Sunday, December 30, 2012

Tips Menulis Novel J50K: Tokoh/Karakter

Kampungfiksi.com- Kampung Fiksi mengucapkan Selamat Natal 2012 bagi umat Kristen dan Jelang Tahun Baru 2013 bagi kita semua. Jangan lupa, J50K akan segera di mulai, bagi yang sedang mempersiapkan untuk ikut J50K 2013, baik yang memutuskan untuk menulis novel, antologi cerpen atau puisi, semoga sepanjang desember ini sudah memikirkan dan mempersiapkan bahan-bahan karangannya dan bisa melaju di J50K nanti.

Sedikit bekal untuk teman2 semuanya dan semoga berguna:

Yuk Menciptakan Tokoh 

Salah satu cara yang paling masuk akal dan juga mengasyikkan saat mengarang cerita adalah menciptakan tokoh-tokoh yang kelak akan berperan di dalam ceritanya. Agar dapat menciptakan tokoh yang benar-benar berkarakter dan hidup, pengarang perlu mengenal dengan baik profil dari tokoh-tokohnya. Tujuan utamanya adalah agar bagi pengarang sendiri, tokoh-tokohnya benar-benar terasa nyata dan hidup, ia harus dirancang sedemikian rupa sehingga dapat dibayangkan, dirasakan dan diraba. Ia menjadi begitu nyata seakan-akan dia memang seseorang yang hidup dan dikenal oleh pengarangnya. Lagipula ada nasehat bijak yang berkata, tulis apa yang kamu ketahui dengan baik. Nasihat tersebut sangat cocok untuk diterapkan di sini. Pengarang akan dapat menulis ceritanya dengan baik, karena telah mengetahui dengan sangat baik tokoh-tokoh yang berperan di dalam cerita tersebut. Apabila tokoh-tokoh di dalam ceritanya begitu nyata bagi pengarangnya, tokoh-tokoh itu akan juga terasa nyata bagi pembaca.

Tidak seluruh informasi yang diciptakan oleh pengarang akan dipakai di dalam cerita. Informasi-informasi mendetil tentang tokoh-tokoh ini adalah faktor x yang diperlukan oleh pengarang untuk membangun ceritanya dan menjawab segala pertanyaan yang perlu dijawab tentang tokohnya, sehingga, pilihan-pilihan dan tindakan-tindakan yang dilakukan oleh tokoh-tokoh tersebut di dalam cerita memiliki alur logis, konsistensi dan terasa sesuai dengan kepribadian tokoh.

Itu sebabnya pengarang perlu mengetahui secara intim semua tokoh-tokohnya. Pengarang perlu mengerti semua rahasia yang disimpan oleh tokoh-tokohnya. Seringkali inilah yang mendasari banyak sekali motivasi dramatis dari pertimbangan dan tindakan tokoh. Dengan sungguh-sungguh bekerja menciptakan karakter-karakter tokoh, pengarang akan mengetahui rahasia-rahasia yang tersembunyi dari pandangan orang-orang terdekat tokoh tersebut, bahkan, rahasia yang tidak disadari oleh tokoh itu sendiri. 

Galilah sedalam-dalamnya dan temukan harta karun di dalam setiap tokoh ciptaan.

Berikut ini, beberapa kegiatan yang dapat membantu lebih memahami dan mengenal tokoh-tokoh ciptaan. Semakin terperinci informasi yang diciptakan oleh penulis akan semakin baik penulis mengenal tokoh ciptaannya.

Tuesday, December 18, 2012

Kampung Fiksi di Grand Launching The Casual Vacancy



Minggu, 16 Desember 2012, Kampung Fiksi diwakili oleh Winda Krisnadefa dan Ria Tumimomor berkesempatan menghadiri undangan Grand Launching novel dewasa pertama J.K. Rowling, The Casual Vacancy di Gramedia Matraman. Setelah sebelumnya kami juga mendapat kesempatan untuk menghadiri Soft Launching novel yang sama di Indonesian Book Fair 2012, kesempatan kali ini juga tak mau kami lewatkan. Apalagi acara Grand Launching ini dibuat lebih meriah dan besar. Membaca twit dari @penerbitmizan, @mizandotcom dan @CasualVacancyID tentang acara yang akan berlangsung di function room Gramedia Matraman, kami makin bersemangat. Nama-nama selebriti terkenal yang akan mengisi talkshow dan hiburan menjadi salah satu daya tarik untuk kalangan umum, tentu saja. Zaskia Adya Mecca akan ikut mengisi talkshow bersama dengan Poppy dari komunitas Indo Harry Potter (komunitas pecinta Harry Potter) dan Andityas Prabantoro (Tyas) dari Mizan (salah satu dari tiga penerjemah novel The Casual Vacancy).



Monday, December 17, 2012

Book Traveling Campaign Group

Bagi yang berminat menjadi pengirim buku dan penerima buku dalam Book Traveling Campaign, agar komunikasi sepanjang book traveling menjadi mudah dan aman, plus mempererat silaturahmi antara pengirim dan penerima buku, dapat bergabung di Grup Book Traveling Campaign.

Keterangan lengkap tentang Book Traveling Campaign dapat di baca di sini: Apa Itu Book Traveling Campaign?

Sunday, December 16, 2012

The Casual Vacancy: Ketika Sebuah Posisi Tidak Tergantikan

Masing-masing dengan The Casual Vacancy-nya :) Doc: KampungFiksi.com

Judul: The Casual Vacancy
Pengarang: J.K. Rowling
Penerjemah: Esti A. Budihabsari, Andityas Prabantoro, Rini Nurul Badariah
Penerbit: Qanita, Mizan
Tebal Halaman: 593
Penghargaan: Best Fiction, GoodReads Choice Awards 2012
Bintang dari saya: 5 (*****)



KampungFiksi.com-Tgl 8-12-2012, selesai membaca The Casual Vacancy yang diterjemahkan menjadi Perebutan Kursi Kosong. Sebetulnya, lebih tepat kalau judulnya adalah: Kursi Yang Kosong. Kepergian Barry Fairbrother meninggalkan sebuah lobang menganga yang tidak bisa digantikan oleh siapapun di Pagford. Samantha Mollison, isteri yang tidak berbahagia dari Miles Mollison, menyatakannya dengan tepat ketika dia mengkonfrontasi suaminya, dia bilang, "....kau tidak pantas menggantikan Barry Fairbrother. Dia tulus."

Ketulusan Barry Fairbrother itu yang tidak dimiliki oleh tokoh-tokoh yang lain.

Friday, December 14, 2012

Book Traveling Campaign

Halo, sahabat Kampung Fiksi!

Beberapa tahun belakangan ini sepertinya minat orang-orang untuk jadi seorang penulis meningkat pesat, ya? Apa karena menerbitkan buku sendiri sudah semakin mudah, ataukah karena kita berpikir, "Ah, nulis itu gampang, kok!" Nggak ada yang salah kok dengan pikiran-pikiran tersebut. Menerbitkan buku sendiri sekarang ini memang cuma sejarak klik di layar laptop kamu. Dan menulis itu gampang? Ah, iyaaa, gampang! Gampang, kok...untuk yang mau dan semangat belajar! ^_^

Yang bikin ribet itu, kalau ada yang ingin jadi penulis, tapi malas membaca. Doh, gimana urusannya kalau begini? Membaca dan menulis itu dua kegiatan yang saling berkaitan. Membaca itu vitaminnya penulis. Jangan harap bisa menulis bagus kalau membaca aja malas.

Banyak juga kok yang keukeuh, maunya nuliiiis terus dan sedikit sekali membaca. Tapi sebesar apa pun bakatnya dalam menulis, suatu saat dia akan terkurung dalam tempurung kalau tidak mau belajar dari bacaan-bacaan penulis lain. Jangan begitu, ya! Please...^_^

Nah, supaya kegiatan keduanya berimbang, Kampung Fiksi mengadakan campaign yang nantinya, mudah-mudahan, bisa membantu para writers wannabe ini lebih semangat membaca dan belajar dari bacaannya. Nama campaign ini:

Book Traveling Campaign



Apa itu Book Traveling Campaign?
Kamu punya buku yang kamu senangi dan memberikan inspirasi yang besar dalam kepenulisanmu? Kenapa nggak share dengan teman-temanmu? Berbagi dengan mereka tentang tanggapanmu atas buku tersebut melalui catatan-catatan kecil yang diselipkan di buku tersebut. Lalu kirimkan ke temanmu, dan mintalah temanmu untuk membuat catatan kecil juga tentang buku tersebut. Lalu temanmu boleh mengirim buku itu ke temannya yang lain, dan memintanya untuk melakukan hal serupa. Begitu seterusnya.  Dengan begitu, bukumu sudah berjalan-jalan ke beberapa tempat dan mendapat catatan-catatan bermanfaat dari berbagai sudut pandang.

Tapi kalau bukunya pengen balik lagi ke kita, gmana? Secara itu buku kesayangan...hiks...

Friday, November 30, 2012

FINAL Syarat #postcardfiction Di @kampungfiksi

Selamat pagi sahabat KF :)

Hari ini kami ingin mengumumkan ketentuan-ketentuan dalam event #postcardfiction yang akan diadakan bulan Desember nanti.. Jadi apa sih #postcardfiction itu? Dan kenapa dinamain #postcardfiction ?

Definisi Postcard Fiction menurut Wikipedia:


Awalnya sih admin twitter Kampung Fiksi kepikiran untuk menyelenggarakan event ini dengan ketentuan peserta harus membuat karya fiksi di atas kartu pos betulan dan dikirim ke admin Kampung Fiksi. Tapi akhirnya diputuskan bersama bahwa karya fiksi dari event ini akan dimuat di blog milik masing-masing peserta.
Karena menulis di kartu pos tidak bisa banyak-banyak maka kami memutuskan harus ada batasan dari jumlah kata. Dan walaupun ini karya fiksi, harus ada temanya khan. Kami juga sudah menyiapkan tema untuk kisah fiksi di event #postcardfiction :)

Ketentuannya adalah:

Tuesday, November 27, 2012

#TCVSoftLaunching @CasualVacancyID


Hari Minggu tanggal 25 November kemarin kami dari Kampung Fiksi beruntung untuk dapat menghadiri Soft Launching buku terbaru karya JK Rowling yang berjudul: The Casual Vacancy. Berbeda dengan buku Harry Potter yang bisa dinikmati segala jenis usia, novel terbaru JKR ini ditujukan bagi pembaca dewasa.

Bagi yang ketinggalan live tweet kami sepanjang acara soft launching The Casual Vacancy yang diterbitkan penerbit Mizan di Indo Book Fair , kami post disini ya live tweet-nya.


Monday, November 26, 2012

#postcardfiction Di Kampung Fiksi

Selamat pagi sahabat KF :)

Hari ini kami ingin mengumumkan ketentuan-ketentuan dalam even #postcardfiction yang akan diadakan bulan Desember nanti.

