Skip to main content

Posts

Showing posts from 2012

Tips Menulis Novel J50K: Tokoh/Karakter

Kampungfiksi.com- Kampung Fiksi mengucapkan Selamat Natal 2012 bagi umat Kristen dan Jelang Tahun Baru 2013 bagi kita semua. Jangan lupa, J50K akan segera di mulai, bagi yang sedang mempersiapkan untuk ikut J50K 2013, baik yang memutuskan untuk menulis novel, antologi cerpen atau puisi, semoga sepanjang desember ini sudah memikirkan dan mempersiapkan bahan-bahan karangannya dan bisa melaju di J50K nanti.
Sedikit bekal untuk teman2 semuanya dan semoga berguna:
Yuk Menciptakan Tokoh 
Salah satu cara yang paling masuk akal dan juga mengasyikkan saat mengarang cerita adalah menciptakan tokoh-tokoh yang kelak akan berperan di dalam ceritanya. Agar dapat menciptakan tokoh yang benar-benar berkarakter dan hidup, pengarang perlu mengenal dengan baik profil dari tokoh-tokohnya. Tujuan utamanya adalah agar bagi pengarang sendiri, tokoh-tokohnya benar-benar terasa nyata dan hidup, ia harus dirancang sedemikian rupa sehingga dapat dibayangkan, dirasakan dan diraba. Ia menjadi begitu nyata seakan-a…

Kampung Fiksi di Grand Launching The Casual Vacancy

Minggu, 16 Desember 2012, Kampung Fiksi diwakili oleh Winda Krisnadefa dan Ria Tumimomor berkesempatan menghadiri undangan Grand Launching novel dewasa pertama J.K. Rowling, The Casual Vacancy di Gramedia Matraman. Setelah sebelumnya kami juga mendapat kesempatan untuk menghadiri Soft Launching novel yang sama di Indonesian Book Fair 2012, kesempatan kali ini juga tak mau kami lewatkan. Apalagi acara Grand Launching ini dibuat lebih meriah dan besar. Membaca twit dari @penerbitmizan, @mizandotcom dan @CasualVacancyID tentang acara yang akan berlangsung di function room Gramedia Matraman, kami makin bersemangat. Nama-nama selebriti terkenal yang akan mengisi talkshow dan hiburan menjadi salah satu daya tarik untuk kalangan umum, tentu saja. Zaskia Adya Mecca akan ikut mengisi talkshow bersama dengan Poppy dari komunitas Indo Harry Potter (komunitas pecinta Harry Potter) dan Andityas Prabantoro (Tyas) dari Mizan (salah satu dari tiga penerjemah novel The Casual Vacancy).


The Casual Vacancy: Ketika Sebuah Posisi Tidak Tergantikan

Judul: The Casual Vacancy
Pengarang: J.K. Rowling Penerjemah: Esti A. Budihabsari, Andityas Prabantoro, Rini Nurul Badariah Penerbit: Qanita, Mizan Tebal Halaman: 593
Penghargaan: Best Fiction, GoodReads Choice Awards 2012
Bintang dari saya: 5 (*****)
Kesan Pertama Setelah Selesai Membaca:

KampungFiksi.com-Tgl 8-12-2012, selesai membaca The Casual Vacancy yang diterjemahkan menjadi Perebutan Kursi Kosong. Sebetulnya, lebih tepat kalau judulnya adalah: Kursi Yang Kosong. Kepergian Barry Fairbrother meninggalkan sebuah lobang menganga yang tidak bisa digantikan oleh siapapun di Pagford. Samantha Mollison, isteri yang tidak berbahagia dari Miles Mollison, menyatakannya dengan tepat ketika dia mengkonfrontasi suaminya, dia bilang, "....kau tidak pantas menggantikan Barry Fairbrother. Dia tulus."
Ketulusan Barry Fairbrother itu yang tidak dimiliki oleh tokoh-tokoh yang lain.

Book Traveling Campaign

Halo, sahabat Kampung Fiksi!

Beberapa tahun belakangan ini sepertinya minat orang-orang untuk jadi seorang penulis meningkat pesat, ya? Apa karena menerbitkan buku sendiri sudah semakin mudah, ataukah karena kita berpikir, "Ah, nulis itu gampang, kok!" Nggak ada yang salah kok dengan pikiran-pikiran tersebut. Menerbitkan buku sendiri sekarang ini memang cuma sejarak klik di layar laptop kamu. Dan menulis itu gampang? Ah, iyaaa, gampang! Gampang, kok...untuk yang mau dan semangat belajar! ^_^

Yang bikin ribet itu, kalau ada yang ingin jadi penulis, tapi malas membaca. Doh, gimana urusannya kalau begini? Membaca dan menulis itu dua kegiatan yang saling berkaitan. Membaca itu vitaminnya penulis. Jangan harap bisa menulis bagus kalau membaca aja malas.

Banyak juga kok yang keukeuh, maunya nuliiiis terus dan sedikit sekali membaca. Tapi sebesar apa pun bakatnya dalam menulis, suatu saat dia akan terkurung dalam tempurung kalau tidak mau belajar dari bacaan-bacaan penulis lain. J…

FINAL Syarat #postcardfiction Di @kampungfiksi

Selamat pagi sahabat KF :)

Hari ini kami ingin mengumumkan ketentuan-ketentuan dalam event #postcardfiction yang akan diadakan bulan Desember nanti.. Jadi apa sih #postcardfiction itu? Dan kenapa dinamain #postcardfiction ?

Definisi Postcard Fiction menurut Wikipedia:


Awalnya sih admin twitter Kampung Fiksi kepikiran untuk menyelenggarakan event ini dengan ketentuan peserta harus membuat karya fiksi di atas kartu pos betulan dan dikirim ke admin Kampung Fiksi. Tapi akhirnya diputuskan bersama bahwa karya fiksi dari event ini akan dimuat di blog milik masing-masing peserta.
Karena menulis di kartu pos tidak bisa banyak-banyak maka kami memutuskan harus ada batasan dari jumlah kata. Dan walaupun ini karya fiksi, harus ada temanya khan. Kami juga sudah menyiapkan tema untuk kisah fiksi di event #postcardfiction :)

Ketentuannya adalah:

#TCVSoftLaunching @CasualVacancyID

Hari Minggu tanggal 25 November kemarin kami dari Kampung Fiksi beruntung untuk dapat menghadiri Soft Launching buku terbaru karya JK Rowling yang berjudul: The Casual Vacancy. Berbeda dengan buku Harry Potter yang bisa dinikmati segala jenis usia, novel terbaru JKR ini ditujukan bagi pembaca dewasa.

