin. Ternyata ia mengajak saya untuk memulai bisnis bersama penerbitan eBook di website, karena ia tahu saya pernah bisnis distribusi buku. Idenya sederhana. Website ini nanti memberikan kesempatan seluasnya bagi siapapun untuk menerbitkan karya mereka. Ide yang tidak kalah heboh adalah ketika kita terpikir eBook dpt di-download gratis oleh pembaca dan di dukung dengan iklan.
Awalnya, siapa saja yang berada di balik Evolitera ?
Awal berdiri 2010, co-founder Evolitera ada 3 org: saya, Eduardus Christmas dan satu teman kami yang sekarang sudah tidak bergabung lagi.

Berapa banyak pegawai Evolitera saat ini?
Kita berlima mengelola Evolitera. Eduardus sebagai CEO, saya direktur penerbitan merangkap editor. Di bawah saya ada seorang editor-in-chief, sisanya programmer dan finance.

Hambatan apa saja yang harus dilewati oleh Evolitera. sebelum akhirnya dapat menjalankan kegiatannya?
Hambatan pertama dan langsung membuat shock ketika kita ditipu oleh programmer pertama kita. Tentu saja menyadari hal tersebut kita tidak diam saja. Sempat kejar-kejaran menyelamatkan domain dan coding Evolitera yang ada di tangan programmer tersebut.

Apakah kejadian tersebut sempat mengganggu kegiatan Evolitera?
Tentu membuat kami sempat ketar-ketir. Ketika peristiwa itu terjadi,  kita tengah berusaha mengikuti kompetisi IT yg diadakan sebuah perusahaan telekomunikasi . Syukurlah akhirnya bisa teratasi. Domain dan coding bisa didapatkan dan kita bisa ikut kompetisi tersebut. Yang mana kompetisi tersebut menjadi achievement pertama @evolitera, yakni Telkom Indigo Fellowship Award 2009


Apa yang menjadi deskjob Dhira dalam mengelola Evolitera?
Deskjob saya yang pasti mempromosikan Evolitera terutama ke para calon penulis. Kemudian saya juga terlibat dalam proses editing buku, layout, juga desain cover. Serta saya juga memastikan dan mengawasi agar target penerbitan dapat terpenuhi .

Bagaimana cara Evolitera menjaring minat orang agar menerbitkan via e-publishing?
Kita menawarkan satu-satu lewat email atau telepon ke orang-orang yang kami lihat punya potensi. Kata kuncinya untuk membuat mereka langsung tertarik adalah penerbitan digital yang bisa langsung cepat terbit yang terbuka dengan genre apapun, juga kesempatan untuk mendapatkan iklan yang nanti bagi hasilnya dengan penulis akan digunakan sebagai royalti.

Beberapa orang yang tertarik, mereka terbitkan, dan merasa puas, lantas mengajak teman-temannya sesama penulis untuk menerbitkan juga. Jadi seperti bola salju, kita mendapatkan penulis lain dari penulis juga.
Hingga hari ini, ada berapa jumlah e-book yang bisa dibaca gratis di Evolitera ?
Berdasarkan hasil pengecekan saya saat ini ada 539 eBook di Evolitera yang siap dibaca

Adakah e-book Dhira di Evolitera dan boleh diceritakan sedikit mengenai apa?

Tentu saja ada! Silahkan di cari eBook saya yang berjudul "833 KM". Terdiri dari dua eBook mengenai cerita perjalanan di Paris dan Barcelona. Doakan agar edisi revisi eBook saya cepat selesai yaaaaa!!!!

Apakah eBook Dhira yang berjudul "833 KM" di Evolitera bisa dibaca gratis?

eBook saya masih bisa dibaca gratis. Nanti edisi revisinya yang rencananya akan  dijual. Siap-siap!

Edisi Revisi?
Yes, edisi revisi. Dipercantik lagi layout-nya dan editing content lagi

Jika semua e-book bisa dibaca gratis maka apa keuntungan bagi Evolitera sebagai pengelolanya?
Dengan dibukanya akses download gratis dan membaca online, kami berharap Evolitera dapat naik traffic-nya. Dengan meningkatnya traffic di situs kami ini berarti bisa menarik untuk pengiklan untuk memasang iklan mereka di Evolitera. Hal ini juga merupakan keuntungan bagi si penulis.

