Monday, June 10, 2013

Selingan Semusim: Apakah Atas Nama Cinta Semua Menjadi Halal?

Judul: Selingan Semusim
Penulis: Alaika Abdullah
Tebal: 197 halaman
Genre: Roman-erotis

Selingan Semusim adalah sebuah kisah cinta terlarang antara Novita dan Fajar Kenapa terlarang? Bukan karena perbedaan agama, ideologi atau karena tingkat sosial, melainkan karena mereka berdua sama-sama sudah menikah dan keadaan rumah tangga mereka baik-baik saja.

Kisah cinta ini dibumbui dengan adegan seksual yang diceritakan dengan eksplisit. Karena itulah novel ini memang layak disebut sebagai novel dewasa, 21 tahun ke atas.

Kisahnya sendiri berawal dari perkenalan antara Novita dan Fajar dalam sebuah acara kerja lalu berkembang menjadi sebuah affair yang ternyata berkesan bagi keduanya. Walaupun mereka kemudian berpisah karena memikirkan keutuhan keluarga masing-masing, tetapi mereka tidak saling melupakan.

Tragedi tsunami Aceh juga dimasukkan oleh penulisnya ke dalam cerita ini, dan menjadi salah satu unsur yang mengubah jalan cerita. Kalau dulu Novita adalah seorang isteri yang tidak bisa pergi meninggalkan keluarganya, kini dia adalah seorang janda cantik yang tidak lagi dibatasi oleh kondisi sebelumnya. Keadaan sudah berubah. Dengan demikian, tentulah kesempatan sudah terbuka bagi Fajar dan Novita untuk menjalin kembali hubungan mereka yang sempat terputus dahulu.

Apakah hubungan percintaan mereka yang menggebu-gebu dahulu akan membuat mereka berdua mengambil keputusan untuk bersatu kembali?  Nah, pertanyaan hanya bisa dijawab dengan membaca sendiri novel pendek ini.

Novel ini berawal dari tantangan untuk menulis fiksi erotis-romantis, seperti yang suka dibaca oleh beberapa teman dari penulisnya. Bahasanya juga sederhana, bahasa sehari-hari, diselingi beberapa dialog dan istilah dalam bahasa Inggris. Novel ini juga tidak terlalu tebal, sekitar 197 halaman saja. Bisa dibaca dalam waktu yang singkat dan mungkin ada pelajaran-pelajaran moral yang bisa dipetik di dalamnya. Bagaimana pun juga perselingkuhan memberi dampak negatif dan menyakitkan bagi orang-orang terdekat dan perasaan bersalah dalam diri sendiri.

Berminat? Bisa menghubungi penulisnya, Alaika Abdullah dan kunjungi juga blognya di http://alaikaabdullah.com/ (G/11062013)