Bagi yang ketinggalan live tweet kami sepanjang acara soft launching The Casual Vacancy yang diterbitkan penerbit Mizan di Indo Book Fair , kami post disini ya live tweet-nya.


#postcardfiction Di Kampung Fiksi

Selamat pagi sahabat KF :)

Hari ini kami ingin mengumumkan ketentuan-ketentuan dalam even #postcardfiction yang akan diadakan bulan Desember nanti.

Apa sih #postcardfiction itu? Dan kenapa dinamain #postcardfiction ?

Gari Rakai Sambu : Setiap Penulis Mempunyai Caranya Sendiri

Gambar diambil dari : koleksi foto pribadi Gari

Hai, Sahabat Kampung Fiksi, sudah pada baca khan cerpen keren yang dimuat di blog tercinta ini di hari Minggu, 4 November lalu, yang judulnya "Republic Move On"?

Nah, Kampung Fiksi berkesempatan untuk mewawancarai Gari yang dengan baik hatinya meladeni pertanyaan-pertanyaan yang kami ajukan, dengan ini kita semua berkesempatan sedikit mengenal lebih baik sosok di balik "Republic Move On" yang membuat kita jadi ingin ikut move on juga dari masa lalu yang mungkin masih menahan langkah kita untuk bergerak maju.

Lalu, ada hubungannya tidak sih antara membaca dan menulis? Bagaimana kalau saat sedang menulis, kita merasa mentok, atau mungkin mengalami yang sering dibilang writer's block? Apa Gari sendiri merasa karyanya itu keren? Hmm, kira-kira dari mana sih Gari mendapatkan sumber inspirasinya? Dan ingin dikenal sebagai penulis seperti apa ya Gari?

Mau tahu jawabannya? Stay tune yaa dan pastinya ikutin terus sampai s…

[Serial Kamis Tips Nulis] Mulai Menulis Buku

(Yok! Tanya Mak Bunglon!) Bagaimana Konsisten Menulis Tanpa Terganggu Mood dan Persoalan Sehari-hari?

Pertanyaan minggu ini yang masuk ke e-mail Kampung Fiksi lumayan beragam. Mak Bunglon Winda pilih pertanyaan dari Olivia Kamal.

Pertanyaan:

"Bagaimana menyelesaikan sebuah karya (novel) tanpa terpengaruh mood, ribetnya persoalan hidup sehari-hari (pekerjaan, rumah tangga, dll), rasa malas dan distraksi lainnya?"

Jawab:

Cerpen Minggu Keren: Republik Move On

Republik Move On oleh Gari Rakai Sambu
Rani, senior yang paling ditakuti oleh segenap mahasiswa baru di kampusku, sama persis dengan Malang: dingin, misterius. Rani adalah orang paling antagonis di acara ospek ini. Selain mahasiswi, kurasa penebar teror adalah pekerjaan utamanya. Dan hari ini, berkat sedikit “keberuntungan,” teror itu khusus ia hadiahkan kepadaku. Ya, aku. Bukan ratusan mahasiswa lain yang berbaris dalam topi dan pita warna-warni di lapangan kampus pagi ini.
“Sebutin sekali lagi, apa dosa kamu?”
Aku mendesah pelan. Entah sudah berapa kali aku mengucapkan kalimat ini sedari tadi pada senior-senior lain: “Gak bawa telor.” Mungkin ini yang keseratus kalinya.

[Serial Kamis Tips Nulis] Becoming a Better Writer

Beberapa hari yang lalu ketika tengah browsing, #DJTwitKF menemukan topik : How Becoming A Better Writer. Okay, sebelum dilanjutkan kami di Kampung Fiksi merasa perlu mengingatkan bahwa tips menulis sebenarnya tersebar di internet. Tapi, apakah kami disini dan sahabat KF bisa menjadi penulis yang baik tetap tergantung dari diri masing-masing ya :)

Okay, mari kita mulai aja #KamisTipsNulis hari ini:


Seperti yang kita ketahui, hidup adalah proses belajar yang tidak pernah berhenti #KamisTipsNulis

Utk bisa menjadi penulis yg baik itu diperlukan juga proses belajar yg terus menerus #KamisTipsNulis

Buat Kamu yang 'I Hate Slow' Saat Menulis di Blog

Haiii, sahabat KF!
Masih ingat kan keriaan kita saat ajang Social Media Festival 2012 kemarin? Beberapa hari sebelum acara tersebut diselenggarakan Kampung Fiksi sempat mengadakan sebuah event online berhadiah. Kami mengadakan semacam kuis selama 3 hari berturut-turut via Twitter dan mendapat banyak sambutan dari follower @kampungfiksi di Twitter. Tiga orang pemenang telah mendapat hadiah berupa masing-masing sebuah modem dari Smartfren. Sekali lagi, kami mengucapkan terima kasih untuk semua sahabat KF yang sudah ikutan meramaikan acara tersebut, ya! Event berhadiah itu juga tidak akan terselenggara tanpa kerja sama dari Smartfren sebagai pendukung acara.

Tujuh Crews Kampung Fiksi dan Kegiatan di Kampung Fiksi

Selamat pagi teman-teman :) Pagi ini, kepingin share siapa-siapa saja di balik layar Kampung Fiksi alias para crew di blog, page facebook dan twitter @Kampung Fiksi. 

Crew Kampung Fiksi

Ada TUJUH (7) crews Kampung Fiksi:

Mak Gaul Winda Krisnadefadan Mak Endah Raharjo(pengasuh rubrik Yok! Tanya Mak Bunglon!) yang keduanya memang mengaku senang dipangggil emak-emak sebab sudah emak-emak (alias ibu2, begitu).

Miss Ria Tumimomoralias DJTwit Kampung Fiksi yang selalu handel akun twitter Kampung Fiksi.

Miss G aka Gratcia Siahayayang pegang fanpage Facebook KF dan event J50K (hai halooo!!) plus pemuatan cerpen KF bersama, Miss Meliana Indie, yang pegang bagian puisi di Kampung Fiksi.

Miss Indah Wd, yang pegang bagian cerita anaknya Kampung Fiksi, dan Deasy Maria, bendahara dan pakar internet sehat KF. Indah dan Deasy adalah para reporter Kampung Fiksi yang tugas utamanya menwawancarai penulis-penulis untuk dimuat di blog ini.

Kami juga dapat dijangkau melalui akun twitter: @kampungfiksi @RiaTumim…

Kampung Fiksi 4 Mahanani

“Sekarang giliran saya bicara!” seru lelaki muda berkemeja kotak-kotak hitam-putih itu. Lengan kanannya ia acungkan, menuntut perhatian. Enam perempuan - emak-emak Kampung Fiksi -  yang mengitarinya seketika berhenti meronyeh. Dengan santun si lelaki lalu menumpahkan perasaannya, yang mungkin sudah lama dibekamnya.

