Skip to main content

Kampung Fiksi di Peluncuran Buku Terbaru Fira Basuki



Kamis, 31 Januari 2013, bertempat di Restoran Kembang Goela, Plaza Sentral Sudirman, Kampung Fiksi mendapat kehormatan untuk menghadiri launching buku terbaru Fira Basuki. Nama Fira Basuki sudah demikian terkenal di dunia buku dan menulis Indonesia. Novel-novelnya berjudul Jendela-jendela, Pintu, Atap, Rojak dan Biru begitu populer sampai sekarang. 




Peluncuran buku yang berjudul Cerita di Balik Noda kali ini menggandeng Rinso sebagai pihak sponsor. Alasannya karena buku ini adalah kumpulan kisah yang ditulis ulang oleh Fira Basuki, yang pada awalnya merupakan tulisan yang dikumpulkan dari para peserta menulis Rinso dengan tema Berani Kotor Itu baik. Fira menulis ulang beberapa kisah yang terpilih dan menambahkan 4 buah kisah pribadinya sehingga toal ada 42 kisah di dalam buku ini.
Acara diisi dengan pembacaan cerita oleh seorang seniman terkenal, Sitok Srengenge. Dilanjutkan dengan talkshow yang dipandu oleh Alvin Adam yang menghadirkan Fira Basuki dan Sani B. Hermawan, seorang psikolog anak, sebagai nara sumber.


Berbicara tentang noda, Fira mengatakan, “Kita bisa belajar banyak dari noda yang ada dalam hidup kita. Noda dalam hal ini, bukan hanya noda dalam arti fisik seperti kotoran pada pakaian, tapi juga perasaan-perasaan negatif seperti prasangka, kesedihan atau putus asa.”
Sani B. Hermawan berbicara seputar dunia  anak-anak jaman sekarang yang sudah jarang sekali tersentuh dengan lingkungan sekitarnya secara langsung. Padahal membiarkan anak untuk berkotor-kotor merupakan pembelajaran yang baik bagi mereka, selain bisa memberikan pengalaman yang mengesankan untuk mereka kelak. Fira sendiri mengungkapkan betapa pentingnya untuk tetap terhubung secara langsung dengan orang-orang yang kita sayangi walaupun dunia maya sudah menyambungkan kita. “Sentuhan-sentuhan langsung dan pertemuan fisik akan selalu menghangatkan jiwa kita,” kata Fira Basuki.
Mengenai jenis buku ini, Fira sendiri tidak bisa mengkategorikannya ke dalam fiksi atau non fiksi. “Yang pasti buku ini adalah kumpulan kisah inspiratif,”  kata Fira.


Acara ditutup dengan peluncuran buku Cerita di Balik Noda ini oleh perwakilan dari KPG dan Rinso. Kampung Fiksi yang diwakili oleh si Emak Gaoel, Winda Krisnadefa,  Nastiti Denny dan Anazkia ikut menyaksikannya.
Semoga buku ini bisa memperkaya dunia buku dan membaca kita. Dan semoga kisah-kisah di dalamnya bisa memberikan inspirasi untuk kita semua. Selamat sekali lagi untuk Fira Basuki. 


Popular posts from this blog

(Berbagi Pengalaman) Prosedur Umum Menerbitkan Buku Melalui Penerbit Besar

Banyak penulis yang belum berpengalaman menerbitkan buku melalui penerbit besar mengalami kebingungan saat sudah mendapat “lampu hijau” dari penerbit. Kebingungan ini mungkin disebabkan oleh euforia karenamengetahui karyanya akan segera dibukukan dan akan dipajang di toko buku-toko buku seluruh Indonesia. Saking bingungnya, penulis akhirnya hanya bisa pasif menunggu apa selanjutnya yang akan dilakukan penerbit dengan naskahnya. Padahal masih banyak prosedur yang melibatkan penulis secara aktif, sampai buku itu terbit.

Soal bagaimana menembus penerbit, Kampung Fiksi sudah membahasnya di sini. Nah, bagaimana selanjutnya? Suatu hari penerbit menghubungi kamu via email atau telepon, mengabarkan berita yang sudah begitu lama kamu tunggu-tunggu, “Naskahnya mau kita terbitkan. Tunggu kabar selanjutnya dari kami, ya!” Woggh! Silakan merayakan kebahagiaanmu. Tapi jangan lama-lama. Mulailah mengikuti secara cermat hal-hal yang berkaitan dengan terbitnya buku kamu.

Fase selanjutnya setelah mendap…

Membuat Outline Novel

Mau belajar menulis fiksi: cerpen/novel/editing, bisa bergabung di Kelas Online KF dan belajar sesuai waktu dan kebutuhanmu. Untuk informasi lengkap silakan kirim email ke kelasonlinekf@gmail.com atau klik gambar untuk mengetahui jenis kelas yang bisa kamu ikuti. Tunggu apa lagi? Segera daftarkan dirimu!
***Pernahkah kamu menulis novel lalu kemudian ketika sampai di tengah, kamu tiba-tiba buntu, ga tahu harus ngapain ceritanya? ga tahu tokoh ceritanya harus dibikin bagaimana? Dan karena pusing kamu berhenti menulis novel itu dan membuangnya ke tempat sampah. Sayang sekali, padahal Indonesia membutuhkan banyak penulis.  
Semua orang bisa menulis tetapi tak semua orang bisa menulis novel. Butuh kesabaran, kerja keras, latihan, dan  tentu saja komitmen. Hanya orang-orang yang bertekad kuat dan memiliki disiplin diri yang mampu menyelesaikan novelnya. Jadi kalau kamu ingin menulis novel, kumpukan tekad, komitmen, dan percaya novel kamu akan selesai. Namun tekad dan lain-lain itu tak cukup u…

Selingan Semusim: Apakah Atas Nama Cinta Semua Menjadi Halal?

Judul: Selingan Semusim
Penulis: Alaika Abdullah
Tebal: 197 halaman
Genre: Roman-erotis

Selingan Semusim adalah sebuah kisah cinta terlarang antara Novita dan Fajar Kenapa terlarang? Bukan karena perbedaan agama, ideologi atau karena tingkat sosial, melainkan karena mereka berdua sama-sama sudah menikah dan keadaan rumah tangga mereka baik-baik saja.
Kisah cinta ini dibumbui dengan adegan seksual yang diceritakan dengan eksplisit. Karena itulah novel ini memang layak disebut sebagai novel dewasa, 21 tahun ke atas.
Kisahnya sendiri berawal dari perkenalan antara Novita dan Fajar dalam sebuah acara kerja lalu berkembang menjadi sebuah affair yang ternyata berkesan bagi keduanya. Walaupun mereka kemudian berpisah karena memikirkan keutuhan keluarga masing-masing, tetapi mereka tidak saling melupakan.
Tragedi tsunami Aceh juga dimasukkan oleh penulisnya ke dalam cerita ini, dan menjadi salah satu unsur yang mengubah jalan cerita. Kalau dulu Novita adalah seorang isteri yang tidak bisa pe…