Skip to main content

(Rab View) Nulis Cerpen Yuk!- Panduan praktis untuk menulis cerpen



Judul Buku                 : Nulis Cerpen Yuk!
Penulis                         : Muhamad Diponogoro
Penerbit                       : Narasi, Yogyakarta.
Jumlah halaman           : 176 halaman
Nulis cerpen yuks! Adalah sebuah buku menarik tentang bagaimana menulis cerpen. Buku ini saya dapat waktu berselancar ria di Gramedia Depok dan nyasar di laci Bahasa Indonesia. Buku yang sangat menarik ini dikarang oleh Muhamad Diponogoro. Siapa beliau? Anda mungkin asing dengan namanya, tetapi yang pasti pria kelahiran 1930an yang meninggal tahun 1992 ini pernah memenangkan Sayembara dewan kesenian Jakarta pada tahun 1975 karena novel berjudul Siklus. Selain itu pria yang sampai akhir hayat hidupnya menjabat wakil kepala redaksi Suara Muhamadiyah ini juga telah membacakan 260an cerpen (Story telling) di sebuah radio Australia. Selain menulis dan menjadi wakil redaksi beliau juga menuliskan naskah drama dan pendiri teater Muslim. Demikian ulasan tentang penulisnya, mari sekarang saya tuntut Anda ke dalam isi buku menarik yang membuat Cerpen saya sedikit lebih bagus dari sebelumnya. 


Moehamad Dipenogoro (MD) mengawali bukunya dengan pertanyaan menantang: Apa tujuan Anda menulis? Apakah Anda menulis untuk uang? Apakah Anda menulis karena memiliki bakat dan waktu luang yang lama? Apakah Anda menulis karena tampaknya hanya itu yang Anda? Well, sekarang saya tanyakan pada teman-teman fiction holic, mengapa Anda menulis? Jawabannya bisa bermacam-macam dan apapun alasannya silahkan Anda simpan sendiri. Setelah mengetahui apa tujuan menulis, saatnya mulai menulis. 

Dalam bukunya, MD memetik kata-kata Phylis Duganne, seorang penulis perempuan amerika yang TOP banget. Duganne mengatakan bahwa Cerpen merupakan susunan kalimat yang mempuanyai awal, tengah dan akhir. Cerpen juga harus memiliki tema atau gagasan yang ingin kita sampaikan kepada pembaca. Dan yang paling penting penting cerpen harus memiliki konflik. Satu lagi yang ditekankan Duganne, Cerpen adalah cerita pendek, makanya Cerpen biasanya memuat hanya satu konflik. Oleh karena itu dalam pembuatan cerpen usahakan tidak memakai kata-kata yang tidak penting, karena semua kata-kata dalam cerpen itu penting, bukan hanya embel-embel yang tidak berarti apa-apa. Oleh karena itu menurut MD, cerpen itu harus ekonomis dan detail dan cerpen yang baik adalah cerpen yang padat.
Oke setelah tahu apa itu Cerpen ay0 mulai menulis Cerpen!

Hal yang pertama dalam menulis Cerpen adalah mengetahui Tema. Pertama-tama katakan pada diri Anda? “kira-kira tema apa yang Anda angkat untuk cerpen ini?” biasanya Tema adalah sepenggal kata yang tidak panjang misanya; Cinta tidak harus memiliki, Tidak selamanya yang cantik itu baik hati, Jangan menilai orang dari sisi buruknya atau kemiskinan. Yah silahkah menentukan apa yang ingin anda tulis di cerpen Anda. Menurut MD, tema adalah bagian paling penting dalam sebuah Cerpen, karena tema mengikat seluruh bagian cerpen Anda. Tema yang tidak jelas akan membuat cerpen Anda menjadi tidak jelas.

Hal kedua, setelah menetukan tema adalah membuat Out line. Membuat outline bisa dalam sepuluh sampai dua belas baris yang pasti dalam mebuat out line ini kita menentukan mana awal, tengah dan akhir. Out line akan membantu anda untk menyusuri jalan cerita, tanpa banyak menyeleweng. Dengan adanya outline ide itu bisa terealisasi dengan baik. Dan perlukah menulis tema dan out line? Mungkin Anda mendengar penulis yang langsung saja menulis tanpa perlu repot-repot membuat outline dan sebagainya. Mereka adalah penulis yang jam terbangnya tinggi dan sebagai pemula MD menyarakan untuk membuat outline. Percayahlah, bahwa suatu saat Anda akan sampai di masa itu, masa ketika Anda menulis dengan lancar.

