Skip to main content

Kampung Fiksi di Grand Launching The Casual Vacancy



Minggu, 16 Desember 2012, Kampung Fiksi diwakili oleh Winda Krisnadefa dan Ria Tumimomor berkesempatan menghadiri undangan Grand Launching novel dewasa pertama J.K. Rowling, The Casual Vacancy di Gramedia Matraman. Setelah sebelumnya kami juga mendapat kesempatan untuk menghadiri Soft Launching novel yang sama di Indonesian Book Fair 2012, kesempatan kali ini juga tak mau kami lewatkan. Apalagi acara Grand Launching ini dibuat lebih meriah dan besar. Membaca twit dari @penerbitmizan, @mizandotcom dan @CasualVacancyID tentang acara yang akan berlangsung di function room Gramedia Matraman, kami makin bersemangat. Nama-nama selebriti terkenal yang akan mengisi talkshow dan hiburan menjadi salah satu daya tarik untuk kalangan umum, tentu saja. Zaskia Adya Mecca akan ikut mengisi talkshow bersama dengan Poppy dari komunitas Indo Harry Potter (komunitas pecinta Harry Potter) dan Andityas Prabantoro (Tyas) dari Mizan (salah satu dari tiga penerjemah novel The Casual Vacancy).




Mundur dari jadwal yang seharusnya jam 14.00, akhirnya acara dimulai. Ruangan sudah penuh sesak oleh pengunjung dan para undangan dari media dan beberapa komunitas pecinta buku. Beberapa orang harus rela berdiri di bagian belakang ruangan. Salah satu komunitas dari Kompasiana, yaitu Koplak YoBand bahkan tidak tanggung-tanggung, menyiapkan seperangkat kamera dan crew untuk kepentingan live streaming dari tempat acara berlangsung.

Acara dibuka oleh dua orang MC yang super heboh yang langsung memperkenalkan tiga pembicara yang akan berbincang-bincang seputar novel fenomenal dari penulis fenmenal ini. Dibuka dengan percakapan dengan Mas Tyas sebagai pihak dari Penerbit Mizan dan salah satu dari penerjemah novel ini, kami serius mendengarkan paparannya tentang bagaimana awalnya Mizan yang akhirnya mendapat kesempatan untuk menerbitkan novel The Casual Vacancy ini di Indonesia. Saat novel ini akan terbit di tempat asalnya, Inggris, hampir semua penerbit besar di Indonesia berlomba-lomba untuk bisa mendapatkan kesempatan untuk menerbitkan karya J.K Rowling yang terbaru ini. Pihak agency J.K. Rowling meminta penerbit-penerbit tersebut untuk memberikan contoh promo yang menarik. Promo yang paling menarik akhirnya jatuh ke tangan Mizan karena mereka terkesan dengan rencana pemasaran yang ditawarkan Mizan. Rowling mengatakan, “Meskipun kenikmatan menulis yang saya rasakan tak kalah besarnya, buku terbaru saya akan jauh berbeda dari serial Harry Potter. Sehingga saya sangat senang bisa memercayakan penerbitan The Casual Vacancy edisi Indonesia kepada Mizan yang menawarkan konsep baru.” Uniknya, saat pihak agency J.K. Rowling memberikan contoh tulisan dari naskah novel tebal tersebut untuk pihak Mizan, mereka hanya memberikan TIGA paragraph pertama saja! Tapi ya, nama J.K. Rowling udah jaminanlah, yaa… :D


Mas Tyas juga menceritakan lika-liku dalam menerjemahkan novel setebal 596 halaman ini. Tiga penerjemah dikerahkan; Andtyas Prabantoro, Esti A. Budihabsari dan Rini Nurul Badariah demi untuk mencapai tenggat waktu yang hanya SATU bulan saja! Pihak Rowling bahkan baru memberikan naskah lengkap kepada pihak Mizan untuk diterjemahkan sehari setelah novel tersebut beredar di Inggris tanggal 20 September 2012! Itu artinya, waktu Mizan untuk menyelesaikan penerjemahan, penerbitan dan peredaran novel ini begitu sempit. Selain tiga penerjemah yang bekerja dikejar waktu, lima orang proofreaders juga dikerahkan untuk meneliti kerapihan dan menyelaraskan gaya bahasa dari ketiga penerjemah tersebut. Mantap! Informasi lain dari mas Tyas, untuk cetakan pertama ini Mizan mencetak 25.000 eksemplar hard cover untuk memenuhi kebutuhan display dan penjualan di seluruh Indonesia. Wow, sepertinya sebentar lagi sudah harus naik cetak kedua, nih! ;)

Zaskia Adya Mecca juga berbagi seputar pengalamannya membaca novel The Casual Vacancy ini. Zaskia mengatakan, dia menyelesaikan membaca novel ini hanya dalam waktu empat hari. Selain karena kisahnya yang sangat kompleks sehingga akan sulit untuk kembali jika terlalu lama ditinggalkan, kisahnya sendiri juga begitu menarik dan membuat penasaran.


Poppy dari komunitas pecinta Harry Potter Indonesia mengatakan kesamaan dari novel ini dengan novel J.K. Rowling sebelumnya (serial Harry Potter) ini hanya penulisnya saja. Poppy menekankan kalau novel The Casual Vacancy ini memang novel khusus dewasa (18 tahun keatas) karena di beberapa bagian memang terdapat kata-kata yang cukup kasar dan adegan yang cukup vulgar.


