Skip to main content

(Tips Praktis) 6 Cara Praktis Mengatasi Keraguan Saat Menulis

Keraguan bisa membuat kita menjadi penulis yang berpikiran negatif. Oleh karena itu kunci untuk mengatasi keraguan diri adalah berpikir positif. 

Bagaimana caranya?

1. Mulai dari dalam. Kita harus meyakinkan diri sendiri bahwa kita adalah penulis yang baik. Cobalah berlatih setiap malam  dengan mengatakan “Saya akan menulis sebuah naskah novel/cerpen yang bagus” atau “Saya penulis yang baik.”  Ada istilah, "Fake it until you make it!" Dengan cara ini, kepercayaan diri ditingkatkan dan pikiran-pikiran negatif diminimalkan.

2. Dukungan. Setiap selesai menulis berikan tulisan pada orang terdekat. Keluarga, sahabat, teman, atau guru yang bisa memberi masukan positif, yaitu yang dapat memberikan kritik yang membangun sehingga kita dapat mengetahui kelemahan dan kekuatan tulisan.

3. Komunitas. Birds with a feather flock together. Maksudnya, orang-orang dengan pemikiran yang sama biasanya akan membentuk komunitas untuk saling support agar dapat lebih berkembang. Bergabunglah dengan grup-grup menulis di sekitarmu atau bentuk sendiri klub menulis bersama teman-teman yang memiliki hobi yang sama. Terimalah masukan dan kritikan dari mereka.

4. Kursus. Jika punya biaya, ikutlah kursus menulis, jika biaya kurang coba manfaatkan internet. Bacalah cara-cara menulis yang baik di internet. Ada ribuan sumber jika kau rajin mencari. Kampung Fiksi punya Kelas Menulis Online, berbiaya murah tapi kaya materi lho..

5. Realistis dan Optimis. Tidak ada di antara kita yang sempurna. Jadi kalau naskahmu ditolak bukan berarti naskahmu tidak bagus. Cobalah perbaiki dan kirim ke penerbit lain. Sekarang banyak kok penerbit yang mencari penulis.

6. Doa. Walau diletakkan pada posisi terakhir bukan berarti tidak penting. Bila menulis adalah panggilan dan misi hidup kita, yakinlah Tuhan selalu bersama kita dan apa yang kita tulis.

Semangat!

Popular posts from this blog

(Berbagi Pengalaman) Prosedur Umum Menerbitkan Buku Melalui Penerbit Besar

Banyak penulis yang belum berpengalaman menerbitkan buku melalui penerbit besar mengalami kebingungan saat sudah mendapat “lampu hijau” dari penerbit. Kebingungan ini mungkin disebabkan oleh euforia karenamengetahui karyanya akan segera dibukukan dan akan dipajang di toko buku-toko buku seluruh Indonesia. Saking bingungnya, penulis akhirnya hanya bisa pasif menunggu apa selanjutnya yang akan dilakukan penerbit dengan naskahnya. Padahal masih banyak prosedur yang melibatkan penulis secara aktif, sampai buku itu terbit.

Soal bagaimana menembus penerbit, Kampung Fiksi sudah membahasnya di sini. Nah, bagaimana selanjutnya? Suatu hari penerbit menghubungi kamu via email atau telepon, mengabarkan berita yang sudah begitu lama kamu tunggu-tunggu, “Naskahnya mau kita terbitkan. Tunggu kabar selanjutnya dari kami, ya!” Woggh! Silakan merayakan kebahagiaanmu. Tapi jangan lama-lama. Mulailah mengikuti secara cermat hal-hal yang berkaitan dengan terbitnya buku kamu.

Fase selanjutnya setelah mendap…

Membuat Outline Novel

Mau belajar menulis fiksi: cerpen/novel/editing, bisa bergabung di Kelas Online KF dan belajar sesuai waktu dan kebutuhanmu. Untuk informasi lengkap silakan kirim email ke kelasonlinekf@gmail.com atau klik gambar untuk mengetahui jenis kelas yang bisa kamu ikuti. Tunggu apa lagi? Segera daftarkan dirimu!
***Pernahkah kamu menulis novel lalu kemudian ketika sampai di tengah, kamu tiba-tiba buntu, ga tahu harus ngapain ceritanya? ga tahu tokoh ceritanya harus dibikin bagaimana? Dan karena pusing kamu berhenti menulis novel itu dan membuangnya ke tempat sampah. Sayang sekali, padahal Indonesia membutuhkan banyak penulis.  
Semua orang bisa menulis tetapi tak semua orang bisa menulis novel. Butuh kesabaran, kerja keras, latihan, dan  tentu saja komitmen. Hanya orang-orang yang bertekad kuat dan memiliki disiplin diri yang mampu menyelesaikan novelnya. Jadi kalau kamu ingin menulis novel, kumpukan tekad, komitmen, dan percaya novel kamu akan selesai. Namun tekad dan lain-lain itu tak cukup u…

Selingan Semusim: Apakah Atas Nama Cinta Semua Menjadi Halal?

Judul: Selingan Semusim
Penulis: Alaika Abdullah
Tebal: 197 halaman
Genre: Roman-erotis

Selingan Semusim adalah sebuah kisah cinta terlarang antara Novita dan Fajar Kenapa terlarang? Bukan karena perbedaan agama, ideologi atau karena tingkat sosial, melainkan karena mereka berdua sama-sama sudah menikah dan keadaan rumah tangga mereka baik-baik saja.
Kisah cinta ini dibumbui dengan adegan seksual yang diceritakan dengan eksplisit. Karena itulah novel ini memang layak disebut sebagai novel dewasa, 21 tahun ke atas.
Kisahnya sendiri berawal dari perkenalan antara Novita dan Fajar dalam sebuah acara kerja lalu berkembang menjadi sebuah affair yang ternyata berkesan bagi keduanya. Walaupun mereka kemudian berpisah karena memikirkan keutuhan keluarga masing-masing, tetapi mereka tidak saling melupakan.
Tragedi tsunami Aceh juga dimasukkan oleh penulisnya ke dalam cerita ini, dan menjadi salah satu unsur yang mengubah jalan cerita. Kalau dulu Novita adalah seorang isteri yang tidak bisa pe…