Apa sih #postcardfiction itu? Dan kenapa dinamain #postcardfiction ?

Tuesday, November 13, 2012

(Yok! Tanya Mak Bunglon) Bagaimana Menulis Cerita yang Menarik

Pertanyaan yang masuk email Kampung Fiksi dilayangkan oleh Safinah Hakim. Kali ini dijawab oleh Endah.

Pertanyaan:

Bagaimana cara mengarang cerita yang menarik? Berkali-kali saya mencoba menulis, tapi saya hapus lagi karena merasa ceritanya tidak menarik.”

Jawab:

Sunday, November 11, 2012

Gari Rakai Sambu : Setiap Penulis Mempunyai Caranya Sendiri

Gambar diambil dari : koleksi foto pribadi Gari


Hai, Sahabat Kampung Fiksi, sudah pada baca khan cerpen keren yang dimuat di blog tercinta ini di hari Minggu, 4 November lalu, yang judulnya "Republic Move On"?

Nah, Kampung Fiksi berkesempatan untuk mewawancarai Gari yang dengan baik hatinya meladeni pertanyaan-pertanyaan yang kami ajukan, dengan ini kita semua berkesempatan sedikit mengenal lebih baik sosok di balik "Republic Move On" yang membuat kita jadi ingin ikut move on juga dari masa lalu yang mungkin masih menahan langkah kita untuk bergerak maju.

Lalu, ada hubungannya tidak sih antara membaca dan menulis? Bagaimana kalau saat sedang menulis, kita merasa mentok, atau mungkin mengalami yang sering dibilang writer's block? Apa Gari sendiri merasa karyanya itu keren? Hmm, kira-kira dari mana sih Gari mendapatkan sumber inspirasinya? Dan ingin dikenal sebagai penulis seperti apa ya Gari?

Mau tahu jawabannya? Stay tune yaa dan pastinya ikutin terus sampai selesai yaa, yukk marii..

Tuesday, November 6, 2012

(Yok! Tanya Mak Bunglon!) Bagaimana Konsisten Menulis Tanpa Terganggu Mood dan Persoalan Sehari-hari?


Pertanyaan minggu ini yang masuk ke e-mail Kampung Fiksi lumayan beragam. Mak Bunglon Winda pilih pertanyaan dari Olivia Kamal.

Pertanyaan:

"Bagaimana menyelesaikan sebuah karya (novel) tanpa terpengaruh mood, ribetnya persoalan hidup sehari-hari (pekerjaan, rumah tangga, dll), rasa malas dan distraksi lainnya?"

Jawab:

Sunday, November 4, 2012

Cerpen Minggu Keren: Republik Move On


Republik Move On oleh Gari Rakai Sambu 

Rani, senior yang paling ditakuti oleh segenap mahasiswa baru di kampusku, sama persis dengan Malang: dingin, misterius. Rani adalah orang paling antagonis di acara ospek ini. Selain mahasiswi, kurasa penebar teror adalah pekerjaan utamanya. Dan hari ini, berkat sedikit “keberuntungan,” teror itu khusus ia hadiahkan kepadaku. Ya, aku. Bukan ratusan mahasiswa lain yang berbaris dalam topi dan pita warna-warni di lapangan kampus pagi ini.

“Sebutin sekali lagi, apa dosa kamu?”

Aku mendesah pelan. Entah sudah berapa kali aku mengucapkan kalimat ini sedari tadi pada senior-senior lain: “Gak bawa telor.” Mungkin ini yang keseratus kalinya.

Thursday, November 1, 2012

[Serial Kamis Tips Nulis] Becoming a Better Writer



Beberapa hari yang lalu ketika tengah browsing, #DJTwitKF menemukan topik : How Becoming A Better Writer. Okay, sebelum dilanjutkan kami di Kampung Fiksi merasa perlu mengingatkan bahwa tips menulis sebenarnya tersebar di internet. Tapi, apakah kami disini dan sahabat KF bisa menjadi penulis yang baik tetap tergantung dari diri masing-masing ya :)

Okay, mari kita mulai aja #KamisTipsNulis hari ini:


Seperti yang kita ketahui, hidup adalah proses belajar yang tidak pernah berhenti #KamisTipsNulis

Utk bisa menjadi penulis yg baik itu diperlukan juga proses belajar yg terus menerus #KamisTipsNulis

Wednesday, October 31, 2012

Buat Kamu yang 'I Hate Slow' Saat Menulis di Blog

Haiii, sahabat KF!
Masih ingat kan keriaan kita saat ajang Social Media Festival 2012 kemarin? Beberapa hari sebelum acara tersebut diselenggarakan Kampung Fiksi sempat mengadakan sebuah event online berhadiah. Kami mengadakan semacam kuis selama 3 hari berturut-turut via Twitter dan mendapat banyak sambutan dari follower @kampungfiksi di Twitter. Tiga orang pemenang telah mendapat hadiah berupa masing-masing sebuah modem dari Smartfren. Sekali lagi, kami mengucapkan terima kasih untuk semua sahabat KF yang sudah ikutan meramaikan acara tersebut, ya! Event berhadiah itu juga tidak akan terselenggara tanpa kerja sama dari Smartfren sebagai pendukung acara.

Tuesday, October 23, 2012

Tujuh Crews Kampung Fiksi dan Kegiatan di Kampung Fiksi

Selamat pagi teman-teman :) Pagi ini, kepingin share siapa-siapa saja di balik layar Kampung Fiksi alias para crew di blog, page facebook dan twitter @Kampung Fiksi. 

Crew Kampung Fiksi

Ada TUJUH (7) crews Kampung Fiksi:

Mak Gaul Winda Krisnadefa dan Mak Endah Raharjo (pengasuh rubrik Yok! Tanya Mak Bunglon!) yang keduanya memang mengaku senang dipangggil emak-emak sebab sudah emak-emak (alias ibu2, begitu).

Miss Ria Tumimomor alias DJTwit Kampung Fiksi yang selalu handel akun twitter Kampung Fiksi.

Miss G aka Gratcia Siahaya yang pegang fanpage Facebook KF dan event J50K (hai halooo!!) plus pemuatan cerpen KF bersama, Miss Meliana Indie, yang pegang bagian puisi di Kampung Fiksi.

Miss Indah Wd, yang pegang bagian cerita anaknya Kampung Fiksi, dan Deasy Maria, bendahara dan pakar internet sehat KF. Indah dan Deasy adalah para reporter Kampung Fiksi yang tugas utamanya menwawancarai penulis-penulis untuk dimuat di blog ini.

Kami juga dapat dijangkau melalui akun twitter: @kampungfiksi @RiaTumimomor @_meong_ @windakrisnadefa @idea2199 @tottilicious79

Kegiatan-kegiatan Kampung Fiksi

Untuk blog: 

1. Apabila ingin mengirimkan Cerpen, silakan kirim ke kampungfiksi@gmail.com dengan subyek: Cerpen. Sebelum mengirimkan cerpen, dapat membaca dahulu artikel: Mari Menulis Cerpen! sebagai rujukan.

Syarat teknis pengiriman cerpen.

a. Cerpen ditulis di MSWord yang diattach sebagai dokumen, jangan ditulis pada badan email.

b. Spasi 2, font Arial, besar huruf 12.

c. Panjang cerpen 1000-2500 kata.

d. Mempergunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

e. Tidak mengandung kalimat dan ide yang merendahkan perempuan.

f. Merupakan karya asli pengarang, bukan saduran, terjemahan atau jiplakan karya orang lain.

g. Kirimkan ke kampungfiksi@gmail.com.

2. Apabila ingin bertanya seputaran menulis fiksi dan terbit buku, silakan layangkan email ke kampungfiksi@gmail.com dengan subyek: Yok! Tanya Mak Bunglon.

3. Apabila ingin kirim puisi, silakan kirim ke kampungfiksi@gmail.com dengan subyek: Puisi

4. apabila ada penulis/pengarang fiksi kesayanganmu yang kalian ingin diwawancarai oleh Kampung Fiksi, silakan layangkan email ke kampungfiksi@gmail.com dengan subyek: Wawancara, juga tuliskan pertanyaan-pertanyaan apa saja yang kalian ingin tanyakan kepada penulis/pengarang kesayangan kalian tersebut.

5. Khusus bagi para penulis indie yang ingin kumpulan cerpen/novel-nya direview oleh Kampung Fiksi bisa mengirimkan bukunya ke Sekretariat Kampung Fiksi d/a Jl. Alam Segar 1/20. Pondok Indah. Jakarta 12310. 

Untuk Twitter:

1. Setiap hari Kamis, DJTwitKF akan sharing tips menulis #KamisTipsNulis, kontribusi dari crew KF atau penulis lainnya.

2. Setiap hari Jumat, DJTwitKF akan share link blog siapa saja yang ingin blognya dibaca oleh lebih banyak pembaca dalam #FridayBlog

Untuk Fanpage KF: menayangkan hal-hal seputar informasi menulis fiksi, link blog Kampung Fiksi, kutipan-kutipan penulis terkenal, dan motivasi untuk menulis dan kuis-kuis ringan berhadiah ringan-ringan juga.

Event Khusus: Kami juga melaksanakan event tertentu yang akan diumumkan kemudian. Jadi, stay tunned ya!

Kami berharap, apa yang kami bagikan dapat berguna bagi teman-teman atau mereka yang memerlukannya.

Monday, October 22, 2012

Kampung Fiksi 4 Mahanani

“Sekarang giliran saya bicara!” seru lelaki muda berkemeja kotak-kotak hitam-putih itu. Lengan kanannya ia acungkan, menuntut perhatian. Enam perempuan - emak-emak Kampung Fiksi -  yang mengitarinya seketika berhenti meronyeh. Dengan santun si lelaki lalu menumpahkan perasaannya, yang mungkin sudah lama dibekamnya.

Begitu cara Naim Ali dari Kediri mengawali ucapan terimakasihnya pada Kampung Fiksi, yang  dijabarkan panjang, lebar, dan menyentuh hati.

Naim Ali dikerubuti emak-emak Kampung Fiksi

Siapa Naim Ali dan mengapa ia perlu datang jauh-jauh dari Kediri ke Jakarta untuk bertemu dengan emak-emak Kampung Fiksi? Kisahnya berawal dari kegiatan yang diselenggarakan Kampung Fiksi pada bulan February 2012.

Friday, October 19, 2012

Tembak Di Tempat 13

Bagian 13

Interior restoran di lantai dua ini sederhana. Warna dindingnya broken white dengan aksen pelisir keemasan membingkai tiap lubang jendela dan pintu. Semua lampunya tertanam ke dalam plafon. Sinar kuningnya memberi kesan hangat dan bersahabat. Kursi-kursinya rotan, dengan dudukan bantal bersalut kain polos merah. Semua mejanya satu ukuran, berbentuk bujur sangkar, cukup untuk empat orang. Kaki-kaki meja dan kursinya lanjai. Warna dan disain semacam itu memberi kesan ringan. Ruangan yang tak begitu luas jadi terasa lebih lega.

