Skip to main content

Peluncuran Novel "(Bukan) Salah Waktu" di Emax Cafe, Kemang, dalam Gambar

Ijul dan Nastiti Denny dalam Book Talk peluncuran novel (Bukan) Salah Waktu


Pada tanggal 23 Februari 2014, diadakan acara Book Talk (Bukan) Salah Waktu bersama Nastiti Denny, sang penulisnya oleh pihak penerbit Bentang Pustaka. Acara ini diadakan di Emax Kafe, Kemang, dengan pembawa acara Ijul dari GoodReads Indonesia (@fiksimetropop). 

Acara dimulai pukul tiga sore, dibuka dengan ucapan selamat datang di Emax Cafe oleh Yudi dari pihak Emax Cafe, lalu dilanjutkan dengan sesi singkat dan menarik tentang iBook, sebuah ebook khusus untuk para pengguna produk Apple. Dilajutkan dengan acara utamanya, yaitu bincang-bincang dengan penulis.

Pada sesi bincang-bincang dengan Nastiti Denny, Ijul menanyakan proses menulis yang dijalani olehnya selama menyusun (Bukan) Salah Waktu. Ternyata, novel ini draft awalnya dibuat saat Nastiti mengikuti J50K-2012. Setahun kemudian, ketika ada lomba Wanita dalam Cerita yang diselenggarakan Bentang Pustaka, (Bukan) Salah Waktu yang saat itu diberi judul Rumah Untuk Dua Hati, diikut sertakan, dan menjadi salah satu pemenangnya.

Tapi, bukan draft awal itu yang langsung menjadi sebuah buku utuh di tangan para pembaca. (Bukan) Salah Waktu sudah mengalami proses self-editing yang cukup panjang sebelum akhirnya diterbitkan. Oleh editornya, draft novel yang sampai ke mejanya dikatakan sudah rapi, sehingga lebih mudah dan cepat proses editing dari pihak penerbit. Judul (Bukan) Salah Waktu sendiri adalah pilihan penerbit dari sekian judul alternatif yang diajukan oleh Nastiti Denny, judul ini berasal dari Momo DM (@momo_dm). Saat ditanya, mengapa pembaca harus membeli dan membaca (Bukan) Salah Waktu, menurut Nastiti karena novel ini menyajikan realita pernikahan dan bahwa tidak semua masalah harus diselesaikan dengan bercerai.

Demikian liputan singkat peluncuran buku (Bukan) Salah Waktu, selamat untuk admin Kampung Fiksi, Nastiti Denny untuk novel perdananya, semoga akan lebih banyak lagi novel-novelnya yang diterbitkan pada waktu-waktu ke depan.

Sekarang, yuk kita nikmati saja (Bukan) Salah Waktu dalam gambar-gambar:

Sang Penulis dan banner (Bukan) Salah Waktu yang sayangnya tidak terlihat di panggung
Nastiti Denny dengan salah satu editor Bentang Pustaka

Nastiti Denny dan salah satu editor Bentang Pustaka

Nastiti Denny dan Sang MC, Ijul

Buku ini bertanda-tangan langsung dari penulisnya lhooo... ^_^
Penampakan makan-makan
Sebelum mulai, snack dulu :)
Yudi dari pihak Emax Cafe
Sesi penjelasan tentang iBook dari Apple
Sesi tanya-jawab tentang iBook
Foto bareng! Lihat ke kanan, klik!
Bareng sang proofreader dan editor Bentang Pustaka

Popular posts from this blog

(Berbagi Pengalaman) Prosedur Umum Menerbitkan Buku Melalui Penerbit Besar

Banyak penulis yang belum berpengalaman menerbitkan buku melalui penerbit besar mengalami kebingungan saat sudah mendapat “lampu hijau” dari penerbit. Kebingungan ini mungkin disebabkan oleh euforia karena mengetahui karyanya akan segera dibukukan dan akan dipajang di toko buku-toko buku seluruh Indonesia. Saking bingungnya, penulis akhirnya hanya bisa pasif menunggu apa selanjutnya yang akan dilakukan penerbit dengan naskahnya. Padahal masih banyak prosedur yang melibatkan penulis secara aktif, sampai buku itu terbit.

Soal bagaimana menembus penerbit, Kampung Fiksi sudah membahasnya di sini. Nah, bagaimana selanjutnya? Suatu hari penerbit menghubungi kamu via email atau telepon, mengabarkan berita yang sudah begitu lama kamu tunggu-tunggu, “Naskahnya mau kita terbitkan. Tunggu kabar selanjutnya dari kami, ya!” Woggh! Silakan merayakan kebahagiaanmu. Tapi jangan lama-lama. Mulailah mengikuti secara cermat hal-hal yang berkaitan dengan terbitnya buku kamu.

Fase selanjutnya setelah mendap…

Membuat Outline Novel

Mau belajar menulis fiksi: cerpen/novel/editing, bisa bergabung di Kelas Online KF dan belajar sesuai waktu dan kebutuhanmu. Untuk informasi lengkap silakan kirim email ke kelasonlinekf@gmail.com atau klik gambar untuk mengetahui jenis kelas yang bisa kamu ikuti. Tunggu apa lagi? Segera daftarkan dirimu!
*** Pernahkah kamu menulis novel lalu kemudian ketika sampai di tengah, kamu tiba-tiba buntu, ga tahu harus ngapain ceritanya? ga tahu tokoh ceritanya harus dibikin bagaimana? Dan karena pusing kamu berhenti menulis novel itu dan membuangnya ke tempat sampah. Sayang sekali, padahal Indonesia membutuhkan banyak penulis.  
Semua orang bisa menulis tetapi tak semua orang bisa menulis novel. Butuh kesabaran, kerja keras, latihan, dan  tentu saja komitmen. Hanya orang-orang yang bertekad kuat dan memiliki disiplin diri yang mampu menyelesaikan novelnya. Jadi kalau kamu ingin menulis novel, kumpukan tekad, komitmen, dan percaya novel kamu akan selesai. Namun tekad dan lain-lain itu tak cukup u…

Selingan Semusim: Apakah Atas Nama Cinta Semua Menjadi Halal?

Judul: Selingan Semusim
Penulis: Alaika Abdullah
Tebal: 197 halaman
Genre: Roman-erotis

Selingan Semusim adalah sebuah kisah cinta terlarang antara Novita dan Fajar Kenapa terlarang? Bukan karena perbedaan agama, ideologi atau karena tingkat sosial, melainkan karena mereka berdua sama-sama sudah menikah dan keadaan rumah tangga mereka baik-baik saja.
Kisah cinta ini dibumbui dengan adegan seksual yang diceritakan dengan eksplisit. Karena itulah novel ini memang layak disebut sebagai novel dewasa, 21 tahun ke atas.
Kisahnya sendiri berawal dari perkenalan antara Novita dan Fajar dalam sebuah acara kerja lalu berkembang menjadi sebuah affair yang ternyata berkesan bagi keduanya. Walaupun mereka kemudian berpisah karena memikirkan keutuhan keluarga masing-masing, tetapi mereka tidak saling melupakan.
Tragedi tsunami Aceh juga dimasukkan oleh penulisnya ke dalam cerita ini, dan menjadi salah satu unsur yang mengubah jalan cerita. Kalau dulu Novita adalah seorang isteri yang tidak bisa pe…