Tuesday, May 28, 2013

Kampung Fiksi di @TabloidNova

Dear fictionholic terutama bagi para pengunjung baru di situs kami, pasti ingin dong kenalan lebih dekat dengan kami para kru Kampung Fiksi? Siapa saja sih pendirinya? Bagaimana sih awalnya kami bisa bertemu dan mendirikan Kampung Fiksi? Apa misi awal kami? Kegiatan apa saja yang sudah kami lakukan selama ini? Dan pertanyaan yang paling sering kami terima adalah bagaimana cara bergabung dengan Kampung Fiksi? Apakah ada syarat-syaratnya?

Tentunya para fictionholic tidak selalu bisa meluangkan waktu untuk online dan mencari-cari informasi mengenai kami di dunia maya khan? Selain keterbatasan waktu, faktor koneksi yang tidak bersahabat alias super lemot sering jadi hambatan. Jadi, dimana bisa mencari informasi mengenai Kampung Fiksi yang bisa dijadikan manual, di simpan, di kliping...okay, salah fokus. Kalau kalian ingin mendapatkan garis besar mengenai kami dan kegiatannya, bisa di lihat di Tabloid Nova edisi 27 Mei - 2 Juni. Ya, tabloid Nova meliput aktivitas perempuan menulis termasuk kami di dalamnya.

Kami ingin menjelaskan sedikit mengenai dua foto yang ada disana. Foto sebelah kiri adalah saat peluncuran buku Peri-peri Bersayap Pelangi yang dibagikan untuk anak-anak tidak mampu. Sementara foto di sebelah kanan adalah pendiri Kampung Fiksi yang saat itu baru meluncurkan buku pertama kami yang diterbitakan secara indie: 24, Senarai Kisah dari Kampung Fiksi.

Saat ini Kampung Fiksi sudah merekrut 3 pengurus baru yaitu Nastiti, Ajen dan Hadi. Yang terakhir ini bukan namanya yang seperti cowok tapi memang benar-benar menjadi satu-satunya cowok di komunitas kami.

Mengenai pertanyaan bagaimana bergabung dengan kami, tidak ada persyaratan khusus dan kami tidak membuka membership. Jadi fictionholic bebas untuk mampir dan like page kami serta menjadi teman kami di Facebook dan juga follow di twitter. Kami berbagi tips menulis juga disana. 

Jadi, tunggu apa lagi? Segera datangi agen koran, majalah, toko buku dan dapatkan Tabloid Nova yang terbaru ini ya untuk mengenal kami lebih dekat. Mudah-mudahan juga ke depannya kami dapat mengadakan lagi kegiatan offline sehingga dapat saling bertemu muka.

Terima kasih untuk dukungannya fictionholic ^_^ 

Wednesday, May 22, 2013

(RabView) Marginalia, Ketika Sebuah Catatan Pinggir Menggoreskan Takdir

Aku Yudhistira, aku Arjuna, aku Bima, aku Nakula Sadewa. 
Berapa Bharatayudha harus kujalani. 
Demi kamu. Drupadiku?

Blurb

Aruna
CENGENG! Tulisan singkat dan rapi di kumpulan puisi Rumi kesayangan almarhum Padma membuatku terbakar. Kurang ajar! Berani-beraninya cewek dingin berhati belatung itu menodai kenangan Padma. Belum tahu dia berhadapan dengan siapa. Aruna, vokalis Lescar, band rock yang paling diidolakan. Tunggu pembalasanku!

Drupadi
Aku tak punya waktu untuk cinta. Meski nyaris tiap hari aku berhubungan dengan yang namanya pernikahan, ini hanya urusan bisnis semata. Aku tak percaya romantisme, apalagi puisi menye-menye. Hidup ini terlalu singkat untuk jadi melankolis. Namaku memang Drupadi, tapi hatiku sudah tertutup untuk laki-laki.



Novel berjudul Marginalia ini adalah pemenang kedua dari lomba menulis novel Qanita Romance yang diadakan pertengahan tahun 2012 lalu. Kisahnya bercerita seputar dua tokoh utamanya yang dipertemukan melalui cara yang tidak biasa, lewat marginalia. Apa itu marginalia?

