Skip to main content

Posts

Showing posts from February, 2013

[Yok! Tanya Mak Bungon]: Mengubah POV Dalam Cerita, Boleh Tidak?

Pertanyaan untuk rubrik Tanya Mak Bunglon kali ini datang dari Erlinda.
Tanya:Mak Bunglon, Linda mau tanya. Boleh ga sih dalam sebuah cerpen point of view kita berubah? Tapi tanpa dikasi jeda misal berupa tanda bintang-bintang. Contohnya, paragraf 1 dan 2 penulis sbg orang pertama. Paragraf 3, penulis sbg orang ketiga serba tahu. Terima kasih, ini dari Erlinda SW.

Hadiah dan Hadiah di @kampungfiksi

Masih ingat dengan wajah girang ini? Yap, Dee Dee adalah pemenang pertama event kami sebelumnya: #postcardfiction hasil kerja sama dengan provider yang I hate Slow banget yaitu : Smartfren.

Wajah-wajah Girang Para Pemenang #postcardfiction

Beberapa waktu lalu kami telah mendapatkan pemenang event #postcardfiction yang pertama dan.....kami ingin membagi keceriaan mereka disini dengan kalian para pembaca blog.


1. Dee Dee Sabrina Twitter : @deedeesabrinaCelebration of Hope 


2. Vira ClaTwitter : @veeclaMerayakan Ketiadaan


3. MayyaTwitter : @upiakmayyaDi Bawah Menara Cinta


Juara 1 mendapatkan : New Smartfren Andromax Tab 7.0
Juara 2 mendapatkan : Andromax-i
Juara 3 mendapatkan : USB Modem WiFi EV-DO Rev B DF 79B

Jadi, tunggu apa lagi sahabat Kampung Fiksi? Walau hadiahnya berbeda, yuk ikutan event #postcardfictionEdisiValentine ! Karena hadiah keren dari Smartfren telah menanti kalian ^_^

Tips Mengedit Sendiri Naskahmu

Tantangan terbesar setelah kita selesai menulis naskah cerita adalah finalisasi, dalam hal ini editing.  Yang perlu diingat, penting sekali untuk melibatkan pihak luar untuk membantu koreksi dalam hal EYD dan konten. Walau begitu, penulis tidak seharusnya melepaskan begitu saja naskahnya ke pihak luar. Sebaiknya tetap koreksi naskah kita sendiri sebelum mengirimnya ke teman/editor berbayar.
Bagaimana langkah2 mengedit naskah sendiri supaya hasilnya optimal?
Langkah 1: Tahan diri untuk membenahi naskah sampai kita selesai menulis.  Jangan hapus kalimat yang terdengar aneh, atau menulis paragraf berulang-ulang. Biarkan saja, terus menulis dulu sampai selesai. Kalau pun keinginan untuk membenahi itu begitu besar, batasi diri hanya membenahi typo yang terlihat saat menulis.
Langkah 2: Menjauh dari tulisan yang baru kita selesaikan untuk beberapa saat.  Biarkan naskah mengendap dulu sebelum mulai mengedit. Kenapa? Karena dengan meninggalkan naskah kita beberapa saat, kita akan kembali den…

Cerpen Fantasi ARASSI

Dear all,

Bulan ini memang bulan sibuk untuk Kampung Fiksi. Karena selain kami mengadakan event baru dengan Smartfren dalam menyambut Valentine Day, salah satu anggota kami: Ria Tumimomor yang bertugas di Twitter KF tengah mempromosikan buku : "Arassi"

Pada tahun 2012 kemarin, Ufuk Publishing House mengadakan sayembara menulis cerita fantasy dan memilih 3 orang pemenang utama. Sejumlah 12 karya peserta lainnya turut dibukukan dalam "Arassi" termasuk cerpen milik #DJTwitKF : Ria Tumimomor (berjudul : Wina The Witch) dan juga Nastiti Denny (berjudul : Biru).

Ini merupakan karya fiksi pertama milik Ria Tumimomor yang dipublikasikan lewat penerbit. Sebelumnya Ria mengikutsertakan karyanya di berbagai proyek menulis yang diterbitkan secara indie. Beberapa artikelnya juga sempat dimuat di majalah-majalah seperti Femina dan Reader Digest Indonesia.

Kelas Akademi Berbagi Bekasi Bersama Windy Ariestanty

Sabtu, 9 Februari 2013, Akademi Berbagi Bekasi mengadakan kelas dengan tema yang sangat menarik: Book Publishing. Bertempat di SMAN 2 Bekasi, dengan pembicara seorang penulis terkenal dan Editor in Chief penerbit GagasMedia dan Bukune; Windy Ariestanty, Kampung Fiksi tidak menyia-nyiakan kesempatan belajar yang bagus ini.

Kelas dibuka dengan mengenalkan sosok Windy Ariestanty yang namanya sudah sangat bergaung di dunia kepenulisan dan social media. Kampung Fiksi sedikit terkejut melihat sosoknya yang mungil dan masih muda. Tapi rasa terkejut itu hilang begitu Windy memulai kelasnya. Windy berbicara di depan kelas dengan gaya yang super santai dan tampak sangat menguasai apa yang dibicarakannya. Gaya bicaranya yang tidak formal justru membuat suasana kelas semakin hangat.