Begitu cara Naim Ali dari Kediri mengawali ucapan terimakasihnya pada Kampung Fiksi, yang  dijabarkan panjang, lebar, dan menyentuh hati.


Siapa Naim Ali dan mengapa ia perlu datang jauh-jauh dari Kediri ke Jakarta untuk bertemu dengan emak-emak Kampung Fiksi? Kisahnya berawal dari kegiatan yang diselenggarakan Kampung Fiksi pada bulan February 2012.

Tembak Di Tempat 13

Bagian 13
Interior restoran di lantai dua ini sederhana. Warna dindingnya broken white dengan aksen pelisir keemasan membingkai tiap lubang jendela dan pintu. Semua lampunya tertanam ke dalam plafon. Sinar kuningnya memberi kesan hangat dan bersahabat. Kursi-kursinya rotan, dengan dudukan bantal bersalut kain polos merah. Semua mejanya satu ukuran, berbentuk bujur sangkar, cukup untuk empat orang. Kaki-kaki meja dan kursinya lanjai. Warna dan disain semacam itu memberi kesan ringan. Ruangan yang tak begitu luas jadi terasa lebih lega.

Belum pukul 7, namun tetamu hotel sudah banyak yang sarapan. Pasti mereka penyuka Senin, tak sabar kembali bekerja, atau hendak pergi ke luar kota seperti diriku. Sambil menenteng ransel berwarna abu arang, setelah menunjukkan kupon pada petugas di pintu masuk, kucari rekan-rekanku. Kulihat mereka, Naing Naing dan Rudi, memilih meja paling dekat dengan meja buffet. Tim belum terlihat.

“Kamu seperti habis menang lotre,” gurau Rudi. Ia jeli. Pagi ini aku b…

Yok! Tanya Mak Bunglon! (Rubrik Baru di Blog Kampung Fiksi)

Sahabat-sahabat Kampung Fiksi,
Ada kabar baru dan bagus dari para bunglon di Kampung Fiksi, nih!
Kami sering sekali mendapat pertanyaan seputar menulis fiksi melalui e-mail, Twitter mau pun Facebook. Biasanya sebisa mungkin kami akan jawab secara personal langsung ke sang penanya. Tapi lama-kelamaan kami jadi berpikir, kenapa pertanyaan dan jawabannya nggak kita share aja ke semua sahabat Kampung Fiksi sekalian? Dengan begitu akan lebih banyak yang bisa belajar melalui pertanyaan dan jawaban itu. Siapa tahu ada orang lain yang juga punya masalah yang sama tapi malu mau nanya. Hihihihi...


Mulai bulan November 2012 nanti, akan ada rubrik baru di blog ini. Nama rubriknya, Yok! Tanya Mak Bunglon! Kenapa Mak Bunglon, sih? Ohohoho, soalnya pengasuh rubrik ini adalah dua emak-emak bunglon di Kampung Fiksi: Winda Krisnadefa dan Endah Raharjo. Rubrik ini akan tayang setiap hari Selasa di sini.

Jadi kalau kamu punya pertanyaan seputar menulis cerpen atau novel atau cara menerbitkan buku atau a…

Seru Dan Basah!

Persis banget dengan main polo air: seru dan basah. Begitulah kesan keseluruhan acara ngobrol bareng dengan Kampung Fiksi dan Story Lab dalam acara Social Media Festival, Sabtu, 13 Otober, 2012, di Gelanggang Renang Senayan, Jakarta.

Perkara seru itu sudah dijamin, sebab acara ini dipandu oleh MC keren Andi Gunawan, yang kelangsingan body-nya bikin iri para emak Kampung Fiksi. Tapi kok pakai basah??? Itu gimana ceritanya??? Itu dia! Bayangkan… acara keren ini diselenggarakan di Gelanggang Renang Senayan, di saat matahari lagi royal-royalnya melimpahi langit Jakarta dengan sinarnya. Apalagi sepanjang hari Sabtu itu kelembaban udara kota Jakarta luar biasa tinggi, menurut Nona Google Weather mencapai 81%. Alhasil, keringat mengucur deras, serupa hujan di bulan Januari (entah ini judul puisi siapa), dari pori-pori puluhan orang yang mondar-mandir menyiapkan dan mengikuti acara asyik ini.

Dihadiri oleh sekitar 50 peserta – termasuk panitia Kampung Fiksi dan Story Lab - acara yang berlang…

Social Media Festival 13 Otober 2012

Horeee! Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu oleh kami dan juga sahabat KF akhirnya tiba juga. Tidak akan ngomong banyak di postingan ini selain mengatakan hurraahh! Acara berjalan dengan baik bersama Story Lab Bandungdi classroom Gelanggang Renang Senayan tgl 13 Oktober 2012 pada saat Social Media Festival.

Bagi yang missed our good moment dan pengen tahu siapa-siapa yang hadir silahkan ngintip video kegiatan kami karya Hazmi Srondol dengan reporter dadakan dari Taman Bacaan Mahanani : Naim Ali beserta MC super keceh : Andi Gunawan (pokoknya rugi yang gak datang).

Juga foto yang bertebaran di akun Facebook kami dan album foto di google plus  milik Ria Tumimomor bisa diintip sekalian :)

Reportase lengkap akan segera menyusul ya sahabat KF :) Selamat menikmati foto-fotonya ^_^

Tembak Di Tempat 12

Bagian 12
Kudengar ketukan di pintu kamar saat aku hendak melakukan posisi ardha chandrasana. Pasti Tim. Sore tadi, selepas kami sama-sama keluar kantor karena gusar, ia menelpon, mengajakku bicara. Saat itu aku tengah menyusuri jalanan, membuang semua energi negatif yang tertimbun sejak seminggu lalu, sejak petugas yang marah di perbatasan menembakkan Mosin Nagant dua kali.

Kami sepakat bertemu pukul 6, namun ada urusan mendesak yang harus ia selesaikan.

“Maaf, kupikir 30 menit cukup, ternyata hampir 1 jam,” kilahnya begitu pintu kubuka. Ia mengamati wajah dan leherku yang berleleran keringat. “Kamu baru yoga? Kita bisa….”

“Tidak apa-apa, sekarang saja,” potongku. Aku tak mau menunda kesempatan mendengar apapun yang akan disampaikannya. “Kamu keberatan kalau aku tidak mandi dulu?”