Hal ketiga  yang disampaikan MD yang paling penting adalah awal pargaraf cerpen harus menarik dan lengkap. Paragraf pertama dalam cerpen diumpakan MD sebagai pintu depan sebuah toko. Dibuat semenarik mungkin agar pengunjung ingin masuk ke dalam toko itu. Begitupun halnya dengan Cerpen paragraph awal yang menarik dan tidak bertele-tele adalah hal yang paling penting untuk menggaet hati pembaca.
Contohnya adalah Cerpen karangan Putu Wijaya berjudul “Prof”
“Tiga orang professor baru saja keluar dari sebuah steambath. Dan itu berarti mereka baru saja selesai berzinah. Muka mereka tampak segar, seakan-akan baru disucikan dari mampatan kotoran. Yang satu tersenyum-senyum terus seperti orang gila. Yang lain tak sengaja menyenandungkan lagu-lagu yang tadi diumbar di dalam rumah pijat itu. Yang terakhir menyedot rokok kelelahan namun nampak yakin pada kejantanannya”

Cerpen di atas, benar-benar sebuah paragraph lengkap yang menarik. Dari paragraph awal ini kita mengetahui tiga tokoh utama yang akan diceritakan, latar cerpen yaitu di depan sebuah panti pijat. Saat membaca Cerpen ini kita tentu penasaran. Wahh, kira-kira bagaimana kisah selanjutnya para professor itu,? Apa yang mereka rasakan saat di dalam panti pijat? Pertanyaan-perntayaan yang membuat kita membaca terus sampai habis.

Baiklah teman-teman fictionholic semuanya, saya rasa itu saja yang bisa saya sampaikan dari buku Moehamad Dipenogoro ini. Kalau Anda berminat silahkan cari di toko buku. Yang pasti buku recommended untuk Anda yang ingin terjun ke dunia Cerpen
Salam Fiction Holic!

Sumber:
Diponogoro, Moehamad (2001), Nulis Cerpen yuk! Jogjakarta: Narasi.
Wijaya, Putu (1995), Darah (kumpulan Cerpen Putu Wijaya) Jakarta: Balai Pustaka

Popular posts from this blog

(Berbagi Pengalaman) Prosedur Umum Menerbitkan Buku Melalui Penerbit Besar

Banyak penulis yang belum berpengalaman menerbitkan buku melalui penerbit besar mengalami kebingungan saat sudah mendapat “lampu hijau” dari penerbit. Kebingungan ini mungkin disebabkan oleh euforia karena mengetahui karyanya akan segera dibukukan dan akan dipajang di toko buku-toko buku seluruh Indonesia. Saking bingungnya, penulis akhirnya hanya bisa pasif menunggu apa selanjutnya yang akan dilakukan penerbit dengan naskahnya. Padahal masih banyak prosedur yang melibatkan penulis secara aktif, sampai buku itu terbit.

Soal bagaimana menembus penerbit, Kampung Fiksi sudah membahasnya di sini. Nah, bagaimana selanjutnya? Suatu hari penerbit menghubungi kamu via email atau telepon, mengabarkan berita yang sudah begitu lama kamu tunggu-tunggu, “Naskahnya mau kita terbitkan. Tunggu kabar selanjutnya dari kami, ya!” Woggh! Silakan merayakan kebahagiaanmu. Tapi jangan lama-lama. Mulailah mengikuti secara cermat hal-hal yang berkaitan dengan terbitnya buku kamu.

Fase selanjutnya setelah mendap…

Membuat Outline Novel

Mau belajar menulis fiksi: cerpen/novel/editing, bisa bergabung di Kelas Online KF dan belajar sesuai waktu dan kebutuhanmu. Untuk informasi lengkap silakan kirim email ke kelasonlinekf@gmail.com atau klik gambar untuk mengetahui jenis kelas yang bisa kamu ikuti. Tunggu apa lagi? Segera daftarkan dirimu!
*** Pernahkah kamu menulis novel lalu kemudian ketika sampai di tengah, kamu tiba-tiba buntu, ga tahu harus ngapain ceritanya? ga tahu tokoh ceritanya harus dibikin bagaimana? Dan karena pusing kamu berhenti menulis novel itu dan membuangnya ke tempat sampah. Sayang sekali, padahal Indonesia membutuhkan banyak penulis.  
Semua orang bisa menulis tetapi tak semua orang bisa menulis novel. Butuh kesabaran, kerja keras, latihan, dan  tentu saja komitmen. Hanya orang-orang yang bertekad kuat dan memiliki disiplin diri yang mampu menyelesaikan novelnya. Jadi kalau kamu ingin menulis novel, kumpukan tekad, komitmen, dan percaya novel kamu akan selesai. Namun tekad dan lain-lain itu tak cukup u…

Selingan Semusim: Apakah Atas Nama Cinta Semua Menjadi Halal?

Judul: Selingan Semusim
Penulis: Alaika Abdullah
Tebal: 197 halaman
Genre: Roman-erotis

Selingan Semusim adalah sebuah kisah cinta terlarang antara Novita dan Fajar Kenapa terlarang? Bukan karena perbedaan agama, ideologi atau karena tingkat sosial, melainkan karena mereka berdua sama-sama sudah menikah dan keadaan rumah tangga mereka baik-baik saja.
Kisah cinta ini dibumbui dengan adegan seksual yang diceritakan dengan eksplisit. Karena itulah novel ini memang layak disebut sebagai novel dewasa, 21 tahun ke atas.
Kisahnya sendiri berawal dari perkenalan antara Novita dan Fajar dalam sebuah acara kerja lalu berkembang menjadi sebuah affair yang ternyata berkesan bagi keduanya. Walaupun mereka kemudian berpisah karena memikirkan keutuhan keluarga masing-masing, tetapi mereka tidak saling melupakan.
Tragedi tsunami Aceh juga dimasukkan oleh penulisnya ke dalam cerita ini, dan menjadi salah satu unsur yang mengubah jalan cerita. Kalau dulu Novita adalah seorang isteri yang tidak bisa pe…