Skip to main content

(Tips Menulis Fiksi) Penting Nggak Pentingnya Sebuah Judul

Berhubung saya adalah admin KF yang menyelenggarakan kuis #judul di event #CeriteraJuli ini, jadi, mari kita bahas aja si judul ini. Setuju?

Yuk, ikut kuis #judul 


Pentingkah Memilih Judul Yang Tepat?

Sebetulnya saya ini tipe yang cenderung memulai sebuah karangan dengan menetapkan sebuah judul agar karangan itu mempunyai nama, tetapi cukup fleksibel mencari kembali judul yang lebih tepat saat cerita sudah selesai ditulis.

Sebelumnya, ada beberapa hal yang perlu untuk diketahui: Biasanya judul ditentukan kemudian oleh Penerbit/Editor dan bukan merupakan unsur paling penting yang menjadi pertimbangan saat naskah dikirimkan. Namun, sebagai pengarang, saya merasa lebih senang dan lebih puas apabila karangan yang saya buat diberi “nama” sesuai dengan nama yang saya berikan kepadanya.

Mengapa? Karena ego saya, menurut saya, judul adalah bagian dari total impresi tulisan yang saya ciptakan. Sehingga, bila saya memilih judul yang tepat, kesempatannya untuk tetap digunakan, jadi lebih besar.

Jadi, pentinga ya memilihh judul yang tepat? Iya.

Apa Saja Yang Perlu Diperhatikan Saat Membuat Judul?

1. Genre. Harus tahu lebih dulu genre cerita karangan, dan perasaan atau nada apa yang ingin  disampaikan melalui judul tersebut.

Apakah nada buku saya riang, centil, ceria atau sendu, lembut dan galau? Apakah genre-nya roman atau fantasi? Judul harus diselaraskan dengan isi cerita, genre dan estetikanya.

Jangan sampai cerita yang romantis judulnya terbaca dan terasa horor, sementara cerita yang horor, judulnya terasa humoris dan penuh cinta. Konyol dong jadinya.

2. Tidak membosankan atau terlalu 'biasa'.

3. Harus mudah diingat.

Ini yang dikatakan oleh beberapa teman. Menurut mereka judul-judul yang gampang diingat memudahkan mereka merekomendasikan buku. Misalnya, judul Laskar Pelangi, dua kata saja, tidak sulit untuk disebutkan. Begitu juga dengan Soegija, The Kite Runner, The Alchemist, Titanic.

4. Judul harus sesuai dengan isinya.

Kalau buku tersebut buku horor, pilih judul yang horor. Kalau roman, pilih judul yang romantis. Kalau misteri, pilih judul yang berbau-bau misteri.

Sumber Inspirasi Untuk Judul

Jadi, bagaimana cara untuk menemukan judul yang tepat? Darimana harus memulai pencarian? Secara intuitif ada beberapa hal bisa dijadikan sumber inspirasi  memilih judul:

Istilah yang sedang populer, misalnya: Jomblo, Kamseupay dstnya.

Permainan kata-kata, misalnya: Hidup Hanya Satu Kali, Kesempatan Kedua.

Memiliki arti tersembunyi yang akan dikemukakan nanti di dalam cerita. Contohnya: Dances with Wolves.

Terinspirasi dari judul sebuah buku yang sudah terkenal, contohnya: Song of Solomon, 1Q84.

Nama tokoh ceritanya, misalnya: Forrest Gump, Harry Potter, Eragon.

Nama setting: Jurassic Park, Senja di Chao Praya.

Sebuah judul bisa saja bentuk kepunyaan, Charlotte’s Web, Kotak Pandora, Bridget Jones’ Diary.

Asosiasi dari beberapa ide, biasanya memiliki dua arti dan merujuk pada lebih dari satu hal di dalam sebuah cerita, misalnya: Ada Apa Dengan Cinta?, House of The Spirit, The City of God, Misery, Blackbook.

Sebuah kejadian atau aktivitas, misalnya: Romancing the Stone, Waiting to Exhale, Raising Helen, Finding Nemo.

Berasal dari sebuah kalimat yang mengesankan dari cerita itu sendiri, misalnya: The Eagle Has Landed.

Sebuah judul, apabila sangat panjang harus memiliki irama yang enak untuk didengar, misalnya: Lewat Angin di Bawah Kanopi, Tepat Ketika Bibirnya Mengecup Hangat Tepi Keningku. (Oke oke, ini judul cerpen-cerpen saya sendiri, uhuk.)

Sebuah judul, kalau sesuai dengan isi ceritanya, boleh jadi sangat singkat, misalnya: Madre, Nyonya Jetset, Jaws, Shogun, Centennial, It, The Godfather.