 “It’s fine. Kamu kelihatan lebih segar,” gelaknya. “Mau di kantor atau…?”

“Di kolam renang,” ujarku. Sabtu malam kolam renang buka sampai pukul 10. CafĂ©-nya masih melayani tamu hingga pukul 2 dini hari. “…

(PUISI) Setumpuk Perasaan Milik Hati

Setumpuk perasaan milik hati
menumpuk di atas meja, ranjang, dan lemari
sebagian tertutup di bawah tudung saji
sebagian lagi terlipat bersama kemeja usang di laci
sebagian yang lain tergoreng nyaris hangus di atas wajan.

Setumpuk perasaan milik hati
bermain-main dengan angin di luar jendela
mereka ingin berlari pergi tetapi bayangannya terikat erat
di kusen-kusen kayu tak bergerak, kokoh, keukeuh,
tak peduli rasa ingin.

Setumpuk perasaan milik hati
duduk manis di atas kursi rotan berayun
membiarkan segala hiruk-pikuk lalu-lalang
memandang apa siapa kenapa di mana dengan siapa
tak tergores sedikitpun oleh peristiwa
membiarkan kejadian demi kejadian berlangsung
mencatatnya diam-diam, menyimpannya dalam satu lagi tumpukan cucian.

Setumpuk perasaan milik hati
tersimpan dalam tumpukan-tumpukan kertas bergaris
bermandikan debu-debu mengendap dengan waktu
tersembunyi dari pandangan
nyaris terlupakan sama sekali
menunggu dalam diam-diam tanpa keraguan
suatu saat nanti, ya, suatu saat nanti.

Tembak Di Tempat 11

Bagian 11

Di pertengahan Februari cuaca pagi di kota Bangkok terasa nyaman dan sejuk, seperti perasaanku sehabis memburas dengan Bapak dan Ibu. Supaya hemat, kami memakai Skype, tetapi sistem keamanan hotel ini memblokir penggunaan kamera, jadi kami tidak bisa saling melihat.

Berada dalam situasi semak hati seperti ini membuatku rindu pada orang-orang yang menyintaiku. Membuatku ingin bersama mereka. Teman-teman kerjaku bukannya tidak menyayangiku. Mereka baik dan penuh perhatian. Tim sudah kukenal lama, sejak aku masih belajar di Amerika. Rudi sudah kukenal lebih dari 10 tahun, saat ia mulai bersahabat dengan Mbak Nia. Ia juga kerap bertandang ke rumah. Tong Rang sudah jadi rekan kerjaku selama 5 tahun. Ia pernah ke Jogja, sepekan tinggal di rumah orang tuaku. Kalau sedang tidak mengerjakan proyek, kami saling berkirim kabar.

Namun tindakan Tong Rang menyadarkanku bahwa aku tak mungkin bisa sepenuhnya mengenal orang-orang di sekelilingku. Kejadian ini juga semacam bukti, manusia puny…

Social Media Festival 2012

Hai sahabat KF. Minggu ini kami menyapa kalian untuk berbagi cerita sedikit mengenai keikutsertaan kami di Social Media Festival yang akan berlangsung dari tanggal 12 hingga 14 Oktober 2012 di Gelanggang Renang Senayan.

Gimana awalnya kok kami kepikiran untuk ikut acara ini? Sejak workshop menulis yang kami adakan tahun lalu, ingin sekali ketemu lagi secara offline dengan para sahabat KF. Dan sepertinya even ini  adalah tempat yang pas untuk mewujudkan hal tersebut.  Pas ketika salingsilang.com bersama Daily Social hadir kembali dengan Social Media Festival 2012. Dalam kesempatan kedua ini, hadir pula Kaskus Official Partner untuk berkolaborasi membuat event di Indonesia bagi para penggiat media sosial Indonesia. Acara ini didukung juga oleh ACER, US Embassy dan Smart Fren. 

Tembak Di Tempat 10

Bagian 10 
Rangon, 8 Agustus 1988. 

Jerit-pekik histeria massa mengoyak-moyak langit kota Rangon, mengguncang singgasana pemerintahan Jenderal Ne Win. Ratusan ribu orang itu menuntut restorasi pemerintahan yang demokratis. Thaung Myat, anak lelaki 8 tahun, meraung-raung di sisi tubuh ayahnya yang bersimbah darah. Pinggang guru matematika di sebuah SMA itu tertembus pelor. Untung tiga orang muridnya segera menolong, membopongnya menuju Rumah Sakit Umum Rangon. Diiringi teriakan-teriakan lantang para demonstran, kaki-kaki kecil Thaung Myat mengekor langkah lebar mereka.

Thaung Myat tak tahu sudah berapa lama dirinya terisak-isak di dekat tubuh ayahnya yang tergolek di atas ranjang rumah sakit. Punggungnya berjingkat ketika sepasang lengan memeluknya dari belakang. Lengan ibunya. Isakan Thaung Myat berubah tangisan. Sang ibu menurunkan adiknya dari gendongan.

“Kamu anak pemberani, Thaung…” bisiknya, “shhh… shhh… berhenti menangis… lihat adikmu tidak menangis…” tangan ibunya mengelus rambu…

[Kamis Tips Nulis] Cuplikan Kisah si Jomblo - the Story

Kamis Tips Nulis kali ini agak narsis sedikit nih… #DJTwitKF @RiaTumimomor ingin mengulas tentang bukunya sendiri yang sempat diterbitkan dalam bentuk ebook via Evolitera dan secara Indie lewat Nulis Buku. Tapi sekarang buku itu sedang gue tarik karena akan di revisi lagi. Soalnya nih, menurut masukan yang sangat berguna dari Miss G; cerita disana lebih banyak sebagai pembuka alias belum selesai.

But, anyway…kita tinggalkan masalah selesai belum selesainya cerita itu. Sekarang mari kita membahas proses menulis cerita dari Cuplikan Kisah Si Jomblo (CKSJ) ini.

Tembak Di Tempat 9

Bagian 9
Sejak kembali ke hotel karena gagal masuk Ban Luang, Rudi hanya duduk-duduk sambil merokok di teras restoran. Sudah hampir 2 jam. Antara satu sedotan rokok dengan lainnya diselingi satu tegukan bir, langsung dari botolnya. Matanya ia lepaskan, menyeberangi danau, melewati perbukitan.

Aku dan Tim sedang menyelesaikan administrasi dengan petugas hotel. Kami akan kembali ke Bangkok besok pagi, satu malam lebih cepat dari rencana, tak ada lagi yang harus kami lakukan di lapangan bila tak bisa masuk ke kamp pengungsi. Manager hotel hanya bisa mengembalikan 40% dari tarif kamar satu malam terakhir.

