Skip to main content

Rewrite/Remake Proyek 2: Shadow, Agustin Sudjono

Proyek Lain: 

Proyek #RewriteRemake2 
Judul Cerpen: Shadow. 
Sumbangan Tulisan: Agustin Sudjono

Silakan menulis RewriteRemake ala kalian di kolom komentar, dengan syarat-syarat sbb:

Kamu boleh,
1. Mengubah judulnya
2. Mengubah sudut pandang (pov) penceritaan.
3. Mengubah awal dan akhir.
4. Membuat sambungan cerita.
5. Memberikan kritik membangun, tetapi harus membuat contoh seperti apa cerita ini agar lebih baik menurut pandanganmu. 

Yuk berlatih!

Shadow
Oleh: Agustin Sudjono

Aku ketrima di perusahaan minyak, La!! Akhirnya berhenti jadi pengangguran, hahaha.

Demikian isi SMS Rida. Lala tersenyum getir. Kabar bahagia dari sahabatnya semasa kuliah itu sungguh menusuk hatinya.

Tuhan tak adil. Rida yang mahasiswa kupu-kupu alias Kuliah-Pulang setiap hari bisa diterima di perusahaan besar, sementara dirinya yang selalu punya IPK kepala tiga dan aktif di organisasi pers kampus, justru “terjebak” di sebuah gedung dengan banyak anak usia tujuh sampai tiga belas tahun menimba ilmu. 

Lala jelas sebal. Rida sudah pasti mendapat upah jutaan rupiah, sementara dirinya? Sejumlah Upah Minimum Rakyat (UMR) kota Surabaya saja tidak! 

Lala merasa ingin meneteskan air mata. Hatinya dongkol bukan main. Kenapa ia serta-merta menerima tawaran dari temannya untuk menggantikan temannya itu menjadi shadow teacher atau guru pendamping untuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK)? Kenapa dia tidak menerima saja tawaran dosennya bekerja di sebuah perusahaan konsultan bagian rekrutmen walaupun ia juga tak suka tapi setidaknya gajinya pasti lebih mahal dong dibandingkan di sekolah ini.

“Bu Lala!” panggil Akbar, murid paling lucu di kelas Lala. “Zidan ngompol, celananya basah. Bau!” lanjutnya. 

Lala sigap menghampiri Zidan, ABK yang ia pegang, tentunya dengan kejengkelan dua kali lipat. Sementara di luar kelas, teman-teman Akbar berteriak, “Kelas dua Dolphin masoook!!”. 

Belum selesai kejengkelanku pada Rida, kini aku mendapat “bonus”. Duh... aku merasa aku terjebak di sini. Rasanya sudah seperti baby sitter saja. Harusnya aku bisa bekerja lebih dari ini di kantoran. Duuhh... 

Popular posts from this blog

(Berbagi Pengalaman) Prosedur Umum Menerbitkan Buku Melalui Penerbit Besar

Banyak penulis yang belum berpengalaman menerbitkan buku melalui penerbit besar mengalami kebingungan saat sudah mendapat “lampu hijau” dari penerbit. Kebingungan ini mungkin disebabkan oleh euforia karenamengetahui karyanya akan segera dibukukan dan akan dipajang di toko buku-toko buku seluruh Indonesia. Saking bingungnya, penulis akhirnya hanya bisa pasif menunggu apa selanjutnya yang akan dilakukan penerbit dengan naskahnya. Padahal masih banyak prosedur yang melibatkan penulis secara aktif, sampai buku itu terbit.

Soal bagaimana menembus penerbit, Kampung Fiksi sudah membahasnya di sini. Nah, bagaimana selanjutnya? Suatu hari penerbit menghubungi kamu via email atau telepon, mengabarkan berita yang sudah begitu lama kamu tunggu-tunggu, “Naskahnya mau kita terbitkan. Tunggu kabar selanjutnya dari kami, ya!” Woggh! Silakan merayakan kebahagiaanmu. Tapi jangan lama-lama. Mulailah mengikuti secara cermat hal-hal yang berkaitan dengan terbitnya buku kamu.

Fase selanjutnya setelah mendap…

Membuat Outline Novel

Mau belajar menulis fiksi: cerpen/novel/editing, bisa bergabung di Kelas Online KF dan belajar sesuai waktu dan kebutuhanmu. Untuk informasi lengkap silakan kirim email ke kelasonlinekf@gmail.com atau klik gambar untuk mengetahui jenis kelas yang bisa kamu ikuti. Tunggu apa lagi? Segera daftarkan dirimu!
***Pernahkah kamu menulis novel lalu kemudian ketika sampai di tengah, kamu tiba-tiba buntu, ga tahu harus ngapain ceritanya? ga tahu tokoh ceritanya harus dibikin bagaimana? Dan karena pusing kamu berhenti menulis novel itu dan membuangnya ke tempat sampah. Sayang sekali, padahal Indonesia membutuhkan banyak penulis.  
Semua orang bisa menulis tetapi tak semua orang bisa menulis novel. Butuh kesabaran, kerja keras, latihan, dan  tentu saja komitmen. Hanya orang-orang yang bertekad kuat dan memiliki disiplin diri yang mampu menyelesaikan novelnya. Jadi kalau kamu ingin menulis novel, kumpukan tekad, komitmen, dan percaya novel kamu akan selesai. Namun tekad dan lain-lain itu tak cukup u…

Selingan Semusim: Apakah Atas Nama Cinta Semua Menjadi Halal?

Judul: Selingan Semusim
Penulis: Alaika Abdullah
Tebal: 197 halaman
Genre: Roman-erotis

Selingan Semusim adalah sebuah kisah cinta terlarang antara Novita dan Fajar Kenapa terlarang? Bukan karena perbedaan agama, ideologi atau karena tingkat sosial, melainkan karena mereka berdua sama-sama sudah menikah dan keadaan rumah tangga mereka baik-baik saja.
Kisah cinta ini dibumbui dengan adegan seksual yang diceritakan dengan eksplisit. Karena itulah novel ini memang layak disebut sebagai novel dewasa, 21 tahun ke atas.
Kisahnya sendiri berawal dari perkenalan antara Novita dan Fajar dalam sebuah acara kerja lalu berkembang menjadi sebuah affair yang ternyata berkesan bagi keduanya. Walaupun mereka kemudian berpisah karena memikirkan keutuhan keluarga masing-masing, tetapi mereka tidak saling melupakan.
Tragedi tsunami Aceh juga dimasukkan oleh penulisnya ke dalam cerita ini, dan menjadi salah satu unsur yang mengubah jalan cerita. Kalau dulu Novita adalah seorang isteri yang tidak bisa pe…