Skip to main content

Tips Mengedit Sendiri Naskahmu

Tantangan terbesar setelah kita selesai menulis naskah cerita adalah finalisasi, dalam hal ini editing.
 Yang perlu diingat, penting sekali untuk melibatkan pihak luar untuk membantu koreksi dalam hal EYD dan konten. Walau begitu, penulis tidak seharusnya melepaskan begitu saja naskahnya ke pihak luar. Sebaiknya tetap koreksi naskah kita sendiri sebelum mengirimnya ke teman/editor berbayar.

Bagaimana langkah2 mengedit naskah sendiri supaya hasilnya optimal?

Langkah 1: Tahan diri untuk membenahi naskah sampai kita selesai menulis.
 Jangan hapus kalimat yang terdengar aneh, atau menulis paragraf berulang-ulang. Biarkan saja, terus menulis dulu sampai selesai. Kalau pun keinginan untuk membenahi itu begitu besar, batasi diri hanya membenahi typo yang terlihat saat menulis.

Langkah 2: Menjauh dari tulisan yang baru kita selesaikan untuk beberapa saat. 
Biarkan naskah mengendap dulu sebelum mulai mengedit. Kenapa? Karena dengan meninggalkan naskah kita beberapa saat, kita akan kembali dengan pikiran dan kondisi mata yang lebih fresh. Dengan begitu, akan lebih mudah menemukan kesalahan, inkonsistensi dan masalah-masalah pada plotting dan sebagainya.


Langkah 3: Baca naskah kita dalam format yang berbeda. 
Kalau saat menulis memakai format word, coba pindahkan ke PDF. Atau ubah jenis huruf dan ukurannya, beri warna kalau perlu. Dengan begitu kita bisa menemukan kesalahan yg missed dari penglihatan kita saat naskah masih dalam format originalnya.

Langkah 4: Mulailah dengan mengedit bagian terpenting yaitu konten dan struktur cerita, bagian-bagian kecil seperti typo bisa dilakukan belakanga.

Langkah 5: Harus tega menghilangkan sebagian besar bagian cerita kalau memang tidak diperlukan dan tidak"nyambung" dengan cerita.

Langkah 6: Tidak usah terlalu terpaku membenahi typo, karena berapa kali pun dibaca, basanya selalu ada yang terlewat. Kadang itu takdir. :

Langkah 7: Baca naskahmu dengan suara keras dan tempo pelan. Penting! 
Dengan melakukan ini kita akan bisa menemukan bagian-bagian yang terdengar tidak pas. Membaca dengan suara keras juga membantu kita menyadari ada beberapa pengulangan yang tidak perlu di beberapa bagian.

Langkah 8: Sudah selesai mengedit? Baca lagi! Lalu kirim ke teman/editor/proofreader untuk dikoreksi oleh mereka. They'll find mistakes you missed.

Langkah 9: Kalau sudah dapat hasil editan dari pihak ketiga tersebut, baca lagi! Ini memang melelahkan. tapi tidak ada yang mudah di dunia ini kalo mau sukses, kan? ;)

Semoga bermanfaat! ^_^

(Sebagian diambil dari artikel ini)

Popular posts from this blog

(Berbagi Pengalaman) Prosedur Umum Menerbitkan Buku Melalui Penerbit Besar

Banyak penulis yang belum berpengalaman menerbitkan buku melalui penerbit besar mengalami kebingungan saat sudah mendapat “lampu hijau” dari penerbit. Kebingungan ini mungkin disebabkan oleh euforia karena mengetahui karyanya akan segera dibukukan dan akan dipajang di toko buku-toko buku seluruh Indonesia. Saking bingungnya, penulis akhirnya hanya bisa pasif menunggu apa selanjutnya yang akan dilakukan penerbit dengan naskahnya. Padahal masih banyak prosedur yang melibatkan penulis secara aktif, sampai buku itu terbit.

Soal bagaimana menembus penerbit, Kampung Fiksi sudah membahasnya di sini. Nah, bagaimana selanjutnya? Suatu hari penerbit menghubungi kamu via email atau telepon, mengabarkan berita yang sudah begitu lama kamu tunggu-tunggu, “Naskahnya mau kita terbitkan. Tunggu kabar selanjutnya dari kami, ya!” Woggh! Silakan merayakan kebahagiaanmu. Tapi jangan lama-lama. Mulailah mengikuti secara cermat hal-hal yang berkaitan dengan terbitnya buku kamu.

Fase selanjutnya setelah mendap…

Membuat Outline Novel

Mau belajar menulis fiksi: cerpen/novel/editing, bisa bergabung di Kelas Online KF dan belajar sesuai waktu dan kebutuhanmu. Untuk informasi lengkap silakan kirim email ke kelasonlinekf@gmail.com atau klik gambar untuk mengetahui jenis kelas yang bisa kamu ikuti. Tunggu apa lagi? Segera daftarkan dirimu!
*** Pernahkah kamu menulis novel lalu kemudian ketika sampai di tengah, kamu tiba-tiba buntu, ga tahu harus ngapain ceritanya? ga tahu tokoh ceritanya harus dibikin bagaimana? Dan karena pusing kamu berhenti menulis novel itu dan membuangnya ke tempat sampah. Sayang sekali, padahal Indonesia membutuhkan banyak penulis.  
Semua orang bisa menulis tetapi tak semua orang bisa menulis novel. Butuh kesabaran, kerja keras, latihan, dan  tentu saja komitmen. Hanya orang-orang yang bertekad kuat dan memiliki disiplin diri yang mampu menyelesaikan novelnya. Jadi kalau kamu ingin menulis novel, kumpukan tekad, komitmen, dan percaya novel kamu akan selesai. Namun tekad dan lain-lain itu tak cukup u…

Selingan Semusim: Apakah Atas Nama Cinta Semua Menjadi Halal?

Judul: Selingan Semusim
Penulis: Alaika Abdullah
Tebal: 197 halaman
Genre: Roman-erotis

Selingan Semusim adalah sebuah kisah cinta terlarang antara Novita dan Fajar Kenapa terlarang? Bukan karena perbedaan agama, ideologi atau karena tingkat sosial, melainkan karena mereka berdua sama-sama sudah menikah dan keadaan rumah tangga mereka baik-baik saja.
Kisah cinta ini dibumbui dengan adegan seksual yang diceritakan dengan eksplisit. Karena itulah novel ini memang layak disebut sebagai novel dewasa, 21 tahun ke atas.
Kisahnya sendiri berawal dari perkenalan antara Novita dan Fajar dalam sebuah acara kerja lalu berkembang menjadi sebuah affair yang ternyata berkesan bagi keduanya. Walaupun mereka kemudian berpisah karena memikirkan keutuhan keluarga masing-masing, tetapi mereka tidak saling melupakan.
Tragedi tsunami Aceh juga dimasukkan oleh penulisnya ke dalam cerita ini, dan menjadi salah satu unsur yang mengubah jalan cerita. Kalau dulu Novita adalah seorang isteri yang tidak bisa pe…