Petualangan Kasenda dan Twittwit 14

Kasenda melongok ke bawah tempat tidur. Ditariknya peti harta karunnya keluar, berusaha membukanya. Tangannya gemetar tidak sabaran. Baru pada percobaan keempat, Kasenda berhasil memasukkan anak kunci ke dalam lubang peti, memuatarnya, dan mengeluarkan sebuah buku bersampul coklat dengan garis-garis biru yang cerah. Buku corat-coret! Dengan segara dibukanya halaman yang terakhir. Tulisan tangannya yang besar-besar terpampang di sana, ‘Tanggal 16 Mei. Perubahan sudah dilakukan! Kali ini, memutuskan memakai sesuatu yang berbeda. Sesuatu yang berbeda akan terjadi apabila jarum jam dibelokkan ke kiri. Kepulangan Refo adalah kunci!’
Refo! Kasenda ingin memberondonginya dengan ratusan pertanyaan. Kemana saja Refo? Kenapa dia menghilang dan kenapa dia kembali? Kenapa mendadak dia bisa bicara? Bukan. Kenapa mendadak Kasenda bisa berkomunikasi dengan Refo?

Event Baru #PostcardFiction Edisi Valentine

Dear all,
#Postcardfiction baru saja berlalu dengan para pemenang yang telah terpilih… Dan sebagai appreciate kami atas partisipasi yang antusias dari sahabat KF maka kami memutuskan untuk mengadakan event lagi bersama Smartfren.
Lagi? Ya! Jadi event #postcardfiction diputuskan untuk dilanjutkan kembali untuk edisi Hari Valentine.
Ketentuannya adalah :
1. Peserta adalah WNI yang berdomisili di Indonesia
2. Event berlangsung dari tgl 11 February – 11 March 2013.
Tanggal 11 Maret adalah deadline terakhir kami menerima laporan via email dari peserta.   
3.  Peserta membuat fiksi mini atau surat cinta atau puisi langsung di kartupos, lalu dikirimkan ke:Ria TKayumanis 7Rt.009/07 no.20 – gang Sengon 3Jakarta 13130Kartu pos harus diterima oleh kami sebagai bagian dari persyaratan utama. 
4. Scan bagian kartu pos yang ditulisi flash fiction/puisi/surat cinta kamu, lalu upload ke blog masing-masing
5. Peserta harus memasang banner berikut ini.selama event berlangsung hingga 11 April 2013 :
Di clic…

[Cerpen Winda Krisnadefa] Rahasia

Sepertinya dia membutuhkan persiapan lebih sebelum memutuskan untuk datang ke sini. Keila menyadari hal itu sekarang ini. Tetapi sudah terlambat. Dia sudah berada di sini, di depan pintu kamar nomor 713. Tangannya sudah mengetuk pintu itu tiga kali dan kini pintu itu terbuka lebar.“Keila?” Mario berdiri di sana, nampak terkejut.“Siapa, sayang?” Belum habis rasa terkejutnya, terdengar suara seseorang dari dalam kamar.
Jantung Keila berdegup kencang. Astaga! Dia kenal suara itu. Jadi, semua yang dikatakan Brinna memang benar! Ada sesuatu yang harus diketahuinya tentang dia.Tapi Mario?

Diskusi Buku @NuthaylaAnwar

Hari Sabtu tanggal 2 February, Kampung Fiksi yang dengan para wakilnya (ehm) : #DJTwitKF RiaTumimomor disertai oleh Nastiti; atas undangan Penerbit Mizan berkesempatan menghadiri diskusi buku Alazhi Perawan Xinjiang karya Nuthayla Anwar. Lokasi tempat diskusi berada di area Mall Bellagio Mega Kuningan. Dari meeting point di Plaza Senayan meluncurlah kami berdua menuju area Mega Kuningan dan masuk ke area Bellagio Mall. Di undangan tertera kalau tempat diskusi berada di Soul In CafĂ© maka kesanalah kami menuju. Eh, sampai disana ada mbak Esti yang menyambut di depan dan langsung mempersilahkan kami untuk segera masuk dan makan siang. Didalam kami disambut oleh seorang wanita cantik yang dengan ramah menyapa dan menanyakan nama kami. Setelah memperkenalkan diri kalau kami datang mewakili Kampung Fiksi dia langsung mempersilahkan untuk mulai menikmati makanan yang disediakan. 

Kampung Fiksi di Peluncuran Buku Terbaru Fira Basuki

Kamis, 31 Januari 2013, bertempat di Restoran Kembang Goela, Plaza Sentral Sudirman, Kampung Fiksi mendapat kehormatan untuk menghadiri launching buku terbaru Fira Basuki. Nama Fira Basuki sudah demikian terkenal di dunia buku dan menulis Indonesia. Novel-novelnya berjudul Jendela-jendela, Pintu, Atap, Rojak dan Biru begitu populer sampai sekarang. 


Petualangan Kasenda dan Twittwit 13

"Kasenda!" Ketukan tidak sabar di pintu mengagetkannya. Loh, dia masih di dalam kamar mandi. Apa yang tadi terjadi? Rasa-rasanya dia sudah mengenakan baju kuningnya dan sudah sampai di rumah Ashta. Rupanya belum. Dia hanya melamun. Tetapi lamunan itu seperti benar-benar nyata. Terlalu nyata! Itu yang sudah terjadi di waktu-waktu yang lalu. Dia selalu saja terpancing untuk melakukan hal yang sama. Lalu kurcaci akan muncul dan jreng! dia sudah masuk kembali ke dalam permulaan perjalanannya dengan Twitwit. Dan sesampainya dia di sana, dia akan selalu lupa apa yang sudah terjadi di sini. Sedangkan selama dia berada di sini, dia ingat apapun yang sudah terjadi baik di sana maupun di sini. Tiba-tiba Kasenda ingat bahwa dia sudah hampir menemukan kunci dari semua ini. 
Buku coret-coretannya! Dia menghambur dari kamar mandi, mama menatapnya dengan wajah setengah tertekuk. Untunglah dia sudah mencuci muka dan menyikat gigi. 
"Aku mau ganti baju, sepuluh menit saja, pasti sudah …