Wednesday, June 4, 2014

[RabView] Terlatih Sakit Hati


Ulasan Novel: Terlatih Sakit Hati, Penulis: Heri Putra. Penerbit: Asoka. Tebal Halaman:303.

Terlatih Sakit Hati dibuka dengan kebingungan Leuve karena harus mempersiapkan berbagai macam atribut yang merupakan keharusan untuk dibawa ke sekolah bagi siswa-siswi baru yang harus mengikuti Masa Orientasi Siswa (MOS). Dia tak habis pikir mengapa kakak-kakak kelasnya iseng sekali memberikan tugas-tugas konyol kepada para siswa baru. Tentu saja percuma bagi Leuve untuk protes atau membangkang karena kakak-kakak selalu benar dan tidak boleh dibantah.

Kehidupan Leuve yang tadinya normal-normal saja, mendadak terasa tidak normal karena tugas-tugas konyol dan kak Tiara yang sepertinya sangat suka mencari gara-gara dengannya. Begitu juga dengan Gino, cowok cakep yang diam-diam dikaguminya, yang membuatnya menangis. Lalu, ditambah kehadiran Zac, mantan kekasih, yang kini juga menjadi teman sekelasnya, menambah kegalauan Leuve. Untung saja masih ada Amanda, sahabatnya yang setia menemaninya melewati hari-hari yang terasa berat itu.
Tidak sampai di situ saja, Levi, abang satu-satunya yang memang tidak pernah akur dengannya, kini semakin mengambil jarak. Levi bahkan wanti-wanti berpesan agar Leuve tidak mengatakan bahwa mereka bersaudara. Belakangan, Leuve baru tahu kalau Levi adalah ketua OSIS di SMA mereka. Lantas kenapa abangnya itu tidak mau membelanya ketika dia dikerjain habis-habisan oleh para kakak kelas?


Benang Merah: Perubahan
Apa yang membuatmu berbeda dari orang-orang lain di sekitarmu? Bagaimana cara kamu menyikapi sebuah perubahan.

Itulah yang nampaknya menjadi tema dari novel Terlatih Sakit Hati yang menceritakan tentang perubahan-perubahan yang harus dialami dan dijalani oleh Leuve, seorang cewek remaja berusia 16 tahun.

Perubahan pertama yang langsung dihadapi oleh Leuve adalah masuk SMA. Sebagai murid kelas satu ia dan teman-temannya harus menjalani tiga hari penuh digojlok oleh kakak-kakak kelas mereka. Leuve yang manja harus berjuang mengerjakan tugas-tugas konyol yang diberikan oleh kakak-kakak dan harus mandiri menyelesaikan masalah-masalah yang menghadangnya di sekolah.

Perubahan yang kedua adalah perasaan tertariknya kepada seorang cowok cakep bernama Gino dan obsesinya terhadap bibir cowok itu. Lalu apa komplikasinya? Komplikasinya adalah karena di saat bersamaan, Leuve belum sepenuhnya move on dari Zac, cintanya semasa SMP. Selain itu dia juga sering curhat dengan seorang cowok lain yang dikenalnya di twitter.

Perubahan yang ketiga adalah pada abangnya. Abangnya menjadi super sensi dan sulit untuk dimengerti. Entah mengapa abangnya tidak mau kalau orang-orang tahu bahwa mereka bersaudara.

Perubahan keempat yang paling besar dan membuat dunia Leuve jungkir-balik adalah saat dia mengetahui bahwa dia bukanlah adik kandung abangnya dan kedua orangtua mereka bukan orangtua kandungnya.

Dengan begitu banyak perubahan yang menerpa Leuve, diikuti oleh konflik-konflik di sekolah maupun di rumah, maka Leuve pun harus mengambil sikap. Bagaimana dia menyesuaikan dirinya dengan perubahan-perubahan yang terjadi itulah yang akan menentukan kualitas kehidupan yang akan dijalaninya selanjutnya.

Apakah Leuve memilih untuk jatuh dalam keputusasaan, atau memilih untuk bangkit dan menjadi seorang gadis dengan kepribadian yang lebih kuat? Silahkan membaca sendiri novel ini untuk mengetahui jawabannya.

Apa yang bisa dipetik dari dalam novel ini?

Cerita ini memang sederhana, mencakup tiga hari penuh dengan konflik, airmata, dan juga persahabatan yang dibangun oleh Leuve dan teman-temannya di tengah-tengah tekanan yang harus mereka hadapi dalam masa penggojlokan di sekolah baru mereka. Di sana-sini juga diselipkan adegan-adegan lucu khas remaja yang segar.

Sebagai tokoh utama, Leuve juga tidak mengecewakan. Dia berani menyatakan pendapatnya dan membela dirinya ketika ia berada dalam posisi yang sulit. Walaupun beberapa kali dia berhasil dibuat menangis oleh orang-orang yang berbeda dan karena ditempatkan dalam situasi yang terjepit, tapi pada dasarnya dia bukan seorang cewek yang cengeng dan mudah diintimidasi.

Lebih jauh lagi, bila mau dicermati, novel ini juga sarat dengan bahan-bahan yang dapat direnungkan. Antara lain, hubungan antara adik dan kakak yang kadang memang sulit untuk menjadi harmonis, bukan karena mereka tidak saling menyayangi tetapi karena mereka menunjukkan rasa sayang dengan cara-cara yang berbeda. Lalu kadang-kadang kita justru menemukan indahnya persahabatan ketimbang cinta yang membuat kekecewaan. Dan yang terakhir, perubahan adalah hal yang pasti terjadi di dalam kehidupan kita, prosesnya mungkin saja tidak mudah, tetapi bila kita mau menerima dan belajar dari konflik-konflik yang dibawanya serta, maka kita akan menemukan kekuatan atau kualitas tersembunyi di dalam diri kita yang sebelumnya tidak terlihat.

Siapa saja yang harus membaca novel ini?


Kalau kamu menyukai kisah persahabatan disertai kisah cinta yang ringan, lucu dan segar, maka kamu pasti menyukai novel ini. Juga kalau kamu sedang duduk di bangku akhir SMP, dan akan masuk SMA serta merasa ingin tahu kenapa sih harus ada acara penggojlokan konyol untuk jadi anak SMA? Maka, kamu harus baca novel ini, sebab ada penjelasan yang cukup masuk akal di dalamnya.


Catatan khusus: Secara pribadi, saya sendiri tidak setuju dengan acara-acara penggojlokan pada Masa Orientasi Siswa yang menurut saya membuang-buang waktu siswa dan sebaiknya diganti dengan kegiatan yang lebih mendidik dan bisa menghindarkan siswa dari terjadinya pembullyan seperti yang dialami oleh Leuve.

Read and reviewed by: Ge Siahaya