Skip to main content

Inilah Para Pemenang Lomba Menulis Cerpen (Post Event Workshop Menulis Kampung Fiksi)!

Haloo! Akhirnya waktu yang ditungg-tunggu datang juga. Semua peserta lomba menulis cerpen Kampung Fiksi tentu sudah tidak sabar untuk mengetahui siapa para pemenang lomba. 

Tim Kampung Fiksi telah memutuskan, ada 4 cerpen yang berhasil meraih hadiah yang disediakan oleh panitia. Empat buah cerpen yang dinilai menonjol secara ide, penceritaan, struktur cerita dan pemilihan kata/bahasa. Karya-karya lain yang tidak menang sesungguhnya hampir sama baiknya, hanya saja kami harus memilih yang terbaik dari yang terbaik, sehingga didapatlah nama-nama berikut:

Juara 1: Vira Cla (Obrolanku Dengan Tuhan), hadiah: Smartphone Blackberry
Juara 2: Nastiti Denny (Batas Waktu), hadiah: Handphone Samsung
Juara 3: Okti Li (Oti dan Si Dukun) dan Tika Sylvia Utami (Kirana), hadiah: Modem

Selamat kepada para pemenang! (ki-ka: Nastiti, Okti Li, Tika dan Vira Cla)
Karena akhir bulan Desember 2011 semakin dekat, dikhawatirkan para pemenang dan panitia akan disibukkan dengan berbagai acara akhir tahun, maka panitia menghubungi para pemenang sebelum pengumuman ini dibuat. Tadi siang (Sabtu, 17 Desember 2011), panitia dan para pemenang berkumpul di Plaza Senayan untuk penyerahan hadiah.

Selamat bagi para pemenang! Bagi yang belum menang, jangan kecewa. Masih banyak kesempatan lain, yang terpenting adalah teruslah menulis! :)

Salam Kampung Fiksi!

Berikut ini link untuk semua karya peserta yang memenuhi syarat, yang menarik meskipun belum beruntung:
1. Nastiti Denny
Nenek, Handphone dan Dunia yang Hilang

2.  Reyhan Arrasuli
Rindu Bersama Bintang

3.  Ratih Anggraeni
Aku Benci Handphone

4.  Lidya Fitrian
Suara Merdu Mama di Handphone

5.  Juli Dwi Susanti
Telfon Itu Menyelamatkanku

6. Sylviana Sandra
Sesal

7. Eka Sefiana
Percakapan disuatu restoran

Sampai jumpa di event-event berikutnya, ya! Event Kampung Fiksi yang segera menyusul adalah January 50K. Silahkan klik link ini untuk bergabung! :)

Popular posts from this blog

(Berbagi Pengalaman) Prosedur Umum Menerbitkan Buku Melalui Penerbit Besar

Banyak penulis yang belum berpengalaman menerbitkan buku melalui penerbit besar mengalami kebingungan saat sudah mendapat “lampu hijau” dari penerbit. Kebingungan ini mungkin disebabkan oleh euforia karenamengetahui karyanya akan segera dibukukan dan akan dipajang di toko buku-toko buku seluruh Indonesia. Saking bingungnya, penulis akhirnya hanya bisa pasif menunggu apa selanjutnya yang akan dilakukan penerbit dengan naskahnya. Padahal masih banyak prosedur yang melibatkan penulis secara aktif, sampai buku itu terbit.

Soal bagaimana menembus penerbit, Kampung Fiksi sudah membahasnya di sini. Nah, bagaimana selanjutnya? Suatu hari penerbit menghubungi kamu via email atau telepon, mengabarkan berita yang sudah begitu lama kamu tunggu-tunggu, “Naskahnya mau kita terbitkan. Tunggu kabar selanjutnya dari kami, ya!” Woggh! Silakan merayakan kebahagiaanmu. Tapi jangan lama-lama. Mulailah mengikuti secara cermat hal-hal yang berkaitan dengan terbitnya buku kamu.

Fase selanjutnya setelah mendap…

Membuat Outline Novel

Mau belajar menulis fiksi: cerpen/novel/editing, bisa bergabung di Kelas Online KF dan belajar sesuai waktu dan kebutuhanmu. Untuk informasi lengkap silakan kirim email ke kelasonlinekf@gmail.com atau klik gambar untuk mengetahui jenis kelas yang bisa kamu ikuti. Tunggu apa lagi? Segera daftarkan dirimu!
***Pernahkah kamu menulis novel lalu kemudian ketika sampai di tengah, kamu tiba-tiba buntu, ga tahu harus ngapain ceritanya? ga tahu tokoh ceritanya harus dibikin bagaimana? Dan karena pusing kamu berhenti menulis novel itu dan membuangnya ke tempat sampah. Sayang sekali, padahal Indonesia membutuhkan banyak penulis.  
Semua orang bisa menulis tetapi tak semua orang bisa menulis novel. Butuh kesabaran, kerja keras, latihan, dan  tentu saja komitmen. Hanya orang-orang yang bertekad kuat dan memiliki disiplin diri yang mampu menyelesaikan novelnya. Jadi kalau kamu ingin menulis novel, kumpukan tekad, komitmen, dan percaya novel kamu akan selesai. Namun tekad dan lain-lain itu tak cukup u…

Selingan Semusim: Apakah Atas Nama Cinta Semua Menjadi Halal?

Judul: Selingan Semusim
Penulis: Alaika Abdullah
Tebal: 197 halaman
Genre: Roman-erotis

Selingan Semusim adalah sebuah kisah cinta terlarang antara Novita dan Fajar Kenapa terlarang? Bukan karena perbedaan agama, ideologi atau karena tingkat sosial, melainkan karena mereka berdua sama-sama sudah menikah dan keadaan rumah tangga mereka baik-baik saja.
Kisah cinta ini dibumbui dengan adegan seksual yang diceritakan dengan eksplisit. Karena itulah novel ini memang layak disebut sebagai novel dewasa, 21 tahun ke atas.
Kisahnya sendiri berawal dari perkenalan antara Novita dan Fajar dalam sebuah acara kerja lalu berkembang menjadi sebuah affair yang ternyata berkesan bagi keduanya. Walaupun mereka kemudian berpisah karena memikirkan keutuhan keluarga masing-masing, tetapi mereka tidak saling melupakan.
Tragedi tsunami Aceh juga dimasukkan oleh penulisnya ke dalam cerita ini, dan menjadi salah satu unsur yang mengubah jalan cerita. Kalau dulu Novita adalah seorang isteri yang tidak bisa pe…