Skip to main content

Sebelum Sarapan nge-Prompt Dulu di Kampung Fiksi!

Faktor paling penting, tetapi seringkali justru yang paling sering diabaikan, bagi seorang penulis yang ingin berhasil adalah disiplin. Tentu saja, bakat dan keberuntungan juga merupakan faktor pembantu, tetapi memiliki kebiasaan menulis yang konsisten yang akan membedakan antara seorang penulis dan seorang yang ingin menjadi penulis.

Bila kita membaca kegiatan menulis para penulis yang sudah terkenal, kita akan melihat sebuah pola yang sama. Mereka menulis secara konsisten pada waktu yang disediakan secara khusus, dan seratus persen fokus pada tulisan yang sedang mereka kerjakan. Namun, untuk menentukan waktu dan menemukan inspirasi menulis tidak selalu mudah. Di sinilah prompt menemukan fungsinya. Prompt dapat membantu seorang penulis untuk mengeluarkan ide-idenya dengan menjadi pintu masuk ke dalam zona menulisnya atau sebagai tahap pemanasan bagi latihan menulisnya. Kadang-kadang sebuah prompt bisa menjadi sebuah draft yang bagus untuk awal sebuah ceritera. Tidak jarang, sebuah prompt ternyata hanya berakhir menjadi tulisan tanpa ujung pangkal atau tak berlanjut. Itulah gunanya prompt, sebagai alat untuk memantik ide, membuat penulis duduk dan mencoba membuka ide-ide yang ada di dalam dirinya saat ia menggerakkan jari-jarinya untuk menulis dan didorong ke suatu arah tertentu tanpa menghapus kemungkinan untuk berbalik arah dan menentukan sendiri arahnya.

Sebelum Sarapan ngePROMPT Dulu atau Prompt Before Breakfast, menyediakan prompt untuk menolongmu tetap mempertahankan komitmen menulis dengan menyediakan prompt baru setiap pagi yang bisa dikerjakan dalam waktu setengah jam saja, cukup untuk melakukan pemanasan bagi otot-otot menulismu. Tentu saja, kamu tetap bisa melakukan latihan pada siang atau malam hari dengan kembali kepada prompt-prompt yang tersedia ketika kamu siap untuk berlatih.

Popular posts from this blog

(Berbagi Pengalaman) Prosedur Umum Menerbitkan Buku Melalui Penerbit Besar

Banyak penulis yang belum berpengalaman menerbitkan buku melalui penerbit besar mengalami kebingungan saat sudah mendapat “lampu hijau” dari penerbit. Kebingungan ini mungkin disebabkan oleh euforia karena mengetahui karyanya akan segera dibukukan dan akan dipajang di toko buku-toko buku seluruh Indonesia. Saking bingungnya, penulis akhirnya hanya bisa pasif menunggu apa selanjutnya yang akan dilakukan penerbit dengan naskahnya. Padahal masih banyak prosedur yang melibatkan penulis secara aktif, sampai buku itu terbit.

Soal bagaimana menembus penerbit, Kampung Fiksi sudah membahasnya di sini. Nah, bagaimana selanjutnya? Suatu hari penerbit menghubungi kamu via email atau telepon, mengabarkan berita yang sudah begitu lama kamu tunggu-tunggu, “Naskahnya mau kita terbitkan. Tunggu kabar selanjutnya dari kami, ya!” Woggh! Silakan merayakan kebahagiaanmu. Tapi jangan lama-lama. Mulailah mengikuti secara cermat hal-hal yang berkaitan dengan terbitnya buku kamu.

Fase selanjutnya setelah mendap…

Membuat Outline Novel

Mau belajar menulis fiksi: cerpen/novel/editing, bisa bergabung di Kelas Online KF dan belajar sesuai waktu dan kebutuhanmu. Untuk informasi lengkap silakan kirim email ke kelasonlinekf@gmail.com atau klik gambar untuk mengetahui jenis kelas yang bisa kamu ikuti. Tunggu apa lagi? Segera daftarkan dirimu!
*** Pernahkah kamu menulis novel lalu kemudian ketika sampai di tengah, kamu tiba-tiba buntu, ga tahu harus ngapain ceritanya? ga tahu tokoh ceritanya harus dibikin bagaimana? Dan karena pusing kamu berhenti menulis novel itu dan membuangnya ke tempat sampah. Sayang sekali, padahal Indonesia membutuhkan banyak penulis.  
Semua orang bisa menulis tetapi tak semua orang bisa menulis novel. Butuh kesabaran, kerja keras, latihan, dan  tentu saja komitmen. Hanya orang-orang yang bertekad kuat dan memiliki disiplin diri yang mampu menyelesaikan novelnya. Jadi kalau kamu ingin menulis novel, kumpukan tekad, komitmen, dan percaya novel kamu akan selesai. Namun tekad dan lain-lain itu tak cukup u…

Selingan Semusim: Apakah Atas Nama Cinta Semua Menjadi Halal?

Judul: Selingan Semusim
Penulis: Alaika Abdullah
Tebal: 197 halaman
Genre: Roman-erotis

Selingan Semusim adalah sebuah kisah cinta terlarang antara Novita dan Fajar Kenapa terlarang? Bukan karena perbedaan agama, ideologi atau karena tingkat sosial, melainkan karena mereka berdua sama-sama sudah menikah dan keadaan rumah tangga mereka baik-baik saja.
Kisah cinta ini dibumbui dengan adegan seksual yang diceritakan dengan eksplisit. Karena itulah novel ini memang layak disebut sebagai novel dewasa, 21 tahun ke atas.
Kisahnya sendiri berawal dari perkenalan antara Novita dan Fajar dalam sebuah acara kerja lalu berkembang menjadi sebuah affair yang ternyata berkesan bagi keduanya. Walaupun mereka kemudian berpisah karena memikirkan keutuhan keluarga masing-masing, tetapi mereka tidak saling melupakan.
Tragedi tsunami Aceh juga dimasukkan oleh penulisnya ke dalam cerita ini, dan menjadi salah satu unsur yang mengubah jalan cerita. Kalau dulu Novita adalah seorang isteri yang tidak bisa pe…