Belum pukul 7, namun tetamu hotel sudah banyak yang sarapan. Pasti mereka penyuka Senin, tak sabar kembali bekerja, atau hendak pergi ke luar kota seperti diriku. Sambil menenteng ransel berwarna abu arang, setelah menunjukkan kupon pada petugas di pintu masuk, kucari rekan-rekanku. Kulihat mereka, Naing Naing dan Rudi, memilih meja paling dekat dengan meja buffet. Tim belum terlihat.

“Kamu seperti habis menang lotre,” gurau Rudi. Ia jeli. Pagi ini aku bangun dengan perasaan riang, merasa menemukan diriku kembali, bisa mengatur emosi yang belakangan ini tak terkendali. Aku juga hendak bertemu lelaki yang dikabarkan sangat istimewa.

“Pagi, Mia! Kamu terlihat gembira.” Naing Naing mengangkat mukanya dari piring penuh croissant. Ada pula segulung telur dadar yang pasti dibuat dari tiga butir telur, bukan cuma dua. Juga semangkuk cereal. “Dilarang protes! Aku kelaparan,” ia membela diri sebelum kuserang. Ajaib, sepasang matanya untuk beberapa saat terlihat normal.

Thursday, October 18, 2012

Yok! Tanya Mak Bunglon! (Rubrik Baru di Blog Kampung Fiksi)

Sahabat-sahabat Kampung Fiksi,
Ada kabar baru dan bagus dari para bunglon di Kampung Fiksi, nih!
Kami sering sekali mendapat pertanyaan seputar menulis fiksi melalui e-mail, Twitter mau pun Facebook. Biasanya sebisa mungkin kami akan jawab secara personal langsung ke sang penanya. Tapi lama-kelamaan kami jadi berpikir, kenapa pertanyaan dan jawabannya nggak kita share aja ke semua sahabat Kampung Fiksi sekalian? Dengan begitu akan lebih banyak yang bisa belajar melalui pertanyaan dan jawaban itu. Siapa tahu ada orang lain yang juga punya masalah yang sama tapi malu mau nanya. Hihihihi...


Mulai bulan November 2012 nanti, akan ada rubrik baru di blog ini. Nama rubriknya, Yok! Tanya Mak Bunglon! Kenapa Mak Bunglon, sih? Ohohoho, soalnya pengasuh rubrik ini adalah dua emak-emak bunglon di Kampung Fiksi: Winda Krisnadefa dan Endah Raharjo. Rubrik ini akan tayang setiap hari Selasa di sini.

Jadi kalau kamu punya pertanyaan seputar menulis cerpen atau novel atau cara menerbitkan buku atau apa pun (selama masih berhubungan dengan menulis fiksi) kami akan berusaha menjawabnya. Tentu saja karena banyak pertanyaan yang setiap harinya masuk melalui e-mail, Twitter dan Facebook, kami harus memilih satu pertanyaan untuk tiap minggunya. Pertanyaan yang dipilih dipertimbangkan memiliki nilai manfaat yang besar untuk semua sahabat Kampung Fiksi. Untuk sementara ini kami hanya akan menyortir pertanyaan yang masuk melalui e-mail Kampung Fiksi, ya!

Tunggu apa lagi? Kirim pertanyaan kamu melalui e-mail kampungfiksi@gmail.com sekarang, ya! Cantumkan di subyek e-mail: Yok! Tanya Mak Bunglon! Kami tunggu! Kita belajar bersama. :)

Tuesday, October 16, 2012

Seru Dan Basah!

Kampung Fiksi dan Story Lab
Persis banget dengan main polo air: seru dan basah. Begitulah kesan keseluruhan acara ngobrol bareng dengan Kampung Fiksi dan Story Lab dalam acara Social Media Festival, Sabtu, 13 Otober, 2012, di Gelanggang Renang Senayan, Jakarta.

Perkara seru itu sudah dijamin, sebab acara ini dipandu oleh MC keren Andi Gunawan, yang kelangsingan body-nya bikin iri para emak Kampung Fiksi. Tapi kok pakai basah??? Itu gimana ceritanya??? Itu dia! Bayangkan… acara keren ini diselenggarakan di Gelanggang Renang Senayan, di saat matahari lagi royal-royalnya melimpahi langit Jakarta dengan sinarnya. Apalagi sepanjang hari Sabtu itu kelembaban udara kota Jakarta luar biasa tinggi, menurut Nona Google Weather mencapai 81%. Alhasil, keringat mengucur deras, serupa hujan di bulan Januari (entah ini judul puisi siapa), dari pori-pori puluhan orang yang mondar-mandir menyiapkan dan mengikuti acara asyik ini.

Dihadiri oleh sekitar 50 peserta – termasuk panitia Kampung Fiksi dan Story Lab - acara yang berlangsung 1 jam ini berjalan lancar, penuh canda dan pastinya…. diselingi aksi foto-foto. Peserta mendapat goodie bag berisi: materi tertulis dari Kampung Fiksi, sekeping DVD dari Story Lab, snack, air mineral, dan sebuah pin imut khas Kampung Fiksi.

Ngobrol bareng Kampung Fiksi dan Story Lab yang mengetengahkan tema ‘Dari Cerpen Jadi Short Movie’ ini dimulai sedikit terlambat karena alasan teknis (kayak perusahaan penerbangan kita, ya… apa-apa yang disalahkan Si Teknis). Terlepas dari itu, Andi Gunawan berhasil memandu dengan baik: santai, kocak, dan seru.

Kampung Fiksi menampilkan tokohnya yang paling tersohor seantero kampung: Winda Krisnadefa. Story Lab diwakili oleh juragannya: Nuraziz Widayanto.

Memperkuat Otot Menulis 

Winda dan Andi Gunawan
Winda memperbagikan pengalamannya menulis fiksi, khususnya cerita pendek atau cerpen. Menurut Winda, menulis apapun, termasuk fiksi, tujuannya untuk menyampaikan ide. Dalam fiksi, ide disampaikan lewat jalinan cerita, lewat pikiran atau opini dan dialog para tokoh di dalam cerita.

Ide dan ilham bisa diperoleh dari mana saja, dari lingkungan sekitar dan kehidupan sehari-hari. Kemampuan orang menangkap ilham dari lingkungan sekitar itu berbeda-beda, namun bisa diasah. Caranya? Di antaranya: banyak membaca, eksplorasi dan observasi lingkungan, melakukan penelitian atau riset, dan bila perlu bergabung dengan komunitas menulis. Biasanya di dalam komunitas menulis para anggotanya saling membantu memberi masukan untuk memperbaiki kualitas tulisan. Winda mengatakan agar bersikap obyektif dan terbuka dalam melakukan hal-hal di atas, tidak menghakimi, tidak cepat menilai, karena semua itu ditujukan untuk membuka dan memperluas wawasan.

Winda memberi penekanan pada pentingnya membaca untuk memperkaya wawasan. Si Emak yang ngaku-ngaku gaul ini, saking seringnya menulis sambil ngurus dapur, mengibaratkan hubungan membaca dengan menulis ini serupa cangkir dengan teko. Kalau teko (otak kita) kosong akibat jarang membaca, gimana bisa menuangkan isinya ke dalam cangkir. Jiah!

Masih menurut Winda, seperti kegiatan lainnya, kemahiran menulis perlu dilatih agar kualitas tulisan meningkat. Ia menyarankan agar penulis harus rajin-rajin melatih ‘otot menulis’, maksudnya disiplin dan focus dalam berlatih. Nah… ternyata memang persis kayak main polo air. Kalau nggak rajin berlatih, bisa tenggelam saat melempar bola gara-gara otot-otot kurang kuat. Namun bila giat melatih otot-ototnya, kemungkinan besar lemparan bolanya mampu menembus gawang, alias karangannya berhasil diterbitkan jadi buku, dimuat di majalah atau koran, memenangkan lomba menulis cerpen, atau setidaknya memuaskan pembacanya.

Show Don’t Tell 

Winda - Nuraziz - Andi Gunawan
Salah satu rumus yang dianggap paling jitu untuk menghidupkan cerita adalah “show don’t tell” atau “lukiskan jangan jelaskan”. Rumus ini lazim dipakai oleh penulis. Apa maksudnya? Kira-kira begini: untuk mengajak pembaca lebih meresapi tulisan, sebaiknya penulis jangan memakai terlalu banyak kata sifat untuk mewujudkan gagasannya, namun melukiskannya.

Misalnya penulis ingin menuliskan tangisan Tono. Ada dua pilihan:
Satu, menjelaskan dengan kata sifat: “Malam itu Tono menangis keras sekali.”
Dua, melukiskan: “Tangisan Tono malam itu membangunkan seisi kampung.”

Kalimat pertama itu masuk kategori ‘tell’ dan yang kedua disebut ‘show’.

Menurut Nuraziz Widayanto salah satu hal paling vital dalam membuat film adalah menghindari kata sifat. Adegan film harus bisa dinikmati secara visual, gagasan yang ingin disampaikan dapat dimengerti penonton tanpa bantuan kata-kata.

Untuk menunjukkan pentingnya unsur ‘show’ - atau visual - dalam film, Story Lab mengadaptasi cerpen menjadi film pendek. Cerpen karya Ramdhani Nur berjudul Warna Warni Marni divisualisasi menjadi film berjudul Demi Malam. Dari tayangan film itu terlihat perbedaan antara cerpen (tulisan) dengan film (visual) sebagai media penyampai gagasan. Dalam cerpen pembaca mendapat kemewahan untuk ‘membayangkan sendiri’ jalannya cerita, termasuk wajah tokoh-tokohnya. Dalam film penonton dimanjakan menikmati langsung jalan cerita – termasuk wujud para tokohnya - lewat rangkaian adegan yang bisa ditangkap langsung oleh mata dan telinga. Cerita yang disampaikan lewat cerpen dan film masing-masing punya kekuatan, yang tidak bisa dibandingkan, dan memiliki cara berbeda untuk menyentuh rasa penikmatnya.

Story Lab juga menayangkan karya lainnya berjudul Omnibus Rahasia.

