Saturday, July 18, 2015

(Tips Menulis Fiksi) 14 Hal Yang Diperlukan Untuk Membuat Cerpen Lebih Menarik

Apa yang membuat sebuah cerpen menjadi cerpen yang menarik?

1. Judul. 

Banyak pengarang tidak terlalu memikirkan judul. Padahal judul sangat penting untuk menarik perhatian awal pembaca. Judul harusnya tidak biasa-biasa saja sehingga menggelitik rasa ingin tahu calon pembaca. 'Judul yang keren! Kira-kira apa ya isi ceritanya? Sepertinya menarik.' Kira-kira demikianlah impresi yang kita inginkan dari pembaca agar dia memilih untuk membaca cerpen kita dari antara cerpen-cerpen lain yang ada. 

Penulis perlu memikirkan bagaimana sebuah judul merefleksikan isi cerita, dan menemukan kata atau rangkaian kata yang tepat untuk menjadi judul cerpennya.

2. Paragraf awal. 

Kualitas tulisan harus sudah terbaca sejak paragraf pertama. Paragraf pertama, harus memiliki kemampuan untuk menarik pembaca untuk masuk langsung pada kejadian penting cerita. 

Visulisasikan adegan pertama seperti adegan awal sebuah film, sesuatu sedang terjadi saat itu dan sedang direkam langsung oleh kamera.

3. Setting. 

Setting tidak perlu terbatas di dunia sehari-hari penulisnya yang kadang-kadang malah membatasi imajinasi penulis. Miliki keberanian untuk menulis apa yang belum diketahui (sebab apa yang seseorang ketahui biasanya sangat sedikit atau terbatas bila dibandingkan dengan apa yang belum diketahui) dengan cara melakukan eksplorasi dan menulis hal-hal yang menarik perhatian atau yang ingin sekali dilakukan. 

Bawa pembaca ke dunia, tempat, kurun waktu yang unik dan menggelitik rasa ingin tahu mereka. 

4. Karakter. 

Cerita-cerita yang menarik selalu menunjukkan bagaimana tokoh dalam cerita mengalami perubahan. Apakah perubahan persepsi, atau sebuah pemahaman baru tentang kehidupan mereka atau kehidupan orang lain, atau memperoleh sudut pandang baru dari pengalamannya. Pembaca harus dibuat berempati kepada tokoh utama. Tokoh utama yang tidak mengundang simpati pun dapat menjadi menarik asal saja ia memiliki sisi-sisi kepribadian  yang dapat diperbaiki. Tidak ada manusia yang sepenuhnya baik atau buruk. 

Pikirkan, apa yang sudah membuat karaktermu seperti dirinya sekarang ini?

5. Penggunaan bahasa. 

Penulis yang keren adalah mereka yang mampu bermain-main dengan kata-kata, mereka yang mampu menciptakan metafora yang tepat untuk ceritanya. 

Hati-hati mempergunakan kalimat-kalimat klise. Tetapi, lebih hati-hati lagi saat membuat kalimat yang baru. Pastikan kalimat itu dipahami dengan mudah oleh pembaca. Pesan yang baik adalah pesan yang dapat dipahami. 

Agar cerita enak dibaca, buat variasi panjang kalimat dan panjang paragraf yang berbeda-beda. Kalimat-kalimat pendek dapat dipergunakan untuk membangkitkan rasa ingin tahu pembaca. Kalimat-kalimat yang lebih panjang  dipakai untuk memperlambat alur sehingga cerita terasa mengalir.

6. Keorisinilan. 

Orisinalitas memerlukan eksperimentasi yang berani dan pandangan yang lebih luas. 

Untuk memperbesar cakrawala berpikir dan keluar dari kenyamanan, lakukan eksperimentasi ini, masuklah ke dalam kondisi emosional paling ekstrim yang pernah dirasakan. Cobalah untuk mendeskripsikannya, lalu letakkan pengalaman emosional tersebut ke dalam sebuah konteks yang sama sekali berbeda. Caranya? Ciptakan sebuah setting baru. Ciptakan tokoh dengan sifat-sifat yang sama sekali berbeda dengan diri sendiri. Lalu, lakukan eksplorasi, apa saja yang dapat dilakukan tokoh tersebut dalam situasi yang sudah dibuat berdasarkan sifat-sifat yang diberikan kepadanya.

7. Bermain-main dengan Struktur. 

Struktur sebuah cerita selalu menarik untuk diamati. Sebuah struktur yang berbeda, apabila dilakukan dengan benar dapat menjadi sangat menarik dan memberikan nilai tambah. 

Seperti apa sih struktur itu? Misalnya, sebuah cerita pendek dalam bentuk surat atau email, atau diceritakan melalui sudut pandang dua tokoh utama secara bergantian.

8. Pesan moral dan tema. 

Pembaca tidak seharusnya dipaksa untuk bekerja keras memahami apa pesan yang hendak disampaikan oleh sebuah cerita. Apabila pembaca ternyata merasa dipaksa bekerja keras memahami isi cerita, berarti cerita itu kurang jelas. Buatlah prosa dengan gaya bercerita yang jelas, tanpa kata-kata yang tidak perlu. 

9. Dialog yang baik dan otentik. 

Apa saja yang diucapkan oleh seorang tokoh harus diperhitungkan dengan cermat. Jangan memasukkan dialog yang tidak perlu. Dialog harus konsisten dan memiliki makna sesuai dengan jalan cerita.

10. Jalinan emosional. 

Tokoh harus bisa menyalurkan pengalaman emosional yang dikenali dan dirasakan  pembaca, sehingga respon yang keluar dari pembaca adalah, "Astaga, tepat seperti yang saya rasakan!" Bila ini terjadi, artinya penulis telah berhasil membentuk jalinan hubungan antara emosi pembaca dengan tokoh cerita.

11. Ekonomis. 

Sebuah cerita pendek harus ekonomis. Ia harus dikerjakan dengan ketat dan cermat. Setiap kata yang dipakai harus diperhitungkan, apakah ia memang sesuai dan diperlukan untuk cerita tersebut. Inilah bedanya cerita pendek dengan novel. Dalam cerita pendek fokus pada satu topik utama, sangat penting.

12. Ending yang memuaskan! 

Banyak cerita pendek yang dirusak oleh endingnya sendiri. Memang nggak gampang untuk menciptakan ending yang sempurna, apalagi karena adanya tuntutan pada akhir cerita tokoh harus mengalami perubahan atau pemahaman tertentu tentang dirinya, dunia mereka, atau pengalaman mereka. Yang jelas, akhir cerita harus merupakan permulaan dari sesuatu yang baru walaupun tidak perlu sangat dramatis tetapi perlu menjanjikan adanya harapan.

13. Minimalis: less is more! 

Seringkali, apa yang dibiarkan tanpa dijelaskan secara mendetil justru memberikan efek besar karena pembaca dibebaskan untuk mengambil kesimpulan sendiri. Percayalah, pembaca memiliki imajinasi yang besar.

14. Edit,edit,edit,edit,edit dan edit lagi! 

Penulis yang baik pasti membuat naskah awal dengan sepenuh hati, pasti menuangkan ide sebebas-bebasnya. Periode itu memang periode membuat sampah, jadi, jangan takut-takut melakukannya. Namun, saat sudah waktunya masuk ke tahap revisi, jadilah seorang editor yang kejam terhadap hasil karya sendiri. Suntinglah karya tulis itu sampai mencapai bentuk terbaiknya.