Skip to main content

(Tips Praktis) Apa Yang Bisa Dilakukan Seorang Penulis Setelah Berhasil Menulis Cerpen?

Kamu sudah rajin menulis selama bulan Juli. Kamu dinobatkan menjadi cerpenis terbaik dan mendapatkan paket buku dari Penerbit Mizan. Atau, kamu berhasil memenangkan hadiah-hadiah dari 3 kuis yang diprakarsai para admin. Tapi, kamu merasa pencapaian tersebut belum maksimal. Kamu yakin masih ada yang bisa kamu lakukan untuk karya-karyamu. Apabila kamu adalah salah satu dari penulis yang memiliki kegelisahan tersebut, ini dia beberapa alternatif yang bisa kamu lakukan:

1. Terbit Indie. Menerbitkan kumpulan cerpen (kumcer) secara indie melalui fasilitator terbit indie terkemuka seperti Amazon, Nulisbuku, Mizan Store, Indie Book Corner, Leutikaprio, adalah pilihan yang dengan mudah dapat kita lakukan pada saat ini. Kamu hanya harus memiliki tekad serta rasa percaya diri untuk melakukannya. Banyak orang sudah berhasil melakukannya, jadi, tunggu apa lagi?

2. Ebook. Merangkumnya menjadi ebook dalam format pdf atau epub (akan dibahas cara pembuatannya pada artikel lain, tunggu ya..), atau format lain yang tersedia, juga merupakan pilihan masa kini. Kamu dapat menawarkannya diunduh gratis oleh pembaca.

3. Kirim ke penerbit. Menawarkan karyamu kepada penerbit-penerbit seperti Gramedia, Mizan, Diva Press, Stiletto dan masih banyak lagi penerbit besar maupun kecil lainnya. Kenapa tidak? You've got nothing to lose. Kalau ditolak, perbaiki, atau kirim ke penerbit lain yang mungkin saja berminat. Kalau ternyata diterima, berarti itulah bonus berpartisipasi di event KF. Jangan lupa untuk ikut lagi tahun depan.

4. Mengikuti Lomba. Misalnya, lomba cerpen dan cerber Femina yang tenggat waktunya adalah pada bulan September dan November, masih keburu dong! Tentunya harus dilakukan revisi dulu dan disesuaikan dengan gaya majalah atau tema lombanya.

5. Menulis Novel. Mengembangkan cerita pendek menjadi sebuah cerita panjang, bukanlah hal yang mustahil. Kalau kamu merasa karyamu belum tuntas, karena masih banyak sekali bagian yang dapat dikembangkan dan tokoh-tokoh imajinasi baru yang bermunculan, itu pertanda ceritamu adalah calon novel. Wujudkanlah!

Banyak jalan menuju Roma, kawan! Sekarang, terserah kepadamu untuk memutuskan apa yang akan kamu lakukan selanjutnya.

Semangat!

Popular posts from this blog

(Berbagi Pengalaman) Prosedur Umum Menerbitkan Buku Melalui Penerbit Besar

Banyak penulis yang belum berpengalaman menerbitkan buku melalui penerbit besar mengalami kebingungan saat sudah mendapat “lampu hijau” dari penerbit. Kebingungan ini mungkin disebabkan oleh euforia karena mengetahui karyanya akan segera dibukukan dan akan dipajang di toko buku-toko buku seluruh Indonesia. Saking bingungnya, penulis akhirnya hanya bisa pasif menunggu apa selanjutnya yang akan dilakukan penerbit dengan naskahnya. Padahal masih banyak prosedur yang melibatkan penulis secara aktif, sampai buku itu terbit.

Soal bagaimana menembus penerbit, Kampung Fiksi sudah membahasnya di sini. Nah, bagaimana selanjutnya? Suatu hari penerbit menghubungi kamu via email atau telepon, mengabarkan berita yang sudah begitu lama kamu tunggu-tunggu, “Naskahnya mau kita terbitkan. Tunggu kabar selanjutnya dari kami, ya!” Woggh! Silakan merayakan kebahagiaanmu. Tapi jangan lama-lama. Mulailah mengikuti secara cermat hal-hal yang berkaitan dengan terbitnya buku kamu.

Fase selanjutnya setelah mendap…

Membuat Outline Novel

Mau belajar menulis fiksi: cerpen/novel/editing, bisa bergabung di Kelas Online KF dan belajar sesuai waktu dan kebutuhanmu. Untuk informasi lengkap silakan kirim email ke kelasonlinekf@gmail.com atau klik gambar untuk mengetahui jenis kelas yang bisa kamu ikuti. Tunggu apa lagi? Segera daftarkan dirimu!
*** Pernahkah kamu menulis novel lalu kemudian ketika sampai di tengah, kamu tiba-tiba buntu, ga tahu harus ngapain ceritanya? ga tahu tokoh ceritanya harus dibikin bagaimana? Dan karena pusing kamu berhenti menulis novel itu dan membuangnya ke tempat sampah. Sayang sekali, padahal Indonesia membutuhkan banyak penulis.  
Semua orang bisa menulis tetapi tak semua orang bisa menulis novel. Butuh kesabaran, kerja keras, latihan, dan  tentu saja komitmen. Hanya orang-orang yang bertekad kuat dan memiliki disiplin diri yang mampu menyelesaikan novelnya. Jadi kalau kamu ingin menulis novel, kumpukan tekad, komitmen, dan percaya novel kamu akan selesai. Namun tekad dan lain-lain itu tak cukup u…

Selingan Semusim: Apakah Atas Nama Cinta Semua Menjadi Halal?

Judul: Selingan Semusim
Penulis: Alaika Abdullah
Tebal: 197 halaman
Genre: Roman-erotis

Selingan Semusim adalah sebuah kisah cinta terlarang antara Novita dan Fajar Kenapa terlarang? Bukan karena perbedaan agama, ideologi atau karena tingkat sosial, melainkan karena mereka berdua sama-sama sudah menikah dan keadaan rumah tangga mereka baik-baik saja.
Kisah cinta ini dibumbui dengan adegan seksual yang diceritakan dengan eksplisit. Karena itulah novel ini memang layak disebut sebagai novel dewasa, 21 tahun ke atas.
Kisahnya sendiri berawal dari perkenalan antara Novita dan Fajar dalam sebuah acara kerja lalu berkembang menjadi sebuah affair yang ternyata berkesan bagi keduanya. Walaupun mereka kemudian berpisah karena memikirkan keutuhan keluarga masing-masing, tetapi mereka tidak saling melupakan.
Tragedi tsunami Aceh juga dimasukkan oleh penulisnya ke dalam cerita ini, dan menjadi salah satu unsur yang mengubah jalan cerita. Kalau dulu Novita adalah seorang isteri yang tidak bisa pe…