Karena ketatnya waktu, dua film yang membuat peserta tak berkedip itu tidak sempat dibahas tuntas. Peserta juga tidak berkesempatan bertanya pada Winda dan Nuraziz. Namun Kampung Fiksi dan Story Lab masing-masing membuka pintu untuk obrolan lebih lanjut, lewat blog, lewat twitter, maupun page Facebook. Blog Kampung Fiksi pasti udah pada tahu, kaaan? Kalian lagi pada mantengin blog paling keren sedunia fiksi ini. Kalau blog Story Lab, bisa dikunjungi lewat tautan ini: http://www.storylab.co.cc/

Penyerahan Hadiah Kuis Smartfren 

TJ Ria Tumimomor dan Shanty Handayani
Untuk memeriahkan acara festival ini, Kampung Fiksi kerja bareng dengan Smartfren menyelenggarakan serangkaian kegiatan online lewat twitter. Tentunya khusus ditujukan pada para sahabat Kampung Fiksi yang jari-jarinya lihai ‘mengoceh’ lewat twitter. Kegiatan online yang asyik ini dipandu oleh Tweet Jockey - TJ - Ria Tumimomor.

Acaranya meliputi interview on twitter antara Kampung Fiksi dengan Story Lab yang dilangsungkan pada Minggu, 7 Oktober 2012. Dilanjutkan dengan interview oleh SmartFren World pada Kampung Fiksi, Senin, 8 Oktober 2012.

Acara live twitter ini makin seru karena ada kuisnya, berturut-turut selama 3 hari dari Selasa, 9 Oktober sampai Kamis, 11 Oktober 2012. Kuis dilangsungkan live dari pukul 12 siang sampai 5 sore. Setiap hari, TJ Ria dibantu oleh tim Kampung Fiksi memilih 1 pemenangnya.

Pembagian hadiah untuk 3 pemenang diserahkan pada saat acara ngobrol bareng ini. Berikut ini nama-nama pemenang kuis:
• Nisa Aulia dari Jakarta, atau @nisafu
• Shanty Handayani dari Jakarta, atau @shantyadhitya
• Yennesy Damayanti dari Padang, Sumatera, atau @cisy_sakura

Hadiah untuk pemenang dari Jakarta langsung diserahkan dalam acara kolaborasi ini. Untuk pemenang asal Padang hadiahnya dikirimkan lewat pos. Mau tahu hadiahnya? Masing-masing menerima satu set USB modem Smartfren CE682. Asyik, kan? Makanya… lain kali ikutan kalau kami bikin acara kayak ginian!

Foto, Video, dan Materi

Untuk sahabat Kampung Fiksi yang tidak bisa hadir tapi pingin tahu sebasah dan seseru apa acaranya, bisa ngintip tautan ini untuk menikmati foto-fotonya di akun google  dan akun Facebook kami.

Salah satu sahabat KF paling-konyol-dan-lucu-tapi-tidak-unyu dengan brand name Hazmi Srondol, berbaik hati merekam kegiatan basah ini dalam video 6 menit. Sudah diunggah di YouTube. Pengin lihat? Ini tautannya: http://www.youtube.com/watch?v=c4PIcR5qSd0&feature=plcp . Hati-hati yaaa... selain basah, bisa lengket… saking banyaknya keringat!

Sahabat Kampung Fiksi yang ingin mendapat materi tertulis dari Kampung Fiksi dalam acara tersebut bisa menuju tautan ini: Mari Menulis Cerpen! 

Kampung Fiksi menyampaikan berkarung terima kasih untuk para sahabat yang sudah ikut bikin seru acara ini. Penghargaan kami yang tinggi untuk para mitra: Smarfren, Story Lab, dan Panitia Festival Social Media 2012. Acara ini bikin ketagihan, kapan ya bisa ngadain acara lebih seru lagi, dan berbasah-basah kembali? 

***

Monday, October 15, 2012

Social Media Festival 13 Otober 2012


Horeee! Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu oleh kami dan juga sahabat KF akhirnya tiba juga. Tidak akan ngomong banyak di postingan ini selain mengatakan hurraahh! Acara berjalan dengan baik bersama Story Lab Bandung di classroom Gelanggang Renang Senayan tgl 13 Oktober 2012 pada saat Social Media Festival.

Bagi yang missed our good moment dan pengen tahu siapa-siapa yang hadir silahkan ngintip video kegiatan kami karya Hazmi Srondol dengan reporter dadakan dari Taman Bacaan Mahanani : Naim Ali beserta MC super keceh : Andi Gunawan (pokoknya rugi yang gak datang).

Juga foto yang bertebaran di akun Facebook kami dan album foto di google plus  milik Ria Tumimomor bisa diintip sekalian :)

Reportase lengkap akan segera menyusul ya sahabat KF :) Selamat menikmati foto-fotonya ^_^

Friday, October 12, 2012

Tembak Di Tempat 12

Bagian 12

Kudengar ketukan di pintu kamar saat aku hendak melakukan posisi ardha chandrasana. Pasti Tim. Sore tadi, selepas kami sama-sama keluar kantor karena gusar, ia menelpon, mengajakku bicara. Saat itu aku tengah menyusuri jalanan, membuang semua energi negatif yang tertimbun sejak seminggu lalu, sejak petugas yang marah di perbatasan menembakkan Mosin Nagant dua kali.

Kami sepakat bertemu pukul 6, namun ada urusan mendesak yang harus ia selesaikan.

“Maaf, kupikir 30 menit cukup, ternyata hampir 1 jam,” kilahnya begitu pintu kubuka. Ia mengamati wajah dan leherku yang berleleran keringat. “Kamu baru yoga? Kita bisa….”

“Tidak apa-apa, sekarang saja,” potongku. Aku tak mau menunda kesempatan mendengar apapun yang akan disampaikannya. “Kamu keberatan kalau aku tidak mandi dulu?”

 “It’s fine. Kamu kelihatan lebih segar,” gelaknya. “Mau di kantor atau…?”

“Di kolam renang,” ujarku. Sabtu malam kolam renang buka sampai pukul 10. CafĂ©-nya masih melayani tamu hingga pukul 2 dini hari. “Sebentar….” Pintu kubiarkan terbuka. Kuraih dompet, ponsel, dan jaket. Kolam renang ada di atap, kalau malam anginnya makin kencang. “Apa ada sesuatu yang perlu kubawa?” tanyaku sebelum menutup pintu. Kami berhadapan, aku harus mendongak untuk melihat wajahnya.

Thursday, October 11, 2012

(PUISI) Setumpuk Perasaan Milik Hati


Setumpuk perasaan milik hati
menumpuk di atas meja, ranjang, dan lemari
sebagian tertutup di bawah tudung saji
sebagian lagi terlipat bersama kemeja usang di laci
sebagian yang lain tergoreng nyaris hangus di atas wajan.

Setumpuk perasaan milik hati
bermain-main dengan angin di luar jendela
mereka ingin berlari pergi tetapi bayangannya terikat erat
di kusen-kusen kayu tak bergerak, kokoh, keukeuh,
tak peduli rasa ingin.

Setumpuk perasaan milik hati
duduk manis di atas kursi rotan berayun
membiarkan segala hiruk-pikuk lalu-lalang
memandang apa siapa kenapa di mana dengan siapa
tak tergores sedikitpun oleh peristiwa
membiarkan kejadian demi kejadian berlangsung
mencatatnya diam-diam, menyimpannya dalam satu lagi tumpukan cucian.

Setumpuk perasaan milik hati
tersimpan dalam tumpukan-tumpukan kertas bergaris
bermandikan debu-debu mengendap dengan waktu
tersembunyi dari pandangan
nyaris terlupakan sama sekali
menunggu dalam diam-diam tanpa keraguan
suatu saat nanti, ya, suatu saat nanti.

Setumpuk perasaan milik hati
remeh-temeh, jinak, dangkal
tak berujung tak berpangkal
hanya sekedar ada, pernah ada, pernah dirasakan
tak lagi diingat mengapa ia ada
tak punya tempat dalam arteri utama kehidupan.

Setumpuk perasaan milik hati
mengendap
lalu seperti segala sesuatu di dunia fana
bersatu dengan debu
abadi dalam debu
tanpa penyesalan.

2012

***

Sudah dimuat di Miss G dan sepotong di Notes FB

Friday, October 5, 2012

Tembak Di Tempat 11

Bagian 11


Di pertengahan Februari cuaca pagi di kota Bangkok terasa nyaman dan sejuk, seperti perasaanku sehabis memburas dengan Bapak dan Ibu. Supaya hemat, kami memakai Skype, tetapi sistem keamanan hotel ini memblokir penggunaan kamera, jadi kami tidak bisa saling melihat.

Berada dalam situasi semak hati seperti ini membuatku rindu pada orang-orang yang menyintaiku. Membuatku ingin bersama mereka. Teman-teman kerjaku bukannya tidak menyayangiku. Mereka baik dan penuh perhatian. Tim sudah kukenal lama, sejak aku masih belajar di Amerika. Rudi sudah kukenal lebih dari 10 tahun, saat ia mulai bersahabat dengan Mbak Nia. Ia juga kerap bertandang ke rumah. Tong Rang sudah jadi rekan kerjaku selama 5 tahun. Ia pernah ke Jogja, sepekan tinggal di rumah orang tuaku. Kalau sedang tidak mengerjakan proyek, kami saling berkirim kabar.

Namun tindakan Tong Rang menyadarkanku bahwa aku tak mungkin bisa sepenuhnya mengenal orang-orang di sekelilingku. Kejadian ini juga semacam bukti, manusia punya banyak sisi. Satu sama lain hanya bisa saling mengenal sisi yang ingin ditampilkan, sementara sisi lainnya meringkuk dalam gelap, sampai suatu saat muncul – atau dimunculkan. Menakutkan. Jangan-jangan setiap orang punya sisi yang tak pernah terlihat orang lain hingga akhir hayat. Tak terkecuali diriku.

Thursday, October 4, 2012

Social Media Festival 2012



Hai sahabat KF. Minggu ini kami menyapa kalian untuk berbagi cerita sedikit mengenai keikutsertaan kami di Social Media Festival yang akan berlangsung dari tanggal 12 hingga 14 Oktober 2012 di Gelanggang Renang Senayan.

Gimana awalnya kok kami kepikiran untuk ikut acara ini? Sejak workshop menulis yang kami adakan tahun lalu, ingin sekali ketemu lagi secara offline dengan para sahabat KF. Dan sepertinya even ini  adalah tempat yang pas untuk mewujudkan hal tersebut.  Pas ketika salingsilang.com bersama Daily Social hadir kembali dengan Social Media Festival 2012. Dalam kesempatan kedua ini, hadir pula Kaskus Official Partner untuk berkolaborasi membuat event di Indonesia bagi para penggiat media sosial Indonesia. Acara ini didukung juga oleh ACER, US Embassy dan Smart Fren. 

Friday, September 28, 2012

Tembak Di Tempat 10

Bagian 10 

Rangon, 8 Agustus 1988. 