Mengapa akhirnya memilih bekerja sama dgn SCOOP?  Bisa ceritakan sedikit tentang mereka dan bagaimana kerjasamanya?
SCOOP adalah aplikasi dirilis oleh Apps Foundry. Istilahnya mereka newsstand applications, membaca dan membeli majalah, koran, eBook di iPad Basically, Evolitera dan SCOOP saling melengkapi. Evolitera menyediakan content eBook, SCOOP menyediakan store dan reader. Selain itu, achievement SCOOP juga bagus. SCOOP selalu masuk 10 besar top grossing apps di Itunes Store.

Bagaimana jika penulis mau meneribitkan buku mereka dengan penerbit lain setelah publish dengan Evolitera?
Penulis eBook di Evolitera yang ingin menerbitkan dlm bentuk cetak di tempat lain, kami persilahkan kok. Dan selama sudah minta ijin dengan kami, penulis yang ingin menaruh eBook-nya di situs lain juga diperbolehkan. Serta penulis yang setuju eBook-nya dijual di SCOOP,maka  eBook-nya tidak akan kami jual ke tempat lain selain SCOOP.

Bagaimana Dhira melihat prospek perkembangan E-publishing dalam kurun waktu lima tahun mendatang? 
5thn mendatang dengan merebaknya tren tablet, seharusnya bisa jadi akselerasi bagi e-publishing. Kami akan berusaha menyesuaikan e-publishing dengan perkembangan teknologi dan berusaha masuk ke semua OS. Sebenarnya tidak ada alasan untuk menolak e-publishing. Biaya penerbitannya murah, distribusinya bisa worldwide. Tidak kalah penting juga tablet untuk membaca online itu sendiri sudah didesain agar orang nyaman membaca dibandingkan dengan membaca di computer.

Apa suka dukanya dalam mengelola Evolitera?
Sukanya mengelola Evolitera karena berbisnis sendiri di usia muda di bidang yang disukai itu memberikan kebanggaan tersendiri. Selain itu salah satu tujuan awal saya bisa baca buku gratis dapat terwujud, lebih istimewa lagi karena buku tersebut tidak bisa diperoleh di mana pun, kecuali Evolitera. Yang paling penting adalah dapat bertemu dengan banyak orang-orang baru yang memberikan banyak wawasan baru dan pengalaman, mulai dari penulis, teman-teman sesama pelaku bisnis digital, juga orang-orang dari berbagai profesi.

Dukanya karena sedikit banyak oleh keluarga saya, bisnis Evolitera ini masih dianggap setengah main-main.

Dari sekian banyak eBook yang ada di Evolitera, buku jenis apa yang paling sering dicari? Fiksi, non fiksi baik dari pengarang lokal maupun luar
Buku terlaris di @evolitera adalah buku tentang ............... keuangan dan pasar modal! Download ya!

Di usia yang masih muda, Dhira sudah menjabat posisi penting di Evolitera. Bisa berbagi kiat-kiatnya?  
Intinya, mau muda atau tua menjabat suatu jabatan penting di suatu tempat dibutuhkan keberanian. Beraninya berbagai bentuk. Berani ambil risiko, berani capek, berani kalau harus miskin, berani juga kalo nanti sukses.

Apa yang menjadi harapan Dhira untuk jangka panjang ke depan dalam mengelolaEvolitera?
Harapannya Evolitera bisa jadi lokomotif dan leader untuk e-publishing di Indonesia. Selain itu kami juga berharap Evolitera bisa memberikan manfaat, kebahagiaan, juga kebanggaan bagi siapa pun.

Terakhir, apyang Dhira harapkan untuk dunia buku Indonesia dan workshop Kampung Fiksi?
Yang akan berlangsung saja dulu. Semoga Workshop Perempuan Menulis Kampung Fiksi sukses dan bisa memberikan ilmu yang berguna. Jujur saja, kita juga berharap agar Workshop Perempuan Menulis Kampung Fiksi dapat menjaring banyak penulis untuk Evolitera dan membuatnya makin dikenal. Sementara harapan untuk dunia buku Indonesia, kita harus jadi leader di Asia baik di kuantitas buku yg diterbitkan dan kualitas. Pasti bisa!

****

Luar biasa khan generasi muda Indonesia sekarang? Memang untuk melakukan sesuatu apalagi yang belum biasa dikenal orang dibutuhkan keyakinan dan keberanian. Bahwa yang kita usahakan itu bertujuan baik dan karenanya pasti akan sukses setelah lewat kerja keras dan dalam waktu yang tidak singkat.

