Skip to main content

INI DIA, 30 ALASAN MENGAPA KAMU INGIN JADI PENULIS

Ada 30 Alasan Umum Mengapa Seseorang Ingin Menjadi Penulis. Ayo Jujur, Yang Mana Alasanmu?



Kalau kita mau secara jujur mengakui alasan "kenapa saya ingin menulis atau jadi penulis" kita dapat menentukan tujuan kita dalam menulis. Berikut ini, adalah 30 alasan yang umumnya dikemukakan oleh mereka yang sudah dan ingin jadi penulis. Jika alasan-alasanmu ternyata adalah kombinasi dari beberapa alasan yang tercantum di sini, atau bahkan semuanya sekaligus, boleh-boleh saja. Yang penting, kamu harus jujur untuk mengakuinya.

Mengapa kejujuran itu untuk mengakuinya penting? Sebab, alasan-alasan ini dapat dijadikan motivasi dan menentukan tujuanmu. Misalnya, bila tujuan menulis adalah untuk memperoleh uang yang sebanyak-banyaknya, mulailah menulis tulisan yang komersil. Bila tujuan menulis adalah untuk katarsis, maka menulis diary atau memoir bisa jadi media yang tepat.

Temukan alasanmu, maka kamu akan menemukan tujuanmu!

Berikut 30 alasan yang umumnya dikemukakan:

1. Mengekspresikan diri.
2. Uang.
3. Mengembangkan bakat.
4. Membantu pembaca untuk berkembang.
5. Menyebarkan ilmu, pengetahuan, atau kebijaksanaan.
6. Memperoleh kepuasan.
7. Menggerakkan orang lain.
8. Mengkomunikasikan ide-ide, dorongan emosional, pengalaman, obsesi dan kepedulian kepada orang lain.
9. Agar terhubungkan dengan orang lain.
10. Untuk memahami diri sendiri dengan lebih baik.
11. Menguji ide-ide.
12. Mengeksplorasi tema atau subyek tertentu.
13. Menguji diri sendiri.
14. Bersenang-senang.
15, Memberikan kepuasan dan hiburan bagi orang lain.
16. Katarsis bagi gejolak perasaan.
17. Agar tetap waras.
18. Untuk membujuk orang lain agar sepakat dengan pemikiran Anda.
19. Membangun reputasi, otoritas atau keahlian dalam bidang tertentu.
20. Membangun karir atau reputasi sebagai penulis.
21. Pengisi waktu yang menyenangkan.
22. Menciptakan karya seni yang bagus dan mengagumkan.
23. Menciptakan cerita yang selalu ingin Anda baca.
24. Agar meninggalkan jejak di dunia.
25. Untuk mempengaruhi pikiran orang lain berkenaan dengan isu atau topik tertentu.
26. Agar dikagumi, mendapatkan pengakuan dan rasa hormat.
27. Untuk melarikan diri dari kehidupan sehari-hari dan membantu orang lain melakukan hal yang sama.
28. Mengungkapkan kebenaran.
29. Untuk menciptakan sesuatu yang memiliki arti dan dipersembahkan untuk orang-orang terdekat.
30. Untuk membuktikan kepada diri sendiri dan orang lain bahwa Anda memiliki kemampuan untuk menjadi penulis.

Ada lagi? Silahkan ditambahkan.


Popular posts from this blog

(Berbagi Pengalaman) Prosedur Umum Menerbitkan Buku Melalui Penerbit Besar

Banyak penulis yang belum berpengalaman menerbitkan buku melalui penerbit besar mengalami kebingungan saat sudah mendapat “lampu hijau” dari penerbit. Kebingungan ini mungkin disebabkan oleh euforia karena mengetahui karyanya akan segera dibukukan dan akan dipajang di toko buku-toko buku seluruh Indonesia. Saking bingungnya, penulis akhirnya hanya bisa pasif menunggu apa selanjutnya yang akan dilakukan penerbit dengan naskahnya. Padahal masih banyak prosedur yang melibatkan penulis secara aktif, sampai buku itu terbit.

Soal bagaimana menembus penerbit, Kampung Fiksi sudah membahasnya di sini. Nah, bagaimana selanjutnya? Suatu hari penerbit menghubungi kamu via email atau telepon, mengabarkan berita yang sudah begitu lama kamu tunggu-tunggu, “Naskahnya mau kita terbitkan. Tunggu kabar selanjutnya dari kami, ya!” Woggh! Silakan merayakan kebahagiaanmu. Tapi jangan lama-lama. Mulailah mengikuti secara cermat hal-hal yang berkaitan dengan terbitnya buku kamu.

Fase selanjutnya setelah mendap…

Membuat Outline Novel

Mau belajar menulis fiksi: cerpen/novel/editing, bisa bergabung di Kelas Online KF dan belajar sesuai waktu dan kebutuhanmu. Untuk informasi lengkap silakan kirim email ke kelasonlinekf@gmail.com atau klik gambar untuk mengetahui jenis kelas yang bisa kamu ikuti. Tunggu apa lagi? Segera daftarkan dirimu!
*** Pernahkah kamu menulis novel lalu kemudian ketika sampai di tengah, kamu tiba-tiba buntu, ga tahu harus ngapain ceritanya? ga tahu tokoh ceritanya harus dibikin bagaimana? Dan karena pusing kamu berhenti menulis novel itu dan membuangnya ke tempat sampah. Sayang sekali, padahal Indonesia membutuhkan banyak penulis.  
Semua orang bisa menulis tetapi tak semua orang bisa menulis novel. Butuh kesabaran, kerja keras, latihan, dan  tentu saja komitmen. Hanya orang-orang yang bertekad kuat dan memiliki disiplin diri yang mampu menyelesaikan novelnya. Jadi kalau kamu ingin menulis novel, kumpukan tekad, komitmen, dan percaya novel kamu akan selesai. Namun tekad dan lain-lain itu tak cukup u…

Selingan Semusim: Apakah Atas Nama Cinta Semua Menjadi Halal?

Judul: Selingan Semusim
Penulis: Alaika Abdullah
Tebal: 197 halaman
Genre: Roman-erotis

Selingan Semusim adalah sebuah kisah cinta terlarang antara Novita dan Fajar Kenapa terlarang? Bukan karena perbedaan agama, ideologi atau karena tingkat sosial, melainkan karena mereka berdua sama-sama sudah menikah dan keadaan rumah tangga mereka baik-baik saja.
Kisah cinta ini dibumbui dengan adegan seksual yang diceritakan dengan eksplisit. Karena itulah novel ini memang layak disebut sebagai novel dewasa, 21 tahun ke atas.
Kisahnya sendiri berawal dari perkenalan antara Novita dan Fajar dalam sebuah acara kerja lalu berkembang menjadi sebuah affair yang ternyata berkesan bagi keduanya. Walaupun mereka kemudian berpisah karena memikirkan keutuhan keluarga masing-masing, tetapi mereka tidak saling melupakan.
Tragedi tsunami Aceh juga dimasukkan oleh penulisnya ke dalam cerita ini, dan menjadi salah satu unsur yang mengubah jalan cerita. Kalau dulu Novita adalah seorang isteri yang tidak bisa pe…