Skip to main content

(Yok! Tanya Mak Bunglon!) Bagaimana Konsisten Menulis Tanpa Terganggu Mood dan Persoalan Sehari-hari?


Pertanyaan minggu ini yang masuk ke e-mail Kampung Fiksi lumayan beragam. Mak Bunglon Winda pilih pertanyaan dari Olivia Kamal.

Pertanyaan:

"Bagaimana menyelesaikan sebuah karya (novel) tanpa terpengaruh mood, ribetnya persoalan hidup sehari-hari (pekerjaan, rumah tangga, dll), rasa malas dan distraksi lainnya?"

Jawab:



Dear Olivia cantik,
Ini problem klasik untuk semua pekerjaan yang dilakukan manusia di muka bumi. Kita hidup pasti menghadapi persoalan-persoalan baik itu munculnya harian atau sekonyong-konyong nongol. Kalau kita sedang melakukan suatu project yang ada nilai tanggung jawab profesi di dalamnya, tentu kita akan berusaha keras untuk menyelesaikannya. Apalagi kalau sampai menerima sanksi kalau sampai project tersebut tidak selesai tepat waktu.
Untuk bisa menyelesaikan (project) menulis novel juga usahakan menempatkan posisi karya yang sedang kita tulis itu sebagai sesuatu yang nantinya akan menghasilkan sesuatu untuk kita. Walaupun mungkin untuk sekarang ini bukan bernilai materi, paling tidak di dalamnya ada value lain yakni pembelajaran. Konsisten cuma butuh DISIPLIN. Bahkan beberapa penulis terkenal mengatakan, kalau mau tulisanmu selesai, buang semua gangguan yang mungkin menghadang, kecuali itu kebakaran atau keadaan darurat yang mebahayakan jiwa. Hahahaha, ekstrim, ya? Tapi memang begitu kenyataannya.
Kita hidup di jaman yang penuh dengan distraksi. Dunia nyata, dunia maya, semua merupakan gangguan kalau kita tidak pandai-pandai menghalau atau memilih-milih dengan skala prioritas.
Bagaimana dengan masalah mood? There's no such thing, dear! MOOD adalah alasan dan pembenaran untuk mengabaikan tulisan kita lebih lama lagi. Mungkin yang kamu rasakan itu adalah ketakutan kalau hasil tulisan jelek. Itu bukan bad mood, melainkan perasaan ragu akan kemampuanmu. Nggak apa-apa kok merasa ragu, tapi jangan berhenti. Karena kalau kita tetap menulis *walaupun hasilnya jelek) setidaknya ada sebuah tulisan jelek yang nantinya bisa kita perbaiki di masa depan. Kalau kita mandeg nulis, kamu akan belajar apa? Kita hanya akan tertahan di satu titik: Tidak menulis dan berharap bisa menulis bagus. Wah, nggak banget, deh!

Tips ringan aja supaya keadaan mendukung saat kita sedang menulis:
1. Sediakan waktu khusus minimal 10 menit dalam sehari untuk melanjutkan tulisan kita. Usahakan tempat dan waktunya tenang.
2. Sebelum mulai koneksi ke internet, menulislah terlebih dahulu. Jangan sambil main Facebook atau Twitter. Ntar aja!
3. Tidak usah dibaca dulu hasil menulis hari ini. Perbaiki besok atau minggu depan.
4. Ingat! Mood itu adalah suasana hati kita. Artinya, kita bisa menguasainya. Ciptakan keadaan sekeliling yang mendukung. Pasang musik, baca buku lebih dulu, nonton drama seri kesukaan, apa saja.
Masih banyak tips-tips ringan untuk mendukung kita agar konsisten menulis. Tapi intinya adalah: Jangan banyak alasan dan disiplin. Sip? ;)