Jika tertarik dengan e-publishing silahkan cek website mereka di http://www.evolitera.co.id atau follow akun twitter mereka di: @evolitera

Pewawancara dan penyusun artikel: Ria Tumimomor. Editor: G

Popular posts from this blog

(Berbagi Pengalaman) Prosedur Umum Menerbitkan Buku Melalui Penerbit Besar

Banyak penulis yang belum berpengalaman menerbitkan buku melalui penerbit besar mengalami kebingungan saat sudah mendapat “lampu hijau” dari penerbit. Kebingungan ini mungkin disebabkan oleh euforia karena mengetahui karyanya akan segera dibukukan dan akan dipajang di toko buku-toko buku seluruh Indonesia. Saking bingungnya, penulis akhirnya hanya bisa pasif menunggu apa selanjutnya yang akan dilakukan penerbit dengan naskahnya. Padahal masih banyak prosedur yang melibatkan penulis secara aktif, sampai buku itu terbit.

Soal bagaimana menembus penerbit, Kampung Fiksi sudah membahasnya di sini. Nah, bagaimana selanjutnya? Suatu hari penerbit menghubungi kamu via email atau telepon, mengabarkan berita yang sudah begitu lama kamu tunggu-tunggu, “Naskahnya mau kita terbitkan. Tunggu kabar selanjutnya dari kami, ya!” Woggh! Silakan merayakan kebahagiaanmu. Tapi jangan lama-lama. Mulailah mengikuti secara cermat hal-hal yang berkaitan dengan terbitnya buku kamu.

Fase selanjutnya setelah mendap…

Membuat Outline Novel

Mau belajar menulis fiksi: cerpen/novel/editing, bisa bergabung di Kelas Online KF dan belajar sesuai waktu dan kebutuhanmu. Untuk informasi lengkap silakan kirim email ke kelasonlinekf@gmail.com atau klik gambar untuk mengetahui jenis kelas yang bisa kamu ikuti. Tunggu apa lagi? Segera daftarkan dirimu!
*** Pernahkah kamu menulis novel lalu kemudian ketika sampai di tengah, kamu tiba-tiba buntu, ga tahu harus ngapain ceritanya? ga tahu tokoh ceritanya harus dibikin bagaimana? Dan karena pusing kamu berhenti menulis novel itu dan membuangnya ke tempat sampah. Sayang sekali, padahal Indonesia membutuhkan banyak penulis.  
Semua orang bisa menulis tetapi tak semua orang bisa menulis novel. Butuh kesabaran, kerja keras, latihan, dan  tentu saja komitmen. Hanya orang-orang yang bertekad kuat dan memiliki disiplin diri yang mampu menyelesaikan novelnya. Jadi kalau kamu ingin menulis novel, kumpukan tekad, komitmen, dan percaya novel kamu akan selesai. Namun tekad dan lain-lain itu tak cukup u…

Selingan Semusim: Apakah Atas Nama Cinta Semua Menjadi Halal?

Judul: Selingan Semusim
Penulis: Alaika Abdullah
Tebal: 197 halaman
Genre: Roman-erotis

Selingan Semusim adalah sebuah kisah cinta terlarang antara Novita dan Fajar Kenapa terlarang? Bukan karena perbedaan agama, ideologi atau karena tingkat sosial, melainkan karena mereka berdua sama-sama sudah menikah dan keadaan rumah tangga mereka baik-baik saja.
Kisah cinta ini dibumbui dengan adegan seksual yang diceritakan dengan eksplisit. Karena itulah novel ini memang layak disebut sebagai novel dewasa, 21 tahun ke atas.
Kisahnya sendiri berawal dari perkenalan antara Novita dan Fajar dalam sebuah acara kerja lalu berkembang menjadi sebuah affair yang ternyata berkesan bagi keduanya. Walaupun mereka kemudian berpisah karena memikirkan keutuhan keluarga masing-masing, tetapi mereka tidak saling melupakan.
Tragedi tsunami Aceh juga dimasukkan oleh penulisnya ke dalam cerita ini, dan menjadi salah satu unsur yang mengubah jalan cerita. Kalau dulu Novita adalah seorang isteri yang tidak bisa pe…