Kami bergabung dengan Rudi untuk makan siang. Ruang terbuka di depan teras restoran dinaungi rimbun pohonan, di sana-sini diletakkan kursi batu. Untuk duduk di situ orang harus masuk ke lobby dulu, menyeberangi restoran, lalu menuruni lima anak tangga.

Tim memesan club sandwich dan sebotol bir lokal. Rudi memilih nasi goreng vegetarian. Selera makanku hilang, hanya kupesan es teh lemon d…

[Kamis Tips Nulis] Dari @EndahRaharjo

Setting Dalam Novel

Sahabat Kampung Fiksi, tips menulis di hari Kamis ini masih melanjutkan tentang setting. Mbak Endah Raharjo menyusun tips setting dalam novel untuk sahabat KF jadi yuk kita simak.

Buku The Lord of the Rings edisi pertama yang terbit pada Juli 1954 disertai lembaran peta besar ~ dicetak dua warna merah dan hitam ~ yang dilipat-lipat dan dilampirkan di bagian belakang buku. Peta itu menunjukkan wilayah bagian barat Middle-earth, Rohan, Gondor, Mordor, dan sebagian wilayah Shire, tempat bermukim para Hobbits. Dalam edisi selanjutnya (milik saya edisi 1994, Three-volume Boxed Set dari Houghton Mifflin, New York) supaya lebih praktis peta-petanya dibuat selebar halaman buku, hanya dicetak hitam saja.

Tembak Di Tempat 8

Bagian 8
Awan nimbostratus terbentang di atas perbukitan. Tanpa melihat jam, sulit menengarai apakah matahari telah lingsir atau masih bertahta di cakrawala. Dari jendela kulihat dua balita tengah berlarian bersama ayah mereka di atas rumput yang basah oleh gerimis. Rudi sedang berburu foto untuk keperluannya sendiri. Tong Rang entah dimana, sejak berpisah di rumah panggung aku belum melihatnya.

Aku keluar kamar. Di teras restoran, yang kursi-kursinya ditata menghadap danau, kulihat Tim duduk sendirian. Ia melambai ketika melihatku menapaki tangga untuk bergabung dengannya.

“Draft proposal. Baru 80%,” kuangsurkan sebatang flashdisk.

“Terima kasih.” Benda mungil itu ia taruh ke dalam kantung peralatannya. “Duduk.” Kepalanya bergerak ke kursi di samping kanannya. “Kamu kelihatan kacau… Kopi? Teh?” Tim mengangkat tangannya, memanggil pelayan. Kupesan secangkir coklat panas.

[Kamis Tips Nulis] Dari @windakrisnadefa

Kamis Tips Nulis kemarin menghadirkan tips nulis dari salah satu bungloners yang beken dengan sebutan Emak Gaul alias : Winda Krisnadefa
Topiknya sendiri adalah mengenai setting sebagai berikut ini.
Dalam cerita fiksi, ada beberapa unsur penting yg hrs diperhatikan: tema, plot, setting dan karakter. Ke4 unsur ini jika penulis lihai meramunya akan menjadi satu kesatuan yg akhirnya menguatkan cerita dr berbagai sudut.
Sayangnya, kebanyakan penulis terlalu byk berkonsentrasi di plot dan karakter, sehingga setting (waktu dan tempat) kdg terabaikan. Pdhl kalau seeting kuat, cerita akan makin menarik dan banyak sekali celah utk memperdalam konflik dalam cerita. Sbg contoh, novel sejarah Parijs Van Java, Remy Silado yg kental sekali penggambaran setting tempat dan waktunya. Sehingga kisahnya sendiri menjadi lebih kuat krn pembaca bisa ikut merasakan berada di tempat dan waktu kejadian diceritakan.Laskar Pelangi, Andrea Hirata, juga kuat dlm penggambaran setting tempat.  Walaupun menurut s…

Tembak Di Tempat 7

Di sebuah kompleks biara, kira-kira 10 kilometer dari Sangkhlaburi ke arah Three Pagodas Pass. 

Tim asyik berbincang dengan Father Sap. Lelaki keturunan Mon berusia 70 tahun itu terlihat bersih dan berwibawa dalam balutan kain katun kasar warna safron. Kulit wajah dan pundak sang bhiksu menyerupai tembaga, berkilau tertimpa matahari pukul 10 pagi. Mereka duduk di kursi batu, berhadap-hadapan, dinaungi pohonan ekaliptus, di halaman belakang kompleks biara. Gesekan daunan terhembus angin, menyenandungkan orchestra alam.

Father Sap adalah salah satu bhiksu senior di biara khusus untuk kaum Mon. Ia sangat disegani dan dikenal luas oleh tokoh-tokoh agama, pemerintah, pegiat LSM hingga wakil-wakil UNHCR, UNICEF dan Peacebuilding Commission. Ia jarang ketinggalam dalam setiap usaha penyelamatan pengungsi dan upaya-upaya perdamaian di kawasan perbatasan Thailand bagian barat.

Setelah keduanya puas mengenang almarhum Aung Tin, Tim menyampaikan tujuan khususnya kali ini. Father Sap sudah mengen…

Tembak di Tempat 6

Bagian 6
Tim menggelar peta tanpa skala wilayah Sangkhlaburi dan Three Pagodas Pass.

“Ini lokasi kamp pengungsian Ban Luang. Kita akan ke sana lusa. Seorang teman di UNHCR sudah memastikan kita dapat clearance. Kontak kita, namanya Naing Naing, akan menunggu di pertigaan ini,” Tim menandai lokasi itu dengan tinta merah, “Dia jurnalis. Punya banyak kontak,” Tim menyebut nama sebuah majalah berita internasional, “orang di sini mengenalnya sebagai relawan Angel’s Hand.”

Pagi itu sehabis sarapan aku dan Rudi akan menuju kantor Angel’s Hand. Sambil mendengarkan penjelasan Tim, Rudi mengeluarkan rokok dari saku celana kargonya.

“Tolong ambil sebanyak mungkin foto kegiatan mereka, terutama anak-anak,” Tim menatap Rudi. “Proposal yang kita susun ini untuk pendidikan anak-anak. Mirip yang kita buat tahun lalu.” Mata Tim beralih menatapku. Aku ingat. Kami bisa mencarikan dana US$10 ribu untuk sebuah LSM lokal di Chiang Mai. Lumayan. Mereka bisa membangun perpustakaan kecil dengan uang itu.

