Skip to main content

Welcome New Administrators For Kampung Fiksi!

Kampung Fiksi adalah sebuah komunitas tanpa ikatan. Siapa pun yang ingin belajar bersama tentang seluk-beluk menulis fiksi dan menerbitkan buku, bisa langsung follow akun kami di beberapa media sosial (Facebook, Twitter dan blog). Dengan begitu, kami berharap akan semakin banyak teman-teman yang sukarela belajar bersama kami atau membagikan pengalamannya seputar menulis, membaca dan menerbitkan buku.

Karena bertambahnya jumlah followers dan semakin beragamnya kegiatan yang sedang dan akan kami adakan, Kampung Fiksi akhirnya merekrut 2 pengurus baru untuk dilibatkan dalam semua kegiatan yang diadakan. Proses pemilihannya bisa dibilang lumayan lama. Kaena sebelumnya kami mengamati beberapa nama yang memang terlihat sangat berhasrat pada dunia kepenulisan (fiksi). Besarnya minat pada karya fiksi ini penting sekali sebagai acuan kami, karena kami percaya bahwa segala sesuatu akan menghasilkan kesuksesan dan kebaikan jika dilakukan dengan penuh hasrat.

Akhirnya, dari beberapa nama yang masuk dalam forum diskusi kami, dua nama mencuat. Kemudian kami sepakat untuk merangkul mereka (kalau dua nama ini mau dan berminat) untuk bergabung mengurus Kampung Fiksi. Karena, walau bagaimana, kami juga harus mempertimbangkan pekerjaan utama mereka, sebab mengurus Kampung Fiksi ini bisa dibilang kerja sukarela tak berbayar.

Mereka adalah:



Lahir di Pare-Pare, Sulawesi Selatan, 15 Mei 1975. Berdomisli di Jakarta. Kegiatan sehari-harinya mengantar anak-anaknya ke sekolah, menulis, menonton tv, membaca buku, dan lain-lain. Nastiti tertarik pada fiksi karena merasa nyaman berada di dunia khayal.
Buku yang sudah terbit yang memuat karynya adalah cerpen Peri Hujan dalam kumpulan cerpen Celoteh Perempuan (Gramedia Pustaka Utama 2012); Cerpen Biru dlm kumcer Arassi (Ufuk Publishing 2013); cerpen Semangkuk Sup Hari Itu dlm kumcer Dunia Di Dalam Mata (Motion Publishing 2013). Twitter: @nastiti_ds

 
 

 Nama saya, Ajen Angelina, usia 23 tahun, hobbi membaca semua buku dari komik serial cantik sampai novel sejarah. Seorang perawat profesional yang disayang pasien-pasiennya. Cinta menulis, meski belum pernah menang lomba apa pun. Tetapi menulis membuat saya bahagia karena menulis membuat saya selaras dengan Tuhan karena menciptakan tokoh, memberi mereka nama, pekerjaan, dan takdir. Sehari-hari berkutat dengan orang sakit dan laptop. Menulis paling sedikit 1000 kata perhari. Cerpen-cerpen saya bisa dibaca di http://ajenn08.wordpress.com/. Twitter: @ajenangelina

Kedua pengurus baru Kampung Fiksi ini diharapkan akan membuat Kampung Fiksi menjadi lebih baik lagi ke depannya. Selamat datang Nastiti dan Ajen! Welcome on board! Let's share what we love to do: writing fiction! ^_^

Popular posts from this blog

(Berbagi Pengalaman) Prosedur Umum Menerbitkan Buku Melalui Penerbit Besar

Banyak penulis yang belum berpengalaman menerbitkan buku melalui penerbit besar mengalami kebingungan saat sudah mendapat “lampu hijau” dari penerbit. Kebingungan ini mungkin disebabkan oleh euforia karena mengetahui karyanya akan segera dibukukan dan akan dipajang di toko buku-toko buku seluruh Indonesia. Saking bingungnya, penulis akhirnya hanya bisa pasif menunggu apa selanjutnya yang akan dilakukan penerbit dengan naskahnya. Padahal masih banyak prosedur yang melibatkan penulis secara aktif, sampai buku itu terbit.

Soal bagaimana menembus penerbit, Kampung Fiksi sudah membahasnya di sini. Nah, bagaimana selanjutnya? Suatu hari penerbit menghubungi kamu via email atau telepon, mengabarkan berita yang sudah begitu lama kamu tunggu-tunggu, “Naskahnya mau kita terbitkan. Tunggu kabar selanjutnya dari kami, ya!” Woggh! Silakan merayakan kebahagiaanmu. Tapi jangan lama-lama. Mulailah mengikuti secara cermat hal-hal yang berkaitan dengan terbitnya buku kamu.

Fase selanjutnya setelah mendap…

Membuat Outline Novel

Mau belajar menulis fiksi: cerpen/novel/editing, bisa bergabung di Kelas Online KF dan belajar sesuai waktu dan kebutuhanmu. Untuk informasi lengkap silakan kirim email ke kelasonlinekf@gmail.com atau klik gambar untuk mengetahui jenis kelas yang bisa kamu ikuti. Tunggu apa lagi? Segera daftarkan dirimu!
*** Pernahkah kamu menulis novel lalu kemudian ketika sampai di tengah, kamu tiba-tiba buntu, ga tahu harus ngapain ceritanya? ga tahu tokoh ceritanya harus dibikin bagaimana? Dan karena pusing kamu berhenti menulis novel itu dan membuangnya ke tempat sampah. Sayang sekali, padahal Indonesia membutuhkan banyak penulis.  
Semua orang bisa menulis tetapi tak semua orang bisa menulis novel. Butuh kesabaran, kerja keras, latihan, dan  tentu saja komitmen. Hanya orang-orang yang bertekad kuat dan memiliki disiplin diri yang mampu menyelesaikan novelnya. Jadi kalau kamu ingin menulis novel, kumpukan tekad, komitmen, dan percaya novel kamu akan selesai. Namun tekad dan lain-lain itu tak cukup u…

Selingan Semusim: Apakah Atas Nama Cinta Semua Menjadi Halal?

Judul: Selingan Semusim
Penulis: Alaika Abdullah
Tebal: 197 halaman
Genre: Roman-erotis

Selingan Semusim adalah sebuah kisah cinta terlarang antara Novita dan Fajar Kenapa terlarang? Bukan karena perbedaan agama, ideologi atau karena tingkat sosial, melainkan karena mereka berdua sama-sama sudah menikah dan keadaan rumah tangga mereka baik-baik saja.
Kisah cinta ini dibumbui dengan adegan seksual yang diceritakan dengan eksplisit. Karena itulah novel ini memang layak disebut sebagai novel dewasa, 21 tahun ke atas.
Kisahnya sendiri berawal dari perkenalan antara Novita dan Fajar dalam sebuah acara kerja lalu berkembang menjadi sebuah affair yang ternyata berkesan bagi keduanya. Walaupun mereka kemudian berpisah karena memikirkan keutuhan keluarga masing-masing, tetapi mereka tidak saling melupakan.
Tragedi tsunami Aceh juga dimasukkan oleh penulisnya ke dalam cerita ini, dan menjadi salah satu unsur yang mengubah jalan cerita. Kalau dulu Novita adalah seorang isteri yang tidak bisa pe…