Jerit-pekik histeria massa mengoyak-moyak langit kota Rangon, mengguncang singgasana pemerintahan Jenderal Ne Win. Ratusan ribu orang itu menuntut restorasi pemerintahan yang demokratis. Thaung Myat, anak lelaki 8 tahun, meraung-raung di sisi tubuh ayahnya yang bersimbah darah. Pinggang guru matematika di sebuah SMA itu tertembus pelor. Untung tiga orang muridnya segera menolong, membopongnya menuju Rumah Sakit Umum Rangon. Diiringi teriakan-teriakan lantang para demonstran, kaki-kaki kecil Thaung Myat mengekor langkah lebar mereka.

Thaung Myat tak tahu sudah berapa lama dirinya terisak-isak di dekat tubuh ayahnya yang tergolek di atas ranjang rumah sakit. Punggungnya berjingkat ketika sepasang lengan memeluknya dari belakang. Lengan ibunya. Isakan Thaung Myat berubah tangisan. Sang ibu menurunkan adiknya dari gendongan.

“Kamu anak pemberani, Thaung…” bisiknya, “shhh… shhh… berhenti menangis… lihat adikmu tidak menangis…” tangan ibunya mengelus rambut tipis adik perempuannya, “kamu sudah besar, bisa menolong ayahmu…” Perempuan berlongyi ungu itu merentangkan dua lengannya, meraup dua anaknya ke dalam pelukan.

Thursday, September 27, 2012

[Kamis Tips Nulis] Cuplikan Kisah si Jomblo - the Story




Kamis Tips Nulis kali ini agak narsis sedikit nih… #DJTwitKF @RiaTumimomor ingin mengulas tentang bukunya sendiri yang sempat diterbitkan dalam bentuk ebook via Evolitera dan secara Indie lewat Nulis Buku. Tapi sekarang buku itu sedang gue tarik karena akan di revisi lagi. Soalnya nih, menurut masukan yang sangat berguna dari Miss G; cerita disana lebih banyak sebagai pembuka alias belum selesai.

But, anyway…kita tinggalkan masalah selesai belum selesainya cerita itu. Sekarang mari kita membahas proses menulis cerita dari Cuplikan Kisah Si Jomblo (CKSJ) ini.

Friday, September 21, 2012

Tembak Di Tempat 9

Bagian 9

Sejak kembali ke hotel karena gagal masuk Ban Luang, Rudi hanya duduk-duduk sambil merokok di teras restoran. Sudah hampir 2 jam. Antara satu sedotan rokok dengan lainnya diselingi satu tegukan bir, langsung dari botolnya. Matanya ia lepaskan, menyeberangi danau, melewati perbukitan.

Aku dan Tim sedang menyelesaikan administrasi dengan petugas hotel. Kami akan kembali ke Bangkok besok pagi, satu malam lebih cepat dari rencana, tak ada lagi yang harus kami lakukan di lapangan bila tak bisa masuk ke kamp pengungsi. Manager hotel hanya bisa mengembalikan 40% dari tarif kamar satu malam terakhir.

Kami bergabung dengan Rudi untuk makan siang. Ruang terbuka di depan teras restoran dinaungi rimbun pohonan, di sana-sini diletakkan kursi batu. Untuk duduk di situ orang harus masuk ke lobby dulu, menyeberangi restoran, lalu menuruni lima anak tangga.

Tim memesan club sandwich dan sebotol bir lokal. Rudi memilih nasi goreng vegetarian. Selera makanku hilang, hanya kupesan es teh lemon dan gloy bautchee, semacam kolak pisang yang kuahnya direbus sebentar agar warna santannya tetap putih.

Thursday, September 20, 2012

[Kamis Tips Nulis] Dari @EndahRaharjo

Foto diambil dari koleksi pribadi: Ria Tumimomor
Setting Dalam Novel

Sahabat Kampung Fiksi, tips menulis di hari Kamis ini masih melanjutkan tentang setting. Mbak Endah Raharjo menyusun tips setting dalam novel untuk sahabat KF jadi yuk kita simak.

Buku The Lord of the Rings edisi pertama yang terbit pada Juli 1954 disertai lembaran peta besar ~ dicetak dua warna merah dan hitam ~ yang dilipat-lipat dan dilampirkan di bagian belakang buku. Peta itu menunjukkan wilayah bagian barat Middle-earth, Rohan, Gondor, Mordor, dan sebagian wilayah Shire, tempat bermukim para Hobbits. Dalam edisi selanjutnya (milik saya edisi 1994, Three-volume Boxed Set dari Houghton Mifflin, New York) supaya lebih praktis peta-petanya dibuat selebar halaman buku, hanya dicetak hitam saja.

Friday, September 14, 2012

Tembak Di Tempat 8

Bagian 8

Awan nimbostratus terbentang di atas perbukitan. Tanpa melihat jam, sulit menengarai apakah matahari telah lingsir atau masih bertahta di cakrawala. Dari jendela kulihat dua balita tengah berlarian bersama ayah mereka di atas rumput yang basah oleh gerimis. Rudi sedang berburu foto untuk keperluannya sendiri. Tong Rang entah dimana, sejak berpisah di rumah panggung aku belum melihatnya.

Aku keluar kamar. Di teras restoran, yang kursi-kursinya ditata menghadap danau, kulihat Tim duduk sendirian. Ia melambai ketika melihatku menapaki tangga untuk bergabung dengannya.

“Draft proposal. Baru 80%,” kuangsurkan sebatang flashdisk.

“Terima kasih.” Benda mungil itu ia taruh ke dalam kantung peralatannya. “Duduk.” Kepalanya bergerak ke kursi di samping kanannya. “Kamu kelihatan kacau… Kopi? Teh?” Tim mengangkat tangannya, memanggil pelayan. Kupesan secangkir coklat panas.

[Kamis Tips Nulis] Dari @windakrisnadefa

Foto diambil dari koleksi pribadi Ria Tumimomor

Kamis Tips Nulis kemarin menghadirkan tips nulis dari salah satu bungloners yang beken dengan sebutan Emak Gaul alias : Winda Krisnadefa

Topiknya sendiri adalah mengenai setting sebagai berikut ini.

Dalam cerita fiksi, ada beberapa unsur penting yg hrs diperhatikan: tema, plot, setting dan karakter. Ke4 unsur ini jika penulis lihai meramunya akan menjadi satu kesatuan yg akhirnya menguatkan cerita dr berbagai sudut.
Sayangnya, kebanyakan penulis terlalu byk berkonsentrasi di plot dan karakter, sehingga setting (waktu dan tempat) kdg terabaikan. Pdhl kalau seeting kuat, cerita akan makin menarik dan banyak sekali celah utk memperdalam konflik dalam cerita. Sbg contoh, novel sejarah Parijs Van Java, Remy Silado yg kental sekali penggambaran setting tempat dan waktunya. Sehingga kisahnya sendiri menjadi lebih kuat krn pembaca bisa ikut merasakan berada di tempat dan waktu kejadian diceritakan.Laskar Pelangi, Andrea Hirata, juga kuat dlm penggambaran setting tempat. 
Walaupun menurut saya pribadi utk setting waktu tidak terlalu mendalam diceritakan. Menurut Remy Silado, utk bisa mendapatkan gambaran kuat akan setting, terutama setting tempat, riset langsung adalah yg plg ideal utk dilakukan penulis. Tapi kan itu makan waktu dan biaya? Apalagi kalau kita ingin menulis ttg cerita di luar negeri,
yg boro2 bisa ke sana, ngebayanginnya aja susah. Tips utk mendapat feel yg kuat utk setting tempat tanpa hrs datang langsung ke lokasi adalah melihat foto dan membaca detil seputar area tsb. Bagaimana iklim di sana, apa kebiasaan masy di sana, jam berapa matahari terbit di daerah itu, bagaimana kondisi ekonomi masy sekitar dsb. Kalau kita menulis cerita fantasi yg setting tempatnya tdk ada di dunia nyata, maka kemampuan mengeksplorasi imajinasi adalah yg paling penting. Bayangkan dgn sungguh2, kalau perlu gambarkan seperti apa istana para peri di negeri mereka. Apakah bersinar terang atau redup? Apakah mengeluarkan aroma strawberry atau plum?
Membuat setting cerita erat kaitannya dgn riset dan data. Walaupun cerita fiksi (non fantasi) kita tdk bisa seenaknya menggambarkan sebuah desa di daerah tropis tiba2 saja hujan salju, misalnya. Kecuali kalau ada unsur misteri/mistik di dalamnya, mungkin saja. Penggambaran tempat dan waktu, terutama di tempat2 yg memang ada di dunia nyata,
jgn sampai mengabaikan akal sehat. Untuk mempertajam kelihaian memainkan setting cerita perbanyak membaca novel yg agak berat dan panjang karena dibanding cerpen, novel lebih byk memuat kemunculan setting tempat dan waktu. Untuk berlatih lihat atau ingat2 satu lokasi/waktu tertentu, lalu free writing ttg deskripsi lokasi/waktu tsb. Semua ini bukan teori baku sih, saya buat berdasarkan pengalaman menulis banyak naskah panjang. Semoga bermanfaat.

Friday, September 7, 2012

Tembak Di Tempat 7

Di sebuah kompleks biara, kira-kira 10 kilometer dari Sangkhlaburi ke arah Three Pagodas Pass. 

Tim asyik berbincang dengan Father Sap. Lelaki keturunan Mon berusia 70 tahun itu terlihat bersih dan berwibawa dalam balutan kain katun kasar warna safron. Kulit wajah dan pundak sang bhiksu menyerupai tembaga, berkilau tertimpa matahari pukul 10 pagi. Mereka duduk di kursi batu, berhadap-hadapan, dinaungi pohonan ekaliptus, di halaman belakang kompleks biara. Gesekan daunan terhembus angin, menyenandungkan orchestra alam.

Father Sap adalah salah satu bhiksu senior di biara khusus untuk kaum Mon. Ia sangat disegani dan dikenal luas oleh tokoh-tokoh agama, pemerintah, pegiat LSM hingga wakil-wakil UNHCR, UNICEF dan Peacebuilding Commission. Ia jarang ketinggalam dalam setiap usaha penyelamatan pengungsi dan upaya-upaya perdamaian di kawasan perbatasan Thailand bagian barat.

Setelah keduanya puas mengenang almarhum Aung Tin, Tim menyampaikan tujuan khususnya kali ini. Father Sap sudah mengenal Tim sejak bapak satu anak itu masih kanak-kanak, sewaktu pertama kali dibawa ibunya berkelana di Timur Jauh. Tim dan jaringan kerjanya sudah membantu memindahkan puluhan pengungsi ke negara ketiga.

Friday, August 31, 2012

Tembak di Tempat 6

Bagian 6

Tim menggelar peta tanpa skala wilayah Sangkhlaburi dan Three Pagodas Pass.