[Kamis Tips Nulis] Genre Dalam Fiksi

Wah, udah lama juga gue puasa menulis dan beneran deh... Semua tips and trik menulis itu gak akan ada gunanya kalau gak dipraktekkan. Karena gue merasa sendiri nih blank-nya pas baru mau memulai menulis lagi. Yang ada gue bengong lamaaa dan berakhir dengan baca buku cerita alias menulisnya gak maju-maju.

Oh? Baca buku cerita apa nih? Gue suka cerita-cerita mistery pembunuhan sejak SMP. Salahin temen gue deh yang meminjamkan buku Agatha Christie yang mengenalkan gue dengan detektif Hercule Poirot. Jadilah sejak itu gue demen dengan cerita-cerita misteri lalu merambat ke cerita hantu kemudian ke cerita fantasy lainnya. Dan gue nyaris tidak pernah membaca cerita romance, entah yang versi lokal ataupun terjemahan. Dan ternyata, hal ini berpengaruh banget pada tulisan-tulisan gue. Coba tanya temen-temen gue yang pasti pada ngakak kalau mendengar gue mengarang cerita romance. Langsung kutu gue mati semua tuh (idih. gue punya kutu?).

Tembak Di Tempat 5

Bagian 5
Hotel yang akan kami tempati selama 4 malam ini lebih tepat disebut guesthouse, kamar-kamarnya terpisah satu sama lain, menyerupai bungalo, berderet ke bawah menuju danau. Kamar Tim berada paling ujung, juga paling besar agar kami bisa rapat di situ. Sejak masih di Bangkok Tim sudah minta Rudi untuk mengatur supaya ruang duduk di kamarnya diberi meja dan empat kursi, tempat kami rapat dan bekerja.

“Nggak sabar ingin berenang di danau,” gumam Tong Rang.

“Itu bukan danau, itu reservoir!” Sergah Rudi.

“Apa bedanya?” Tong Rang ngeyel.

Tim menatap dua anak buahnya dengan cara yang membuat mereka berhenti bercanda, lalu duduk. Ia punya kemampuan menyuruh orang mematuhinya lewat tatapan mata. Aku merasa sedikit lemas, mungkin karena pain killer yang kuminum dan obat anti tetanus yang disuntikkan ke tanganku, sekitar 2 jam lalu. Rudi mengkhawatirkan lengan bawah kiriku yang dibebat perban, persis dari bawah siku hingga tiga senti dari pergelangan tangan. Kujelaskan kalau dokter mela…

Tembak Di Tempat 4

Bagian 4

Ternyata perjalanan sekitar 6 jam dari Bangkok menuju Three Pagodas Pass menyenangkan. Sepanjang jalan mataku menikmati rangkaian perbukitan yang hijau-teduh-rimbun. Jalan yang dilewati mulus, tidak kalah dengan jalan-jalan raya lintas negara bagian di Amerika. Masing-masing jalur untuk satu arah dan tiap jalur terdiri atas 2 lajur. Sangat nyaman untuk perjalanan jarak jauh.

Kendaraan yang berpapasan di sepanjang perjalanan sebagian besar keluaran terbaru. Four-wheel drive berbagai merk aneka warna. Setiap kendaraan itu kupandangi penuh kekaguman. Aku jadi ingin tahu siapa pemilik kendaraan-kendaraan itu. Menurut yang kubaca, penduduk di wilayah itu sebagian besar petani.

“Four-wheelers itu milik para petani,” jelas si supir, seperti mengerti isi pikiranku. Ia melihatku melalui kaca spion. Nama lengkapnya Saw Ku Moe, namun lebih senang dipanggil Mo, katanya agar mudah diingat. Ia lahir di Burma. Bersama keluarganya Mo pernah menjadi pengungsi di salah satu kamp pengungisan di…

[Serial Kamis Tips Nulis] Proses Menulis

Apa yang menjadi motivasi kamu untuk menulis? Sekedar menuangkan keluar apa yang ada di kepala alias uneg-uneg yang sudah membuncah? Self-therapy? Ingin berbagi informasi dengan orang lain? Hobby? Hati terasa senang ketika menyadari ada kekuasaan disana untuk menentukan nasib para tokoh ciptaannya? Atau uang? Atau ketenaran?

Kalau kalian menebak gue hendak membahas tentang JKR lagi, tepaaat sekali!  Dalam video yang gue tonton itu, diceritakan soal proses yang berjalan setelah ia menyelesaikan naskah. Orang mungkin sulit untuk percaya jika prosesnya terlihat biasa-biasa saja bahkan nyaris membosankan. Setelah ia selesai menulis, naskah itu ia print dan bersama dengan editornya mereka membaca ulang bersama. Memastikan tidak ada yang terlewat. Ada proses menyusun, membaca ulang, menulis ulang, lalu dibaca ulang lagi, di edit dan seterusnya. Memang begitulah yang seharusnya dilakukan oleh setiap penulis. Kalau JKR punya editor, kita juga bisa meminta tolong teman untuk membantu membaca,…

[Serial Kamis Tips Nulis] Stop Pleasing Everybody

Gue masih melanjutkan nonton video wawancara JK Rowling yang diberikan oleh sesama bungloner ke gue. Ceritanya tentang JK Rowling yang baru saja menyelesaikan naskah Harry Potter buku terakhir. Setelah perjalanan panjang selama 17 tahun! Wow!

Anyway, JKR bilang bisa aja naskah yang telah selesai ini hanya sampah. Banyak orang yang akan gak suka sama cerita ini. Bisa jadi mereka gak suka sama akhir dari ceritanya yang berbeda dari harapan mereka sebagai para die-hard fans Harry Potter.

[Serial Kamis Tips Nulis] Don't Turn Yourself Into Your Fiction Character

Tgl 31 July di media sosial twitter sempat trending ucapan Selamat Ulang Tahun Harry Potter dan JK Rowling - penciptanya. Ternyata JKR dan Harry Potter tokoh fiksi rekaannya berulang tahun di hari yang sama.

Ngobrolin soal Harry Potter dan JK Rowling, temen gue yang juga sesama bungloner Kampung Fiksi mengirimkan bagian pertama dari interview dengan si penulis Harry Potter.