Pada akhirnya, kembali pada pertanyaan-pertanyaan ini:

  • Apakah judul yang saya pilih nuansanya sudah sesuai dengan isi cerita?
  • Apakah sesuai untuk genrenya?
  • Apakah judul tersebut menarik perhatian?
  • Apabila hanya judul saja yang terlihat, tanpa ada cover atau keterangan lain, apakah ia tetap kelihatang menarik?
  • Dapatkah calon pembaca menangkap apa kira-kira isi cerita yang dijanjikan melalui judulnya?


Bagaimana menurutmu?

Popular posts from this blog

(Berbagi Pengalaman) Prosedur Umum Menerbitkan Buku Melalui Penerbit Besar

Banyak penulis yang belum berpengalaman menerbitkan buku melalui penerbit besar mengalami kebingungan saat sudah mendapat “lampu hijau” dari penerbit. Kebingungan ini mungkin disebabkan oleh euforia karenamengetahui karyanya akan segera dibukukan dan akan dipajang di toko buku-toko buku seluruh Indonesia. Saking bingungnya, penulis akhirnya hanya bisa pasif menunggu apa selanjutnya yang akan dilakukan penerbit dengan naskahnya. Padahal masih banyak prosedur yang melibatkan penulis secara aktif, sampai buku itu terbit.

Soal bagaimana menembus penerbit, Kampung Fiksi sudah membahasnya di sini. Nah, bagaimana selanjutnya? Suatu hari penerbit menghubungi kamu via email atau telepon, mengabarkan berita yang sudah begitu lama kamu tunggu-tunggu, “Naskahnya mau kita terbitkan. Tunggu kabar selanjutnya dari kami, ya!” Woggh! Silakan merayakan kebahagiaanmu. Tapi jangan lama-lama. Mulailah mengikuti secara cermat hal-hal yang berkaitan dengan terbitnya buku kamu.

Fase selanjutnya setelah mendap…

Membuat Outline Novel

Mau belajar menulis fiksi: cerpen/novel/editing, bisa bergabung di Kelas Online KF dan belajar sesuai waktu dan kebutuhanmu. Untuk informasi lengkap silakan kirim email ke kelasonlinekf@gmail.com atau klik gambar untuk mengetahui jenis kelas yang bisa kamu ikuti. Tunggu apa lagi? Segera daftarkan dirimu!
***Pernahkah kamu menulis novel lalu kemudian ketika sampai di tengah, kamu tiba-tiba buntu, ga tahu harus ngapain ceritanya? ga tahu tokoh ceritanya harus dibikin bagaimana? Dan karena pusing kamu berhenti menulis novel itu dan membuangnya ke tempat sampah. Sayang sekali, padahal Indonesia membutuhkan banyak penulis.  
Semua orang bisa menulis tetapi tak semua orang bisa menulis novel. Butuh kesabaran, kerja keras, latihan, dan  tentu saja komitmen. Hanya orang-orang yang bertekad kuat dan memiliki disiplin diri yang mampu menyelesaikan novelnya. Jadi kalau kamu ingin menulis novel, kumpukan tekad, komitmen, dan percaya novel kamu akan selesai. Namun tekad dan lain-lain itu tak cukup u…

Selingan Semusim: Apakah Atas Nama Cinta Semua Menjadi Halal?

Judul: Selingan Semusim
Penulis: Alaika Abdullah
Tebal: 197 halaman
Genre: Roman-erotis

Selingan Semusim adalah sebuah kisah cinta terlarang antara Novita dan Fajar Kenapa terlarang? Bukan karena perbedaan agama, ideologi atau karena tingkat sosial, melainkan karena mereka berdua sama-sama sudah menikah dan keadaan rumah tangga mereka baik-baik saja.
Kisah cinta ini dibumbui dengan adegan seksual yang diceritakan dengan eksplisit. Karena itulah novel ini memang layak disebut sebagai novel dewasa, 21 tahun ke atas.
Kisahnya sendiri berawal dari perkenalan antara Novita dan Fajar dalam sebuah acara kerja lalu berkembang menjadi sebuah affair yang ternyata berkesan bagi keduanya. Walaupun mereka kemudian berpisah karena memikirkan keutuhan keluarga masing-masing, tetapi mereka tidak saling melupakan.
Tragedi tsunami Aceh juga dimasukkan oleh penulisnya ke dalam cerita ini, dan menjadi salah satu unsur yang mengubah jalan cerita. Kalau dulu Novita adalah seorang isteri yang tidak bisa pe…