Skip to main content

[Kamis Tips Nulis] Genre Dalam Fiksi

  Wah, udah lama juga gue puasa menulis dan beneran deh... Semua tips and trik menulis itu gak akan ada gunanya kalau gak dipraktekkan. Karena gue merasa sendiri nih blank-nya pas baru mau memulai menulis lagi. Yang ada gue bengong lamaaa dan berakhir dengan baca buku cerita alias menulisnya gak maju-maju.

Oh? Baca buku cerita apa nih? Gue suka cerita-cerita mistery pembunuhan sejak SMP. Salahin temen gue deh yang meminjamkan buku Agatha Christie yang mengenalkan gue dengan detektif Hercule Poirot. Jadilah sejak itu gue demen dengan cerita-cerita misteri lalu merambat ke cerita hantu kemudian ke cerita fantasy lainnya. Dan gue nyaris tidak pernah membaca cerita romance, entah yang versi lokal ataupun terjemahan. Dan ternyata, hal ini berpengaruh banget pada tulisan-tulisan gue. Coba tanya temen-temen gue yang pasti pada ngakak kalau mendengar gue mengarang cerita romance. Langsung kutu gue mati semua tuh (idih. gue punya kutu?).

Kalau begitu sebenarnya ada apa aja sih genre tulisan fiksi? Gue mencoba browsing dan menemukan daftar jenis-jenis utama tulisan fiksi sebagai berikut:


1. Cerita anak
Kayaknya gampang ya tapi prakteknya belum tentu. Apa yang anak-anak suka dengan apa yang dirasa cocok dibaca anak-anak oleh orang dewasa itu sering gak nyambung.
Cerita anak bisa ditulis langsung oleh anak-anak dan dinikmati oleh anak-anak juga ataupun ditulis oleh orang dewasa. Cuman ya begitulah, apa yang menarik untuk orang dewasa belum tentu okeh bagi si anak itu sendiri.

2. Fantasy
Setting-nya bisa di bumi di masa lalu ataupun sekarang. Atau dunia ciptaan penulis sendiri yang membebaskan imajinasi pembacanya.
Nuansanya bisa ke horor, atau berdasarkan cerita sejarah maupun legenda yang beredar di masyarakat, cerita-cerita superhero (tau dong seperti superman, spiderman) hingga ke romance fantasy

3. Horror
Cerita yang dibuat dengan tujuan untuk menakuti pembacanya atau setidaknya membuat pembacanya merinding abis. Cerita horror ini berakar dari cerita-cerita rakyat dan tradisi yang berfokus ke seputar kematian, kehidupan setelah kematian, setan and so on. Cerita-cerita tentang penyihir, vampire, manusia serigala, hantu, itu termasuk cerita horor.
Cerita horor yang paling berkesan buat gue: The Woman in Black by Susan Hill. Psst, kebanyakan penulis cerita horor itu justru cewek loh :)


4. Mystery
Cerita misteri biasanya dihubungkan dengan cerita detektif. Karena inti cerita adalah para karakternya berusaha mencari informasi utama mengenai suatu kejadian yang biasanya baru terungkap di akhir cerita dan menjadi klimaksnya.


5. Romance
Apa perlu diuraikan lagi? Cerita romance bisa berakhir bahagia atau sedih. Bisa juga yang membuat nyengir sepanjang membaca ceritanya karena tipenya komedi romantis. Ya, kayak di film-film begitu deh

6. Science Fiction
Biasanya setting ceritanya di masa depan dengan teknologi sebagai komponen utama dalam cerita. Bisa juga setting di planet lain. Cerita tipe ini terkadang bercampur dengan tipe lain seperti fantasy, romance ataupun misteri.

7. Thriller/Suspense
Thriller/suspense juga bisa bercampur dengan misteri.
Thriller sudah membuat tegang pembacanya karena sang tokoh utama sudah berada dalam bahaya sejak awal cerita.

Suspense :Tokoh utamanya perlahan menyadari bahwa dirinya terancam bahaya. Bedanya dengan cerita misteri adalah, dalam cerita suspense pembaca sudah mengetahui siapa pelaku kejahatan dan tegang menunggu apakah protagonisnya bakal sadar atau tidak nih?