Dari video bagian pertama yang dikirimkan ke gue itu diceritakan betapa meninggalnya sang ibu sangat mempengaruhi JKR. Dan kesedihan yang sama itu juga (ceritanya) di rasakan si tokoh Harry Potter. Lalu diceritakan pernikahan JKR yang berumur 2 tahun dengan seorang puteri itu berakhir dengan perpisahan. Dan hal itu membuatnya sempat depresi dan ia menyadari betapa kacau kehidupannya. Dan depresi itu membuatnya mati rasa dan sepertinya ia tidak mungkin merasa kegembiraan lagi. Dan perasaan depresi ini yang menginspirasinya untuk menciptakan tokoh dementor. Mereka diceritakan memangsa kesedihan, ketakutan yang ada …

Tembak Di Tempat 3

Bagian 3
Terburu-buru aku keluar kamar hotel. Tim sudah berada di restoran untuk sarapan. Pagi ini aku kemrungsung sekali, mungkin terlalu banyak pikiran, sampai-sampai lupa memakai bra. Untung sewaktu menyusuri koridor hendak menuju lift aku merasa ada yang aneh di dadaku, rasanya semriwing, enteng dan lega; lalu aku berlari kembali ke kamar, tergesa-gesa memakai bra biru tinta itu, warna favoritku, selaras dengan rona kulitku.

“Kamu baik-baik saja, kan?” Tim manatap rambutku yang belum kering benar dan berbagai perlengkapan yang memenuhi kedua tanganku.

“Aku terlalu lama mendengarkan berita…” Sambil duduk kulolos ranselku dari punggung. Satu-satu perlengkapanku kumasukkan ke dalamnya.

“Jangan khawatir. Akhir-akhir ini situasi cukup terkendali. Suasana di sana tidak seseram yang ditulis media,” Tim meyakinkanku. Aku mendengus geli, sejak bangun tidur berkali-kali kuyakinkan diriku agar tidak perlu mengkhawatirkan situasi di lokasi yang akan kami kunjungi.

Tembak Di Tempat 2

Bagian 2
Rasa was-was tak mau pergi dari hatiku. Kurang dari satu jam lagi kami akan berangkat menuju Three Pagodas Pass. Menurut media, beberapa minggu terakhir konflik terbuka lebih sering muncul di kawasan perbatasan Burma-Thailand bagian barat itu. Berita di TV tadi malam menyebutkan kalau checkpoint – pos penjagaan – di sana ditutup sejak seminggu lalu, pasca konflik terbuka. Tujuh pengungsi Burma tewas ditembaki sekelompok lelaki berseragam militer.

Sejak bangun tidur – yang tidak nyenyak – berbagai bayangan buruk melintas di benakku: jalan rusak dan berdebu sebagaimana jalan-jalan di pedalaman Indonesia, munculnya sekelompok perampok menghadang kendaraan di jalan, kecelakaan yang direkayasa, pelemparan batu dari arah belukar di tepi jalan, kelompok gerilyawan bersenjata yang mencegat untuk minta uang, dan berbagai hal buruk lain yang sulit diperkirakan.

Meskipun khawatir, bayangan seram itu tidak kuberi kesempatan menyurutkan langkahku. Aku tahu media gemar melebih-lebihkan si…

Cuplikan Cerita Pendek G di Kotak Pandora

Ada tiga cerpen saya di antologi Kampung Fiksi yang terbaru: Kotak Pandora. Ketiga cerpen ini sudah pernah dimuat di blog beberapa waktu yang lalu. Jadi memang bukan cerpen-cerpen baru bagi mereka yang rajin berkunjung ke Kampung Fiksi dan memang suka membaca tulisan saya. Tetapi :) tentu saja cerpen-cerpen ini ketika akan diterbitkan sebagai buku mengalami revisi, penulisan ulang, sehingga memang ada perbedaannya dengan yang ada di blog.
Berikut ini, cuplikan-cuplikan ketiga cerpen:
Cerpen Headline! (Hal. 197-204) 
Apa yang memotivasi seseorang untuk melakukan sebuah tindakan, seringkali tidak dapat ditebak oleh mereka yang hanya melihat dari sisi luarnya saja. Bahkan mereka yang paling sukses sekalipun memiliki penderitaannya sendiri. Ada orang yang membangun tembok disekitar dirinya sehingga orang lain tidak dapat mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di balik tembok tersebut.
"Di koran pagi itu, fotonya masuk menemani kepala berita, Young Entrepreneur Of The Year, begitu kora…

Cuplikan Cerpen Ria Tumimomor di Kotak Pandora

Mau ngobrolin soal cerpen-cerpen aku yang ada di novel terbaru Kampung Fiksi : KOTAK PANDORA.

Cerpen pertama dalam buku ini judulnya: DUA DUNIA. Kalau ada yang menebak ceritanya pasti horor maka tebakannya adalah: SALAH! Dua dunia disini bercerita tentang dua wanita yang menjalani hidup berbeda. Meyda dan Yani hidup bertetangga namun menjalani dunianya masing-masing. Meyda yang sibuk dengan kedua anaknya sementara Yani si lajang sibuk dengan pekerjaannya. Mereka sama-sama harus bangun pagi dengan rutinitasnya masing-masing. Keduanya mempunyai pandangan dan keyakinan sendiri akan hidup yang mereka jalani. Jadi, itulah sedikit cerita dari dua wanita yang walau hidup berdekatan tapi mempunyai dunia yang berbeda.

Cerpen kedua berjudul: PERCAYA. Berkisah tentang kedukaan dalam kehidupan tokohnya yang bernama Naomi. Kedukaan yang datang silih berganti yang membuatnya sulit percaya apakah ini yang dinamakan blessing in disguise? Mungkinkah kemalangan yang kita alami akan berbuah manis pada …

Tembak Di Tempat 1

Bagian 1


Ban Mae Camp, January 4, 2010 

Yth. Mr. Rosenberg 
di Washington, D.C. 

Selamat Tahun Baru 2010. Semoga keluarga Anda terberkati pada musim dingin yang menurut berita kali ini banyak membawa badai ke wilayah Pantai Timur Amerika. 

Dengan duka yang mendalam saya kabarkan bahwa salah satu anggota Badan Pengawas Komite Pengungsi Karen (KPK), Mr. Aung Tin Nyein, meninggal dunia pada 4 November 2009. Sebagai Sekretaris Komite saya ditugaskan oleh Ketua Komite untuk menyampaikan kabar duka ini kepada Anda. Menurut beliau Anda adalah salah satu sahabat terbaiknya yang tak henti-henti berjuang menolong para pengungsi. 

Cinta Menjelang Senja di Chao Phraya

Hidup ini adalah rangkaian pilihan. Sekali memilih kita harus berani dan harus kuat menanggung akibatnya – Endah Raharjo
Dulu kukira cinta hanya membius yang berusia muda. Ternyata salah. Perempuan bernama Larasati yang bulan lalu berusia genap 45 tahun masih bisa terhanyut oleh arus cinta yang mengalir deras dari lelaki bernama Osken O’Shea. 

Sepenggal kalimat yang tertulis di halaman 178 tersebut bisa jadi adalah benang merah dari kisah cinta yang dituliskan oleh salah satu teman sekaligus penulis favorit saya, Endah Raharjo, dalam buku solo perdananya Senja di Chao Phraya.