“Ini lokasi kamp pengungsian Ban Luang. Kita akan ke sana lusa. Seorang teman di UNHCR sudah memastikan kita dapat clearance. Kontak kita, namanya Naing Naing, akan menunggu di pertigaan ini,” Tim menandai lokasi itu dengan tinta merah, “Dia jurnalis. Punya banyak kontak,” Tim menyebut nama sebuah majalah berita internasional, “orang di sini mengenalnya sebagai relawan Angel’s Hand.”

Pagi itu sehabis sarapan aku dan Rudi akan menuju kantor Angel’s Hand. Sambil mendengarkan penjelasan Tim, Rudi mengeluarkan rokok dari saku celana kargonya.

“Tolong ambil sebanyak mungkin foto kegiatan mereka, terutama anak-anak,” Tim menatap Rudi. “Proposal yang kita susun ini untuk pendidikan anak-anak. Mirip yang kita buat tahun lalu.” Mata Tim beralih menatapku. Aku ingat. Kami bisa mencarikan dana US$10 ribu untuk sebuah LSM lokal di Chiang Mai. Lumayan. Mereka bisa membangun perpustakaan kecil dengan uang itu.

Thursday, August 30, 2012

[Kamis Tips Nulis] Genre Dalam Fiksi

  Wah, udah lama juga gue puasa menulis dan beneran deh... Semua tips and trik menulis itu gak akan ada gunanya kalau gak dipraktekkan. Karena gue merasa sendiri nih blank-nya pas baru mau memulai menulis lagi. Yang ada gue bengong lamaaa dan berakhir dengan baca buku cerita alias menulisnya gak maju-maju.

Oh? Baca buku cerita apa nih? Gue suka cerita-cerita mistery pembunuhan sejak SMP. Salahin temen gue deh yang meminjamkan buku Agatha Christie yang mengenalkan gue dengan detektif Hercule Poirot. Jadilah sejak itu gue demen dengan cerita-cerita misteri lalu merambat ke cerita hantu kemudian ke cerita fantasy lainnya. Dan gue nyaris tidak pernah membaca cerita romance, entah yang versi lokal ataupun terjemahan. Dan ternyata, hal ini berpengaruh banget pada tulisan-tulisan gue. Coba tanya temen-temen gue yang pasti pada ngakak kalau mendengar gue mengarang cerita romance. Langsung kutu gue mati semua tuh (idih. gue punya kutu?).

Friday, August 24, 2012

Tembak Di Tempat 5

Bagian 5

Hotel yang akan kami tempati selama 4 malam ini lebih tepat disebut guesthouse, kamar-kamarnya terpisah satu sama lain, menyerupai bungalo, berderet ke bawah menuju danau. Kamar Tim berada paling ujung, juga paling besar agar kami bisa rapat di situ. Sejak masih di Bangkok Tim sudah minta Rudi untuk mengatur supaya ruang duduk di kamarnya diberi meja dan empat kursi, tempat kami rapat dan bekerja.

“Nggak sabar ingin berenang di danau,” gumam Tong Rang.

“Itu bukan danau, itu reservoir!” Sergah Rudi.

“Apa bedanya?” Tong Rang ngeyel.

Tim menatap dua anak buahnya dengan cara yang membuat mereka berhenti bercanda, lalu duduk. Ia punya kemampuan menyuruh orang mematuhinya lewat tatapan mata. Aku merasa sedikit lemas, mungkin karena pain killer yang kuminum dan obat anti tetanus yang disuntikkan ke tanganku, sekitar 2 jam lalu. Rudi mengkhawatirkan lengan bawah kiriku yang dibebat perban, persis dari bawah siku hingga tiga senti dari pergelangan tangan. Kujelaskan kalau dokter melapisi lukaku dengan hidrokoloid yang harus diganti tiap 3 hari, jadi harus ditutup.

Friday, August 17, 2012

Tembak Di Tempat 4

Bagian 4


Ternyata perjalanan sekitar 6 jam dari Bangkok menuju Three Pagodas Pass menyenangkan. Sepanjang jalan mataku menikmati rangkaian perbukitan yang hijau-teduh-rimbun. Jalan yang dilewati mulus, tidak kalah dengan jalan-jalan raya lintas negara bagian di Amerika. Masing-masing jalur untuk satu arah dan tiap jalur terdiri atas 2 lajur. Sangat nyaman untuk perjalanan jarak jauh.

Kendaraan yang berpapasan di sepanjang perjalanan sebagian besar keluaran terbaru. Four-wheel drive berbagai merk aneka warna. Setiap kendaraan itu kupandangi penuh kekaguman. Aku jadi ingin tahu siapa pemilik kendaraan-kendaraan itu. Menurut yang kubaca, penduduk di wilayah itu sebagian besar petani.

Four-wheelers itu milik para petani,” jelas si supir, seperti mengerti isi pikiranku. Ia melihatku melalui kaca spion. Nama lengkapnya Saw Ku Moe, namun lebih senang dipanggil Mo, katanya agar mudah diingat. Ia lahir di Burma. Bersama keluarganya Mo pernah menjadi pengungsi di salah satu kamp pengungisan di Mae Sai, di perbatasan Burma-Thailand bagian utara. Sebuah LSM Swedia pada akhir tahun 2003 berhasil membawa keluar 30 orang pengungsi dari kamp itu. Keluarga Mo ada di antara mereka. Sebagian besar mereka kini tinggal di berbagai negara di Eropa. Mo dan keluarganya memilih menjadi warga negara Thailand. Laki-laki murah senyum yang istrinya baru saja melahirkan anak kedua itu ingin bisa berbuat sesuatu untuk para pengungsi yang tidak seberuntung dirinya.

Thursday, August 16, 2012

[Serial Kamis Tips Nulis] Proses Menulis



Apa yang menjadi motivasi kamu untuk menulis? Sekedar menuangkan keluar apa yang ada di kepala alias uneg-uneg yang sudah membuncah? Self-therapy? Ingin berbagi informasi dengan orang lain? Hobby? Hati terasa senang ketika menyadari ada kekuasaan disana untuk menentukan nasib para tokoh ciptaannya? Atau uang? Atau ketenaran?

Kalau kalian menebak gue hendak membahas tentang JKR lagi, tepaaat sekali!  Dalam video yang gue tonton itu, diceritakan soal proses yang berjalan setelah ia menyelesaikan naskah. Orang mungkin sulit untuk percaya jika prosesnya terlihat biasa-biasa saja bahkan nyaris membosankan. Setelah ia selesai menulis, naskah itu ia print dan bersama dengan editornya mereka membaca ulang bersama. Memastikan tidak ada yang terlewat. Ada proses menyusun, membaca ulang, menulis ulang, lalu dibaca ulang lagi, di edit dan seterusnya. Memang begitulah yang seharusnya dilakukan oleh setiap penulis. Kalau JKR punya editor, kita juga bisa meminta tolong teman untuk membantu membaca, menemukan kalimat yang gak nyambung karena terlalu semangat menyisipkan kalimat tambahan tapi lupa menghapus yang sebelumnya. Yang penting periksa, baca, tulis ulang, baca lagi, edit dan proses itu berjalan terus. Membosankan ya? Tapi itulah proses yang memang harus terjadi.

Saturday, August 11, 2012

[Serial Kamis Tips Nulis] Stop Pleasing Everybody


Gue masih melanjutkan nonton video wawancara JK Rowling yang diberikan oleh sesama bungloner ke gue. Ceritanya tentang JK Rowling yang baru saja menyelesaikan naskah Harry Potter buku terakhir. Setelah perjalanan panjang selama 17 tahun! Wow!

Anyway, JKR bilang bisa aja naskah yang telah selesai ini hanya sampah. Banyak orang yang akan gak suka sama cerita ini. Bisa jadi mereka gak suka sama akhir dari ceritanya yang berbeda dari harapan mereka sebagai para die-hard fans Harry Potter.

Friday, August 10, 2012

[Serial Kamis Tips Nulis] Don't Turn Yourself Into Your Fiction Character


Tgl 31 July di media sosial twitter sempat trending ucapan Selamat Ulang Tahun Harry Potter dan JK Rowling - penciptanya. Ternyata JKR dan Harry Potter tokoh fiksi rekaannya berulang tahun di hari yang sama.

Ngobrolin soal Harry Potter dan JK Rowling, temen gue yang juga sesama bungloner Kampung Fiksi mengirimkan bagian pertama dari interview dengan si penulis Harry Potter.

Dari video bagian pertama yang dikirimkan ke gue itu diceritakan betapa meninggalnya sang ibu sangat mempengaruhi JKR. Dan kesedihan yang sama itu juga (ceritanya) di rasakan si tokoh Harry Potter. Lalu diceritakan pernikahan JKR yang berumur 2 tahun dengan seorang puteri itu berakhir dengan perpisahan. Dan hal itu membuatnya sempat depresi dan ia menyadari betapa kacau kehidupannya. Dan depresi itu membuatnya mati rasa dan sepertinya ia tidak mungkin merasa kegembiraan lagi. Dan perasaan depresi ini yang menginspirasinya untuk menciptakan tokoh dementor. Mereka diceritakan memangsa kesedihan, ketakutan yang ada di dalam hati manusia sehingga begitu perasaan itu diserap oleh dementor, maka manusia itu akan merasa depresi; dengan perasaan yang sama seperti dirasakan oleh JKR.

Thursday, August 9, 2012

Tembak Di Tempat 3

Bagian 3

Terburu-buru aku keluar kamar hotel. Tim sudah berada di restoran untuk sarapan. Pagi ini aku kemrungsung sekali, mungkin terlalu banyak pikiran, sampai-sampai lupa memakai bra. Untung sewaktu menyusuri koridor hendak menuju lift aku merasa ada yang aneh di dadaku, rasanya semriwing, enteng dan lega; lalu aku berlari kembali ke kamar, tergesa-gesa memakai bra biru tinta itu, warna favoritku, selaras dengan rona kulitku.

“Kamu baik-baik saja, kan?” Tim manatap rambutku yang belum kering benar dan berbagai perlengkapan yang memenuhi kedua tanganku.

“Aku terlalu lama mendengarkan berita…” Sambil duduk kulolos ranselku dari punggung. Satu-satu perlengkapanku kumasukkan ke dalamnya.

“Jangan khawatir. Akhir-akhir ini situasi cukup terkendali. Suasana di sana tidak seseram yang ditulis media,” Tim meyakinkanku. Aku mendengus geli, sejak bangun tidur berkali-kali kuyakinkan diriku agar tidak perlu mengkhawatirkan situasi di lokasi yang akan kami kunjungi.

Thursday, August 2, 2012

Tembak Di Tempat 2

Bagian 2

Rasa was-was tak mau pergi dari hatiku. Kurang dari satu jam lagi kami akan berangkat menuju Three Pagodas Pass. Menurut media, beberapa minggu terakhir konflik terbuka lebih sering muncul di kawasan perbatasan Burma-Thailand bagian barat itu. Berita di TV tadi malam menyebutkan kalau checkpoint – pos penjagaan – di sana ditutup sejak seminggu lalu, pasca konflik terbuka. Tujuh pengungsi Burma tewas ditembaki sekelompok lelaki berseragam militer.

