Skip to main content

Kampung Fiksi di @TabloidNova

Dear fictionholic terutama bagi para pengunjung baru di situs kami, pasti ingin dong kenalan lebih dekat dengan kami para kru Kampung Fiksi? Siapa saja sih pendirinya? Bagaimana sih awalnya kami bisa bertemu dan mendirikan Kampung Fiksi? Apa misi awal kami? Kegiatan apa saja yang sudah kami lakukan selama ini? Dan pertanyaan yang paling sering kami terima adalah bagaimana cara bergabung dengan Kampung Fiksi? Apakah ada syarat-syaratnya?

Tentunya para fictionholic tidak selalu bisa meluangkan waktu untuk online dan mencari-cari informasi mengenai kami di dunia maya khan? Selain keterbatasan waktu, faktor koneksi yang tidak bersahabat alias super lemot sering jadi hambatan. Jadi, dimana bisa mencari informasi mengenai Kampung Fiksi yang bisa dijadikan manual, di simpan, di kliping...okay, salah fokus. Kalau kalian ingin mendapatkan garis besar mengenai kami dan kegiatannya, bisa di lihat di Tabloid Nova edisi 27 Mei - 2 Juni. Ya, tabloid Nova meliput aktivitas perempuan menulis termasuk kami di dalamnya.

Kami ingin menjelaskan sedikit mengenai dua foto yang ada disana. Foto sebelah kiri adalah saat peluncuran buku Peri-peri Bersayap Pelangi yang dibagikan untuk anak-anak tidak mampu. Sementara foto di sebelah kanan adalah pendiri Kampung Fiksi yang saat itu baru meluncurkan buku pertama kami yang diterbitakan secara indie: 24, Senarai Kisah dari Kampung Fiksi.

Saat ini Kampung Fiksi sudah merekrut 3 pengurus baru yaitu Nastiti, Ajen dan Hadi. Yang terakhir ini bukan namanya yang seperti cowok tapi memang benar-benar menjadi satu-satunya cowok di komunitas kami.

Mengenai pertanyaan bagaimana bergabung dengan kami, tidak ada persyaratan khusus dan kami tidak membuka membership. Jadi fictionholic bebas untuk mampir dan like page kami serta menjadi teman kami di Facebook dan juga follow di twitter. Kami berbagi tips menulis juga disana. 

Jadi, tunggu apa lagi? Segera datangi agen koran, majalah, toko buku dan dapatkan Tabloid Nova yang terbaru ini ya untuk mengenal kami lebih dekat. Mudah-mudahan juga ke depannya kami dapat mengadakan lagi kegiatan offline sehingga dapat saling bertemu muka.

Terima kasih untuk dukungannya fictionholic ^_^ 

Popular posts from this blog

(Berbagi Pengalaman) Prosedur Umum Menerbitkan Buku Melalui Penerbit Besar

Banyak penulis yang belum berpengalaman menerbitkan buku melalui penerbit besar mengalami kebingungan saat sudah mendapat “lampu hijau” dari penerbit. Kebingungan ini mungkin disebabkan oleh euforia karenamengetahui karyanya akan segera dibukukan dan akan dipajang di toko buku-toko buku seluruh Indonesia. Saking bingungnya, penulis akhirnya hanya bisa pasif menunggu apa selanjutnya yang akan dilakukan penerbit dengan naskahnya. Padahal masih banyak prosedur yang melibatkan penulis secara aktif, sampai buku itu terbit.

Soal bagaimana menembus penerbit, Kampung Fiksi sudah membahasnya di sini. Nah, bagaimana selanjutnya? Suatu hari penerbit menghubungi kamu via email atau telepon, mengabarkan berita yang sudah begitu lama kamu tunggu-tunggu, “Naskahnya mau kita terbitkan. Tunggu kabar selanjutnya dari kami, ya!” Woggh! Silakan merayakan kebahagiaanmu. Tapi jangan lama-lama. Mulailah mengikuti secara cermat hal-hal yang berkaitan dengan terbitnya buku kamu.

Fase selanjutnya setelah mendap…

Membuat Outline Novel

Mau belajar menulis fiksi: cerpen/novel/editing, bisa bergabung di Kelas Online KF dan belajar sesuai waktu dan kebutuhanmu. Untuk informasi lengkap silakan kirim email ke kelasonlinekf@gmail.com atau klik gambar untuk mengetahui jenis kelas yang bisa kamu ikuti. Tunggu apa lagi? Segera daftarkan dirimu!
***Pernahkah kamu menulis novel lalu kemudian ketika sampai di tengah, kamu tiba-tiba buntu, ga tahu harus ngapain ceritanya? ga tahu tokoh ceritanya harus dibikin bagaimana? Dan karena pusing kamu berhenti menulis novel itu dan membuangnya ke tempat sampah. Sayang sekali, padahal Indonesia membutuhkan banyak penulis.  
Semua orang bisa menulis tetapi tak semua orang bisa menulis novel. Butuh kesabaran, kerja keras, latihan, dan  tentu saja komitmen. Hanya orang-orang yang bertekad kuat dan memiliki disiplin diri yang mampu menyelesaikan novelnya. Jadi kalau kamu ingin menulis novel, kumpukan tekad, komitmen, dan percaya novel kamu akan selesai. Namun tekad dan lain-lain itu tak cukup u…

Selingan Semusim: Apakah Atas Nama Cinta Semua Menjadi Halal?

Judul: Selingan Semusim
Penulis: Alaika Abdullah
Tebal: 197 halaman
Genre: Roman-erotis

Selingan Semusim adalah sebuah kisah cinta terlarang antara Novita dan Fajar Kenapa terlarang? Bukan karena perbedaan agama, ideologi atau karena tingkat sosial, melainkan karena mereka berdua sama-sama sudah menikah dan keadaan rumah tangga mereka baik-baik saja.
Kisah cinta ini dibumbui dengan adegan seksual yang diceritakan dengan eksplisit. Karena itulah novel ini memang layak disebut sebagai novel dewasa, 21 tahun ke atas.
Kisahnya sendiri berawal dari perkenalan antara Novita dan Fajar dalam sebuah acara kerja lalu berkembang menjadi sebuah affair yang ternyata berkesan bagi keduanya. Walaupun mereka kemudian berpisah karena memikirkan keutuhan keluarga masing-masing, tetapi mereka tidak saling melupakan.
Tragedi tsunami Aceh juga dimasukkan oleh penulisnya ke dalam cerita ini, dan menjadi salah satu unsur yang mengubah jalan cerita. Kalau dulu Novita adalah seorang isteri yang tidak bisa pe…