9.Young adult
Konon nih sejak diterbitkannya Harry Potter maka genre ini berkembang pesat. Tokoh utamanya dimulai dari usia remaja dan ceritanya bisa berkisar romance bercampur supernatural, atau fantasy dan sekarang cerita-cerita fantasy dengan tokoh utama remaja banyak beredar. Hunger Games the series, Mortal Instruments, Twilight dan tentunya Harry Potter serta masih banyak lagi deh.


Jadi, kira-kira tipe cerita mana yang kamu suka dari daftar yang ada di atas ini?

*Dimuat juga di 40th Mind Wanderer *

Popular posts from this blog

(Berbagi Pengalaman) Prosedur Umum Menerbitkan Buku Melalui Penerbit Besar

Banyak penulis yang belum berpengalaman menerbitkan buku melalui penerbit besar mengalami kebingungan saat sudah mendapat “lampu hijau” dari penerbit. Kebingungan ini mungkin disebabkan oleh euforia karenamengetahui karyanya akan segera dibukukan dan akan dipajang di toko buku-toko buku seluruh Indonesia. Saking bingungnya, penulis akhirnya hanya bisa pasif menunggu apa selanjutnya yang akan dilakukan penerbit dengan naskahnya. Padahal masih banyak prosedur yang melibatkan penulis secara aktif, sampai buku itu terbit.

Soal bagaimana menembus penerbit, Kampung Fiksi sudah membahasnya di sini. Nah, bagaimana selanjutnya? Suatu hari penerbit menghubungi kamu via email atau telepon, mengabarkan berita yang sudah begitu lama kamu tunggu-tunggu, “Naskahnya mau kita terbitkan. Tunggu kabar selanjutnya dari kami, ya!” Woggh! Silakan merayakan kebahagiaanmu. Tapi jangan lama-lama. Mulailah mengikuti secara cermat hal-hal yang berkaitan dengan terbitnya buku kamu.

Fase selanjutnya setelah mendap…

Membuat Outline Novel

Mau belajar menulis fiksi: cerpen/novel/editing, bisa bergabung di Kelas Online KF dan belajar sesuai waktu dan kebutuhanmu. Untuk informasi lengkap silakan kirim email ke kelasonlinekf@gmail.com atau klik gambar untuk mengetahui jenis kelas yang bisa kamu ikuti. Tunggu apa lagi? Segera daftarkan dirimu!
***Pernahkah kamu menulis novel lalu kemudian ketika sampai di tengah, kamu tiba-tiba buntu, ga tahu harus ngapain ceritanya? ga tahu tokoh ceritanya harus dibikin bagaimana? Dan karena pusing kamu berhenti menulis novel itu dan membuangnya ke tempat sampah. Sayang sekali, padahal Indonesia membutuhkan banyak penulis.  
Semua orang bisa menulis tetapi tak semua orang bisa menulis novel. Butuh kesabaran, kerja keras, latihan, dan  tentu saja komitmen. Hanya orang-orang yang bertekad kuat dan memiliki disiplin diri yang mampu menyelesaikan novelnya. Jadi kalau kamu ingin menulis novel, kumpukan tekad, komitmen, dan percaya novel kamu akan selesai. Namun tekad dan lain-lain itu tak cukup u…

Selingan Semusim: Apakah Atas Nama Cinta Semua Menjadi Halal?

Judul: Selingan Semusim
Penulis: Alaika Abdullah
Tebal: 197 halaman
Genre: Roman-erotis

Selingan Semusim adalah sebuah kisah cinta terlarang antara Novita dan Fajar Kenapa terlarang? Bukan karena perbedaan agama, ideologi atau karena tingkat sosial, melainkan karena mereka berdua sama-sama sudah menikah dan keadaan rumah tangga mereka baik-baik saja.
Kisah cinta ini dibumbui dengan adegan seksual yang diceritakan dengan eksplisit. Karena itulah novel ini memang layak disebut sebagai novel dewasa, 21 tahun ke atas.
Kisahnya sendiri berawal dari perkenalan antara Novita dan Fajar dalam sebuah acara kerja lalu berkembang menjadi sebuah affair yang ternyata berkesan bagi keduanya. Walaupun mereka kemudian berpisah karena memikirkan keutuhan keluarga masing-masing, tetapi mereka tidak saling melupakan.
Tragedi tsunami Aceh juga dimasukkan oleh penulisnya ke dalam cerita ini, dan menjadi salah satu unsur yang mengubah jalan cerita. Kalau dulu Novita adalah seorang isteri yang tidak bisa pe…