Sejak bangun tidur – yang tidak nyenyak – berbagai bayangan buruk melintas di benakku: jalan rusak dan berdebu sebagaimana jalan-jalan di pedalaman Indonesia, munculnya sekelompok perampok menghadang kendaraan di jalan, kecelakaan yang direkayasa, pelemparan batu dari arah belukar di tepi jalan, kelompok gerilyawan bersenjata yang mencegat untuk minta uang, dan berbagai hal buruk lain yang sulit diperkirakan.

Meskipun khawatir, bayangan seram itu tidak kuberi kesempatan menyurutkan langkahku. Aku tahu media gemar melebih-lebihkan situasi. Itu bagian dari promosi. Semakin berbeda dan terdengar berbahaya berita dan liputan mereka, semakin orang ingin mendengar, melihat, dan membacanya.

Wednesday, August 1, 2012

Cuplikan Cerita Pendek G di Kotak Pandora

Ada tiga cerpen saya di antologi Kampung Fiksi yang terbaru: Kotak Pandora. Ketiga cerpen ini sudah pernah dimuat di blog beberapa waktu yang lalu. Jadi memang bukan cerpen-cerpen baru bagi mereka yang rajin berkunjung ke Kampung Fiksi dan memang suka membaca tulisan saya. Tetapi :) tentu saja cerpen-cerpen ini ketika akan diterbitkan sebagai buku mengalami revisi, penulisan ulang, sehingga memang ada perbedaannya dengan yang ada di blog.

Berikut ini, cuplikan-cuplikan ketiga cerpen:

Cerpen Headline! (Hal. 197-204) 


Apa yang memotivasi seseorang untuk melakukan sebuah tindakan, seringkali tidak dapat ditebak oleh mereka yang hanya melihat dari sisi luarnya saja. Bahkan mereka yang paling sukses sekalipun memiliki penderitaannya sendiri. Ada orang yang membangun tembok disekitar dirinya sehingga orang lain tidak dapat mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di balik tembok tersebut.

"Di koran pagi itu, fotonya masuk menemani kepala berita, Young Entrepreneur Of The Year, begitu koran pagi menyebutnya. Di dalam gambar ia nampak menerima sebuah plakat, hanya dengan senyum sedikit saja. Seakan berkata, “Yup, saya memang pantas dapat bintang.” Dan benar saja, konon kabarnya, begitu tiba di kantornya, plakat itu dimasukkannya ke tempat sampah! Dia bilang, dia tak perlu penghargaan-penghargaan yang hanya untuk gengsi-gengsian, yang dia perlukan adalah kerja-kerja-kerja dan lebih banyak lagi kerja guna membuktikan karya nyata dan menerima hasil yang setimpal!"

Cerpen Meda dan Waktu  (Hal. 205-219)


Waktu dapat terasa tidak mencukupi, terutama bagi mereka yang ingin melakukan segala sesuatu sekaligus. Hal ini pastinya juga dirasakan oleh kebanyakan orang. Waktu berlari begitu cepat dan kita selalu tertatih-tatih mengejarnya. Haruskah selalu seperti itu?

"Bukankah seorang mama juga manusia, yang memerlukan me-time? Aku perlu waktu untuk bernafas lega tanpa dihimpit oleh kegiatan-kegiatan untuk orang lain. Aku perlu waktu untuk membaca buku-buku yang bisa saja menjadi favoritku, tetapi aku belum tahu karena hingga kini mereka teronggok saja pada meja di samping ranjang, masih rapi terbungkus plastik tipis, belum terusik. Persis seperti saat aku membelinya. Aku juga perlu waktu untuk mandi berendam dalam busa-busa bubble bath kesukaanku, sambil mendengarkan musik instrumental yang melarutkan dan mencairkan kepenatan setelah aktifitas berlimpah-limpah sepanjang hari. Dan waktu shopping! Shopping yang benar-benar shopping, bukan ke supermarket untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari."

Cerpen Kalau Saja Cicak Bisa Bicara (Hal. 221-238)


Cerpen ini memiliki sejarah tersendiri. Saya mencurinya dari kehidupan orang-orang terdekat dalam kehidupan saya. Tentu saja tidak persis sama kejadiannya, tetapi kurang-lebih, apa yang diceritakan di sini menggambarkan situasi yang pernah terjadi. Perempuan dan laki-laki memang memandang sebuah masalah dari sudut pandang yang berbeda dan melalui level emosi yang juga berbeda. Bagaimana cara sebuah pasangan menyelesaikan perbedaan yang terjadi menentukan kualitas hubungan mereka.

"Demikianlah diskusi tentang calon anak mereka terjadi. Ben tertidur lelap, sementara Nirina terus berpikir dan berpikir dan berpikir. Semakin ia berpikir, semakin jelas baginya, Ben tidak mengerti apa yang dimintanya dari dirinya... Profil damai dan pulas yang waktu itu membuatnya kembali jatuh cinta, kini menimbulkan kejengkelan yang luar biasa! Ingin rasanya menyepak laki-laki egois itu hingga jatuh terguling dari tempat tidur mereka."

Bagi yang tertarik untuk membaca dan mengoleksi cerpen-cerpen Kampung Fiksi dalam bentuk buku, dapat membeli Kotak Pandora, dan silahkan membukanya untuk menikmati seluruh isinya. Tertarik? Ayo diborong, untuk kakak, adik, pacar, calon pacar, suami, isteri, ayah, ibu, ayah mertua, ibu mertua, rekan-rekan kerja dan siapa saja :))

Salam,
Miss G
follow my twit @gratciaschannel

Tuesday, July 31, 2012

Cuplikan Cerpen Ria Tumimomor di Kotak Pandora


Mau ngobrolin soal cerpen-cerpen aku yang ada di novel terbaru Kampung Fiksi : KOTAK PANDORA.

Cerpen pertama dalam buku ini judulnya: DUA DUNIA. Kalau ada yang menebak ceritanya pasti horor maka tebakannya adalah: SALAH! Dua dunia disini bercerita tentang dua wanita yang menjalani hidup berbeda. Meyda dan Yani hidup bertetangga namun menjalani dunianya masing-masing. Meyda yang sibuk dengan kedua anaknya sementara Yani si lajang sibuk dengan pekerjaannya. Mereka sama-sama harus bangun pagi dengan rutinitasnya masing-masing. Keduanya mempunyai pandangan dan keyakinan sendiri akan hidup yang mereka jalani. Jadi, itulah sedikit cerita dari dua wanita yang walau hidup berdekatan tapi mempunyai dunia yang berbeda.

Cerpen kedua berjudul: PERCAYA. Berkisah tentang kedukaan dalam kehidupan tokohnya yang bernama Naomi. Kedukaan yang datang silih berganti yang membuatnya sulit percaya apakah ini yang dinamakan blessing in disguise? Mungkinkah kemalangan yang kita alami akan berbuah manis pada akhirnya? Atau mungkinkah permohonan kita belum tentu yang terbaik bagi kita?

Thursday, July 26, 2012

Tembak Di Tempat 1

Bagian 1


Ban Mae Camp, January 4, 2010 

Yth. Mr. Rosenberg 
di Washington, D.C. 

Selamat Tahun Baru 2010. Semoga keluarga Anda terberkati pada musim dingin yang menurut berita kali ini banyak membawa badai ke wilayah Pantai Timur Amerika. 

Dengan duka yang mendalam saya kabarkan bahwa salah satu anggota Badan Pengawas Komite Pengungsi Karen (KPK), Mr. Aung Tin Nyein, meninggal dunia pada 4 November 2009. Sebagai Sekretaris Komite saya ditugaskan oleh Ketua Komite untuk menyampaikan kabar duka ini kepada Anda. Menurut beliau Anda adalah salah satu sahabat terbaiknya yang tak henti-henti berjuang menolong para pengungsi. 

Friday, July 13, 2012

Cinta Menjelang Senja di Chao Phraya

Hidup ini adalah rangkaian pilihan. Sekali memilih kita harus berani dan harus kuat menanggung akibatnyaEndah Raharjo

Dulu kukira cinta hanya membius yang berusia muda. Ternyata salah. Perempuan bernama Larasati yang bulan lalu berusia genap 45 tahun masih bisa terhanyut oleh arus cinta yang mengalir deras dari lelaki bernama Osken O’Shea. 

Sepenggal kalimat yang tertulis di halaman 178 tersebut bisa jadi adalah benang merah dari kisah cinta yang dituliskan oleh salah satu teman sekaligus penulis favorit saya, Endah Raharjo, dalam buku solo perdananya Senja di Chao Phraya.

Buku setebal 324 halaman bersampul semburat jingga suasana senja di Sungai Chao Phraya ini memang menceritakan kisah cinta yang hadir secara tak terduga antara dua tokoh utamanya, Larasati Lazuardi dan Osken O’Shea. Larasati, seorang perempuan Jogja yang mandiri dan tangguh dan Osken adalah seorang lajang-mapan-Amerika-keturunan-Kazakhstan-Irlandia yang berusia tujuh tahun lebih tua dari Laras.

Tuesday, July 3, 2012

KOTAK PANDORA!



Dear sahabat Kampung Fiksi, kami mempunyai berita gembira untuk kalian yang sudah lama menanti-nanti apakah akan ada lagi karya kami?

Tentu saja ada! Seperti yang telah kami ceritakan beberapa waktu lalu; komunitas kami terpilih oleh Leutika Prio untuk menerbitkan karya kami melalui mereka secara indie. Kami tentu saja menyambut berita tersebut dengan gembira. Butuh sebulan bagi kami untuk menyusun karya-karya kami yang terbaik untuk dipersembahkan bagi para pembaca.

Hari ini kami menerima kabar dari Leutika Prio mengenai kumcer terbaru kami: Kotak Pandora. Sudah terpajang dengan manisnya di website mereka dan siap edar!

Ingin tahu mengapa kami memberikan judul Kotak Pandora? Wah, maaf... Kalian harus membeli dan membacanya untuk tahu rahasia di balik judul itu. Jadi tunggu apa lagi sahabat Kampung Fiksi? Bukalah lembaran-lembaran dari Kotak Pandora dan temukan kejutannya di sana :)

Thursday, June 21, 2012

Tips Menulis Novel


Mau belajar menulis fiksi: cerpen/novel/editing, bisa bergabung di Kelas Online KF dan belajar sesuai waktu dan kebutuhanmu. Untuk informasi lengkap silakan kirim email ke kelasonlinekf@gmail.com atau klik gambar untuk mengetahui jenis kelas yang bisa kamu ikuti. Tunggu apa lagi? Segera daftarkan dirimu!