Saturday, May 18, 2013

Fitri Yenti dan Katedra Rajawen: Dari Sekedar Iseng Jadi Jodoh




Jadi begini, ceritanya Kampung Fiksi mewawancarai penulis novel “Satu Cinta Dua Agama”. Dan seperti biasanya, wawancara diadakan secara online di antara kesibukan para penulis dan kru Kampung Fiksinya (udah kayak anggota dewan aja ya sibuknya :D). Jadi ini salah satu wawancara terlama dan tersibuk yang pernah dilakukan, sebab dibarengi dengan memasak, makan, berdandan dan bahkan sambil berjalan-jalan. Asyik kan ;)

Oke, mari kita mulai mengenal sosok-sosok di belakang novel “Satu Cinta Dua Agama” ini, siapa lagi kalau bukan Fitri Yenti dan Pak Katedra Rajawen. 

Sumber gambar: Facebook Fitri Yenti


Friday, May 10, 2013

Jenis-jenis Opening Line Yang Bisa Kamu Pakai Untuk Tulisanmu

Cobalah mulai membaca sebuah buku. Apa yang akan kamu lakukan ketika prolog atau adegan pembuka dalam buku tersebut tidak menarik sama sekali? Kamu pasti akan meninggalkan buku itu begitu saja. Bagian pembuka dalam sebuah naskah sangat penting peranannya. Apabila kamu sedang menulis naskah novel, bagian awal ini harus mendapatkan perhatian besar agar menarik pihak penerbit sebagai pihak pertama yang perlu kamu buat terkesan.
Bagian awal dari sebuah cerita atau biasa disebut opening line merupakan bebrapa kalimat pertama yang membuka cerita. Buatlah opening line yang menarik perhatian pembacamu, agar mereka meneruskan membaca ceritamu sampai tuntas.

Image from http://soulpancake.com/activities/view/1036/the-starting-line.html

Berikut ada beberapa jenis opening line yang bisa kamu pilih dan sesuaikan dengan genre dan tema cerita yang sedang kamu tulis.

1. Konyol/absurd
Bukalah ceritamu dengan kalimat yang menceritakan kekonyolan atau adegan yang absurd hingga membuat pembacamu geleng-geleng kepala sambil tersenyum.

2. Masam
Buka ceritamu dengan kalimat yang membuat pembacamu ikut merasakan kegetiran si tokoh utama.

3. Suram
Kesuraman di awal cerita biasanya memancing rasa penasaran pembaca untuk mencari penyebab dari gelapnya ceritamu.

4. Ceritakan sebuah rahasia
Pembaca akan ikut merasakan sebuah sensasi yang berbeda saat kamu berbagi rahasia tergelap tokoh utama kamu sejak awal cerita.

5. Sinis
Kesinisan di awal cerita bisa memancing "kegairahan" tersendiri bagi pembaca, karena biasanya kalimat sinis selalu menancap di hati lebih lama.

6. Membingungkan
Membangun sebuah adegan pembuka yang membingungkan bisa membuat pembacamu penasaran dan mencari jawaban di halaman-halaman berikutnya. Tapi hati-hati, jika kamu tidak lihai, ceritamu bisa berbalik tidak logis. Kamu tetap harus mengatur plot agar semuanya saling terkait sejak awal hingga akhir dan ada penjelasan yang masuk akal untuk tiap kejadian.

7. Enigmatic.
Ini hampir sama dengan poin 6, hanya saja kadar membingungkannya lebih kompleks. Kamu butuh latihan menulis dan banyak membaca referensi novel-novel yang kompleks.

8. Menjelaskan sesuatu
Kejelasan di awal cerita bisa juga memancing pembaca untuk mencari pangkal dari ceritamu di bagian akhir.

9. Firasat
Untuk pembaca yang supertisius, membuka cerita dengan sebuah firasat bisa menjadi pancingan yang menggelitik mereka untuk meneruskan membaca.

10. Ketabahan
Kalimat pembuka yang menggambarkan ketabahan juga bisa memancing emosi pembaca sejak awal.

11. Kalimat mengundang
Ini sepertinya mudah, tapi sebenarnya sulit sekali membuat kalimat yang "mengundang" minat pembaca. Kamu perlu latihan dan banyak membaca.

12. Kalimat bernas
Untuk kisah-kisah inspiratif, awali cerita dengan kalimat yang bernas/berisi dan menggugah semangat pembaca.

13. Kalimat puitis
Untuk banyak penggemar romance, kalimat awal yang puitis sudah cukup membuat pembaca bertahan dan terus membaca.

14. Kalimat pembukaan yang tidak biasa
Jangan memakai, "Pada suatu hari" tapi carilah opening line yang lebih menarik tapi maknanya sama, yakni membuka cerita.

