Skip to main content

Yok! Tanya Mak Bunglon! (Rubrik Baru di Blog Kampung Fiksi)

Sahabat-sahabat Kampung Fiksi,
Ada kabar baru dan bagus dari para bunglon di Kampung Fiksi, nih!
Kami sering sekali mendapat pertanyaan seputar menulis fiksi melalui e-mail, Twitter mau pun Facebook. Biasanya sebisa mungkin kami akan jawab secara personal langsung ke sang penanya. Tapi lama-kelamaan kami jadi berpikir, kenapa pertanyaan dan jawabannya nggak kita share aja ke semua sahabat Kampung Fiksi sekalian? Dengan begitu akan lebih banyak yang bisa belajar melalui pertanyaan dan jawaban itu. Siapa tahu ada orang lain yang juga punya masalah yang sama tapi malu mau nanya. Hihihihi...


Mulai bulan November 2012 nanti, akan ada rubrik baru di blog ini. Nama rubriknya, Yok! Tanya Mak Bunglon! Kenapa Mak Bunglon, sih? Ohohoho, soalnya pengasuh rubrik ini adalah dua emak-emak bunglon di Kampung Fiksi: Winda Krisnadefa dan Endah Raharjo. Rubrik ini akan tayang setiap hari Selasa di sini.

Jadi kalau kamu punya pertanyaan seputar menulis cerpen atau novel atau cara menerbitkan buku atau apa pun (selama masih berhubungan dengan menulis fiksi) kami akan berusaha menjawabnya. Tentu saja karena banyak pertanyaan yang setiap harinya masuk melalui e-mail, Twitter dan Facebook, kami harus memilih satu pertanyaan untuk tiap minggunya. Pertanyaan yang dipilih dipertimbangkan memiliki nilai manfaat yang besar untuk semua sahabat Kampung Fiksi. Untuk sementara ini kami hanya akan menyortir pertanyaan yang masuk melalui e-mail Kampung Fiksi, ya!

Tunggu apa lagi? Kirim pertanyaan kamu melalui e-mail kampungfiksi@gmail.com sekarang, ya! Cantumkan di subyek e-mail: Yok! Tanya Mak Bunglon! Kami tunggu! Kita belajar bersama. :)

Popular posts from this blog

(Berbagi Pengalaman) Prosedur Umum Menerbitkan Buku Melalui Penerbit Besar

Banyak penulis yang belum berpengalaman menerbitkan buku melalui penerbit besar mengalami kebingungan saat sudah mendapat “lampu hijau” dari penerbit. Kebingungan ini mungkin disebabkan oleh euforia karenamengetahui karyanya akan segera dibukukan dan akan dipajang di toko buku-toko buku seluruh Indonesia. Saking bingungnya, penulis akhirnya hanya bisa pasif menunggu apa selanjutnya yang akan dilakukan penerbit dengan naskahnya. Padahal masih banyak prosedur yang melibatkan penulis secara aktif, sampai buku itu terbit.

Soal bagaimana menembus penerbit, Kampung Fiksi sudah membahasnya di sini. Nah, bagaimana selanjutnya? Suatu hari penerbit menghubungi kamu via email atau telepon, mengabarkan berita yang sudah begitu lama kamu tunggu-tunggu, “Naskahnya mau kita terbitkan. Tunggu kabar selanjutnya dari kami, ya!” Woggh! Silakan merayakan kebahagiaanmu. Tapi jangan lama-lama. Mulailah mengikuti secara cermat hal-hal yang berkaitan dengan terbitnya buku kamu.

Fase selanjutnya setelah mendap…

Membuat Outline Novel

Mau belajar menulis fiksi: cerpen/novel/editing, bisa bergabung di Kelas Online KF dan belajar sesuai waktu dan kebutuhanmu. Untuk informasi lengkap silakan kirim email ke kelasonlinekf@gmail.com atau klik gambar untuk mengetahui jenis kelas yang bisa kamu ikuti. Tunggu apa lagi? Segera daftarkan dirimu!
***Pernahkah kamu menulis novel lalu kemudian ketika sampai di tengah, kamu tiba-tiba buntu, ga tahu harus ngapain ceritanya? ga tahu tokoh ceritanya harus dibikin bagaimana? Dan karena pusing kamu berhenti menulis novel itu dan membuangnya ke tempat sampah. Sayang sekali, padahal Indonesia membutuhkan banyak penulis.  
Semua orang bisa menulis tetapi tak semua orang bisa menulis novel. Butuh kesabaran, kerja keras, latihan, dan  tentu saja komitmen. Hanya orang-orang yang bertekad kuat dan memiliki disiplin diri yang mampu menyelesaikan novelnya. Jadi kalau kamu ingin menulis novel, kumpukan tekad, komitmen, dan percaya novel kamu akan selesai. Namun tekad dan lain-lain itu tak cukup u…

Selingan Semusim: Apakah Atas Nama Cinta Semua Menjadi Halal?

Judul: Selingan Semusim
Penulis: Alaika Abdullah
Tebal: 197 halaman
Genre: Roman-erotis

Selingan Semusim adalah sebuah kisah cinta terlarang antara Novita dan Fajar Kenapa terlarang? Bukan karena perbedaan agama, ideologi atau karena tingkat sosial, melainkan karena mereka berdua sama-sama sudah menikah dan keadaan rumah tangga mereka baik-baik saja.
Kisah cinta ini dibumbui dengan adegan seksual yang diceritakan dengan eksplisit. Karena itulah novel ini memang layak disebut sebagai novel dewasa, 21 tahun ke atas.
Kisahnya sendiri berawal dari perkenalan antara Novita dan Fajar dalam sebuah acara kerja lalu berkembang menjadi sebuah affair yang ternyata berkesan bagi keduanya. Walaupun mereka kemudian berpisah karena memikirkan keutuhan keluarga masing-masing, tetapi mereka tidak saling melupakan.
Tragedi tsunami Aceh juga dimasukkan oleh penulisnya ke dalam cerita ini, dan menjadi salah satu unsur yang mengubah jalan cerita. Kalau dulu Novita adalah seorang isteri yang tidak bisa pe…