Kecup dari Mak Bunglon! :*

Popular posts from this blog

(Berbagi Pengalaman) Prosedur Umum Menerbitkan Buku Melalui Penerbit Besar

Banyak penulis yang belum berpengalaman menerbitkan buku melalui penerbit besar mengalami kebingungan saat sudah mendapat “lampu hijau” dari penerbit. Kebingungan ini mungkin disebabkan oleh euforia karena mengetahui karyanya akan segera dibukukan dan akan dipajang di toko buku-toko buku seluruh Indonesia. Saking bingungnya, penulis akhirnya hanya bisa pasif menunggu apa selanjutnya yang akan dilakukan penerbit dengan naskahnya. Padahal masih banyak prosedur yang melibatkan penulis secara aktif, sampai buku itu terbit.

Soal bagaimana menembus penerbit, Kampung Fiksi sudah membahasnya di sini. Nah, bagaimana selanjutnya? Suatu hari penerbit menghubungi kamu via email atau telepon, mengabarkan berita yang sudah begitu lama kamu tunggu-tunggu, “Naskahnya mau kita terbitkan. Tunggu kabar selanjutnya dari kami, ya!” Woggh! Silakan merayakan kebahagiaanmu. Tapi jangan lama-lama. Mulailah mengikuti secara cermat hal-hal yang berkaitan dengan terbitnya buku kamu.

Fase selanjutnya setelah mendap…

Membuat Outline Novel

Mau belajar menulis fiksi: cerpen/novel/editing, bisa bergabung di Kelas Online KF dan belajar sesuai waktu dan kebutuhanmu. Untuk informasi lengkap silakan kirim email ke kelasonlinekf@gmail.com atau klik gambar untuk mengetahui jenis kelas yang bisa kamu ikuti. Tunggu apa lagi? Segera daftarkan dirimu!
*** Pernahkah kamu menulis novel lalu kemudian ketika sampai di tengah, kamu tiba-tiba buntu, ga tahu harus ngapain ceritanya? ga tahu tokoh ceritanya harus dibikin bagaimana? Dan karena pusing kamu berhenti menulis novel itu dan membuangnya ke tempat sampah. Sayang sekali, padahal Indonesia membutuhkan banyak penulis.  
Semua orang bisa menulis tetapi tak semua orang bisa menulis novel. Butuh kesabaran, kerja keras, latihan, dan  tentu saja komitmen. Hanya orang-orang yang bertekad kuat dan memiliki disiplin diri yang mampu menyelesaikan novelnya. Jadi kalau kamu ingin menulis novel, kumpukan tekad, komitmen, dan percaya novel kamu akan selesai. Namun tekad dan lain-lain itu tak cukup u…

Selingan Semusim: Apakah Atas Nama Cinta Semua Menjadi Halal?

Judul: Selingan Semusim
Penulis: Alaika Abdullah
Tebal: 197 halaman
Genre: Roman-erotis

Selingan Semusim adalah sebuah kisah cinta terlarang antara Novita dan Fajar Kenapa terlarang? Bukan karena perbedaan agama, ideologi atau karena tingkat sosial, melainkan karena mereka berdua sama-sama sudah menikah dan keadaan rumah tangga mereka baik-baik saja.
Kisah cinta ini dibumbui dengan adegan seksual yang diceritakan dengan eksplisit. Karena itulah novel ini memang layak disebut sebagai novel dewasa, 21 tahun ke atas.
Kisahnya sendiri berawal dari perkenalan antara Novita dan Fajar dalam sebuah acara kerja lalu berkembang menjadi sebuah affair yang ternyata berkesan bagi keduanya. Walaupun mereka kemudian berpisah karena memikirkan keutuhan keluarga masing-masing, tetapi mereka tidak saling melupakan.
Tragedi tsunami Aceh juga dimasukkan oleh penulisnya ke dalam cerita ini, dan menjadi salah satu unsur yang mengubah jalan cerita. Kalau dulu Novita adalah seorang isteri yang tidak bisa pe…