Setelah acara talkshow selesai, disambung dengan acara tanya jawab. Tak lama, acara lelang novel bertanda-tangan asli J.K. Rowling pun dimulai. Oh ya, menurut pihak Mizan, mereka mendapat 50 buku ekslusif bertanda tangan Rowling yang rencananya akan dilelang dan dana yang didapat akan digunakan untuk kepentingan amal. Khusus hari ini, satu buah buku yang akan dilelang. Peserta lelang yang sudah mendaftar sebelumnya sudah siap dengan bidding number di tangan masing-masing. Seru juga mengikuti acara lelang. Semua peserta lelang bersemangat sekali mengangkat bidding number mereka untuk menaikkan tawaran angka yang awalnya dibuka dengan harga Rp 200.000,-. Hanya dalam waktu lima menit harga mencapai Rp 760.000,- dan lelang itu dimenangkan oleh peserta bernama Eky. Kampung Fiksi kebagian memotret tanda tangan Rowling di buku tersebut aja, ya… :D




Acara ditutup dengan hiburan yang menghadirkan penyanyi yang sedang naik daun, Chakra Khan. Suara berat dan merdunya menghibur tamu yang menghadiri Grand Launching The Casual Vacancy di Gramedia Matraman. Empat buah lagu dilantunkan dengan penuh perasaan dan membuat yang mendengar ikut bersenandung bersama. Aih, manis deh…:D


Novel The Casual Vacancy ini sudah bisa didapat di took-toko buku daerahmu sejak 6 Desember 2012 dengan harga Rp 159.000,-.

Simak juga resensi para member Kampung Fiksi untuk novel The Casual Vacancy di sini dan di sini.

Popular posts from this blog

(Berbagi Pengalaman) Prosedur Umum Menerbitkan Buku Melalui Penerbit Besar

Banyak penulis yang belum berpengalaman menerbitkan buku melalui penerbit besar mengalami kebingungan saat sudah mendapat “lampu hijau” dari penerbit. Kebingungan ini mungkin disebabkan oleh euforia karena mengetahui karyanya akan segera dibukukan dan akan dipajang di toko buku-toko buku seluruh Indonesia. Saking bingungnya, penulis akhirnya hanya bisa pasif menunggu apa selanjutnya yang akan dilakukan penerbit dengan naskahnya. Padahal masih banyak prosedur yang melibatkan penulis secara aktif, sampai buku itu terbit.

Soal bagaimana menembus penerbit, Kampung Fiksi sudah membahasnya di sini. Nah, bagaimana selanjutnya? Suatu hari penerbit menghubungi kamu via email atau telepon, mengabarkan berita yang sudah begitu lama kamu tunggu-tunggu, “Naskahnya mau kita terbitkan. Tunggu kabar selanjutnya dari kami, ya!” Woggh! Silakan merayakan kebahagiaanmu. Tapi jangan lama-lama. Mulailah mengikuti secara cermat hal-hal yang berkaitan dengan terbitnya buku kamu.

Fase selanjutnya setelah mendap…

Membuat Outline Novel

Mau belajar menulis fiksi: cerpen/novel/editing, bisa bergabung di Kelas Online KF dan belajar sesuai waktu dan kebutuhanmu. Untuk informasi lengkap silakan kirim email ke kelasonlinekf@gmail.com atau klik gambar untuk mengetahui jenis kelas yang bisa kamu ikuti. Tunggu apa lagi? Segera daftarkan dirimu!
*** Pernahkah kamu menulis novel lalu kemudian ketika sampai di tengah, kamu tiba-tiba buntu, ga tahu harus ngapain ceritanya? ga tahu tokoh ceritanya harus dibikin bagaimana? Dan karena pusing kamu berhenti menulis novel itu dan membuangnya ke tempat sampah. Sayang sekali, padahal Indonesia membutuhkan banyak penulis.  
Semua orang bisa menulis tetapi tak semua orang bisa menulis novel. Butuh kesabaran, kerja keras, latihan, dan  tentu saja komitmen. Hanya orang-orang yang bertekad kuat dan memiliki disiplin diri yang mampu menyelesaikan novelnya. Jadi kalau kamu ingin menulis novel, kumpukan tekad, komitmen, dan percaya novel kamu akan selesai. Namun tekad dan lain-lain itu tak cukup u…

Selingan Semusim: Apakah Atas Nama Cinta Semua Menjadi Halal?

Judul: Selingan Semusim
Penulis: Alaika Abdullah
Tebal: 197 halaman
Genre: Roman-erotis

Selingan Semusim adalah sebuah kisah cinta terlarang antara Novita dan Fajar Kenapa terlarang? Bukan karena perbedaan agama, ideologi atau karena tingkat sosial, melainkan karena mereka berdua sama-sama sudah menikah dan keadaan rumah tangga mereka baik-baik saja.
Kisah cinta ini dibumbui dengan adegan seksual yang diceritakan dengan eksplisit. Karena itulah novel ini memang layak disebut sebagai novel dewasa, 21 tahun ke atas.
Kisahnya sendiri berawal dari perkenalan antara Novita dan Fajar dalam sebuah acara kerja lalu berkembang menjadi sebuah affair yang ternyata berkesan bagi keduanya. Walaupun mereka kemudian berpisah karena memikirkan keutuhan keluarga masing-masing, tetapi mereka tidak saling melupakan.
Tragedi tsunami Aceh juga dimasukkan oleh penulisnya ke dalam cerita ini, dan menjadi salah satu unsur yang mengubah jalan cerita. Kalau dulu Novita adalah seorang isteri yang tidak bisa pe…