Buku setebal 324 halaman bersampul semburat jingga suasana senja di Sungai Chao Phraya ini memang menceritakan kisah cinta yang hadir secara tak terduga antara dua tokoh utamanya, Larasati Lazuardi dan Osken O’Shea. Larasati, seorang perempuan Jogja yang mandiri dan tangguh dan Osken adalah seorang lajang-mapan-Amerika-keturunan-Kazakhstan-Irlandia yang berusia tujuh tahun lebih tua dari Laras.

KOTAK PANDORA!

Dear sahabat Kampung Fiksi, kami mempunyai berita gembira untuk kalian yang sudah lama menanti-nanti apakah akan ada lagi karya kami?

Tentu saja ada! Seperti yang telah kami ceritakan beberapa waktu lalu; komunitas kami terpilih oleh Leutika Prio untuk menerbitkan karya kami melalui mereka secara indie. Kami tentu saja menyambut berita tersebut dengan gembira. Butuh sebulan bagi kami untuk menyusun karya-karya kami yang terbaik untuk dipersembahkan bagi para pembaca.

Hari ini kami menerima kabar dari Leutika Prio mengenai kumcer terbaru kami: Kotak Pandora. Sudah terpajang dengan manisnya di website mereka dan siap edar!

Ingin tahu mengapa kami memberikan judul Kotak Pandora? Wah, maaf... Kalian harus membeli dan membacanya untuk tahu rahasia di balik judul itu. Jadi tunggu apa lagi sahabat Kampung Fiksi? Bukalah lembaran-lembaran dari Kotak Pandora dan temukan kejutannya di sana :)

Tips Menulis Novel

Mau belajar menulis fiksi: cerpen/novel/editing, bisa bergabung di Kelas Online KF dan belajar sesuai waktu dan kebutuhanmu. Untuk informasi lengkap silakan kirim email ke kelasonlinekf@gmail.com atau klik gambar untuk mengetahui jenis kelas yang bisa kamu ikuti. Tunggu apa lagi? Segera daftarkan dirimu!

***

Dear sahabat Kampung Fiksi, berikut ini tips menulis novel seperti yang di-tuit oleh #DJTwitKF @RiaTumimomor di @kampungfiksi
1. Inspirasi Novel berbeda dari novella atau cerpen karena ceritanya jauh lebih panjang dan kompleks. Tanpa inspirasi gimana kita bisa memulai menulis novel?
2. Proses Menulis Mesti diingat kalau tidak ada proses yang sempurna dalam menulis novel. Ada penulis yang menyusun lewat kerangka karangan terlebih dahulu. Ada yang langsung saja menulis dengan melewatkan beberapa bab sebelum akhirnya kembali lagi untuk menyelesaikan bab tersebut. Terserah pada penulisnya
3. Setting Tentukan dimana cerita itu terjadi karena setting ini juga penting. Dimana kita tinggal i…

Agen Naskah? Apa Itu?

Beberapa minggu yang lalu secara tidak sengaja saya mengikuti sebuah workshop--Writing For Living--yang diadakan oleh Islandscript.net di Blu Plaza, Bekasi. Tidak sengaja, karena saya menemukan kegiatan itu sedang berlangsung di Blu Plaza saat sedang berjalan-jalan dengan keluarga. Sesaat saya merasa "gelo" karena baru tahu ada workshop ini dan diadakan dekat dari rumah. Rasanya rugi sekali, karena jarang kegiatan-kegiatan semacam ini diadakan di pinggiran Jakarta seperti Bekasi. Dengan sedikit kecewa saya datangi juga panitia penyelenggara untuk mencari tahu tentang workshop yang sedang berlangsung itu. Puji syukur alhamdulillaah, ternyata workshop itu diadakan dua hari, artinya esok hari saya masih bisa mengikuti.



Maka dengan penuh semangat keesokan harinya saya datang kembali ke Blu Plaza dan membayar biaya keikutsertaan workshop tersebut sebesar Rp 50.000. Pada mulanya saya kira workshop ini akan membahas tentang kegiatan menulis dan bagaimana menulis bisa dijadikan inco…

Istilah Menulis

Terkadang ada istilah-istilah dlm menulis yang tdak kita mengerti. Kami akan coba membahasnya ya :)

POV : Point Of View / Sudut Pandang : orang pertama (Aku) , Orang ketiga (dia)

Premis: karakter, tujuan karakter, hambatan yang dihadapi oleh karakter saat berusaha mencapai tujuan

Eksposisi : Detil ttg asal muasal cerita dan tokoh dalam cerita, termauk jg insiden awal yg mempengaruhi jalannya cerita

Konflik : masalah-masalah yang menghadang tokoh dlm mencapai tujuannya. Konflik bs terjadi antara tokoh dgn diri sendiri, tokoh lain, lingkungan & lain2

Klimaks: Terjadi ketika konflik dlm plot mengalami penyelesaian, biasanya merupakan puncak dari cerita

Resolusi: akhir dr cerita yg menceritakan apa yg terjadi terhadap tokoh setelah konflik diselesaikan

Writer's Block: Kondisi dimana penulis tidak bisa melanjutkan tulisannya

Untuk sementara ini dulu, nanti akan ditambah lagi ya sahabat Kampung Fiksi :)

Diskon 20% untuk Sahabat Kampung Fiksi

Legaaa... akhirnya Senja di Chao Phraya bisa dibendel jadi novel.

Proses lahir novel ini – bangga bisa punya novel – juga lamaaa...! Hampir 2 tahun dalam kandungan, saudari-saudara! Itu kalau terjadi beneran pada perempuan pasti sekampung udah pada ribut, dan bahkan tak mustahil muncul gossip kalau yang di dalam kandungan itu bisa jadi bayi buaya!

Tapi novel ini bukan tentang buaya sungai Chao Phraya. Ini perkara asmara antara Jeng Laras dan Mister Osken; yang satu Jawa yang satunya Amerika. Kisah ini pertama kali muncul sekitar Juni 2010 sebagai cerber 4 episode di sebuah blog bersama. Sayang sekali, versi aslinya sudah hengkang dari kandangnya. Yang pasti, saat itu, ada beberapa teman yang meledek, kok bisa-bisanya saya nulis cerita romantis begitu. Ada yang langsung nuding kalau itu cerita curhatan... atau jangan-jangan kisah pribadi... Bagaimana bisa kisah pribadi, lha wong suami saya Kangmas Jawa asli, bukan koboi dari Washington, DC (memang di sana ada koboi...???).

Beberapa …