15. Romantis
Mirip dengan opening line puitis tadi, tapi lebih ke penggambaran adegan awalnya yang romantis.

16. Sarkastik
Kadang membuka cerita dengan sarkasme juga bisa memancing pertanyaan pembaca mengapa cerita diawali oleh sarkasme, apa penyebabnya?

17. Tak terduga
Buka ceritamu dengan kalimat yang menceritakan sesuatu yang belum bisa diduga arahnya.

Itu tadi beberapa jenis opening line yang bisa kamu pakai di dalam ceritamu. Teori ini tidak semudah kelihatannya. Perlu banyak latihan dan membaca. Selamat mencoba. ^_^

Sumber:  http://socialpolitan.org/fiction-writing-craft/m/articles/index/

Wednesday, May 8, 2013

[RabView]: Manisnya Macaroon Love

Ini adalah salah satu Rubrik (atau kolom ya?) di KampungFiksi.com
di RabView ini, Sahabat KF semua bisa mendapatkan informasi mengenai buku baru yang diulas oleh si tukang review KF. Dari RabView ini, sahabat KF minimal bisa mempunyai gambaran kira-kira buku apa yang bisa dibeli minggu ini.

Baiklah, untuk edisi perdana RabView kali ini saya akan mengulas bukunya pentolan KF yang baru saja menelurkan (???) buku baru berjudul MACAROON LOVE. Ya, ini adalah bukunya si Mak Winda Krisnadefa.

Selamat membaca.... (HS)

ooOOoo



Siapa yang akan terpikir untuk menyantap french fries dan mencocolkannya kedalam ice cream vanila sundae? Atau siapa yang akan berpikir tentang nama-nama menu restoran yang berbeda dari restoran kebanyakan, seperti suguhan neng Hela atau paket makan berupa nama personal semacam Uni Hamidah, Mpok Ipeh, atau Mang Engkun? Hanya Magali lah yang mempunyai selera unik seperti itu. Magali yang bernama aneh dengan tingkah yang tak kalah nyentrik.

Siapa Magali?

Dia adalah salah satu tokoh rekaan dalam novel terbaru Winda Krisnadefa yang berjudul Macaroon Love. Entah darimana Winda bisa menemukan nama Magali untuk tokoh utama novel terbarunya ini, yang jelas selain bernama aneh –ralat, unik- tokoh ini juga digambarkan memiliki sifat dan karakter yang nyentrik. Novel yang kini mulai hadir di jaringan toko buku Gramedia ini merupakan novel solo kedua Winda setelah sebelumnya Winda hadir dengan Blackbook-nya. Novel ini memberikan cita rasa yang berbeda dengan novel sejenis. Meskipun mengambil tema romansa percintaan, namun Winda mengemasnya dengan background yang tidak umum yaitu dunia kuliner.

Oke, saya bikin sedikit sinopsis Macaroon Love ini. Cerita bergulir dari gugatan Magali terhadap namanya. Nama yang tidak biasa di telinga orang Indonesia. Magali yang memiliki kehidupan yang tidak biasa. Nenek yang nyentrik, Ayah yang bekerja di kapal pesiar selama 10 bulan setiap tahunnya, dan sepupu yang hampir seumuran yang setengah bule kere bernama Beau.

Sejak kecil Magali dibesarkan oleh sang Nenek yang dia panggil Nene. Didikan yang didapat Magali dari Nene adalah “bahwa setiap perempuan itu unik” menjadikan Magali sebagai seorang anak yang nggak mainstream. Bagi Magali kehidupannya tidak sama dengan anak-anak gadis lainnya. Selain karena namanya yang aneh, Magali pun tidak mempunyai kesamaan selera dengan anak-anak gadis lainnya. Inilah yang akhirnya terbawa hingga Magali dewasa.

Selera Magali yang tidak lazim terhadap variasi makanan membawanya berkenalan dengan seorang pria. Ammar. Pekerjaan Magali sebagai freelance writer di sebuah majalah gratisan di ibukota menghantarkan Magali pada sebuah fase kehidupan yang tidak pernah terpikir olehnya bersama Ammar. Di buku ini anda akan dibawa mengenal sisi lain orang-orang yang berkecimpung di dunia kuliner. Ah,  Pokoknya Anda akan menemukan cerita yang menarik deh di tengah-tengah menuju akhir cerita ini.

ini dia Macaroon Love yang renyah dan manis itu... (Doc.HS 2013)