***

Dear sahabat Kampung Fiksi, berikut ini tips menulis novel seperti yang di-tuit oleh #DJTwitKF @RiaTumimomor di @kampungfiksi

1. Inspirasi
Novel berbeda dari novella atau cerpen karena ceritanya jauh lebih panjang dan kompleks. Tanpa inspirasi gimana kita bisa memulai menulis novel?

2. Proses Menulis
Mesti diingat kalau tidak ada proses yang sempurna dalam menulis novel. Ada penulis yang menyusun lewat kerangka karangan terlebih dahulu. Ada yang langsung saja menulis dengan melewatkan beberapa bab sebelum akhirnya kembali lagi untuk menyelesaikan bab tersebut. Terserah pada penulisnya

3. Setting
Tentukan dimana cerita itu terjadi karena setting ini juga penting. Dimana kita tinggal itulah yang akan membentuk kita - sama seperti karakter-karakter dalam cerita yang kita susun. Setting harus jelas, tempatnya dimana, waktunya kapan. Misalnya di buku bercerita tentang Jakarta di tahun 1970 maka penulis harus melakukan riset. Mengapa? Ada hal-hal yang saat itu belum ada seperti handphone misalnya atau televisi berwarna yang belum ada.

4. Plot
Cerita di novel kamu tentang apa? Siapa karakternya ? Apa tujuannya? hambatan apa yang dihadapi oleh karakter dalam mencapai tujuannya? Plot membutuhkan awal, tengah dan akhir. Harus ada konflik dan resolusi yang okeh untuk penyelesaiannya dan masuk akal.

5. Tokoh
Dalam cerita biasanya ada tokoh Protagnist dan antagonist. Ceritakan seperti apa mereka. Masih bingung? Buat daftar seperti siapa namanya? Umurnya? Kebiasaannya? dan jawab semua pertanyaan tersebut untuk masing-masing karakter. Atau langsung saja tulis dan biarkan berkembang seiring dengan penulisan.
Jangan terlalu berlebihan dalam menyusun tokoh protagonist dan Antagonist. Yang protagonist jangan terlalu baik dan suci sehingga pembaca akan sulit membayangkan diri mereka dalam karakter si tokoh atau paling enggak mempunyai perasaan...wah, gue juga seperti ini. Dan untuk untuk si Antagonist ; jangan membuatnya terlalu jahat. Pertentangan batin si tokoh antagonist juga okeh diulas sehingga membuatnya lebih manusiawi.



6. Tokoh-tokoh yang lain

Para karakter pendukung ini juga penting dalam cerita. Mereka bisa jadi pendukung si tokoh utama dalam mencapai tujuannya. Ceritakan sedikit tentang mereka yang dapat mendukung jalannya cerita tapi jangan sampai mereka mengambil alih perhatian pembaca dari tokoh utama.

7. Mulailah menulis dengan beberapa pendekatan berikut:

-Endingnya sudah terpikirkan oleh si penulis. Dengan mengetahui ending yang diinginkan, penulis bisa menyusun tema, plot, setting, karakter, dan membantu proses menulis menuju ending cerita tersebut.
-Coba ciptakan garis besar setting dan lingkungannya, lalu susun untuk mulai menulis. Geografinya bagaimana, ras, kota,pemerintahnya, dan sebagainya
-Kamu punya daftar ide dan mulailah menulis selagi ide itu masih segar dalam ingatan kamu .Selagi beristirahat menulis jangan berhenti membuka pikiran untuk adanya ide-ide baru untuk tulisan kamu
-Mulailah dengan para tokoh. Ciptakan tiga atau empat karakter dan plot yang terjadi di antara mereka. Sehingga para tokoh ini benar-benar menyatu dengan alur cerita.

8. Komitmen.
Banyak cerita diluar sana yang tidak bisa dibaca orang lain karena penulis tidak menyelesaikan naskah mereka.

9. Jadikan menulis sebagai kebiasaan.
Caranya?
-Paksa diri kamu menulis setiap hari, entah itu kalimatnya, per bab atau lebih. Dedikasikan waktu tetap untuk menulis. Kalau perlu susun jadwal menulis anda sehingga masih bisa mengerjakan hal lain.
-Cari dimana tempat yang enak untuk menulis yang tidak terganggu oleh apapun. Bisa di kamar, di kafe, semua terserah penulis. Inget proses menulis ini bakal lama jadi lindungilah bagian punggung
-Boleh juga bergabung dengan group-group seperti kami yang setiap tahun mengadakan even menulis 50,000 kata selama sebulan :) Biasanya kalau ada deadline, penulis malah lebih terpacu untuk menyelesaikan novelnya

10. Feedback
Minta tolong pada teman-teman yang bisa kamu percayai untuk membaca naskah kamu. Tulisan kamu ini masih dalam "baby stage” yang perlu diperhatikan dan dicintai. Cari teman yang akan berkomentar apa adanya yang dapat membantu kamu untuk menyusun agar cerita ini menjadi lebih baik lagi.
Kalau perlu bergabung dengan komunitas menulis baik online ataupun offline yang dapat membantu memberikan feedback, usul dan kritik bagi tulisan kamu.

11. Rewrite.  Rewrite. Rewrite.
Baca dan tulis ulang. Edit dan tulis ulang dapat menjadikan cerita lebih baik lagi. Tapi jangan berlebihan dalam mengedit seperti merombak lagi cerita yang telah disusun. Simpanlah draft pertama tulisan kamu. Jadi setelah kebablasan mengedit dan ingin kembali ke draft awal, kamu masih menyimpan naskahnya.

12. Keep rewriting.
Cerita yang bagus tidak pernah benar-benar selesai.

13. Publish your work.
Biasanya inilah yang dituju kebanyakan penulis melalui penerbit besar atau online publisher.

Sumber: http://www.wikihow.com/Write-a-Novel

Sunday, June 17, 2012

Agen Naskah? Apa Itu?

Beberapa minggu yang lalu secara tidak sengaja saya mengikuti sebuah workshop--Writing For Living--yang diadakan oleh Islandscript.net di Blu Plaza, Bekasi. Tidak sengaja, karena saya menemukan kegiatan itu sedang berlangsung di Blu Plaza saat sedang berjalan-jalan dengan keluarga. Sesaat saya merasa "gelo" karena baru tahu ada workshop ini dan diadakan dekat dari rumah. Rasanya rugi sekali, karena jarang kegiatan-kegiatan semacam ini diadakan di pinggiran Jakarta seperti Bekasi. Dengan sedikit kecewa saya datangi juga panitia penyelenggara untuk mencari tahu tentang workshop yang sedang berlangsung itu. Puji syukur alhamdulillaah, ternyata workshop itu diadakan dua hari, artinya esok hari saya masih bisa mengikuti.


Siapa yang nggak pengen bukunya laris seperti kacang goreng di pertandingan sepak bola? ;)

Maka dengan penuh semangat keesokan harinya saya datang kembali ke Blu Plaza dan membayar biaya keikutsertaan workshop tersebut sebesar Rp 50.000. Pada mulanya saya kira workshop ini akan membahas tentang kegiatan menulis dan bagaimana menulis bisa dijadikan income yang menjanjikan. Tertulis dengan jelas di backdrop stage "Siapa Bilang Nulis Ga Bikin Kaya!" Ahahaha, menarik, nih!

Friday, June 15, 2012

Istilah Menulis

Terkadang ada istilah-istilah dlm menulis yang tdak kita mengerti. Kami akan coba membahasnya ya :)

POV : Point Of View / Sudut Pandang : orang pertama (Aku) , Orang ketiga (dia)

Premis: karakter, tujuan karakter, hambatan yang dihadapi oleh karakter saat berusaha mencapai tujuan

Eksposisi : Detil ttg asal muasal cerita dan tokoh dalam cerita, termauk jg insiden awal yg mempengaruhi jalannya cerita

Konflik : masalah-masalah yang menghadang tokoh dlm mencapai tujuannya. Konflik bs terjadi antara tokoh dgn diri sendiri, tokoh lain, lingkungan & lain2

Klimaks: Terjadi ketika konflik dlm plot mengalami penyelesaian, biasanya merupakan puncak dari cerita

Resolusi: akhir dr cerita yg menceritakan apa yg terjadi terhadap tokoh setelah konflik diselesaikan

Writer's Block: Kondisi dimana penulis tidak bisa melanjutkan tulisannya

Untuk sementara ini dulu, nanti akan ditambah lagi ya sahabat Kampung Fiksi :)

Wednesday, June 6, 2012

Diskon 20% untuk Sahabat Kampung Fiksi



 Legaaa... akhirnya Senja di Chao Phraya bisa dibendel jadi novel.

Proses lahir novel ini – bangga bisa punya novel – juga lamaaa...! Hampir 2 tahun dalam kandungan, saudari-saudara! Itu kalau terjadi beneran pada perempuan pasti sekampung udah pada ribut, dan bahkan tak mustahil muncul gossip kalau yang di dalam kandungan itu bisa jadi bayi buaya!

Tapi novel ini bukan tentang buaya sungai Chao Phraya. Ini perkara asmara antara Jeng Laras dan Mister Osken; yang satu Jawa yang satunya Amerika. Kisah ini pertama kali muncul sekitar Juni 2010 sebagai cerber 4 episode di sebuah blog bersama. Sayang sekali, versi aslinya sudah hengkang dari kandangnya. Yang pasti, saat itu, ada beberapa teman yang meledek, kok bisa-bisanya saya nulis cerita romantis begitu. Ada yang langsung nuding kalau itu cerita curhatan... atau jangan-jangan kisah pribadi... Bagaimana bisa kisah pribadi, lha wong suami saya Kangmas Jawa asli, bukan koboi dari Washington, DC (memang di sana ada koboi...???).

Beberapa bulan kemudian, iseng-iseng kisah roman yang lakonnya berusia tengah baya itu saya kembangkan hingga 22 episode. Mau tahu mengapa saya kembangkan (siapa juga yang nanya...)? Sebab saya geregetan, hampir setiap roman yang saya baca mengisahkan asmara dara-perjaka muda usia. Padahal kenyataannya, yang tengah baya juga tidak sedikit yang dirundung asmara. Asli, kalau ini atas dasar pengalaman; yang masih muda nggak bisa membantah sebab belum pernah berusia tengah baya...! Kisah bersambung itu jejaknya masih dapat ditelusuri di sini.

Antara versi bersambung dengan novelnya ada perbedaan, tidak hanya pada detil cerita, tapi juga penuturannya. Seperti apa? Beli saja bukunya. Khusus untuk teman-teman Kampung Fiksi, diberikan diskon 20% dari bandrol penerbit Rp 62.500, menjadi hanya Rp 50.000. Pastinya ditambah ongkos kirim; kecuali untuk 10 orang pertama yang bisa cepat mendaftar lewat komentar di bawah ini.

***